Langsung ke konten utama

Seminar Parenting; Bullying yang Bikin Pening

Hari Minggu 12 Pebruari yang lalu, sekolah Amay mengadakan seminar parenting dengan tema "Bullying yang Bikin Pening". Oya, seminar parenting ini sebenarnya adalah program 2 tahunan Komite TKIT Bina Madina dan KBIT ABATA. Kalau biasanya parenting bulanan diadakan per kelas, di rumah salah satu wali murid, kali ini parentingnya serentak. Pembicaranya juga tidak sembarangan. Beliau adalah seorang praktisi pendidikan, kepala sekolah SDII Al-Abidin, Bunda Farida Nur'aini, S. Sos.

Bunda Farida Nur'aini dari SDII Al Abidin, Solo

Tema "bullying" memang sedang hangat-hangatnya dibicarakan ya, setelah beberapa waktu lalu setidaknya tiga orang mahasiswa di sebuah Universitas di Jogja, kehilangan nyawa di tangan seniornya. Iya, atas nama senioritas, terkadang kekerasan memperoleh legalitas. Dengan dalih melatih kekuatan, pukulan dan tendangan dihalalkan.

Lalu, bullying itu apa sih? 

Bullying adalah segala tindakan, baik secara verbal maupun non verbal, yang dilakukan dengan tujuan untuk mengintimidasi seseorang. 

Apakah pelaku bullying itu hanya mereka yang membuat korbannya terluka dan meninggal? Tidak. Ternyata, kita juga bisa termasuk dalam lingkaran pelaku bullying itu. Ingat definisi bullying di atas, tindakan bullying tak hanya berupa kekerasan fisik, tapi termasuk juga kekerasan verbal. Siapa orang tua yang belum pernah membentak anaknya? Mengancam jika anak tidak mau makan, tidak mau tidur siang, tidak mau berbagi dengan adiknya? Saya sering melakukannya. Hiks hiks...😭

Lalu bagaimana cara agar kita sebagai orang tua bisa terhindar dari perilaku bullying?

Kata Bunda Farida; jangan mau kalah dengan masalah. Misalnya; ketika anak tidak mau tidur siang, kita mengancam tidak akan mengajaknya jalan-jalan. Ini berarti kita masih kalah dengan masalah dan kurang kreatif menemukan jalan agar anak mau tidur siang. Padahal ada jalan lain berupa negosiasi.

Oya, kalah dengan masalah, biasanya terjadi karena kita kurang sabar. Kurang sabarnya kita, ada hubungannya dengan anger management juga. Saya pernah menulis tentang Anger Management setelah saya menonton film India berjudul Taare Zameen Par. 


Contoh Tindakan yang Termasuk Bullying

Selain di lingkungan rumah, bullying paling sering terjadi di lingkungan sekolah. Bunda Farida mencontohkan beberapa tindakan yang termasuk kategori bullying lainnya, antara lain:
1. Menyisihkan seseorang dari pergaulan
2. Menyebarkan gosip, membuat julukan yang bersifat ejekan. *Hadeeuuuh, emak-emak tukang gosip, mana suaranyaaa??? *aku bertobat
3. Mengerjai seseorang untuk mempermalukannya
4. Mengintimidasi atau mengancam korban
5. Melukai secara fisik
6. Melakukan pemalakan

Santri membawakan sebuah Drama yang berhubungan dengan tema bullying

Bullying merujuk pada tindakan yang bertujuan untuk menyakiti, dan dilakukan secara berulang. Sang korban biasanya anak yang lebih lemah dibandingkan sang pelaku.

Dampak Bullying:

Dampak bullying sendiri, bagi para korban, antara lain:
1. Depresi
2. Rendahnya kepercayaan diri / minder
3. Pemalu dan penyendiri
4. Merosotnya prestasi akademik
5. Merasa terisolasi dalam pergaulan
6. Terpikir atau bahkan mencoba untuk bunuh diri


Agar Anak Tidak Menjadi Pem-bully

Selanjutnya, sebagai orang tua kita harus aware bahwa anak kita pun berpotensi menjadi pelaku bullying. Untuk itu, berikut ini adalah tips agar putra-putri kita terhindar dari perbuatan tercela ini:
1). Berikan kasih sayang sepenuhnya kepada anak. Kasih sayang disini bukan berarti kita selalu memanjakan. Memberikan kasih sayang pun perlu ilmu. Seperti ketika memainkan layang-layang, ada saat ia diulur, ada saatnya ditarik.
2). Hindari kekerasan dalam mendidik anak
3). Aturlah penggunaan gadget. Hindari game online yang berbahaya. Hampir semua game online yang ada, mengandung unsur kekerasan dan pornografi, maka jangan diremehkan. Pesan Bunda Farida, "Jangan pernah meremehkan hal kecil. Kalau kita meremehkan yang kecil, kita bisa terjebak pada hal yang lebih besar."
Lalu, apakah anak-anak tidak boleh bermain game? Jawabnya adalah boleh, asal game tersebut halal dan thoyyib. Bagaimana game yang halal itu? Game yang halal adalah game yang tidak ada unsur pornografi dan kekerasannya. Sedangkan thoyyib yang dimaksud adalah, dibatasi intensitasnya, maksimal 1 jam sehari.
4). Terapkan reward dan punishment pada anak


Agar Anak Tidak Menjadi Korban Bullying

Selain itu, agar anak-anak kita tidak menjadi korban bullying, berikut ini adalah hal-hal yang bisa kita terapkan:
1. Ajak anak untuk selalu bercerita tentang kejadian yang dialaminya. Dengarkan dengan seksama.
2. Ajarkan anak untuk berkata "tidak", jika akan dipaksa temannya.
3. Libatkan anak dalam kegiatan bersama teman-temannya agar tidak terlihat menyendiri.
4. Ajarkan anak untuk melapor pada guru jika mengalami bullying di lingkungan sekolah.


Ciri Anak yang Rentan Dibully

Ini adalah ciri-ciri anak yang rentan dibully:
1. Anak yang pendiam, diapa-apain ngga ada perlawanan.
2. Anak yang cengeng. Anak yang setiap keinginannya dituruti, biasanya akan tumbuh menjadi anak yang cengeng.
3. Anak yang terlalu dimanja. Anak yang terlalu dimanja, maka pertahanan tubuhnya akan lemah. Bertengkar memang tidak baik, namun di sisi lain, "bertengkar" juga mempunyai sisi positif. Sisi positifnya adalah, anak menjadi tahu cara menyelesaikan masalah.

Tentang anak yang dimanja tadi, saya jadi ingat, Tere Liye pernah menulis: "Sepotong intan terbaik dihasilkan dari dua hal, yaitu suhu dan tekanan yang tinggi di perut bumi. Semakin tinggi suhu yang diterimanya, semakin tinggi tekanan yang diperolehnya, maka jika dia bisa bertahan, tidak hancur, dia justru berubah menjadi intan yang berkilau tiada tara. Keras. Kokoh. Mahal harganya. Sama halnya dengan kehidupan, seluruh kejadian menyakitkan yang kita alami, semakin dalam dan menyedihkan rasanya, jika kita bertahan, tidak hancur, maka kita akan tumbuh menjadi seseorang berkarakter laksana intan. Keras. Kokoh."

Ini bukan berarti bahwa perilaku bullying itu diperbolehkan untuk menempa seseorang menjadi kuat atau tidak manja yaa. Bagaimanapun juga, bullying is not cool and it is a crime. Jadi jika putra-putri kita, atau orang terdekat kita menunjukkan perubahan perilaku seperti menjadi pendiam, sering menyendiri, menjadi pemurung, menangis secara diam-diam atau memiliki luka fisik yang tak biasa, kita harus segera tanggap. Jangan sampai terlambat, karena dampaknya bisa lebih buruk di masa yang akan datang.

Coba perhatikan video ini. Betapa bullying dapat berdampak buruk terhadap psikologis seseorang dalam jangka waktu yang tak sebentar. Proses penyembuhannya memerlukan waktu yang amat panjang. So, if you see someone being bullied, make it stop. Let's put an end to Bullying.


Komentar

  1. berdasarkan pengalaman sesudah dibully bertaun-taun semasa sekolah, biasanya anak yang dibully itu kalo cerita suka diremehkan sama orangtuanya. anaknya bilang apa, ortunya ga percaya dan cenderung menyalahkan anak atau malah reaktif dan langsung marah-marah. padahal, kalo ga sama ortu, mau cerita sama siapa lagi coba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul Mba..makanya kita diminta untuk mau mendengarkan anak-anak ketika bicara.

      Hapus
  2. Berusaha minta atau memancing anak untu cerita apa yang dilalui di sekolah... paling nggak kita tahu dan bisa menasihati jika terjadi yang tidak diinginkan. Paling tidak bisa juga minta bantuan guru untuk saling mendamaikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba..itu salah satu pencegahannya. Tapi gimanapun, komunikasi antara anak dan orang tua memang penting sih ya.. :)

      Hapus
  3. Akuuuu langganan dari tk, sd, smp, sma, kuliah sering disisihkan dari pergaulan, mang aku cupu sik dulu huhuhu, klo inget jaman itu rasanya nyeseg trus kontak2 yg ngeliatin temen2 yg suka bully ato nyatur di belakang dulu pengen takhapus dari peredaran hahaaass,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tulis dong Tante Mbuuul.. Biar bisa jadi pelajaran buat yang lain.

      Hapus
  4. Duh.. aku juga sering bulli KInza ternyataaaaaaa... Hikz.. ayok rubah rubah.. nyesel kalo ada bacaan kayak gini, semoga keinget terus :'(

    BalasHapus
  5. Bullying itu menyebalkan, tapi memang sulit dihindari. Aku sampai prihatin. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba.. Kalo verbal bullying efeknya ke psikologis.. Nah kalo yg suka membully secara fisik, kayaknya emang perlu pake jurus kamehameha.. Bela diri itu penting juga ternyata.

      Hapus
  6. Teringat murid perempuan cerita, temannya bilang, "Si ... mah jelek." Dia balas, "Daripada elu, udah muka jelek, nilai lu lebih jelek." Inilah realitanya. Ada waktunya juga untuk menjawab galak, biar nggak ada lagi yang berani mem-bully.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amay juga pernah digituin Mba. Untung berani njawab.

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Postingan populer dari blog ini

Kasih Tak Sampai Antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri

Pertama kali membaca novel ini adalah ketika saya duduk di bangku SMA. Karena apa lagi jika bukan oleh tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia? Sebelumnya, saya hanya mendengar kisah Sitti Nurbaya dan Samsulbahri yang harus menderita karena kisah cintanya terhalang oleh Datuk Meringgih yang tak punya hati. Dan dulunya, saya pikir, orang tua Sitti Nurbaya lah yang tega menukar kebahagiaan sang putri hanya demi pundi-pundi duniawi. Apalagi, ini didukung dengan syair lagu yang dibawakan suara melengking milik Ari Lasso, yang saat itu masih menjadi vocalis grup band Dewa 19, berjudul "Cukup Siti Nurbaya". "Oh... Memang dunia, buramkan satu logika
Seolah-olah, hidup kita ini

Hanya ternilai s'batas rupiah Cukup Siti Nurbaya yang mengalami
Pahitnya dunia

Hidupku, kamu, dan mereka semua
Takkan ada yang bisa memaksakan jalan
Hidup yang 'kan tertempuh Dengarkan manusia yang terasah falsafah
Sesaat katanya

Itu bukan dogma"
Tapi ternyata, setelah membaca keseluruhan isi novelnya, …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Curug-Curug yang Ada di Kota Purworejo, Jawa Tengah

Saya lahir dan dibesarkan di sebuah kota kecil bernama Purworejo. Kota ini berbatasan dengan Kabupaten Kulon Progo (Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) di sisi timur, Kabupaten Wonosobo dan Magelang di sisi utara, Kabupaten Kebumen di sisi barat, dan Samudera Hindia di sisi selatan. Karena berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, tak heran jika salah satu daya tarik pariwisatanya adalah pantai. Pantai yang bisa kita temukan di Purworejo, antara lain: pantai Ketawang, pantai Jatimalang, juga pantai Jatikontal dan pantai Keburuhan.
Tapi kali ini saya tak hendak membahas tentang pantainya. Tulisan saya ini sekaligus ingin menjawab bahwa di Purworejo ada banyak hal menarik yang bisa dieksplor, sehingga kita tidak harus pergi ke kabupaten sebelah bila ingin berwisata.
Jujur saja, saya termasuk warga durhaka  yang suka melipir ke kabupaten sebelah jika bosan di rumah. Hingga kemudian saya tertampar dengan foto-foto Mas Amien Budiarto, teman SMA saya. Lewat foto-foto yang di unggahnya d…