Langsung ke konten utama

Wajah Bersih Tanpa Perih dengan Cetaphil


Beberapa waktu lalu saya dikirimi sebuah produk bermerek Cetaphil. Sejujurnya, saya belum tahu Cetaphil itu apa dan bagaimana. Boro-boro memakainya, nama Cetaphil saja baru saya dengar (baca, pen) saat itu. 
Cetaphil Gentle Skin Cleanser

Excited, tentu saja, dan saya pun tak sabar mencobanya. Hingga hari ini, berarti saya telah memakainya selama kurang lebih 10 hari.  Apa yang saya rasakan?

1. Cetaphil itu tak berbau
Tidak seperti pembersih wajah yang saya gunakan sebelumnya, Cetaphil sama sekali tidak ada bau harumnya. Sebenarnya ini sudah tertulis di kemasannya sih, kalau Cetaphil itu fragrance free, jadi memang ngga wangi. Penyakit saya adalah, kalau lihat sesuatu yang baru, suka buru-buru mencoba tanpa lebih dulu membaca. >_<

Lalu, sebenarnya, apa sih keuntungan dari fragrance free?
- Produk yang fragrance free, aman untuk orang-orang yang alergi dengan bebauan. Jadi bagi penderita asma yang biasanya sensitif dengan wewangian yang menyengat, ini aman. Saya tau banget deh, gimana susahnya penderita asma ketika mencium bau wangi yang menyengat. Almarhumah ibu saya pun dulu begitu, hingga kami tak diijinkan memakai parfum di dekatnya, karena ini bisa memicu kambuhnya penyakit asmanya. Kebetulan, saya pun sempat menderita asma juga, namun alhamdulillah sekarang sudah jarang kambuh lagi. Dan iya, jika asma saya kambuh, mencium bau harum pun benar-benar bisa mengganggu pernapasan.



2. Cetaphil tidak berbusa
Kenapa pasta gigi ada yang berbusa dan ada yang tidak berbusa? Dan kenapa pasta gigi yang tidak berbusa harganya lebih mahal?
Ini sama dengan produk cetaphil ini. Cetaphil tidak berbusa dan memang jika dibandingkan dengan produk pembersih pada umumnya, harganya sedikit lebih mahal.

Mengutip TabloidNova.com yang bertanya langsung pada Dr. Adhimukti T. Sampurna, SpKK selaku dermatologist dari BAMED Skin Care Clinic, menurutnya, jumlah busa dalam sabun pembersih wajah tidak menjamin hasil yang diberikan lebih optimal ketimbang sabun pembersih wajah yang tidak berbusa. Justru kenyataan yang sebenarnya berbanding terbalik dengan pemikiran orang selama ini.

Dr. Adhimukti juga mengatakan, "Sabun wajah yang banyak busa malah akan membuat kulit menjadi kering."

Masih dari TabloidNova.com, sabun pembersih wajah yang mengandung busa terlalu banyak akan memicu rangsangan dan dermatitis. Selain itu, alkali yang menjadu bahan dasar sabun juga memiliki efek negatif bagi kulit, misalnya bila pH (derajat keasaman) normal kulit ialah 4,2 sampai 6,2, tapi bila dicuci menggunakan sabun, maka pH akan naik menjadi 9 yang berakibat kondisi terlalu kering.


3. Lembut dan tidak perih di kulit
Mau curhat sedikit. Kulit saya ini termasuk dalam golongan kulit kering. Nah, bulan puasa ini, kulit saya terasa semakin kering, padahal saya sudah mencoba minum air sebanyak 2 liter sejak buka puasa hingga sahur tiba.
Kondisi ini ternyata tidak sepele, karena kondisi kering ini mengakibatkan kulit saya menjadi lebih mudah mengalami iritasi. Ini serius. Saya sampai enggan cuci muka dengan sabun muka yang biasa saya pakai, karena rasanya periiiih..
Makanya waktu si Cetaphil datang, saya sempat khawatir akan mengalami hal yang sama. Tapi untunglah, Cetaphil begitu lembut, dan tidak perih sama sekali di wajah.
Ternyata, ada hubungannya dengan penjelasan di atas ya, bahwa busa sabun pun memicu kulit kering, dan kondisi kulit yang kering menyebabkannya menjadi lebih mudah teriritasi.

Selain mencobanya sendiri, saya pun mencoba mengaplikasikannya ketika kaki anak saya terkena coretan pulpen. Anak saya memang hobi menggambar, dan terkadang iseng memainkan pulpennya. Saya menggunakan cara ke dua untuk membersihkan noda pulpen di kulit anak saya itu. Daaan, taraaa.. bersih loh.. *abaikan suara "geli-geli"nya itu yah, hahaha...

Memang, ada dua cara menggunakan cetaphil ini;
1. Dengan air. Usapkan pada kulit, gosok dengan lembut, lalu bilas dengan air.
2. Tanpa air. Usapkan pada kulit, gosok dengan lembut, lalu bersihkan dengan handuk.

Saya pun tak perlu khawatir formula lembut Cetaphil akan mengakibatkan iritasi di kulit anak saya, karena sesuai dengan taglinenya, cetaphil ini cocok untuk Every Age, Every Stage, Every Day.

Penasaran dengan komposisinya, saya mengecek ingredients yang tertulis di belakang kemasannya, yaitu antara lain:
1. Purified Water
2. Cetyl Alcohol
3. Propylene Glycol
4. Sodium Lauryl Sulfate
5. Stearyl Alcohol
6. Methyl Hydroxybenzoate
7. Propyl Hydroxybenzoate
8. Butyl Hydroxybenzoate
Jadi kandungan utamanya adalah air, dan alkohol yang digunakannya pun merupakan alkohol yang umum digunakan sebagai bahan pembuat kosmetik, dan telah disepakati kehalalannya.

Nah, buat teman-teman yang penasaran dengan produk ini, silakan kepoin akun sosial medianya yaa..
Twitter: @cetaphil_id
Instagram: @cetaphil_id

Oya, ada kesempatan memenangkan hadiah dari Cetaphil Indonesia, sekaligus mendapatkan informasi terbaru mengenai produk dan perawatan kulit terkini, dengan cara bergabung dalam mailing list Cetaphil di http://cetaphil.co.id/id/langganan/

Begitulah pengalaman saya menggunakan Cetaphil. Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan acuan yaa.. Selamat mencoba! :)


Komentar

  1. Sukaa dengan produk ini mak,emang sih waktu pertama pakai kok gak ada busanya ya :D tapi tetep bersihh..

    Btw, maak, url di kolom komen ini ke blog lama akoh yaa yang ada post cetaphil >.<

    BalasHapus
  2. sama mbak kulit saya juga kembali ke posisi aman, hehe. Udah ikut join milisnya, moga2 dapat hadiahnya ah. Mayan.

    BalasHapus
  3. sama mba, aku ya baru tau produk ini pas dapat kemarin hihihi. Alhamdulillah banyak yang cocok ya ternyata :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, ini netral banget soalnya yaa, boleh dipakai siapa aja. :D

      Hapus
  4. Tidak perih di kulit ini penting banget deh. Secara kan every age juga ya,jadi saat anak-anak mau pake,gak perlu takut perih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. naahh, toss lah Mak Cindy.. sebagai emak-emak yang cinta anak-anak (*apasih arin, wkwkwk), kita mikirnya sampe kesana yaa.. apapun yg aman buat anak mah numero uno..

      Hapus
  5. Padahal ya Mbak saya itu kurang marem kalau sabun muka saya nggak berbusa. Tapi emang bener sih banyak busa malah bikin kering. Beda sama produk yang satu ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. awalnya saya juga gitu Mba.. kalo ada busa kan kerasa keset gitu, seolah bersih, ya 'kan? tapi ternyata bikin kering, dan keset itu bukan indikasi bersih.

      Hapus
  6. tadinya ragu2 mau pake, takut gak cocok....eh sekarang jadi ketagihan nihh....suka bangeeet, bakalan repurchase kalo udah habis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaa..saya pun kayaknya gitu Mba.. Mau nyoba yg lain juga, pelembab terutama. :)

      Hapus
  7. Tulisan mba Arin bikin Uti ingin mencobanya.. maklum kulit sdh tuwir hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi, ini untuk every age koq Ti.. :)

      Hapus
  8. Kulit saya juga kering, dipakaiin sabun muka jadi tambah kering. Pakai ini cocok gak ya mbak?

    BalasHapus
  9. Iya, ini formula nya ringan banget. Nggak kerasa lagi pakai skin cleanser tapi wajah terasa bersih.

    BalasHapus
  10. baca review teman-teman tentang cetaphil ini jadi mupeng euy, sayang banget harganya bikin meringis, hiks :(

    BalasHapus
  11. Mbak cocok juga ya dengan Cetaphil?
    Saya juga nih...

    BalasHapus
  12. Noh Mas Amay bilang, geli mah..haha kayak anakku nih suka coret-coret di kulitnya. Ternyata bisa ya pakai Cetaphil. Wah nice idea mbak Arin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya..makanya aku tulis abaikan suara geli-geli itu..wkwkwk.. Habis lembut bgt sih yaa..licin.. :D

      Kemarin coba-coba aja Mba..ternyata bersih, hihi

      Hapus
  13. Aku kayanya bakal beli kalau habis nanti. Karena .... Cocoooookkklkk

    BalasHapus
  14. Wow,ini tow rahasianya, siapa tahu cocok buat si "dia" 😁

    BalasHapus
  15. Ampuuuun deh :D banyaaaak banget yang ngebahas tentang cethapil ini :D tapi emang sih, apa yang diberikan Cethapil emang keren, jadi layak diperbincangkan deh :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Postingan populer dari blog ini

Antara Rina Nose dan Rinta Noisy

Tulisan ini bisa menyebabkan darah tinggi dan emosi yang tak terkendali. Ini murni pendapat saya pribadi. Silakan pergi sebelum kalian sakit hati. :D

Sengaja saya nulis tentang Rina Nose setelah berita tentangnya agak mereda. Karena kalau pas lagi panas-panasnya, takutnya dikira saya mendompleng ketenaran, atau sengaja nyari pageview aja. Haha.. Padahal alasan sebenarnya adalah karena saya baru sempat nulis aja. Harapan saya sih, kalau situasinya sudah agak kondusif, tulisan saya ini bisa diterima dan ditelaah dengan kepala dingin. Nggak pakai emosi lagi.
Emang mau nulis apa sih? Kayak penting aja..haha..
Bukannya mau ngaku-ngaku atau apa, tapi saya dan Rina Nose memiliki beberapa persamaan. Apa sajakah itu?
1. Hidung Pesek
Kata ibu, waktu kecil hidung saya pesek parah. Tapi terus tiap hari ditarik-tarik biar mancung, dan katanya sekarang agak mendingan. Padahal semendingan-mendingannya saya sekarang, ya tetep hidungnya tak bertulang. Dan itu nurun ke Amay.

Jadi, misalnya hidung saya a…

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Kasih Tak Sampai Antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri

Pertama kali membaca novel ini adalah ketika saya duduk di bangku SMA. Karena apa lagi jika bukan oleh tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia? Sebelumnya, saya hanya mendengar kisah Sitti Nurbaya dan Samsulbahri yang harus menderita karena kisah cintanya terhalang oleh Datuk Meringgih yang tak punya hati. Dan dulunya, saya pikir, orang tua Sitti Nurbaya lah yang tega menukar kebahagiaan sang putri hanya demi pundi-pundi duniawi. Apalagi, ini didukung dengan syair lagu yang dibawakan suara melengking milik Ari Lasso, yang saat itu masih menjadi vocalis grup band Dewa 19, berjudul "Cukup Siti Nurbaya". "Oh... Memang dunia, buramkan satu logika
Seolah-olah, hidup kita ini

Hanya ternilai s'batas rupiah Cukup Siti Nurbaya yang mengalami
Pahitnya dunia

Hidupku, kamu, dan mereka semua
Takkan ada yang bisa memaksakan jalan
Hidup yang 'kan tertempuh Dengarkan manusia yang terasah falsafah
Sesaat katanya

Itu bukan dogma"
Tapi ternyata, setelah membaca keseluruhan isi novelnya, …