Langsung ke konten utama

Make Up Harianku

Seharusnya tulisan ini diposting tanggal 19 kemarin, berbarengan dengan harinya #BloggerKAH. Tapi karena saya sok sibuk, jadi saya baru bisa nulis sekarang.

Tema bulan ini agak sulit, haha... Soalnya bahasannya tentang make up. Saya, jujur saja, nggak bisa dandan. Jangankan bikin alis sinchan, pakai eye liner aja belepotan. Kadang pengen bisa pakai blush on biar pipi terlihat merona. Tapi saya pernah nyoba dan hasilnya, ya ampuuuun, malah kayak Jeng Kellin. Padahal saya pernah ikut beauty class juga loh, tapi entah koq ya tetep aja tangan ini kaku.

Katanya, ala bisa karena biasa. Nah, mungkin karena saya ngga biasa dan memang nggak membiasakan dandan ya, jadi sampe sekarang ya nggak bisa-bisa.


Lalu, seperti apa make up harian saya?

Saat mandi saya biasanya cuci muka pakai sabun muka. Mereknya bisa apa saja. Pas dapet produk gizi, saya pakai gizi. Pas dapet cetaphil, saya pakai cetaphil. Pas dapet bio essence, saya pakai bio essence. Pas nggak dapet apa-apa, saya pakai Pond’s atau Clean n Clear yang ramah di kantong. Oya, untuk Clean n Clear, saya baru coba sebulanan ini, karena Opik pakai merek ini. Belinya yang sama, biar irit. Hahahaha...

cetaphil, kayusirih


Nggak masalah kah gonta-ganti merek?

Nah ini. Katanya sih nggak bagus kalau gonta-ganti merek ya.. Tapi Alhamdulillah di wajah saya so far so good. Dan review saya terhadap produk-produk di atas memang jujur, karena semua baik di muka saya. Cuma untuk cetaphil dan bio essence, kurang baik di kantong aja. Hehehe..

Sebenarnya saya pengen pakai bio essence secara kontinyu sih, tapi mesti ngumpulin Job Review sampai berapa kali ya, biar bisa beli rangkaian skin care-nya? Wkwkwk..

Oya, selain itu saya sebenarnya juga pengen nyobai Jafra, tapi koq ya mahal juga. Untuk bedaknya, pengen bisa beli Ultima, soalnya pas pakai punya mama mertua - mantu kurang modal apa kurang ajar yaa - emang bagus di muka... Ah, buat Arin mah semua bagus. Memang. Apalagi yang gratisan. Bagus banget itu. 🤣🤣

Oke lanjut.

Setelah cuci muka pakai sabun muka, saya pakai pelembab, bisa cream bisa lotion. Tergantung punyanya apa. Hahaha.. Ya ampuuuun Ariiiinnnn...

Ya begitulah saya. Pas dapet gizi super cream ya pakai gizi super cream. Pas dikasih Olay Total Effect ya pakainya itu. Pas beauty class bareng Wardah, saya beli produk Wardah juga. Nah, yang Wardah itu beneran modal sendiri, bukan sponsor, wkwkwk... Terakhir dapet bio essence, saya pakai bio essence juga. Sayangnya udah habis euy. Saya suka banget pakai bio essence, pengen beli lagi tapi koq galau lihat rekening. *curhat lageeee*

bio essence kayusirih


Nah, habis pakai pelembab, saya kadang pakai bedak, tapi seringnya sih enggak. Kalau pas acara resmi atau ada undangan gitu, biasanya pakai bedak dan sedikit sapuan lipstik. Lipstik pun saya cuma berani pakai yang warna soft bahkan cenderung nude. Saya pakai warna lipstik yang mencolok cuma waktu nikah aja kayaknya, sama pas jadi pager ayu, wkwkwk...

Jadi, bisa disimpulkan kalau saya hanya butuh sabun muka dan pelembab wajah aja setiap harinya. Saya punya night cream, tapi ngak habis-habis karena suka lupa pakainya. Hahaha..

Betewe, pas baca postingannya Mbak Ran tentang make up pertama kalinya saya jadi teringat waktu masih SD. Kakak saya, Ika Puspita, suka banget dandanin saya sebelum sekolah. Kadang dia menguncir rambut saya dengan karet jepang warna-warni, dan nggak cuma satu, tapi ada banyak kunciran, kayak Chikita Meidy di masa itu deh. Trus, habis bedakin wajah saya, dia pakein saya lip gloss. Bayangin aja, anak SD udah dipakein lip gloss sama dia. Huh!

Sekarang, justru kebalikan. Saya memang nggak telaten merawat diri. Ke salon aja belum tentu setahun sekali. Ini mungkin karena pengaruh suami saya yang nggak terlalu suka kalau saya dandan macam-macam. Pernah waktu saya pakai lip gloss, suami bilang, "Itu habis minum minyak apa? Bibirnya meni mengkilap, kayak kaca." Jlebb!!! Dan sejak itu saya males dandan lah. Males pokoknya.

