Langsung ke konten utama

Menikmati Olahan Jamur dan Tumpengan di La Taverna Solo

Menu serba jamur by La Taverna Solo
Rabu 16 Agustus yang lalu, saya dan beberapa teman Blogger Solo, makan siang di sebuah tempat bernama La Taverna. Kami sempat bertanya-tanya, La Taverna artinya apa sih? Dan setelah tanya Mbah Google, ketemu deh jawabannya. La Taverna berasal dari bahasa Italia, yang memiliki arti Kedai.

Tapi jangan bayangkan La Taverna ini seperti kedai-kedai biasanya yaa.. Tidak sama sekali!

Lalu menu apa yang kita santap dan nikmati? Lihatlah foto paling atas. Ada sate jamur, nasi goreng jamur, tongseng jamur, dan masih banyak lagi. Olahan jamur memang jadi menu andalan di sini. Meski begitu, La Taverna menyediakan aneka olahan pasta dan steak juga, yang tak kalah istimewanya.

Jujur, menyantap menu serba jamur, saya jadi teringat masa-masa masih berdua saja dengan suami. Waktu itu, kami masih pengantin baru dan masih tinggal di Jogja. Belum ada Amay, apalagi Aga. Suatu hari suami mengajak saya mencicipi menu serba jamur di salah satu resto di Jogja, dan saya ketagihan. Sejak pindah ke Solo, saya belum kesana lagi. Dan ketika kemarin saya menemukan menu ini di La Taverna, honestly, i really thanked God! Nggak harus jauh-jauh mencari menu selezat ini lagi.


Honey Chicken Steak by La Taverna Solo

Oya, kemarin itu saya ajak Aga juga. Dia sebenarnya pengen makan sate jamurnya, tapi sayang, sate jamurnya pedas. Hiks... Padahal, sate adalah makanan favoritnya. Ya udah, daripada dia nggak makan, akhirnya saya pesan menu lainnya, yaitu honey chicken steak. Kita bisa pilih menu pelengkapnya, dan pilihan saya jatuh pada french fries

Selain sate, Aga emang doyan banget sama kentang goreng. Kalau ada yang minta, biasanya nggak dikasih sama dia. Tapi kemarin Om Ilham si pemilik hatinya Mbak Tiwi, eh pemilik hamtiar.com maksudnya, dikasih sih sama Aga. Walaupun kentangnya bekas gigitannya dia, haha... *kamu koq pelit sih, Nak? Mama nggak ngajarin begitu lhoo.. :(*

Kalau kentangnya dihabisin sama Aga, honey chicken steak-nya dihabisin sama Om dan Tante Blogger. Sama emaknya Aga juga sih, haha... Dan jujur, endeuuuss... Ya iyalah, harganya aja 36K. Ada harga ada rasa, to?

Crispy Mushroom by La Taverna


Nah, yang di atas ini, menurut saya adalah inovasi paling kerennya La Taverna. Buat para vegetarian yang nggak mau makan daging tapi penasaran dengan rasa gule, rendang atau tongseng, nah ini cocok nih. Ini amazing banget lho, karena rasa jamurnya mirip rasa daging. Kuahnya juga, saya suka saya sukaaa...

Bisa tebak nggak yang mana gule, mana rendang, dan mana tongseng? Yup, gule yang coklat kiri atas, rendang yang merah bawah, dan tongseng yang kanan atas. Gulenya enak, rendangnya apalagi, tongsengnya juga favorit banget. 

Kamu hanya perlu keluarkan 15K untuk gule atau tongseng, sedangkan rendang jamurnya dibandrol dengan harga 17K.

Untuk cemilannya, silakan dicoba crispy mushroom-nya kakaaaak.. :D



Menu selanjutnya yaitu Nasi Goreng Jamur. Ini nggak pedas. Rasanya juga passss banget, enyyaaak. Kenapa kemarin Aga nggak dikasih ini aja ya? *think* Tapi nggak apa-apa sih, kan kalau nggak lupa, jadinya malah nggak pesan honey chicken steak-nya, hihihi... 

Selain Nasi Goreng Jamur, ada juga Nasi Bakar Jamur. Sama enaknya, dijamin kamu nggak akan kecewa dengan rasanya. Harganya pun terjangkau, cuma 13K saja. 

Nasi Bakar Jamur by La Taverna

Pepes Jamur by La Taverna

Masih ada menu jamur lainnya? Masiiiih... Pecinta Pepes, pasti suka ini deh. Saya suka Pepes, kenapa? Karena wangi dari daun pisangnya itu lho, khas banget dan bikin nafsu makan meningkat.
Harga Pepes Jamur di La Taverna murah saja, cuma 9K.

Masih ada lagi?

Masiiiih... Jangan lupa icip juga, Fuyunghai Jamur

Sebelum kelupaan, saya mau kasih tau kamu semuanya. Di La Taverna, setiap kamu pesan menu jamur, akan ada free nasi. Kecualiiii, menu Nasi Goreng Jamur dan Nasi Bakar Jamur yaa.. Yakali mau makan nasi lauk nasi. LOL.

Dan dari semua menu jamur di La Taverna yang pernah saya coba, menu favorit  saya adalaaaah... teng teng teng... Sateeee Jaaamuuuurrrr... Hihi, soalnya saya memang penyuka sate sih, wkwkwk... Mungkin Aga ketularan saya. Haha... Oya, di atas belum kasih tau harga sate jamur ini yaa. Yak, harganya adalah 2OK. 




Selain menu-menu berbahan dasar jamur, La Taverna juga menyediakan Nasi Box Tumpeng lho. Harganya mulai 15K. Harga 15K ini tanpa es buah dan es teh yaa... 

Ada beberapa paket, diantaranya:

1. Paket Rahayu, 3OK
Menu pelengkapnya terdiri dari:
- telor pindang
- kering tempe
- perkedel
- ayam goreng paha
- sambal goreng ati
- kerupuk udang
- acar kuning
- es buah
- es teh
Pilihan nasi: Nasi putih / nasi beras merah / nasi ijo / nasi kuning / nasi goreng

2. Paket Slamet, 3OK
Menu pelengkapnya terdiri dari:
- telor bumbu kuning
- bakmi goreng
- tumis buncis
- ayam goreng madu
- kentang balado
- kerupuk udang
- langkawi
- acar kuning
- es buah
- es teh
Pilihan nasi: Nasi putih / nasi beras merah / nasi ijo / nasi kuning / nasi goreng

3. Paket Mulyo, 35K
Menu pelengkapnya terdiri dari:
- terik daging sapi
- kering tempe
- perkedel
- udang kremes
- sambal goreng ati
- kerupuk udang
- telor bumbu kuning
- langkawi
- acar kuning
- es buah
- es teh
Pilihan nasi: Nasi putih / nasi beras merah / nasi ijo / nasi kuning / nasi goreng

Mungkin ada yang bertanya, Nasi Ijo itu apa dan bagaimana rasanya? Kemarin saya sempat icip juga lho. Jadi, warna hijaunya ini dari daun pandan, dan di dalamnya ada kemanginya juga. Enak enak...


Tumpeng Nasi Beras Merah

Tumpeng Nasi Ijo

Tumpeng Nasi Putih

Tumpeng Nasi Kuning

Tumpeng Nasi Goreng

La Taverna berarti Kedai. Lalu apakah suasananya seperti kedai-kedai pada umumnya? Tidak, teman-teman. Lihatlah, tempatnya luas dan instagramable banget. Ide bangunan La Taverna Solo ini mengambil konsep dari setting peron stasiun di tahun 1935-an, jadi ada perpaduan antara budaya Jawa dan Belanda.

Kesan rustic terpancar dari pilihan ubin PC sebagai material lantai. Ini berhasil membuat kita seolah kembali ke masa lalu. *kalau udah bahas masa lalu, saya paling suka nih, wkwkwk...*





Lihat deh, komponen lampu yang dipilih juga menegaskan kesan vintage di resto ini. *Jadi inget lampu-lampunya simbah, wkwkwk...* Atapnya yang tinggi, juga banyaknya bukaan / ventilasi, membuat tempat ini terbebas dari udara yang lembab dan panas.

Terus terang, suasana begini ini bikin betah berlama-lama di sini. Cocok banget kalau tempat ini jadi pilihan saat kita ingin hangout dengan teman-teman, atau untuk menjamu tamu.




playground mini, supaya anak-anak tidak bosan
Ini yang tak kalah penting buat emak rempong macam saya, yang kemana-mana belum bisa jauh dari anak batitanya. La Taverna Solo menyediakan playground child, supaya anak-anak nggak cepat bosan. Ada beberapa macam education toys yang bisa dimainkan, ada juga buku-buku bermutu untuk dibacakan. Ini kalau Amay saya bawa kesini, pasti dia suka deh sama buku bacaannya. 

Ohya, ada baby chair juga lho, supaya anak-anak bisa duduk dan menyantap makanannya sendiri dengan nyaman.

La Taverna Solo. Foto diambil dari lantai 2.

Aga, turun tangga

Hampir lupa. La Taverna Solo ini memiliki dua lantai. Lantai duanya sedikit berkesan lebih modern. Cocok untuk kaum muda yang ingin nongkrong, karena tempatnya memang cozy banget. Anak tangganya nggak terlalu tinggi, insya Allah lebih aman untuk batita yang nggak bisa diam dan seneng banget bisa naik turun tangga. *Oke, jiwa emaknya keluar lagi*

Fasilitasnya juga komplit. Ada toilet yang bersih, musholla, VIP room ber-AC, free wifi, live music, dan area parkir yang luas.

Untuk kamu-kamu yang pengen kesini, La Taverna Solo beralamat di Jalan Siwalan, No 55, Kerten, Laweyan, Surakarta. Ancer-ancernya, dari Hotel Sunan ke barat, nanti ada perempatan yang ada tongnya di tengah-tengah, ambil kanan. La Taverna ada di sisi kiri, seberang gereja. Kalau dari Colomadu / Jalan Adi Sucipto, ke timur aja terus, kalau di sisi kanan ada Holland Bakery, belok ke kanan. Terus saja, La Taverna ada di sisi kanan. Dari arah Manahan, bisa lewat Hotel Sunan, bisa juga ke barat dan lewat Holland Bakery itu tadi. Gampang kan? ☺☺

Komentar

  1. Masakannya emang enak mbak rin. Tapi sempet lieur mbedakn mana rendang mana tongseng.ahaha

    BalasHapus
  2. Mendadka lapar baca ini. :D Hehehehe

    BalasHapus
  3. Jadiii...kapan aku diajak kesiniii? Mupeng banget liat nasi tumpengnya...penasaran sama nasi ijo

    BalasHapus
  4. Selalu suka kudapan berbahan.jmur..

    BalasHapus
  5. Duh, mupeng amat ituh sama makanannya. Kalau ke Solo mau nyobain juga ah ke La Taverna.

    BalasHapus
  6. Sayangnya Solo jauh dari Moker. *ngiler dulu.

    BalasHapus
  7. Restonya nyaman mba.. Menunya komplet, harganya juga nggak bikin anggaran rumah tangga jebol.

    Klo di Jogja, ada yang mirip2 gitu mba. Jejamuran resto

    BalasHapus
  8. Hotel Sunan ke barat, nanti ada perempatan yang ada tongnya di tengah-tengah, ambil kanan.
    Catet!

    aku mau fuyunghe eh fuyunghay sama pepesnya
    ya allah itu enakkk

    BalasHapus
  9. Hahaha, Aga lucu sekali. Bikin Aku dan Tiwi gemas dibuatnya (tapi aku lebih gemas sama Tiwi, sih. Eh.). Oh, jadi steak itu pesenanmu tho, Mbak? Duh, kumerasa bersalah telah nyemilin french fries-nya Aga sedikit demi sedikit. Untung Aga baik. Aku dikasih...sisa gigitannya. Wahahaha. Wah, jadi mau main sama Aga lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Aga baik kayak mamanyaa..wkwkwk.. Iya deh, yang yayang-yayangan.. :p

      Hapus
  10. Di La Taverna aku gak fokus makan, sibuk update aplikasi gegara wifinya kuenceeeng wkwkwk
    Aku heran lho, Mbak, sama Aga. Kok Aga gak takut ya lihat Ilham? Wahaha Aga ajaib!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku ini kan kayak Simba. Biar gondrong tapi penyayang. Malahan makin gondrong itu tandanya makin gede rasa sayangnya. Jadi, gimana? Kamu mau aku segondrong Rapunzel?

      Hapus
    2. trus trus, tante tiwi ngga takut sama om ilham? hahaha..

      Hapus
  11. Makanannya enak-enak, enggak bisa pilih yang paling fav. Paling pingin icip malah nasi tumpeng hijaunya. Kebayang makan nasi pandan trus di dalamnya ada kemanginya

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Postingan populer dari blog ini

Kasih Tak Sampai Antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri

Pertama kali membaca novel ini adalah ketika saya duduk di bangku SMA. Karena apa lagi jika bukan oleh tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia? Sebelumnya, saya hanya mendengar kisah Sitti Nurbaya dan Samsulbahri yang harus menderita karena kisah cintanya terhalang oleh Datuk Meringgih yang tak punya hati. Dan dulunya, saya pikir, orang tua Sitti Nurbaya lah yang tega menukar kebahagiaan sang putri hanya demi pundi-pundi duniawi. Apalagi, ini didukung dengan syair lagu yang dibawakan suara melengking milik Ari Lasso, yang saat itu masih menjadi vocalis grup band Dewa 19, berjudul "Cukup Siti Nurbaya". "Oh... Memang dunia, buramkan satu logika
Seolah-olah, hidup kita ini

Hanya ternilai s'batas rupiah Cukup Siti Nurbaya yang mengalami
Pahitnya dunia

Hidupku, kamu, dan mereka semua
Takkan ada yang bisa memaksakan jalan
Hidup yang 'kan tertempuh Dengarkan manusia yang terasah falsafah
Sesaat katanya

Itu bukan dogma"
Tapi ternyata, setelah membaca keseluruhan isi novelnya, …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …