Mini Project with Amay (Pictbook)

by - June 02, 2016

Hari ini Amay pulang awal dari sekolah. Dan kebetulan saya sedang agak selow karena urusan memasak sudah beres di tangan tante Opik. Jadi, mau ngapain kita hari ini?

Berhubung anak-anak (Amay dan Aga) masing-masing sudah memegang  crayon dan kertas, ya sudah, kita menggambar saja yaa... Tapi, menggambar apa?

Lalu tiba-tiba "tring", muncul bohlam di atas kepala. Kita bikin pict-book yuk. Pictorial book alias buku bergambar gitu. Yaa, pict-book ala-ala lah...

Idenya? Aha, saya kan punya satu cernak andalan. Iya, andalan, karena baru 1 itu saja cerita anak karya saya. Pasti bisa nebak deh, hihi, yoiii...yang dulu pernah keluar jadi juara HARAPAN 2 (mesti pake capslock karena emang bener-bener cuma harapan, tapi bangganya ampun-ampunan) di Nusantara Bertutur 2 tahun lalu. *2 tahun lalu boook, dan gak nambah-nambah >_<

Dan memang karena ini bener-bener satu-satunya karya yang saya punya, saya hapal dong jalan ceritanya, meski saya ngga pegang karya aslinya. Yaa, beda-beda dikit kalimatnya ngga apa-apa lah ya, yang penting jalan ceritanya masih sama. Namanya juga spontanitas alias dadakan, ya 'kan? *wehehe, dadakan, kayak tahu bulet aja, gorengnya dadakan, lima ratusan. :D

Jadi kali ini, saya yang menulis naskahnya, Amay sebagai ilustratornya. :) 

(Sebelumnya, khawatir tulisan tangan saya ngga kebaca, jadi saya salinkan saja. Maklum, sambil momong Aga. ^_^)

Judulnya:

IPUNG BELAJAR BERSYUKUR



1. Ada seekor kupu-kupu bernama Pupu. Ia dan Ipung sahabatnya, terbang ke sebuah taman. (Pada Amay saya menginstruksikan untuk menggambar kupu-kupu dan capung yang sedang terbang di area taman. Jika mewarnainya masih kurang rapi, mohon dimaklumi yaa, hihi... Amay lebih piawai menggambar dengan pulpen. Dan maaf, mata kupu-kupu dan capungnya tak terlihat. :p)

2. Di taman, mereka melihat anak-anak yang sedang berlari. Ipung si capung berkata, "Bahagianya menjadi manusia, mereka memiliki kaki untuk berlari." 
Pupu menyahut, "Kita harus bersyukur, Pung. Kita bisa terbang, sedangkan mereka tidak." 
(Di cerpen aslinya kalau tidak salah, ada adegan salah satu anak berkata pada temannya, "Aku ingin bisa terbang seperti kupu-kupu dan capung itu." dan itu membuat Ipung si capung merenung.)

Oya, saat menggambar ilustrasi halaman ke 2 ini, Amay sempat ragu menggambar anak-anak yang sedang berlari. Tapi ternyata hasilnya, bagi saya, lumayan lah yaa.. :D



3. Tak jauh dari mereka, terlihat seorang anak sedang menggambar. Ipung mendekatinya, namun raut wajahnya berubah menjadi muram.
"Lihat Pu, anak ini menggambarmu. Dia tidak suka padaku. Sayapmu memang indah dan berwarna-warni, tak seperti punyaku." kata Ipung sedih.
(Pada cerita di halaman ini, saya meminta Amay menggambar seorang anak yang sedang melukis. Ternyata, Amay mengerti apa yang saya mau. :D)

4. Pupu berusaha menghibur sahabatnya itu. Ia berkata, "Pung, Tuhan menciptakan kita dengan kelebihannya sendiri-sendiri. Kamu pun punya kelebihan, hanya saja kamu belum menemukannya."
Ipung terdiam, mencerna kata-kata Pupu.
Tiba-tiba sebuah benda dengan suara keras melintas di atas mereka.


5. "Benda apa itu?" seru Ipung. "Ayo kita kejar!" Ia pun langsung melesat pergi tanpa menunggu Pupu. Pupu pun berusaha mengejar Ipung meski terengah-engah.
Ternyata benda itu berhenti di sebuah lapangan. Ipung berhenti memandanginya dari jauh. Pupu menyusul kemudian, "Duh...Ipung, terbangmu cepat sekali. Aku kelelahan." ujar Pupu mengeluh.
(rasanya pengen lihat naskah aslinya, lalu saya edit lagi kalimat-kalimat ini. :v)

6. "Itu apa ya, Pu?" tanya Ipung penasaran.
"Itu namanya Helikopter." jawab Pupu. "Ohya, aku baru ingat. Coba lihat bentuknya!"
Ipung menuruti perintah Pupu, namun masih belum mengerti.
"Bentuk Helikopter mirip dengan bentuk tubuhmu, 'kan?" tanya Pupu.
"Wah, iyakah? Sepertinya memang begitu. Tapi mengapa dia meniru bentuk tubuhku?" Ipung semakin penasaran.
Pupu pun menjelaskan, "Karena terbangmu cepat, Pung. Manusia ingin bisa cepat sampai ke tempat tujuan."
Ipung mengangguk tanda mengerti.
"Sekarang percaya 'kan, kalau tiap makhluq mempunyai kelebihan sendiri-sendiri?" tanya Pupu. (seharusnya ada tambahan. "Tubuhku memang berwarna-warni, tapi aku tidak bisa terbang secepat dirimu.")
"Iya Pu... Sekarang aku akan lebih bersyukur. Terima kasih, Pu..."
Ipung dan Pupu pun menyatukan sayap mereka kemudian terbang bersama.

*halaman 6 belum dibuat ilustrasinya karena Amay sudah lelah. :v

Yah, jadi begitulah kegiatan kami seharian tadi. Acara menggambar ini diselingi dengan kegiatan menggoreng mendoan dan meninabobokan Dek Aga. :D

Semoga, kita jadi lebih pandai bersyukur, dan semogaaa, kami berdua benar-benar bisa membuat pictorial book bersama-sama. Aamiin... :)

You May Also Like

52 comments

  1. ide yang bagus juga , mungkin ceriatnya setiap halaman dikurangi , gambar yang besar tapi tergantung mau dilihat dari sisi mana ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba..seharusnya memang begitu. Ini kemarin 1 kertas dibagi 2. Awalnya ngga terpikir kalau tulisan saya bakal besar-besar. Dan memang harusnya kalimatnya bisa lebih efektif. :)

      Delete
  2. Kereeeen Mba Arinta.
    Amay kayak papanya nih, suka nggambar.
    Semoga bisa jadi pictbook nantinya mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduuuh..mba ety lebih keren lah..hihi..
      Aamiin Mba... :)

      Delete
  3. Wah... boleh saya contek mbak idenya.. untuk lebih m3nggali lagi kreativitas dan potensi anak๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
  4. Amay ini baru TK kan? Anak TK gambarnya seperti ini? Duh.. emang bener-bener kreatif ya. Maju terus kakak Amay

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya kalau pake pulpen dia lbh detail Mba.. Amay mewarnainya memang masih kurang rapi. :D

      Delete
  5. Ayo May...bikin gambar yang banyak lagi, biar jadi komik nanti. Tuh kakak lagi nglukis lagi tuuh

    ReplyDelete
  6. Aaaaaaa pengen nyontoh jadinya nih
    Kreatip abiz
    Dari dulu tangte mbul juga pengen bikin buku dongeng bergambar ginian
    Iii amay pintar syekalihh

    Btw baru nyadar kolom postingannya dah pundah , widgetnya taro ke kiri hahai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasiiih tante mbuuul.. Mesti belajar nggambar sama tante mbul juga nih kayaknya. Tabte mbul gambarnya keren-kereeen..

      Hehe..ho oh, kemarin malam pindahannya..xixixi

      Delete
    2. ciyeee dotcom....ahhahahhahasegh :D

      Delete
  7. saya izin contek buat anak saya yah Mba :)

    Amay kecil-kecil keren banget euy *jempol*

    ReplyDelete
  8. Amiiin..
    kompak euy amay sm Ibunya.
    kreatif yaa...
    kayaknya sy baru mampir deh di rumah barunya. selamat yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo saya sebenernya kurang kreatif Mba..huhu..
      Iya..hihi..selamat datang di rumah baruuu. :*

      Delete
  9. ayo nulis cerita anak lagi mak... Cerita yg ini idenya kerennn... ^^ Asik aja ya bikin beginian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba..pengen latihan. Saluuut bgt sama penulis cerita anak yg ga pernah kehabisan ide. :)

      Delete
  10. Aduh saya saja belum tentu bisa membuat cerita dan gambar seperti itu mungkin kalau tulisan saya bisa tapi kalau gambar belum tentu karena tidak terlalu mahir kalau masalah menggambar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini juga cuma bisa-bisaan Pak..hihi.. Perlu latihan lagi. :D

      Delete
  11. Duh hebaat ya mbak anaknya.. Kreatif..
    Amay jago an niih

    ReplyDelete
  12. Mba Arin Uti ngarep kolaborasi nya dengan Amay bisa jadi buku cerita anak yang keren ya

    ReplyDelete
  13. Bagus juga ya Mba anak2 diajak bikin pickbook.. Ide2nya kan bisa kita dapatkan dalam kehidupan seharti2 yang dituangkan dalam cerita pickbook.. Apalagi gambarnya bisa warna-warni.. Bisa merangsang syaraf mmotorik anak2 nih dan merangsang daya kreatifitas mereka dalam seni..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak.. Tapi saya harus belajar lagi utk bikin cerita yg menarik dan ada unsur pembelajarannya. :)

      Delete
  14. Amay kereeen ih gambarnya. Ikutin lomba menggambar lah Amaynya mak :D
    Ini kreatif banget, bisa inspirasi juga bagi saya. Athar suka gambar tapi belum sepintar ini >.< yang ada mamanya disuruh gambar lalu mamanya galau hahahhaha
    Nice shariing mak :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih belajar mewarnai agar lebih rapi Mak.. Belajar bikin gambar yg jelas juga..hehe..

      Ah Maaakk..dulu eike juga gitu. Amay maunya aku yg nggambar, kalo diajarin papanya dia ngga mau. :(

      Delete
  15. Keren gambarnyaaa... Junjun belum mau gak ajak mewarnai... duh apalagi ngegambar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gapapa Mba..jangan dipaksa. Kalo Amay dari bayi mmg sukanya sm spidol dan pulpen. :D

      Delete
  16. Pesannya, "menngingatkan kita untuk selau bersyukur" ya, Mbak (y)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba..hehe.. Cernak mesti disisipi nasihat, tp dengan cara yg menyenangkan.. :)

      Delete
  17. Seruuu, saya kebanyakan pengennya bikin ginian tp gak terlaksana2.

    ReplyDelete
  18. Jadi gak sabar tunggu Kinza bisa gambarrr :'(, kerenn

    ReplyDelete
  19. Anakku blm bs gambar, seringnya malah minta aku buat gambar2in.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu Amay juga gitu Mba.. Minta digambarin. Lama2 dia suka nggambar sendiri. :)

      Delete
  20. Wiih anak dan emak sama2 keren. Besok2 nerbitin buku yaaaaa ;)

    ReplyDelete
  21. saya juga sering bikin cerita bergambar buat ponakan. tapi habis itu selalu dibuang. Ide yang bagus nih kalo misal dibuat pict book begini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh, sayang banget.. Gamhar Amay waktu umur 3-4 tahun masih saya simpan lho.. :)

      Delete
  22. Amay pinter banget gambarnya... (y) (y)

    ReplyDelete
  23. Blognya makin syantikkk.. keren bangettt mbakk :D

    ReplyDelete
  24. Wadooo, keren bisa jadi sedikit hiburan :)
    Bikin begitu gak capek ya mba? :o

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Kumpulan Emak-Emak Blogger