Nggak cuma soal make up sih, cara berpakaian pun, suami lebih suka saya yang simpel. Pernah saya coba gaya hijab lilit-lilit gitu, soalnya mau ke acara pernikahan di sebuah hotel di Surabaya. Tapi belum juga selesai, doi udah nggak sabar dan bilang, "Udah lah kayak biasa aja!" Yowis. Manuuut. Hahaha... 

Yah begitulah suami saya, wkwkwk.. Kayaknya sama dengan suami Mbak Widut karena suaminya juga nggak berkenan kalau istrinya bermake-up ria. Betewe, kalau teman-teman suka gaya make up yang seperti apa? 


Komentar

  1. Lelaki sebetulnya sama aja ya.. lebih suka yang simpel-simpel, zzzz

    BalasHapus
    Balasan
    1. mmm, antara suka yg simpel atau ngga sabar nungguin istrinya dandan, hahaha

      Hapus
  2. Hahaaa og podo mb rin, jilbab dililit2 mlh akhire bikin kesuh, trus suruh pke jilbab slup slupan aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha..tembul belum digangguin krucil aja pilih yang selobokan kan? :D

      Hapus
  3. kalau saya sebenarnya suka dandan, tapiii sayang, tidak bisa dandan....rasanya seperti cinta bertepuk sebelah tangan gitu..

    BalasHapus
  4. waah make up harian memang enaknya simpel ya mba... aku nih kulitnya yg rewel jadi minta perhatian lebihd r aku yg suka males ngurus wajah

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah iya kalau kulit yang sensitif memang baiknya dapat perawatan ekstra ya Mba..

      Hapus
  5. suka yg simpel2 yaa mba kayak saya.
    ke salon aja belum tentu setahun skali, klo lewat aja sih hampir tiap hari. hehehe

    BalasHapus
  6. Aku juga enggak pernah nyalon, Mak... aku yow gonta-ganti... tapi cocoknya malah Pond's... jdi au sabun muka sama pelembab pakai itu, pernah nyoba Wardah, Oriflame, Ranne, sama Inez, lah kok malah berminyak dan jerawatan...

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Pos populer dari blog ini

Heavenly Blush, Cara Enak Konsumsi Yogurt

Apa yang kamu ketahui tentang yogurt? Minuman asem manis yang terbuat dari susu? Yes, nggak salah. Seperti dikutip dari Wikipedia;

Yoghurt atau Yogurt, adalah susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri. Yogurt dapat dibuat dari susu apa saja, termasuk sari kacang kedelai. Produksi modern saat ini didominasi susu sapi. Fermentasi gula susu atau laktosa, menghasilkan asam laktat yang berperan dalam protein susu untuk menghasilkan tekstur seperti gel dan aroma unik pada yogurt.
Jadi, sudah tahu kan, kenapa tekstur yogurt itu lebih kental dari susu? Yups, itu karena fermentasi gula susu atau laktosa itu tadi. Sekarang ini, yogurt bisa kita temui dalam berbagai rasa. Mau rasa cokelat, vanilla, plain, atau rasa buah-buahan, di pasaran sudah banyak diperjualbelikan.
Oke, itu kalau yogurt dalam bentuk minuman. Ini ada yang beda loh! Yogurt-nya bisa dimakan, karena bentuknya berupa snack atau cemilan. Hmmm, penasaran kan? Yuk, kenalan dulu sama Heavenly Blush Tummy Yogurt Bar. 
Ada dua rasa H…

Gara-Gara Upin dan Ipin

Siapa tak kenal Upin Ipin? Serial animasi yang diimpor dari negeri tetangga ini setiap hari menghiasi layar kaca. Meskipun tak sedikit yang mengkritik acara ini, terutama karena adanya tokoh Bang Sally yang sedikit melambai, tapi jujur saja saya tetap suka dan tetap menyuguhkannya untuk anak-anak.
Memangnya, nggak khawatir anak-anak akan jadi gagap bahasa? Hehe, terus terang, tidak. Malah, anak-anak (Amay khususnya, karena Aga belum bisa bicara), jadi makin bertambah kosa-katanya. Amay jadi tahu bahwa di Malaysia, sepatu disebut kasut, dan sepeda disebut basikal. 
Tentu, sebelumnya saya jelaskan juga bahwa bahasa Melayu sedikit berbeda dengan bahasa Indonesia. Misalnya pada kata seronok, jika di Indonesia kata ini berkonotasi negatif (meskipun di KBBI, seronok memiliki arti; menyenangkan hati, sedap dilihat), maka di Malaysia sana, kata seronok berarti bahagia. 
Lalu, apa saja sih, pengaruh positif yang saya (dan anak-anak) dapat setelah (ikut) menonton Upin Ipin?
1. Gara-gara Upin Ipin, …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …