Langsung ke konten utama

Sehari Mengisi Kelas, Rindu Ini Terbalas

Tanggal 27 Januari yang lalu, saya dan kelompok saya (Bunda Ilham dan Bunda Fino), berkesempatan mengisi acara sharing time di kelas anak kami. Oya, ini adalah program rutin sekolah yang dilaksanakan tiap bulannya, tepatnya setiap Jumat minggu ke empat. Adapun yang bertugas mengisi kelas adalah kelompok yang juga bertanggung jawab pada parenting bulanan yang dilaksanakan tiap minggu ke dua.




Kelompok ini dibagi sesuai dengan nomor urut anak-anak. Karena di kelas ada 32 siswa, jadi rata-rata per kelompoknya terdiri dari 3 orang, yang bertanggung jawab tiap-tiap bulannya, selama satu tahun.

Kemarin, kebetulan ada tambahan peserta dari kelompok lain, karena bulan Desember acara sharing time kosong, mengingat sedang liburan semester. Jadi, bulan Januari ini dua kelompok disatukan. Sayangnya Bunda Kanira dan Bunda Jasmin berhalangan, sehingga hanya ada Bunda Ivander.




Kami berempat sebelumnya berdiskusi, kira-kira materi apa yang akan kami sampaikan di depan anak-anak. Tapi sebelumnya saya sudah ada ide untuk bercerita tentang Nabi Ibrahim kecil, yang kala itu mencari siapa sebenarnya Tuhannya. 

Lalu ide berikutnya muncul, anak-anak bersama-sama membuat bintang dan matahari. Mengapa bintang dan matahari? Karena Nabi Ibrahim sempat mengira bahwa bintang adalah Tuhan. Kemudian ketika malam berganti pagi, bintang menghilang dan digantikan matahari. Nabi Ibrahim pun menganggap bahwa mataharilah Tuhan yang sebenarnya. Namun kemudian ketika malam menjelang dan matahari menghilang, ia kembali berpikir bahwa matahari bukanlah Tuhan.






Kemudian di akhir acara, kami menyanyi bersama-sama dua bait lagu yang dipopulerkan oleh Snada Kids. Sayangnya saya tidak menemukan lagunya di youtube, jadi karena saya hanya hafal dua bait, kami hanya menyanyi dua bait saja.

Oya, karena waktu hanya sekitar satu jam, antara jam 9-10 saja, maka kemudian diputuskan untuk tidak membuat bintang di sekolah. Terima kasih untuk Bunda Ilham yang telah meluangkan waktunya untuk membuatkan bintang. ☺☺❤❤

Dan, kami akhirnya membuat beberapa buah matahari dari kertas manila, untuk ikut dijadikan properti saat menyanyi bersama-sama.







Daaann..inilah lagu kami...

Ibrahim kecil mencari Tuhan
Ditemukannya bintang-bintang
Namun ketika pagi menjelang
Tak mungkin Tuhan menghilang

Ibrahim kecil mencari Tuhan
Ditemukannya matahari
Namun ketika senja t'lah datang
Tak mungkin Tuhan menghilang



Komentar

  1. Balasan
    1. eh iya lho ada Aga..! hahaha aku kok baru nyadar ya setelah play videonya, ikut nari pula.. IIiih comelnya Aga..

      Hapus
    2. Aga harus selalu ada.. Biar eksis kayak mamanya. Haha..

      Hapus
  2. Selamat mengajar (eh). Asyik ya berhadapan dengan anak2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asiiik Bu Imaaa.. Kata Uti, ngrabuk nyowo ya..hihi

      Hapus
  3. wahhh ku juga pengen banget ngajar kek gitu, tapi di bidang desain web atau desain game , bagian desainnya gambar gambar gitu waaa kerennn pengen

    BalasHapus
  4. Senang ya lihat anak2 belajar seperti itu. ^_^

    BalasHapus
  5. Aku pengen ngajar anak2 juga. ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asal ngga sering-sering, bisa buat refreshing koq Mba.. Wkwkwk.. Kalo yg sering-sering biar gurunya ajaa.. Haha..

      Hapus
  6. Whoaaaa aku terkejut denger suaramu mb rin, hihihi...ternyata suarane dirimu feminin syekaliiii

    BalasHapus
    Balasan
    1. lha emang dikira kayak apaaaaa.... >_<

      Hapus
  7. Waaaah, boleh juga neh lagunya: untuk dibuat latihan di TPA kami, namanya TPA Tahfidz Masjid Al-Muhtadin. Makasih banyak ya, Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi sayangnya saya ngga hafal lagunya secara penuh. Hanya dua bait saja. :(

      Tapi semoga bermanfaat yaa..:)

      Hapus
  8. Seru sekali ya mba, memang menyenangkan mengajar itu. Apalagi mengajar anak kecil seperti itu. Terkadang membuat semangat juga melihat semangat mereka belajar..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas..seru banget. Sayangnya setahun sekali doang jatah saya..hihihi.. Ketagihan padahal. :D

      Hapus
  9. waah sama mbak...aku dulu mendongeng tentang apa ya lupa hihihi...yang kelasnya anak yang ketiga masih nunggu giliran sih hihihi entah mau ngapain nanti...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tahun lalu aku bikin roti Mba.. Bikin roti aja gih..hehe..

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Postingan populer dari blog ini

Berkat Theragran-M, Badan Bugar, Flu Hengkang

Disclaimer: Postingan ini benar-benar ditulis berdasar pengalaman pribadi. Jika ada perbedaan hasil dengan pengalaman orang lain, maka penulis tidak bertanggung jawab. :)


Di dua malam, tepatnya tanggal 16 dan 17 September, Solo diguyur hujan. Lebat sekali. Sampai-sampai, Minggu pagi tanggal 18, udara terasa begitu dingin. Ini adalah keadaan yang luar biasa, karena biasanya udara Solo selalu terasa panas, baik siang maupun malam.
Singkat kata, pagi itu saya beraktivitas seperti biasa. Setelah mencuci piring dan mencuci baju, saya bersiap untuk memasak. Tiba-tiba, terasa ada yang tak beres di badan. Berulang kali saya bersendawa, kepala jadi berat, dan leher pun terasa kaku. Saya menghampiri Mas Yopie, meminta tolong agar beliau membaluri punggung, pundak dan leher dengan minyak kayu putih.

Oya, cerita ini sebelumnya pernah saya tuliskan di instagram saya @arinta.adiningtyas
Setelah beristirahat sejenak dan badan terasa lebih enak, saya melanjutkan rencana memasak yang tertunda tadi. Ka…

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Gara-Gara Upin dan Ipin

Siapa tak kenal Upin Ipin? Serial animasi yang diimpor dari negeri tetangga ini setiap hari menghiasi layar kaca. Meskipun tak sedikit yang mengkritik acara ini, terutama karena adanya tokoh Bang Sally yang sedikit melambai, tapi jujur saja saya tetap suka dan tetap menyuguhkannya untuk anak-anak.
Memangnya, nggak khawatir anak-anak akan jadi gagap bahasa? Hehe, terus terang, tidak. Malah, anak-anak (Amay khususnya, karena Aga belum bisa bicara), jadi makin bertambah kosa-katanya. Amay jadi tahu bahwa di Malaysia, sepatu disebut kasut, dan sepeda disebut basikal. 
Tentu, sebelumnya saya jelaskan juga bahwa bahasa Melayu sedikit berbeda dengan bahasa Indonesia. Misalnya pada kata seronok, jika di Indonesia kata ini berkonotasi negatif (meskipun di KBBI, seronok memiliki arti; menyenangkan hati, sedap dilihat), maka di Malaysia sana, kata seronok berarti bahagia. 
Lalu, apa saja sih, pengaruh positif yang saya (dan anak-anak) dapat setelah (ikut) menonton Upin Ipin?
1. Gara-gara Upin Ipin, …