Langsung ke konten utama

Pakaian Bayi; Apa Saja yang Mereka Butuhkan dan Bagaimana Memilihnya



Beberapa hari lalu, kami kedatangan anggota keluarga baru. Dia adalah si cantik baby Alisha, bayi yang baru saja dilahirkan Mbak Rani R Tyas. Rasanya gemas, melihat wajah cantiknya dikirim di grup kami. Mungkin karena dia satu-satunya anak perempuan di antara anak-anak kami ya, jadinya dia begitu memesona, hihi... Jangan bilang kalau ini pertanda saya ingin bayi perempuan juga yaa, hehe...

Ngomong-ngomong soal newborn baby atau bayi yang baru lahir, biasanya salah satu perlengkapan bayi yang sering saya jadikan kado selain handuk adalah pakaian. Handuk dan Pakaian, iya dua benda itu jadi favorit saya karena pasti terpakai, hehe...

Untuk handuk, meski mungkin orang tua bayi sudah menyiapkan handuk, tapi tak ada salahnya juga menjadikannya sebagai salah satu pilihan untuk kado. Kan, bayi sering pipis, apalagi kalau habis mandi. Jadi, handuk sudah pasti bakal sering ganti.

playsuit jumper dari Matahari Mall


Nah, untuk pakaian bayi, pakaian apa saja sih, yang biasanya dibutuhkan bayi yang baru lahir? 

Begini Bu-Ibu... Tidak seperti orang dewasa, bayi akan lebih cepat meninggalkan pakaiannya, dalam hal ini sudah pasti karena ukurannya. Bayi tumbuh dengan cepat, sehingga pakaian bisa cepat menjadi terlalu kecil untuk mereka. 

Sedikit perencanaan dan pertimbangan yang matang, dapat membantu kita terhindar dari pengeluaran yang terlalu banyak untuk pakaian bayi yang baru lahir. Cara terbaik untuk mengendalikan biaya dan memastikan bahwa bayi kita berpakaian dengan benar adalah dengan membuat daftar pakaian yang akan dibutuhkan bayi, seperti;

1. Pakaian one-piece: Setidaknya, kita juga harus menyiapkan pakaian yang paling bagus atau formal untuk acara-acara khusus.

2. Kemeja: Kemeja lengan panjang dapat melindungi bayi dari sinar matahari.

3. Sweater atau jaket: Satu sweater dan satu jaket sudah cukup koq. Kecuali jika Emak tinggal di iklim yang dingin, maka mungkin perlu sweater yang lebih banyak.

4. Piyama: Bayi mungkin memerlukan sekitar enam pasang piyama, karena bayi cenderung kotor di malam hari.

5. Selimut: Memiliki dua atau tiga selimut, sudah cukup baik koq. Toh, selimut bisa diganti dengan sweater atau jaket plus kaos kaki, jika cuaca terasa dingin.

6. Kaus kaki dan sepatu boot: Mungkin ada yang tidak terlalu membutuhkan sepatu boot, seperti saya. Tapi kaus kaki, setengah lusin saja rasanya kurang yaa.. :D

7. Topi: Topi diperlukan untuk melindungi kulit bayi dari sinar matahari. Topi hangat juga penting untuk dipakai di musim dingin.

Tak kalah penting dari itu semua, pakaian bayi yang kita pilih haruslah yang nyaman dipakai. Nah, Bagaimana Cara Memilih Pakaian Bayi yang Nyaman?

Syarat utama saat membeli pakaian bayi adalah memastikan bahwa bayi kita akan merasa nyaman saat memakainya. Pakaian yang nyaman itu, yang seperti apa?

1. Terbuat dari Bahan yang Berkualitas
Pakaian bayi tidak hanya harus terbuat dari bahan yang kuat dan tahan lama, tapi harus aman juga. Campuran kapas poliester biasanya merupakan pilihan yang terbaik, namun bisa menyebabkan reaksi pada bayi dengan kulit sensitif. Jika bayi memiliki kulit sensitif, Bu-Ibu perlu membeli barang-barang yang terbuat dari bahan alami.

2. Tidak Ketat
Pakaian yang ketat akan membuat bayi merasa tidak nyaman. Apalagi, bayi cepat tumbuh besar. Jika pakaian tidak elastis, maka akan membuat bayi merasa sesak. Jadi, pilihlah pakaian yang longgar, bisa melar / meregang. 

3. Jahitannya Rapi
Saat berbelanja pakaian bayi, periksa dan rasakan apakah ada tonjolan, jahitan yang tak rapi, benang yang mungkin bisa menusuk atau tepi yang tajam. Kalau bisa sih, pilih pakaian dengan jahitan sesedikit mungkin.

4. Tidak Menyebabkan Gatal / Tergores
Ritsleting, Velcro, dan perlengkapan lainnya seperti merek yang ditempel di bagian leher bisa membuat kulit bayi gatal atau tergores. Mungkin bagi kita yang dewasa, benda-benda itu tak berpengaruh apa-apa, tapi yang harus diingat, kulit bayi jauh lebih lembut dan sensitif dari kulit kita. 

5. Tidak Mengandung Aksesoris yang Bisa Membuat Tersedak
Payet, manik-manik, kancing yang berbentuk lucu-lucu, memang bisa mempercantik pakaian yang kita kenakan. Tapi untuk pakaian bayi, benda-benda kecil tadi bisa berbahaya, lho. Percayalah, pakaian yang polos, tidak akan mengurangi pesona bayi kita. Jika Bu-Ibu suka sesuatu yang sedikit “ramai”, maka bermainlah di motif kainnya.

Dress Anak dari Matahari Mall

Nah Bu-Ibu, sudah mengerti ya bagaimana memilih pakaian bayi yang nyaman? Masih ada 3 hal yang harus kita ingat juga lho:
1. Jangan lupa untuk mencuci semua pakaian yang sudah kita beli. Jika ingin menggunakan pewangi dan pelembut, pilih yang wanginya tidak terlalu tajam.

2. Untuk ukuran, pilih satu nomor di atas yang bayi kita butuhkan, supaya bisa dipakai lebih lama, jadi lebi9h hemat pengeluarannya, hehe... Membeli dalam jumlah yang banyak, setengah lusin atau satu lusinan, biasanya harganya akan menjadi jauh lebih murah.

3. Tak usah terlalu memikirkan model, Bu, karena model bisa cepat berganti. Yang paling penting untuk bayi kita adalah kenyamanannya.


Untuk referensi pakaian bayi yang nyaman dan berkualitas, Bu-Ibu bisa cek harga perlengkapan bayi di sini




sumber referensi:
http://www.newkidscenter.com/Newborn-Baby-Clothes.html

Komentar

  1. baju anak2 terutama bayi materialnya memang harus nyaman dan biasanya kalau nyaman, pakaiannya bermerk. kalau utk anak2 sih gpp ya, karena kan kasihan kalau anak tdk nyaman dlm berpakaian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba.. Emaknya ngalah yaa pakai baju seadanya.. Xixixi

      Hapus
  2. aku juga kalau beli baju bayi utamanya bahan mba dan waktu mau melahirkann aku cuci dulu semua bajunya disetrika semuanya biar babyku dulu enak hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba.. Kasihan kalau belum dicuci dulu mah. Selain masih bau, takut masih banyak kumannya juga.

      Hapus
  3. Ken suka risih sama label yg ada di tengkuk, pasti suruh nggunting

    BalasHapus
  4. Memilih baju anak memang tidak bisa sembarangan ya mba. Lebih baik mahal dikit tapi nyaman dan anak pun suka .

    BalasHapus
  5. Dulu pernah beliin paakaian bayi buat ponakan.. selalu ga pas.. kalo ga kegedean ya kekecilan.. abis itu nyerah. Hehe... eh nemu artikel ini.. mayan buat nambah ilmu..

    BalasHapus
  6. Memilih pakaian newborn hingga sekarang aja selalu excited hehehe apalagi anak perempuan, duh, perintilannya banyak, maunya banyak, kuota dompet terbatas hahahaha
    Nice sharing, mak. Usefull ini untuk new mama.

    BalasHapus
  7. Nggak ada bosennya browsing baju bayi. Lucu2. :D Aku emang beli yang agak gedean buat michan. Soalnya kan bayi cepet besarnya. :) Beli juga langsung selusin biar lebih murah.

    BalasHapus
  8. Masukan yang sangat bagus, Mbak. :D Setuju banget. Kalau ada printilan2nnya malah bisa membahayakan anak.

    BalasHapus
  9. Yups, baju bayi itu terpakainya cuma bentar doang
    Bdw, kalau bayi cewek, banyak dress yang bikin mupeng....

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Postingan populer dari blog ini

Transpulmin, Balsam untuk Atasi Gejala Influenza Pada Bayi dan Seluruh Anggota Keluarga

Sudah beberapa lama aku berada di tengah-tengah keluarga Pak Yopie. Aku dibawa kemari untuk menggantikan pendahuluku yang sudah disingkirkan, seiring dengan isinya yang semakin berkurang.

Kali ini, aku tak datang sendiri, karena aku ditemani saudaraku, yaitu TRANSPULMIN Balsam Keluarga, yang kemasannya berwarna kuning cerah.


Oya, aku sendiri bernama TRANSPULMIN BB Balsam. Aku lebih diperuntukkan bagi bayi di bawah 2 tahun. Jika bayi sedang batuk, pilek, atau terserang gejala influenza, maka aku dan kawan-kawanku siap bekerja.
Aku memiliki beberapa kelebihan dibanding balsam yang lain:
1. Aku tidak panas, hangatku pas jika dioleskan di kulit bayi. Ini karena aku tidak mengandung Menthol dan Camphor. Bisa dibilang, aku sangat mendukung #momenkehangatanibu
2. Aku tidak lengket, jadi bayi akan tetap merasa nyaman bersamaku.
3. Bauku harum karena mengandung ekstrak bunga Chamomile dan juga Eucalyptus Oil. Sudah tau belum, ekstrak bunga Chamomile memiliki banyak manfaat baik untuk kecantika…

Curug-Curug yang Ada di Kota Purworejo, Jawa Tengah

Saya lahir dan dibesarkan di sebuah kota kecil bernama Purworejo. Kota ini berbatasan dengan Kabupaten Kulon Progo (Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) di sisi timur, Kabupaten Wonosobo dan Magelang di sisi utara, Kabupaten Kebumen di sisi barat, dan Samudera Hindia di sisi selatan. Karena berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, tak heran jika salah satu daya tarik pariwisatanya adalah pantai. Pantai yang bisa kita temukan di Purworejo, antara lain: pantai Ketawang, pantai Jatimalang, juga pantai Jatikontal dan pantai Keburuhan.
Tapi kali ini saya tak hendak membahas tentang pantainya. Tulisan saya ini sekaligus ingin menjawab bahwa di Purworejo ada banyak hal menarik yang bisa dieksplor, sehingga kita tidak harus pergi ke kabupaten sebelah bila ingin berwisata.
Jujur saja, saya termasuk warga durhaka  yang suka melipir ke kabupaten sebelah jika bosan di rumah. Hingga kemudian saya tertampar dengan foto-foto Mas Amien Budiarto, teman SMA saya. Lewat foto-foto yang di unggahnya d…

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …