Minggu, 09 Oktober 2016

Dengan Tempra, Liburan Asik Tanpa Terusik

Setelah Amay resmi menjadi anak sekolahan, waktu liburan kami memang menjadi sedikit terbatas. Untuk pergi ke tempat yang jauh, kami harus menunggu libur panjang. Padahal dulu, kapanpun kami mau, kami bisa mengikuti kemana Papa Amay pergi. Misalnya, ketika beliau ada janji dengan klien di Malang, kami ikut sekaligus menyempatkan mengunjungi Jatim Park 2.

Sekarang, kami bahkan hampir tak pernah pergi jauh. Apalagi kemudian lahir Aga, makin rempong jadinya. Tapi, itu bukan berarti kami tak pernah kemana-mana yaa... Jika ada libur panjang, kami biasanya pergi ke rumah kakek dan neneknya anak-anak. Pokoknya, tujuan liburan kami adalah antara Purworejo dan Majalengka, meski di bulan Maret yang lalu kami sempat mengunjungi Aki dan Nin yang sedang dinas di Makassar juga.

Pantai Losari, Makassar
Car Free Day di Pantai Losari


Tapiii...masa iya harus nunggu libur panjang hanya untuk sekedar having fun? Setelah Senin hingga Jumat hari-hari kami dipenuhi dengan sibuk dan penat, tentu kami memerlukan mood booster agar kami tetap sehat secara jasmani dan rohani.

Ngga perlu jauh-jauh koq. Biasanya, kami menghabiskan akhir minggu kami dengan berenang di kolam renang umum dekat rumah. Sambil berenang, sambil menunggu makanan yang kami pesan terhidang di hadapan. Surgaaaa, meski mungkin bagi orang lain terlihat sederhana. :)

Saya dan suami tak pandai berenang. Jadi, mengajak Amay dan Aga "nyemplung" ke kolam yang tak terlalu dalam, tak akan membuat aib kami terbongkar. Hihihi...iya, tulisan inilah yang kemudian membongkar semuanya. :D 

Sejujurnya, terkadang kita butuh berteriak untuk melepaskan beban, bukan? Iya, dengan hanya saling mencipratkan air, kami serasa ada di puncak bahagia, karena beban pikiran yang pekat dan penat telah mengangkasa. Menguap ke udara. 

Berenang di kolam renang umum juga mengajarkan anak-anak untuk berani dan berbagi. 

Bertemu dengan orang-orang yang tidak kita kenal kemudian berkumpul dalam satu tempat tertentu (kolam renang, red), terkadang membuat rasa tak nyaman. Tapi disinilah anak-anak belajar. Bahwa anak-anak tak perlu takut dengan keberadaan mereka, karena posisi kita sama, sebagai pengguna. Selain itu, berenang di kolam renang umum juga sekaligus mengajarkan mereka untuk berbagi kenyamanan. Iya, 'kan kita tidak bisa mengklaim suatu wilayah tertentu sebagai wilayah kita saja. Ada hak orang lain disana.

Tapi mengajarkan mereka untuk berani, bukan hal yang mudah lho...

Aga misalnya, dia masih sering merasa takut saat kami mengajaknya "nyemplung". Aga memang berbeda dengan kakaknya. Amay, sang kakak, suka sekali berenang. Di usia yang sama dengan Aga, Amay bahkan sudah berani meluncur di perosotan, tapi tentu tetap ditemani orang dewasa di belakangnya.

Amay kecil, berenang di kolam renang Marcopolo Bogor

Proses dari takut menuju berani Amay pun lebih cepat dibanding Aga. 


Lihatlah ekspresi Aga ketika kami membujuknya untuk berenang bersama. :D


Lalu, apakah bujuk rayu kami berhasil? Nah, ini adalah beberapa hal yang kami lakukan agar Aga berani "nyemplung" ke air;
1. Mengatakan bahwa ia tak perlu takut, karena kami ada untuk menjaganya -- "Aga nggak usah takut, kan ada Mama, ada Papa."
2. Mengenalkan air dari pinggiran kolam. Bersikap santai dan selalu menunjukkan bahwa bermain air itu menyenangkan.
3. Menggendongnya selalu agar ia merasa aman dan nyaman. Setelah Aga tak lagi tegang, gendong, lalu perlahan-lahan masuk ke dalam air. Dijamin, ia akan tegang lagi, hahaha.. Iya lah, kan masih ngeri. :)
Kira-kira seperti yang terlihat dalam foto ini: 
Amay kecil berenang di kolam renang Marcopolo, Bogor

4. Ajak ia bercanda, sambil terus meyakinkan bahwa ia tak perlu takut karena ada Mama dan Papa yang menjaganya. Teruuus saja katakan itu.

5. Nah, lama-kelamaan, Aga mulai berani. Ia bahkan meminta duduk sendiri di pinggir kolam. Tak ada tangis yang mengiris karena rasa takut yang akut. :D


Karena berenang seolah menjadi sebuah rutinitas di akhir minggu, terkadang Amay "menagih" kami untuk melakukannya lagi, lagi, dan lagi. Ngga masalah sih, selama kondisi badan fit. Tapi, akhir-akhir ini, cuaca 'kan sering berubah drastis. Di Solo, seminggu terakhir ini bahkan hujan turun setiap hari. Hal ini membuat kondisi anak-anak kurang sehat. Amay bahkan sempat demam hingga 2 hari.
 
Kalau anak demam, apa yang saya lakukan sebagai seorang ibu?

Nah ini... Para ibu biasanya jadi bersusah hati jika anak-anak jatuh sakit. Pasti lah... Jika biasanya rumah selalu penuh dengan teriakan-teriakan "gembira bercampur marah", kini berganti menjadi tangisan. 
Amay ketika badannya panas, sering mengigau. :(

Saya biasanya memberikan Paracetamol ketika Amay demam. Paracetamol (acetaminophen) adalah pereda nyeri dan pereda demam. Paracetamol digunakan untuk mengobati berbagai kondisi seperti sakit kepala, nyeri otot, arthritis, sakit punggung, sakit gigi, pilek, dan demam.

Informasi Penting Seputar Paracetamol


Ada banyak merek dan bentuk paracetamol yang tersedia di pasaran. Saya biasanya memberikan paracetamol yang memiliki rasa buah-buahan, sehingga anak-anak tidak "takut" dengan rasanya. Dan Tempra, adalah pilihan yang tepat, karena Tempra cepat menurunkan demam. Tempra bekerja langsung di pusat panas. Kelebihan Tempra inilah yang membuatnya banyak direkomendasikan secara turun-temurun.

Jangan menggunakan dosis berlebih dari yang direkomendasikan, karena overdosis paracetamol dapat menyebabkan kerusakan serius pada hati. 

Jumlah maksimum paracetamol untuk orang dewasa adalah 1 gram (1000 mg) per dosis dan 4 gram (4000 mg) per hari. Untuk anak-anak, gunakan dosis sesuai anjuran yang tertera pada kemasan. Bila perlu, berikan satu dosis setiap 4 jam, namun tidak boleh lebih dari 5 kali sehari.

Untuk Amay yang usianya 5 tahun, dosisnya adalah 7,5 ml. Dalam 5 ml Tempra Syrup, terkandung 160 mg paracetamol. Untuk Aga yang usianya kurang dari 2 tahun, saya harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. 

Berikan paracetamol dengan sendok takar khusus, dan bukan dengan sendok makan. Pada Tempra Syrup sudah tersedia gelas takar dengan dosis yang tepat di dalam kemasan. (Lihat foto, gelas takarnya berwarna bening, ada di tutup botol)

Tempra, paracetamol untuk anak-anak

Berhentilah menggunakan paracetamol dan segera hubungi dokter, jika: 
- Masih mengalami demam setelah 3 hari penggunaan
- Masih memiliki rasa sakit setelah 7 hari penggunaan (pada anak, setelah 5 hari penggunaan)
- Keluar ruam-ruam pada kulit, sakit kepala yang terus berlangsung, mengalami kemerahan pada kulit atau muncul pembengkakan
- Gejala bertambah buruk, atau muncul gejala baru

Selanjutnya, yang harus diingat adalah, simpan paracetamol di suhu kamar (25 dercel - 30 dercel), dan hindarkan dari sinar matahari langsung. Jauhkan juga dari jangkauan anak-anak.


Sekarang, Alhamdulillah Amay sudah sehat. Untuk berenang lagi, mari kita tunggu hingga cuaca bersahabat. :)




"Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho."



~~~



Sumber bacaan; 

https://www.drugs.com/paracetamol.html


62 komentar :

  1. Tempra itu obat panasku waktu masih kecil dulu mbak, hampir semua keluargaku yang punya anak pas lagi demam pasti obatnya Tempra. Cepet nurunin demam :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi tenang kalau sudah punya obat yang bisa dipercaya ya Mba? Nanti kalau udah punya anak jadi ngga bingung lagi nyari merek obat lainnya.. :)

      Hapus
  2. waaah adek aga sama kayak anakku yang bungsu, awalnya takut kalau masuk ke air tapi setelah di"paparkan" secara pelan-pelan akhirnya dia terbiasa. malahan kadang paling susah diajak pulang hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk..iyaa.. itu ngga mau mentas loh Mba..

      Hapus
  3. Whihihih. Ekspresinya kak Aga. 😂
    Aku jadi malu sempat anti parcet. Wkakakakak. 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. xixixi..tapi si K kan memang masih kurang dr 2 tahun, jadi ga boleh sembarangan kasih parcet juga

      Hapus
  4. Aku juga sering kasih tempra untuk anak2 kalau demam, karena cepat nurunin panasnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya Mba? Kalau sudah punya obat kepercayaan mah bisa tenang ya.. :)

      Hapus
  5. Sedih banget ya mba kalau anak sakit, mood jadi berbalik arah, semua rasanya tidak indah..semoga sehat sehat terus ya dedek amay

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget Mbak Yurma.. Liburan juga jadi batal.. :(

      Hapus
  6. Tempra dari zaman anak2 Uti kecil sdh jd solusi tuk nurunkn de am mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyakah Ti? Udah terpercaya banget ya?

      Hapus
  7. Alhamdulillah, anak-anak di rumah juga cocok pake Tempra. Sehat-sehat selalu....

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin aamiin aamiin Teh.. makasiiih..:)

      Hapus
  8. wah bisa direkomendasikan nih ke saudara yg punya anak kecil. Sepertinya banyak yang cocok ya mba..

    BalasHapus
  9. Anakku dulu trauma air mba, bisa nangis kejer klo diajak ke kolam renang atau pantai. Tp lama2 sembuh dg meyakinkan klo kita ada utk menjaganya. Sip, semoga selalu ceria ya anak2 kita. Aku jg gk pernah lupa bawa tempra kl traveling lho

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin aamiin Mba... iya harus selalu diyakinkan kalo kita ada untuk menjaganya..:)

      Hapus
  10. Sehat selalau kak amay dan aga.. eh aga kapan2 main sama Junaa, yaa :)

    BalasHapus
  11. Abis main air emang anak rentan banget sama demam yaa... Alhamdulillah ada tempra yg bantu menurunkan panas anak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul Mba, apalagi kalau udah keasikan dan ngga mau udahan.. :D

      Hapus
  12. Main air memang menyenangkan dan bikin rileks.
    Sehat terus Amay dan Aga biar bisa berenang lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin aamiin aamiin, makasih Mba Ety.. :*

      Hapus
  13. Semoga keluarga mbak sehat selalu mbak.. apalagi saat jalan2 dan setelah rekreasi..

    BalasHapus
  14. Aq juga selalu sedia tempra untuk penurun panas anakku

    BalasHapus
  15. Anakku dulu pas kecil juga takut air. Sekarang udah berani nyelam. Btw aku jg pke tempra klo anak demam. Salam kenal mbak 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah..kereenn.. Iya memang ketakutan harus dilawan ya..tapi harus pelan-pelan.. Salam kenal juga Mba.. :)

      Hapus
  16. sedih ya mba kalau anak lg demam, keluarga tempra ya mb

    BalasHapus
  17. Tips mengajak anak supaya mau berenang itu ... harus seperti itu memang ya Mbak.


    KAlau anak sakit, rasanya gimana gitu. Tapi kalau ada obat penurun panasnya disediakan, bisa lebih tenang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Xixixi..itu saya improvisasi saja Mba. Alhamdulillah berhasil..:)

      Iya Mba..mesti disediakan di rumah utk jaga2.. :)

      Hapus
  18. Keponakan2 aku biasa nya juga minum tempra kalo pas demam mba Arin. Ehh sering ke Purworejo ya mba? Aku kalo kesana minimal sebulan sekali mba. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oya? Purworejonya manaaa? Ayo kopdaaarr.. :)

      Hapus
  19. Kalau liat anak yang biasanya lincah ceria trus demam dan lemas itu duh sedih :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba..liburan jadi ngga tenang yaa..

      Hapus
  20. Keseruan liburan ga lengkap kalo anak sakit ya mak. Tempra harus selalu ada di rumah, saat bepergian dimanapun ya jadi andalan.

    Nitip juga ah buat nambahin PV ✌😁 http://www.andiyaniachmad.com/2016/09/liburan-outdoor-bikin-anak-makin-pintar.html?m=1

    BalasHapus
  21. Tiap anak beda-beda yaa kemampuan dan kebisaannya. Kakak biasanya cenderung lebih cepat ketimbang adik. Apa unsur "ekspektasi" orang tua berpengaruh juga ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Xixixi..satu rahim bisa beda2 karakternya ya Mba? :D

      Hapus
  22. Punya anak balita, aku juga selalu sedia paracetamol nih mbak

    BalasHapus
  23. Asyik klo liat anak-anak kecil maenan air itu mbak. Etapi klo sedih pas tiba2 mereka jadi murung gegara demam, hhee
    Untung ada Tempra :D

    BalasHapus
  24. Anak sakit sewaktu liburan itu bawaannya malas mau ngapa2in :(( emang wajib ya hukumnya kalo liburan harus bawa obat panas untuk antisipasi si kecil sakit. Tempra recomended ya

    BalasHapus
  25. wajib banget bawa obat kalau liburan bareng anak, soalnya bakal nggak menikmati liburan :)

    BalasHapus
  26. Suka bangett klo ngajak anak berenang, tapi ya itu, was-was demam kalo kelamaan di air. Tapi klo lihat anak anak seneng mah kayaknya kita ikut seneng yaaa hehehe

    BalasHapus
  27. Awal2 ajarkan anak pertamaku berenang, suka khawatir. Krn sehabis renang, selalu badannya panas. Entah karena capek, atau karena air yg masuk ke mulut. Mmg harus sedia obat ya, seperti Tempra :)

    BalasHapus
  28. hihihi.. aku lihat ekspresinya Aga itu lho.. pengen tak uwel-uwel bawa pulang. Liburan emang jadi nggak asyik apalagi kalau sampai demam ya T_T ditambah kejang sisan (abaikan yg curhat ini mah)

    BalasHapus
  29. iya, tempra memang bisa diandalin ya. :)

    BalasHapus
  30. Seruuuu! Anakku suka banget diajak berenang. Tapi kalau kelamaan berenang bisa flu dan demam.

    BalasHapus
  31. Salfa juga saya kasi Tempra sekarang. Baca banyak referensi dr Blogger soal Tempra jadi yakin...

    BalasHapus
  32. Wah tempra emang bagus...cocok buat anak dirimah...

    BalasHapus
  33. Ikut nyemplung kayanya jadi cara yang efektif biar anak ga takut berenang ya mbaaaa... *noted buat anak2 kelak :D

    BalasHapus
  34. main air di kolam renang memang seru untuk anak-anak

    BalasHapus
  35. memang yang namanya obat dan vitamin itu bener-bener harus diperhatikan takarannya. Bukannya menyembuhkan nantinya malah jadi bikin masalah baru.

    BalasHapus
  36. seringnya habis berenang anak-anak masuk angin terus demam, btw sama mbak aku juga nggak jago renang btw amay hebat berani

    BalasHapus
  37. Wahhh menarik nih mb rinta, ada tipsnya juga
    Jadi pemakaian paracetamol ke anak kudu sesuai ama jangka hari tertentu ya
    Wuih dedek amay kok nggalah ngalahin tembul cih, akoh aja blon bisa renang, bisae gaya batu ekekek

    BalasHapus
  38. mbaakk, amay kecilnya endut yak, ginuk ginuk, lucu, suka renang pulak, hihi
    btw aku jg nyediain paracetamol di rmh mbk, ya gitu, bwt jaga2,

    BalasHapus
  39. Duuhh, sedih ya, kalau anak sakit. Apalagi kalau sakitnua pas liburan :(

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...