Langsung ke konten utama

Postingan

5 Hal yang Bisa Kita Lakukan untuk Menghemat Listrik

Sudah setahun ini saya menggunakan listrik prabayar. Sempat kesal waktu tahu bahwa rumah yang kami beli ini menggunakan listrik prabayar, karena terbayang bagaimana rumitnya nanti. Ada kekhawatiran, kalau-kalau listrik habis di tengah malam buta, lalu saya harus bagaimana. Ditambah testimoni beberapa orang, yang mengatakan bahwa listrik prabayar itu ribet dan boros.
Ternyata, dugaan saya salah. Memang, jika penggunaan listrik pascabayar dibayarkan sebulan sekali, untuk listrik prabayar tidak bisa kita tentukan. Seperti ketika membeli pulsa handphone saja, ketika pulsa habis, kita isi ulang. Jika tidak diisi, ya kita tidak bisa menikmati.
Nah, seperti pulsa handphone juga, kita bisa tahu sisa pulsa listrik kita ada berapa. Jadi, sebelum bunyi tat-tit-tat-tit-nya mengganggu telinga kita dan telinga para tetangga, kita bisa segera mengisi ulang kembali. Kalau pulsa handphone atau pulsa listrik kita habis, kita bisa membeli Pulsa Murah Online atau Token PLN Online di Tokopedia.
Tentang …

Antara Rina Nose dan Rinta Noisy

Tulisan ini bisa menyebabkan darah tinggi dan emosi yang tak terkendali. Ini murni pendapat saya pribadi. Silakan pergi sebelum kalian sakit hati. :D

Sengaja saya nulis tentang Rina Nose setelah berita tentangnya agak mereda. Karena kalau pas lagi panas-panasnya, takutnya dikira saya mendompleng ketenaran, atau sengaja nyari pageview aja. Haha.. Padahal alasan sebenarnya adalah karena saya baru sempat nulis aja. Harapan saya sih, kalau situasinya sudah agak kondusif, tulisan saya ini bisa diterima dan ditelaah dengan kepala dingin. Nggak pakai emosi lagi.
Emang mau nulis apa sih? Kayak penting aja..haha..
Bukannya mau ngaku-ngaku atau apa, tapi saya dan Rina Nose memiliki beberapa persamaan. Apa sajakah itu?
1. Hidung Pesek
Kata ibu, waktu kecil hidung saya pesek parah. Tapi terus tiap hari ditarik-tarik biar mancung, dan katanya sekarang agak mendingan. Padahal semendingan-mendingannya saya sekarang, ya tetep hidungnya tak bertulang. Dan itu nurun ke Amay.

Jadi, misalnya hidung saya a…

Duet Fenomenal yang Mungkin Pernah Jadi Teman Tumbuhmu

Hampir semua orang menyukai musik. Musik seolah menjadi bagian dari hidup, tak hanya sebagai hiburan, tapi bisa juga jadi ajang untuk mewakilkan perasaan.
Ada beragam genre musik, meski mungkin di telinga kita tak semuanya terdengar asik. Tapi, nggak harus suka dulu untuk kemudian hafal seluruh isi lagu. Biasanya, kita bisa tahu isi lagu karena sekeliling kita memutarnya setiap waktu. Jadi mau nggak mau jadi tahu.
Omong-omong, waktu kecil dulu saya sering mendengar lagu-lagu almarhumah Nike Ardilla, karena Mbak Ita is a big fan of her. Witing tresno jalaran saka kulino, dan dari seringnya mendengar lagu-lagunya Nike Ardilla itulah, saya jadi suka hampir semua lagunya.
Tapi kali ini, saya tak hendak membahas tentang lagu-lagu lady rocker kesayangan itu. Saya mau mendata *duuh, mendata, macam sensus aja* lagu-lagu yang dibawakan secara duet, yang telah menemani masa tumbuh saya dari kecil hingga remaja. Sampai remaja saja yaa, karena pasca SMA, saya jarang mendengarkan musik lewat ra…

Butuh Air Cooler, Cari di ShopBack, Lebih Hemat Saat Harbolnas

Bulan ini, tepat sewindu saya terikat janji setia dengan suami. Di bulan ini pula, anak bungsu kami memasuki usia ke 3 tahun. Kehadirannya 3 tahun lalu yang hanya selisih beberapa hari dengan wedding anniversary ke 5 kami saat itu, membuat kami memberinya nama Ataya Nafi’ yang artinya hadiah yang bermanfaat. Iya, kehadirannya adalah hadiah, dan kami berharap kelak ia tumbuh menjadi manusia yang bemanfaat, tak hanya untuk dirinya sendiri atau untuk kami, tetapi juga untuk lingkungan dan orang-orang sekitarnya.
Sejujurnya, kami bukanlah tipikal keluarga yang rutin merayakan momen tertentu, pun tentang pergantian usia. Kami bukan keluarga yang setiap tahun memesan kue tart, membungkus kado dengan kertas warna-warni, membuat tumpeng nasi kuning beserta ubo-rampenya, bukan juga orang yang terbiasa menyiapkan surprise untuk orang tercinta.
Bukan berarti kami tak saling cinta. Bukan pula berarti kami tak perhatian antara satu dengan yang lainnya. Bagi kami, cinta dan perhatian yang tulus t…

JavaID, Buatmu yang Ingin Mempercantik Dinding Rumah

Saya merasa perlu mengenalkan JavaID pada teman-teman pembaca setia blog ini. Karenanya, baca hingga tulisan ini berakhir yaa..
JavaID adalah produk bikinan Afif Taftayani, atau yang akrab dipanggil dengan nama Apip. Dia adalah salah satu karyawan di Akanoma, rekan kerja suami saya di Solo. Orangnya biasa aja (lalu ditoyor sama Apip), tapi idenya boleh juga (kayak nggak ikhlas sebenarnya nulis ini, :p). 
Berawal dari iseng karena melihat banyak sekali residu kayu di desa tempatnya tinggal, ia kemudian mempunyai ide untuk mengubah sisa-sisa kayu itu menjadi barang yang bernilai ekonomi. Ia kemudian membuat sebuah merek dagang bernama JavaID. Bisa dibilang, JavaID adalah produk eco-preneurship yaitu usaha "hijau" yang berbasis kepedulian terhadap lingkungan.

Kenapa Apip memberi nama JavaID? Simply karena dia adalah orang jawa, dan ia berharap JavaID kelak bisa menjadi salah satu oleh-oleh Solo.
Produk JavaID yang saat ini tersedia memang baru berupa wooden clock, tapi jika te…

Mau Idemu Jadi Duit? Ikut IWIC 11, Yuk!

Halo Gaes...
Kalau kamu diberi keleluasaan untuk menciptakan sebuah aplikasi, aplikasi seperti apa sih yang mau kamu buat?
- Aplikasi untuk tahu masa depan hubunganmu dengan kekasih?
- Aplikasi untuk merencanakan menu masakan harian yang simpel buat emak-emak macam saya yang suka kebingungan mau masak apa hari ini tapi kalau tanya suami dan anak-anak jawabnya cuma "terserah Mama aja"?
- Aplikasi untuk merencanakan pengeluaran bulanan supaya keuangan kita tetap sehat dan nggak sakit karena utang?
- Aplikasi penghitung kalori buat mereka yang diet?

- Aplikasi yang memudahkan usahawan untuk mencatat modal, omset, laba/rugi?
- Aplikasi wedding organizer, supaya memudahkan calon pengantin untuk mengurus pernikahannya, tanpa harus khawatir dengan pembengkakan budget?

Apapun ide kreatifmu, ayo deh wujudkan di IWIC11. Apa itu IWIC11IWIC11 adalahIndosat Wireless Innovation Contest ke 11. Iya, ini adalah tahun ke-11 diselenggarakannya kompetisi ini. Diresmikan tanggal 25 September …

Cinta Indonesia? Yuk, Pakai Sepatu Etnik The Warna!

Sudah sejak tahun lalu, sepatu etnik The Warna menghiasi timeline Facebook saya. Sejak itu pula saya langsung membayangkan akan memilih motif apa saja yang ingin saya miliki. Apalagi, waktu cek harga, harganya insya Allah masih terjangkau di kantong saya. Kenapa saya langsung suka? Karena sepatu etnik The Warna sesuai dengan karakter saya. Kebetulan saya suka memakai flat shoes yang desainnya simpel tapi tetap elegan.
Kalau diingat-ingat, saya memang belum pernah memiliki sepatu berhak tinggi. Satu sandal saya berhak 3cm, itu pun pemberian dari suami saat seserahan dan saya pakai hanya ketika akad nikah. Makanya, dari dulu sampai sekarang, jenis sandal atau sepatu yang nangkring di rak sepatu saya ya gitu-gitu aja. Karena saya memang sukanya yang model begitu itu. *Duh, bahasanya ribet ya...
Bulan Juli lalu, saat menghadiri acara pernikahan sepupu di Bangkalan Madura, saya dipinjami wedges The Warna oleh kakak saya. Tahu kan kakak saya yang mana? Ika Puspitasari itu lho..
Jujur, ini …