Kamis, 29 September 2016

Belajar Jadi Ibu Kreatif dari Mbak Anis Khoir

Memiliki dua orang anak, Amay dan Aga, menuntut saya untuk menjadi ibu yang kreatif. Apalagi sejak Amay kecil, dia suka "mengerjai" mamanya ini, sehingga mamanya harus mau belajar, belajar, dan belajar lagi. Padahal, saya ini sebenarnya agak pemalas. Saat Amay berumur dua tahun dan sudah pandai bicara (baca; memerintah mamanya), dia suka sekali meminta saya menggambar benda-benda yang disebutnya. Lebah, kuda, robot, dan lain-lain, padahal yang saya bisa cuma menggambar gunung, awan, matahari dan bunga. :D

Pernah suatu kali saya menggambarkan lebah yang dimintanya, tapi Pak Yopie bilang, lebah yang saya gambar malah mirip kutu -_-. Kan saya mutung-kasarung jadinya. Herannya itu anak, sudah tau kalau papanya lebih jago menggambar, tapi tetep keukeuh nyuruh mamanya yang menggambar. Ngga ada kata yang lebih tepat dari "mengerjai" 'kan?

Robot by Mama, atas perintah Tuan Amay

Sejak kecil Amay memang sudah menyukai spidol dan buku. Dia suka sekali dibacakan buku. Ini yang membuat saya semangat mendongeng sebelum tidur. Amay juga hobi berpura-pura  membaca buku sejak kecil. Ketertarikannya pada buku, kadang membuat buku-buku yang saya belikan untuknya sobek-sobek, wkwkwk... Ini karena dia over excited kayaknya. :D

Buku menambah besar rasa ingin tahunya. Ini juga yang membuat dia lebih mudah belajar membaca, karena keinginan untuk bisa membaca buku-buku kesukaannya, lahir dari dalam dirinya sendiri. Hobi menggambar Amay juga memudahkannya dalam belajar menulis. Iya, terkadang dia bertanya bagaimana cara menulis benda yang sudah digambarnya. Dari situlah dia belajar mengenal huruf, merangkainya menjadi suku kata, kemudian dari suku kata itu dia belajar menyusun kata, hingga menjadi sebuah kalimat.


Amay saat berumur 6 bulan, bergaya di depan buku

Hobi Amay tidak hanya menggambar dan menulis. Tangannya yang tidak bisa diam, terkadang menghasilkan sesuatu yang menakjubkan. Umur dua tahun kurang dua bulan (Januari 2013), dia sudah pandai menyusun lego dan menamainya. Dari bentuknya sih, masuk akal untuk anak seumuran dia. 


Pesawat Amay

Kuda by Amay

Mamanya ini mesti dipaksa sedikit kreatif supaya Amay betah di rumah. Untuk itulah, kadang kami bermain-main seperti membuat Puzzle Sederhana untuk Anak 3 Tahun.

Dari tadi ngomongin Amaaaaayy terus. Kapan dong ceritain tentang Aga?

Maaaafff, anak ke dua saya ini ternyata agak berbeda dengan kakaknya. Dia belum menunjukkan ketertarikan pada buku. Kalau kakaknya mainan lego pun, dia jarang sekali nimbrung. Aga paling suka main bola. Para tetangga pun hapal, Aga lebih sering menendang bola dengan kaki kiri. Kebiasaannya yang agak bikin malu mamanya adalah masuk rumah tetangga yang punya banyak bola. Nggak tanggung-tanggung, dia suka banget ngambil bola "beneran" yang cukup berat. *Ntar yaa..kapan-kapan Mama beliin bola yang kayak gitu, wkwkwk... Gantian sama kebutuhan yang lainnya dulu >_<

Saya sampai bingung mau ngajak main apaaaa ya? Baca buku ngga mau, menggunting ngga suka, menggambar apalagi. Tapiii, suatu hari saya nemu ide. Dari www.aniskhoir.com yang dipunyai oleh Mba Anis Khoir, saya jadi pengen mainan Ublek. 


Di blog yang ber-tagline Jejak, Makna, dan Inspirasi itu, Mbak Anis memberikan banyak tips-tips parenting. Kegiatan yang dilakukannya untuk menstimulasi baby Wan, menunjukkan bahwa Mbak Anis adalah seorang ibu yang kreatif. Lulusan Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Gresik yang katanya tidak menyukai Matematika ini, mungkin lebih cocok jadi guru TK ya? Xixixixi...

Oya, kalau kita mampir ke blognya lalu meng-klik label Parenting di sisi kanan atas, maka tulisan yang akan kita temui mungkin sama dengan yang kita temukan di label Kid atau Keluarga. Mbak Anis rupanya mengalami kebingungan yang sama dengan yang saya rasakan, xixixi.. Beberapa tulisan saya pun ada yang double categorized. Ini karena saya merasa bahwa suatu tulisan bisa masuk ke dalam kategori ini, itu dan ono. :v

Yuk Mbak Anis, kita pilah-pilih lagi dengan detail, supaya pengunjung lebih nyaman mampir ke blog kita. Yah, walaupun content is still the king sih yaa.. Apalagi tulisan-tulisan Mbak Anis kan memang sukses menjejak, memberi makna dan menginspirasi kita semua (terutama para ibu), sesuai dengan harapan manis Mbak Anis akan blognya. :)

Untuk teman-teman yang ingin berkenalan dan sama-sama belajar bareng Mbak Anis, bisa banget kunjungi sosial medianya disini: 
Blog: www.aniskhoir.com
IG: @anis_khoir01
twitter: @anis_khoir01
Facebook: Anis Khoir

Selasa, 27 September 2016

Cari Hotel di Bali untuk Liburan Nanti

September ini jadwal harian benar-benar padat. Banyak sekali urusan yang harus diselesaikan, baik saya maupun suami. Jangan salah, urusan suami juga kadang bikin saya pusing lho, karena studionya ada di rumah, so mau nggak mau jadi kelihatan 'kan muka ruwetnya doi?

Awal bulan hingga pertengahan bulan lalu, kami berurusan dengan bank, setelah sebelumnya mesti menyiapkan beberapa dokumen penting. Ini menguras pikiran banget, bikin stress, suntuk, dan capek. Selain itu, sebagai ketua Parent's Club di sekolah Amay, saya juga mesti mengkoordinir orang tua murid untuk membantu beberapa program sekolah agar berjalan dengan baik, salah satunya adalah Lomba Memasak Daging Qurban di Iduladha yang lalu. Minggu ini pun, saya mesti mencari baju koko berwarna putih untuk kegiatan latihan manasik haji di TK Amay. 

Sementara suami, selain harus menyelesaikan dua sayembara, beliau juga harus memikirkan instalasi Bbulet untuk Bamboo Biennale 2 di Solo, disamping kewajiban menyelesaikan gambar-gambar klien lainnya. Arisan bulanan di perumahan dan pertemuan rutin di sekolah Amay mah ngga usah dianggap yaa...karena di bulan-bulan lain pun pasti ada. Nah, ini yang tak kalah penting, tanggal 24-25 September kemarin kami harus ke Purworejo dan Jogja untuk menghadiri pernikahan sepupu.

Padaaaatt banget. Sampai-sampai saya merasa butuh piknik. 

Pengennya sih piknik dalam waktu dekat. Katanya yaaa, liburan di bulan-bulan September-Oktober tuh lebih murah. Tetep sih, budget selalu jadi pertimbangan pertama. :D Tapi 'kan Amay belum libur. Suami juga. Hiks...gagal deh ke Bali. Padahal udah terbayang belaian angin pantainya, senja yang merona, dan juga empuknya ranjang hotel yang akan kami tempati. Hiks, lagi-lagi ini semua masih dalam khayalan banget. Huhuhu...aku pengen liburaaaann...

Jadi, biar ngga suntuk, saya jalan-jalan lewat dunia maya aja deh. Cukup koq, cukup bikin mupeng alias muka pengen. Gimana enggak, lewat sebuah situs pencarian, saya yang sedang "pura-pura" berkelana ke Bali, bisa memperhitungkan biaya pergi kesana. Iya, saya memang mencari tiket pesawat dan hotel lewat Traveloka yang melayani 18.000 rute penerbangan dan ribuan hotel di kawasan Asia Pasifik. Jadi kalau cuma ke Bali sih, it's so easy yes? :)

Betewe, mau tau nggak sih, hotel impian saya kalau lagi pergi ke Bali itu yang mana? Mau tau aja apa mau tau banget? Hehehe, Click Here aja deh, dan pasti kamu setuju kalau tempat yang aku tunjuk itu bisa bikin pikiran fresh dan jiwa bahagia. Dan Amay, pasti akan ketagihan lalu nagih lagi, "Mama, kapan kita ke hotel? Mas Amay suka tidur di hotel." 

Kamis, 22 September 2016

Berkat Theragran-M, Badan Bugar, Flu Hengkang


Disclaimer: Postingan ini benar-benar ditulis berdasar pengalaman pribadi. Jika ada perbedaan hasil dengan pengalaman orang lain, maka penulis tidak bertanggung jawab. :)


Di dua malam, tepatnya tanggal 16 dan 17 September, Solo diguyur hujan. Lebat sekali. Sampai-sampai, Minggu pagi tanggal 18, udara terasa begitu dingin. Ini adalah keadaan yang luar biasa, karena biasanya udara Solo selalu terasa panas, baik siang maupun malam.

Singkat kata, pagi itu saya beraktivitas seperti biasa. Setelah mencuci piring dan mencuci baju, saya bersiap untuk memasak. Tiba-tiba, terasa ada yang tak beres di badan. Berulang kali saya bersendawa, kepala jadi berat, dan leher pun terasa kaku. Saya menghampiri Mas Yopie, meminta tolong agar beliau membaluri punggung, pundak dan leher dengan minyak kayu putih.

Oya, cerita ini sebelumnya pernah saya tuliskan di instagram saya @arinta.adiningtyas 

Setelah beristirahat sejenak dan badan terasa lebih enak, saya melanjutkan rencana memasak yang tertunda tadi. Karena kondisi badan yang tiba-tiba drop inilah, saya yang sedianya akan mencoba resep Selat Solo, kemudian memutuskan untuk memasak sop daging supaya terasa hangat dan segar di badan. Kebetulan juga, masih ada daging sisa Idul Adha kemarin. 

Setelah semua selesai, kami pun makan siang. Jam 2 siang, setelah makan siang, Mas Yopie dan Amay pergi ke Pasar Triwindu untuk mengikuti acara "Nyeketsa Bareng" dengan Indonesia's Sketcher Sala. Saya dan Aga tetap di rumah karena sorenya kami harus pergi ke arisan komplek.

Hari Minggu itu tenaga benar-benar terkuras karena ada banyak hal yang harus dilakukan. Dan mungkin karena perubahan cuaca yang ekstrim, ditambah karena faktor kelelahan juga, malamnya suhu badan saya menghangat. Intensitas bersin menjadi semakin sering. Kepala kembali berat, leher pun kembali kaku. 

Setelah makan malam, saya melihat stok Multivitamin, Theragran-M namanya. Beberapa waktu lalu, saya mendapat kiriman 1 strip Theragran-M yang berisi 4 tablet. Saya membuka 1 tablet dan meminumnya. Tak lupa saya menawari Mas Yopie untuk meminumnya juga agar kesehatannya tetap terjaga, mengingat bahwa seminggu kemarin memang jadwal pekerjaannya amat sangat padat karena beberapa proyek berbarengan deadline-nya.

Theragran-M Multivitamin-Mineral yang mengusir virus influenza dari dalam tubuh saya

Setelah minum 1 tablet Theragran-M itu, saya beristirahat, dengan harapan esok pagi tubuh saya kembali fit.

Hasilnya?

Meski badan masih hangat, tapi tak ada yang tersisa dari bersin-bersin semalam. Alhamdulillah, saya tidak jadi terserang flu. Padahal biasanya, jika sudah bersin-bersin seperti itu, bisa dipastikan saya akan meler selama dua-tiga hari bahkan hingga seminggu. :)

Itu benar-benar pengalaman pribadi saya ya... Boleh percaya boleh tidak.

Esok harinya, jadwal Mas Yopie masih sangat padat. Senin pagi beliau harus mengirim beberapa gambar via ekspedisi. Malamnya beliau harus bersiap untuk berangkat ke Kediri. Yak, Senin malam atau tepatnya Selasa jam 1 dini hari, beliau berangkat ke stasiun. Saat menunggu taxi datang, beliau membuka 1 tablet Theragran-M lagi.

"Papa minum itu lagi?" tanya saya.
"Iya. Soalnya badan Papa capek sekali." jawabnya.
Iya sih, gimana enggak capek? Beliau kerja dari pagi sampai menjelang malam. Tidur jam 8 malam agar bisa bangun jam setengah 12, lalu bersiap-siap ke stasiun 1,5 jam kemudian.

Kondisi lelah seperti itu memang rentan terserang penyakit, ya 'kan? Apalagi, beliau itu kemarin benar-benar hanya tidur sebentar dan harus stand by ketika di dalam kereta. Begitu sampai di Kediri jam 6 pagi, survey lokasi, lalu jam 6 sorenya beliau kembali lagi ke Solo. Sampai di rumah, Selasa malam Rabu, sekitar jam 11.

salah satu foto yang diunggah Mas Yopie di instagramnya saat survey lokasi di Kediri

Rabu paginya, acara lain sudah menunggu. Pagi-pagi beliau harus menyiapkan beberapa berkas karena kami harus ke bank untuk suatu urusan. Dari bank, kami menuju Benteng Vastenburg untuk bertemu dengan beberapa volunteer yang akan membantu Akanoma dalam pemasangan instalasi untuk pameran Bamboo Biennale 2 di Solo, Oktober nanti.

Lelaaah, selelah-lelahnya. Tapi semoga kami sehat selalu yaa, aamiin... Untuk itu, salah satu ikhtiar menjaga kesehatan ya dengan minum suplemen ini. Pasti banyak yang bertanya-tanya yaa, sebenarnya suplemen yang saya dan Mas Yopie minum itu apa sih? Apa kandungannya, berapa harganya, apa kegunaannya, dan lain sebagainya.


HET Theragran-M adalah Rp 20.735,-

So, mari kita berkenalan dulu yaa... *Kenalan?* Iya kenalan, soalnya saya juga baru kenal sama yang namanya Theragran-M ini, hihi...


Tentang Theragran-M Multivitamin-Mineral

Apa sih Theragran-M itu?
Theragran-M adalah multivitamin dan mineral yang telah disetujui oleh BPOM, yang diperuntukkan untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral dalam tubuh kita. Theragran-M diperkaya dengan Magnesium dan Zinc yang diharapkan dapat memulihkan dan menjaga sistem daya tahan tubuh untuk melawan infeksi virus, bakteri, juga jamur.

Apa saja komposisinya?
Tiap tablet salut gula Theragran-M, mengandung:
Vitamin:
A        (sebagai asetat)                                10000 iu
D        (cholekalsiferol)                               400 iu
B1      (tiamina mononitrat)                        10 mg
B2      (riboflavina)                                     10 mg
B6      (piridoksina hidroklorida)                5 mg
B12    (sianokobalamina)                            5 mcg
Niasinamida                                                100 mg
Kalsium Pantotenat                                     20 mg
C        (sebagai natrium askorbat)               200 mg
E        (sebagai dl-alfatokoferil asetat)        15 iu

Mineral:
Iodium         (sebagai kalium iodida)          150 mcg
Besi              (sebagai fumarat)                   12 mg
Tembaga II   (sebagai sulfat)                       2 mg
Mangan II    (sebagai sulfat)                       1 mg
Magnesium  (sebagai karbonat)                  65 mg
Seng             (sebagai sulfat)                       1,5 mg

Apa Kegunaannya?
Membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral pada masa penyembuhan setelah sakit.

Indikasi:
Defisiensi vitamin pada pra dan pasca operasi, masa penyembuhan.

Takaran:
Dosis dewasa 1 tablet/hari atau sesuai anjuran dokter.

Kapan Pemberiannya?
Berikan saat makan atau sesudah makan.

Berapa harganya?
1 strip Theragran-M Multivitamin-Mineral yang berisi 4 tablet, harga yang disarankan adalah Rp 20.735,-

Bagaimana cara penyimpanannya?
Theragran-M sebaiknya disimpan pada suhu di bawah 30 derajat celcius.

Apakah ada efek sampingnya?
Fungsi dari multivitamin ini adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita, juga untuk menggantikan vitamin dan mineral yang mungkin tidak kita dapatkan dalam makanan yang kita makan sehari-hari. 
Sejauh ini belum ditemukan adanya efek samping dari mengkonsumsi multivitamin, asal penggunaannya sesuai dengan dosis yang benar.
Perhatikan kembali cara minum Theragran-M yaitu pada saat makan atau sesudah makan untuk menghindari munculnya lambung perih terutama pada orang dengan riwayat maag.

Apakah Theragran-M dapat menyembuhkan flu?
Dalam sebuah literature disebutkan bahwa bila asupan kita tidak mencukupi terhadap kebutuhan Magnesium dan Zinc, kita akan mudah terinfeksi oleh virus, bakteri ataupun jamur. Theragran-M disini berfungsi untuk memulihkan dan menjaga sistem daya tahan tubuh dari serangan virus, bakteri, ataupun jamur tersebut. Apabila daya tahan tubuh baik, maka infeksi pun akan mereda.
Seperti dalam kasus saya di hari Minggu yang lalu itu. Jika saya tidak segera mengkonsumsi suplemen, maka besar kemungkinan virus influenza yang mulai menyerang, bisa membuat kondisi tubuh saya tumbang. 
Beruntung, saya mengantisipasi dengan segera mengkonsumsi Theragran-M, sehingga virus-virus yang mulai beraksi, berhasil ditumpas oleh Theragran-M ini.

Apakah Theragran-M dapat dikonsumsi oleh penderita hipertensi?
Theragran-M adalah multivitamin dan mineral yang dilengkapi dengan Magnesium. Magnesium memiliki efek langsung dan tidak langsung terhadap relaksasi dari otot polos pembuluh darah dan pengaturan kation dari sel. 
Sebuah studi menyebutkan bahwa suplemen yang mengandung Magnesium, bila diminum teratur bersama dengan pemberian obat anti hipertensi maka sangat membantu untuk menurunkan tekanan darah.


Ohya, bicara tentang hipertensi, Mas Yopie sebenarnya punya riwayat darah tinggi. Biasanya, jika kelelahan atau kurang istirahat karena banyaknya lemburan, darah tingginya akan kambuh.

Entah kebetulan atau bagaimana, meski minggu kemarin demikian sibuk dan melelahkan, namun beliau Alhamdulillah tidak mengeluh apapun. Ada kemungkinan ini karena Theragran-M yang dikonsumsinya itu. 

So i have to thank to Theragran-M karena berkat dia, dan Dia tentunya, kegiatan kami bisa lancar tanpa kendala apapun. Alhamdulillah...

Dan untuk teman-teman, selamat mencoba Theragran-M juga yaa... :)








Minggu, 18 September 2016

15 Sinetron Tahun 1990-an Sampai 2000-an Awal yang Terkenang Hingga Sekarang

Tahun '90-an awal, Uti memasang antena UHF. Maka setelah itu channel yang bisa kami tonton tak lagi hanya dua saja. Ada tambahan tiga channel lain, yakni: Indosiar, RCTI dan SCTV.

Saya saat itu baru kelas 2 SD ketika "terpaksa" ikutan nonton sinetron macam Abad 21 dan Simphony Dua Hati. Iya..kalau malam 'kan memang ngga ada acara untuk anak-anak ya? Jadi waktu itu ikut-ikutan nonton deh meski ngga tau jalan ceritanya kayak gimana. Anehnya, saya malah ingat lagu alias soundtracknya dong.. >_<

Sebelum kemana-mana, saya, Mbak Widut dan Mbak Rani, memang lagi ingin bernostalgia. Kebetulan saja suatu hari tiba-tiba kami bahas persinetronan. Mbak Widut yang usianya sedikit (sedikit aja yaa..ngga usah banyak-banyak :D) di bawah kami, agak roaming juga dengan bahasan ini. Yang dia tahu mah cuma Bidadari, yang lagunya juga masih saya ingat, karena Bapak beberapa kali menertawakan saya yang gagal menyenandungkan kata "bersama...saaamaaa.." di bagian closing-nya.

Tapi ngga apa-apa, demi meramaikan bloggerKAH, Mbak Widut akan memeras otaknya koq.. Haha.. Tengok Sinetron yang ditonton Mba Widut, dan Sinetron Terbaik Sepanjang Masa versi Mba Rani. Oya, kita kedatangan tamu lagi, lho. Kalau bulan lalu kan tamunya Mami Susi, nah, kali ini ada Mba Dwi Sari yang cerdas, cantik dan baik hati. Tulisan Mba Dwi Sari alias Mba Nining ada disini yaa...

Mari kita awali persinetronan Indonesia dari;

1. Simphony Dua Hati
Sinetron ini diperankan oleh "pasangan ideal" di masa itu, yakni Paramitha Rusady dan Onky Alexander. Jangan tanya jalan ceritanya karena saya tidak ingat apa-apa. Tapi kalau lagunya, saya masih ingat. Sayang sekali ya, hubungan mereka harus kandas. Yah, meski keduanya saling mencintai, tapi kalau Allah menggariskan mereka hidup sendiri-sendiri, ya mau gimana lagi. Ya 'kan? Ya ampun, saya malah nggosip. >_<



2. Abad 21
Kalau tidak salah, sinetron ini dimainkan oleh aktor Dicky Wahyudi, artis cantik Lulu Tobing, dan ada juga Krisdayanti. Yang saya ingat dari sinetron ini, lagi-lagi, adalah soundtracknya. Mmm...lebih tepatnya sih waktu Krisdayanti teriak, "Benooooo...", gitu.

3. Noktah Merah Perkawinan
Demi apaaa saya nonton acara beginian waktu kecil dulu. Hahaha... Waktu nonton sinetron ini saya sudah agak paham lah. Sudah sedikit bisa menangkap apa yang terjadi dalam cerita ini. Ya, tentang broken home family, gitu deh.
Sinetron ini diperankan oleh; Ayu Azhari, Cok Simbara, dan anak-anaknya kalau ngga salah bernama Bagas dan Niken. Yang tak kalah fenomenal adalah Almarhum Mang Diman yang berperan sebagai sopir keluarga mereka.

4. Janjiku
Paramitha Rusady sepertinya memang jadi ratunya sinetron saat itu ya? Di Janjiku ini dia memainkan dua peran sekaligus, yaitu sebagai ibu dan anak. Si anak ini namanya Nada. Untuk teknologi saat itu, ini termasuk hebat yaa.. Dan saluuut buat Paramitha, karena susah lho berperan sebagai dua orang sekaligus dalam satu frame.
Dulu, tante saya sampai beli kasetnya lho, hahaha... Fenomenal!! :D

Paramitha Rusady di Sinetron Janjiku

5. Karmila
Masih diperankan oleh Paramitha Rusady. Sinetron ini diangkat dari Novel berjudul sama karya Marga T. Dua pemeran lainnya adalah aktor ganteng Atalarik Syach dan saudaranya Teddy Syach.
Ceritanya: Paramitha sebenarnya merupakan kekasih dari Atalarik Syach, tapi si Teddy Syach malah menghamili Paramitha ini. Selanjutnya yang terjadi adalah kebimbangan demi kebimbangan yang dialami oleh Paramitha.

6. Cinta
Sinetron ini menarik karena soundtracknya yang asik. "Bahasa Kalbu" by Titi DJ, siapa yang tidak suka? Diperankan oleh Desy Ratnasari, sinetron yang diangkat dari novel karya Mira W ini selalu saya rindukan kelanjutannya.
Apalagi openingnya pun dibuat berbeda dengan adanya sketsa wajah Desy Ratnasari yang jelita. Saya sukaaaa... :)



7. Cinta Berkalang Noda
Sinetron ini pun diangkat dari novel karya Mira W. Diperankan oleh Maudy Koesnaedy, Adjie Massaid, Ari Wibowo, dan ada juga Dian Nitami. Dari sinetron ini saya jadi tau Egi John Foreisythe. Dia saat itu berperan sebagai anak dari Maudy Koesnaedy. Sayangnya saya cari info lainnya koq ngga nemu. Dulu si Egi ini cakep banget deh. Saya sempat ngefans sama dia. Aktingnya juga udah bagus. Ingeeet banget waktu di closingnya itu dia nangis sambil nempel di pintu. Hhhhmmm...
Sayangnya, sekarang kenapa dia jadi "memble" begitu ya? Hedeeeh..
Nih foto Egi John waktu masih kecil, cakep banget kan?

Egi John Foreisythe waktu kecil

8. Deru Debu
Kelupaan.. Di SCTV, sore-sore, ada sinetron ini nih. Saya sebenernya ngga terlalu suka ceritanya, karena sinetron yang diperankan oleh Willy Dozan dan Ayuni Sukarman ini isinya berantem melulu. Saya sukanya cuma sama soundtracknya, karena Deru Debu dinyanyikan oleh almarhumah Nike Ardilla.

9. Jalan Makin Membara
Ini juga di SCTV dan berantem-beranteman juga. Pemeran utamanya adalah Dede Yusuf. Ending sinetron ini sedih banget, karena Dede Yusuf diceritakan hanyut di sungai dan tidak ditemukan setelah berusaha menolong anak-anak kecil yang berenang dan hampir tenggelam.

10. Keluarga Cemara
Selamat pagi Emak
Selamat pagi Abah
Mentari hari ini, berseri indah
Nah, ini yang paling ramah anak. Xixixixi... Ada Euis, si sulung yang rajin jualan Opak. Ara dan Agil yang lucu-lucu, juga Abah yang sabar dan sayang pada keluarga. Emak yang merindukan keluarga mereka yang mapan, yang pemerannya berganti-ganti dari Novia Kolopaking sampai Lia Waroka.
Saya sukaaa sekali dengan sinetron ini, karena bener-bener natural.



11. Si Doel Anak Sekolahan
Yak, sepertinya sinetron Indonesia yang sudah saya sebut di atas belum lengkap tanpa Si Doel ya? Iya, ini sinetron yang legendaris. Diperankan oleh Rano Karno, Mandra, Suti Karno, Benyamin S, Cornelia Agatha,  Maudy Koesnaedy, Hj. Aminah, juga H. Tile, sinetron ini benar-benar merupakan gambaran kehidupan masyarakat Betawi.
Ceritanya benar-benar seperti kehidupan nyata. Ada adegan Si Doel sedang menjemur kasur, Atun yang memetik nangka di halaman belakang, juga transaksi warung ala Mpok Lela. Ada tukang kredit keliling juga. Benar-benar natural. Beda banget dengan sinetron jaman sekarang ya?

12. Tersanjung
Wahaha...ini fenomenal. Karenaaaa...sinetron ini adalah pencetus sinetron yang panjang tak berujung. Bener-bener deh yaaa, pelopor yang kurang baik. :p
Awalnya saya suka, tapi lama-lama jadi males mengikuti kelanjutannya. Gimana enggak, pemeran Indah nya saja berganti 3x loh. Dari Lulu Tobing, Jihan Fahira sampai Cut Tary.
Entah gimana ending sinetron itu. Au ah lap... >_<

13. Bidadari
Yahahaha.. Sama kayak Mbak Widut saya juga suka nonton sinetron ini. Ini juga lama diputarnya nih. Bidadarinya berubah dari Ayu Azhari ke Marini Zumarnis. Tapi seperti Tersanjung, lama-lama ceritanya jadi membosankan.
Sinetron inilah yang membesarkan nama Marshanda.

14. Kisah Sedih di Hari Minggu
Masih diperankan oleh Marshanda, juga Egi John Foreisythe dan Chacha Frederica. Di sinetron ini sepertinya Gading Marten memulai karirnya. Artis seniornya ada Ira Wibowo dan Meriam Bellina. Saya kurang suka dengan jalan ceritanya karena si Meriam Bellina terlalu kejam. Dia suka sekali menyiksa Marshanda dan Ira Wibowo (ibunya Marshanda), dan siksaannya kurang masuk akal deh... :(

15. Pernikahan Dini
Yak, sempat menuai kontroversi karena walaupun niatnya untuk edukasi, akan tetapi malah dianggap mengajarkan untuk MBA (Married by Accident). Ditayangkan tiap malam minggu, Pernikahan Dini lah yang melambungkan nama Agnes Monica sebagai pesinetron. Sebelumnya AgnesMo lebih dikenal sebagai penyanyi dan MC cilik, meski pernah membintangi sinetron berjudul Mister Hologram dan Lupus.

potongan sinetron Pernikahan Dini
Yaaa... Itulah 15 sinetron yang terngiang-ngiang di kepala. Ada banyak sinetron lain sebenarnya, tapi kenangannya biasa-biasa saja.

Sinetron jaman dulu dengan jaman sekarang itu memang jauh berbeda. Salah satunya adalah kualitas akting para pemainnya. Kalau dulu, mungkin karena tayangnya sekali seminggu, jadi jika aktingnya dirasa kurang, pasti akan diulang sampai mendapatkan hasil yang memuaskan. Kalau sinetron jaman sekarang, barangkali karena stripping, jadi hasilnya asal-asalan.

Yang berikutnya, sinetron jaman sekarang itu alurnya tidak jelas. Bahkan mungkin pemainnya sendiri pun tidak tau akan berakhir seperti apa ceritanya nanti. Beda dengan sinetron jaman dulu yang "punya akhir", jadi ceritanya tidak menggantung.

Terus terang, saya merindukan sinetron dengan kualitas akting dan kualitas cerita sebagus sinetron jaman dulu. Yah, jadi para penikmat sinetron (macam saya) tuh nggak dibodoh-bodohin amat sama cerita yang nggak bermutu, gitu loh.

Nah, kalau kamu, sukanya sinetron yang seperti apa? Trus, punya judul favorit juga nggak? Share yuk di komentar... :)

Selasa, 13 September 2016

Grup Whatsapp dan Segala Rupa Tentangnya

whatsApp logo from whatsappbrand.com

Sekarang ini sepertinya sudah nggak jaman lagi SMS-an, ya? Isi kuota internet kesannya jadi lebih penting daripada isi pulsa untuk telepon atau SMS. Saya nih ya, misalkan beli pulsa 100 ribu rupiah, maka 70 ribu saya gunakan untuk beli kuota internet, dan sisanya baru digunakan untuk telepon atau SMS. Kalau kuota menipis, langsung bingung deh. Tapi, kalau pulsa habis, nggak terpikir untuk buru-buru beli, kecuali jika benar-benar penting harus menghubungi seseorang.

Nah, sebagai ganti SMS, ada beberapa aplikasi chatting yang umum digunakan, seperti; line, whatsapp, telegram, juga BBM. Tadinya saya hanya menggunakan WA dan BBM saja, tapi suami menyuruh untuk install telegram juga. Katanya, telegramnya itu khusus untuk saya, cieeeehh...

Diantara ketiga aplikasi itu, Whatsapp lah yang paling sering saya buka. Kenapa? Karena disana ada banyak grup yang selalu ramai setiap harinya. Ada grup keluarga, grup alumni, grup perumahan, grup sekolah Amay, grup bisnis, grup menulis, juga grup blogging.

Selama ini saya sih asik-asik saja dengan grup yang ada saya di dalamnya. 
*Grup keluarga bisa mengobati kangen, grup alumni juga.
*Grup perumahan dan grup sekolah Amay, tentunya untuk update informasi dong yaa. 
*Grup bisnis untuk mempermudah komunikasi dengan supplier dan sesama agen, yang alhamdulillah dan semoga bisa kompak selalu. 
*Grup menulis dan grup blogging, sebenarnya hampir sama, menjadi wadah bagi saya untuk tetap belajar dan memperbarui ilmu setiap harinya. Dari grup di facebook, komunikasi jadi lebih mudah jika melalui WhatsApp. 

Memang sih pernah ada friksi yang terjadi. Tapi alhamdulillah bisa teratasi, meski kini di salah satu grup, anggotanya sudah tidak sekomplit dulu lagi. Dari pengalaman itu, kemudian saya belajar satu hal. Di dalam sebuah grup yang berisi orang-orang yang kita kenal sekalipun, sebaiknya kita saling menghargai, dan tetap mengedepankan tepa selira atau toleransi. Karenaaa...kita ini manusia dengan isi kepala yang berbeda-beda. Tak ada gunanya merasa diri paling benar. Begitu.

Dan ternyata, friksi seperti ini tak hanya terjadi di grup WA saya. Di grupnya suami pun sempat terjadi juga. Penyebabnya, karena guyonan yang kelewatan. 

So, menurut pengalaman dan pengamatan saya, ada beberapa hal yang mesti ditahan, jika kita merupakan anggota sebuah grup Whatsapp. Note to Myself banget ini mah. 

1. Tahan diri untuk "ngotot" dengan pendapat sendiri. 
Beda pendapat itu wajar gaes, jangan terlalu egois ya... Tidak ada yang sepenuhnya salah, juga tidak ada yang sepenuhnya benar. Semuanya tergantung cara pandang saja. Suami saya pernah bilang; "Kita mungkin melihat sebuah pulpen sebagai benda yang panjang, tapi jika yang lain melihatnya dari atas maka sah-sah saja jika dia bilang pulpen itu berbentuk lingkaran, dan jika seseorang melihat dari bawah tak salah jika pulpen itu disebutnya runcing."



2. Tahan diri untuk membagikan gambar yang kurang sopan. 
Ini pernah nih, di grup suami. Mirisnya, pernah saya dapati, yang membagikan itu perempuan. Dalam hati, "Hih, kamu koq mempermalukan drimu sendiri sih, Mbakyu?" Dan karena hal itu, salah satu temannya left the group. 
Bukan mau sok suci atau gimana yaa... Cumaaa..kami ini (juga teman-teman yang lain) kan punya anak yang masih kecil dan hobi banget mainan pake Hp. Kalau tiba-tiba mereka lihat gambar yang mengerikan itu, piye coba? Kalau anakmu udah biasa lihat gambar begituan sih terserah, tapi tolong, kami sudah susah payah menjaga anak kami dari penglihatan yang tidak-tidak.
Iya, memang, kita bisa men-setting agar gambar tidak otomatis ter-download. Tapi daripada nyuruh orang lain untuk mengantisipasi, lebih baik kitanya menahan diri dan nggak jadi biang keladi, iya kan?

3. Tahan diri untuk tidak membahas isu SARA. Sekali lagi, meski kita berada dalam satu grup, tapi "iklim" kita tidak selalu sama. Beberapa kali di grup saya, ada yang mendiskreditkan ras tertentu. Saya kurang suka. Karena apa? Hei, kita ini diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya kita saling mengenal. Benar kan? Ngga ada yang bisa memilih untuk dilahirkan sebagai suku apa, betul? Jadi berhentilah memandang rendah suku atau bangsa tertentu. Kita nggak tahu kan, barangkali mereka yang derajatnya lebih mulia dibanding kita, yang diam-diam suka menghujat mereka. 

4. Tahan diri untuk membagikan info yang "kurang atau tidak penting". Kadang yang demen share-share begini suka saya lewati sih. 

5. Jika ingin meninggalkan grup, sebaiknya pamit dulu yaa, agar tidak meninggalkan kesan yang kurang enak di hati anggota yang lain. :)

6. Kalau poin 1 sampai 5 adalah catatan untuk para anggota, maka yang ke 6 ini adalah catatan untuk si pembuat grup. 
Weh, ada catatannya juga to?
Ada.
Yaitu, sebelum memasukkan seseorang ke dalam suatu grup, sebaiknya ditanya dulu kesediaannya. Jangan tiba-tiba langsung dimasukkan, khawatir dia kurang berkenan, tapi pakewuh alias nggak enak hati jika harus left group segala. 
Ini utnuk menghindari keadaan "yang muncul, dia lagi dia lagi. yang silent tetap silent" seperti Balada Grup WhatsApp yang ditulis Mak Ade Delina Putri

So, be wise, ya teman-teman (saya juga). Kita udah tua dewasa 'kan? :)

Sabtu, 10 September 2016

Inuel; Pemilik Jombloku.com yang Tak Lagi Jomblo

Ada kata "jomblo", please, jangan pada baper yaa.. :D

Kata orang, jomblo itu nasib, sedangkan menjadi single itu pilihan. Nah, kamu yang masih sendiri, lebih memilih dibilang jomblo atau single? Hihihi..meskipun kayaknya dua istilah itu nggak jauh berbeda ya...

Tapi tenang. Jodoh itu sudah digariskan. Tidak ada yang terlalu cepat atau terlalu lambat. Semua sudah pas waktunya, menurut Allah tentunya. Jadi meski kamu jomblo, ngga perlu gundah gulana, ya? Insya Allah, manusia itu diciptakan berpasang-pasangan. Jadi sambil menunggu, isi hidupmu dengan aktivitas yang bermanfaat.

Jomblo itu hina? Kata siapa? Ada lho jomblo yang mulia. Yaitu yang bersedia menjaga sampai tiba masanya. :) 

Seperti Mbak Husnul Khotimah, blogger kelahiran Jombang, 4 Januari 1990. Mbak Inuel, demikian ia biasa disapa, memilih untuk menjomblo dan menunggu seseorang yang berani "memintanya" dari orang tuanya. Ia menulis seperti ini, "Saya sering disebut ngga' laku tapi saya tetap percaya, emang belum saatnya aja. PD dan ngga' pernah minder, dan selalu berusaha berpikir positif. Bukannya jodoh di tangan Allah? Allah jauh lebih mengetahui apa yang tidak saya ketahui." Saluuut.. :)

Sejak 2009, Mbak Inuel mengabadikan kisah kejombloannya di jombloku.com. Tapi bukan berarti Mbak Inuel jadi jomblo abadi yaa... Mbak Inuel sudah menikah koq. Artinya, sekarang Mbak Inuel sudah jadi alumni jomblowati. Horeeee... Alhamdulillah. :)

Mbak Inuel dan keluarga kecilnya

Perjalanan Mbak Inuel melepas masa jomblonya cukup seru. Bagaimana ia berjumpa dengan imam keluarganya, ternyata berawal dari blognya ini. Dan ya, pasangan suami istri ini adalah pasangan blogger lho...

Kisah berawal di 2009. Mbak Inuel yang baru memiliki blog disapa oleh Mr. X dan akhirnya chatting via Yahoo Messenger. Mbak Inuel penasaran dan akhirnya googling tentang Mr. X ini. Karena menurutnya ganteng (bagi saya yang paling ganteng tetep Pak Yopie :p), Mbak Inuel pun mulai ---lagunya Mikha Tambayong, pleaseee...--- ada rasa, yang tak biasa, yang mulai kurasa, yang entah mengapaaaa.. Mungkinkah, ini pertanda, aku jatuh cinta... Cintaku yang pertaamaaa..

Tapi sayangnya Mr. X cuek. Wkwkwkwk, Mbak Inuel kejebak dalam friend zone. :v Meski begitu, mereka sempat berjumpa di tahun berikutnya, tepatnya di Juni 2010. Setelah pertemuan itu, mereka lost contact, sampai di tahun 2013, Mr. X yang disebut "Jooizzy" oleh Mba Inuel ini, menanyakan sesuatu yang serius, yang intinya adalah keinginan untuk meminang gadis Jombang ini. 

Fyuuuh...

Ditanya, apakah ini berarti Mbak Inuel ini CLBK, ia menjawab, "Sebenernya ngga CLBK, soalnya masih sayang terus, hahaha.." Ehemmm, saya pun terus menggodanya, "Jangan-jangan disebut-sebut di dalam do'a nih. :p" lalu penyuka bakso ini membisiki saya, "Saya emang selalu berdo'a," katanya. "Setiap hari. Nggak tau, melekat banget gitu rasanya. Gak bisa kehilangan padahal gak tau gimana kepribadiannya."

Xixixi, jadiiii, tips biar bisa dapatkan target adalaaaaahhh, selalu menyebut namanya dalam do'a. Kalau jauh, dekatkan. Gitu. :D


Kenapa sih, Arin sukanya bahas masa lalu? Sssttt, kisah cinta Mbak Inuel ini hampir sama dengan saya, haha... CLBK, iya. Pak Yopie pedekate sejak saya kelas 3 SMP, tahun 2002. 3 tahun kemudian, kami resmi pacaran. Lama banget yak, pedekatenya? Tapi sayangnya, pacarannya cuma 7 bulan, haha.. Seperti Mbak Inuel, saya yang sudah berjilbab waktu itu, merasa bahwa hubungan seperti ini kurang baik dilakukan.

Tapi karena kata Mas Afgan, Jodoh Pasti Bertemu, ya alhamdulillah ketemu lagi. Tahun 2008, Pak Yopie datang saat ibu meninggal. 2009, beliau menemukan saya di facebook. Kami pun mengobrol lewat udara (sama kayak Mbak Inuel deh), lalu Juli 2009 beliau meminta saya pada bapak. September 2009 pertemuan keluarga, dan 2 bulan kemudian, kami menikah. Cepet ya? Hihi...

Dan akhirnya bisa ditarik kesimpulan, bahwa inti dari tulisan ini adalah, Jodoh Pasti Bertemu. Gitu aja. :D

Buat yang ingin berkenalan dengan Mamanya dek Kinza, bisa capcus ke social medianya yaa. Sampai jumpa di profil selanjutnya. :)

Blog: www.jombloku.com
IG: @jombloku_com
facebook: Husnul Khotimah
twitter: @inuels

Rabu, 07 September 2016

Jeffri Arizman; Dokternya Komputer dan Printer dari Puworejo

Lagi asik-asiknya bekerja, tiba-tiba laptop “pet”, mati. Rasanya pengen menjeriiiiit ngga sii? Tentu selain kesal, sedih, rasa khawatir juga ada. Khawatir kalau data-data yang ada di laptop tidak terselamatkan lagi. Bahkan kadang kita berharap, biarlah si lapotop rusak, asal data-data di dalamnya bisa kembali.


General Computer, tempat service laptop dan printer terpercaya di Purworejo

Yah, beginilah problematika manusia modern, dimana teknologi sudah seperti nasi. Kalau belum memakainya --mengonsumsinya, red--, belum makan katanya. :D

Jaman sekarang, kebutuhan manusia akan teknologi semakin besar. Sebab apa? Sebab manusia ingin semua keperluannya bisa selesai dalam waktu cepat.

Seperti kompor gas yang menggantikan kompor minyak, dan kompor minyak yang menggantikan kayu bakar, juga handphone yang menggantikan telepon, agar komunikasi bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, komputer pun hadir untuk menggantikan mesin tik.

Kini, komputer tak lagi merupakan benda mewah. Bahkan jika dulu komputer hanya bisa diletakkan di satu tempat, kini kita bisa menggunakan komputer jinjing alias laptop dan membawanya kemana-mana.

Seperti halnya televisi dan handphone yang hampir setiap rumah memilikinya, komputer pun sedang menuju ke arah sana. Sekali lagi karena kebutuhan dan perkembangan zaman yang menuntut kita untuk bergerak dan bekerja lebih cepat. Bukan hanya karyawan kantoran atau para mahasiswa saja yang memerlukannya untuk menyelesaikan pekerjaan mereka, siswa-siswi dari SD hingga SMA pun sama. Apalagi jika sudah terhubung dengan internet, mau menggunakannya untuk bekerja atau hanya untuk hiburan semata, komputer bisa digunakan oleh siapa saja.

Namun terkadang, disaat kita sedang dalam semangat yang membara untuk menyelesaikan pekerjaan kita, tiba-tiba komputer yang kita gunakan mengalami masalah. Kalau saya yang mengalaminya, tentu saya akan menyerah pasrah, karena saya tidak tau seluk-beluk komputer seperti apa. Satu-satunya cara, tentu dengan menyerahkan pada ahlinya.


Jeffri Arizman, ahli service komputer dan priner dari Purworejo

Adalah Jeffri Arizman, pria kelahiran Purworejo, 33 tahun yang lalu, yang menjadi dewa penyelamat saat komputer sekarat. Lulusan Diploma III Teknik Otomotif Universitas Negeri Yogyakarta ini memang tidak bekerja sesuai dengan bidang yang dipelajarinya, namun mengotak-atik komputer adalah passion yang kini ditekuninya. Bahkan sewaktu masih SMP dulu, dia sudah berhasil merakit barang-barang elektronik seperti radio dan bel rumah. 

Sewaktu kuliah bahkan, ia mendapat hibah dua buah speaker dari kawannya, dan dengan bakat alaminya, speaker yang sudah menjadi barang rongsokan itu pun disulapnya hingga bisa berfungsi kembali. Beruntung, seorang kerabat membelinya. Jadi, dengan modal 2 ribu rupiah saat itu --untuk membeli komponen yang diperlukan--, ia mendapat SERATUS RIBU rupiah. "Lumayan, buat makan. Maklum, anak kuliahan." Ujarnya saat itu.

Pria bermata sipit yang juga hobi memelihara unggas ini telah memulai usahanya sejak 2O12 silam. Tak hanya menjual jasa service komputer/laptop dan printer saja, di General Computer, ia juga menerima jasa foto copy dan pengetikan.


Jeffri Arizman, dokternya alat-alat elektronik 

Suami dari wanita cantik bernama Ratna Yuli Mustika Sari ini bisa dipanggil ke rumah lhoo.. Jadi, untuk warga Purworejo dan sekitarnya, yang komputer, laptop atau printernya mengalami kerusakan, atau ingin menge-print namun tidak sempat kemana-mana, bisa hubungi Mas Jeffri ini disini:
WA: +62 857-4783-9495
PIN BBM: 5849A71C



Senin, 05 September 2016

1 Rahasia Ini Bisa Membuat Para Emak Akur dengan Magic Com


Hello Emak, pernah nggak sih kita bersyukur karena terlahir di abad dimana semua kegiatan terbantu dengan teknologi? Gimana enggak? Dari cuci baju sampe masak nasi, keduanya bisa disambi. Iya apa iya?

Bandingkan dengan jaman dulu sebelum ada mesin cuci. Emak-emak kita mesti nimba air dulu untuk mengisi bak cuci. Setelah itu mesti mengucek, peras, isi air lagi, bilas, nimba air lagi, bilas lagi, sampai sabunnya benar-benar bersih. Setelah itu, menjemur pun mesti menunggu lama supaya pakaian benar-benar kering. Sekarang? Udah ada pompa air. Bahkan kita ngga perlu lagi repot-repot mati-nyala si pompa karena sudah otomatis mengsi kalau torn kosong. Ya ‘kan? Mau mencuci, tinggal masukkan ke mesin, pencat-pencet nat nit nut, lalu selesai sendiri dalam kondisi hampir kering. Hanya diangin-anginkan saja, cucian bisa kering dengan sempurna.

Begitu juga dengan memasak nasi. Tinggal cuci beras, kasih air, taruh di magic com, tekan tombol “cook”, tau-tau nasi udah mateng aja. Kalo jaman dulu? Ya mesti di-aron lah, ditanak lah, dan masih ada istilah lainnya yang saya ngga ngerti. Dan urusan masak nasi ini ngga bisa ditinggal, karena kita mesti menjaga lilin, eh api. :D

gambar magic com diambil dari prabotrumah.blogspot.com

Makanya, beruntung lah generasi masa kini, yang bisa leha-leha hemat tenaga lebih banyak dibanding para pendahulu kita. Kalaulah mereka tau, anak-anak mereka yang banyak leha-leha ini masih sering ngeluh kurang piknik, padahal sehari-hari mereka udah mainan internet yang bisa membawa mereka jalan-jalan kemanapun mereka mau. Sementara emak-emak kita hampir seluruh waktunya cuma berkutat untuk urusan sumur, dapur, kasur. “Heiii, isih enak jamanmu yooo... Mau hidup di jamanku?”, mereka akan tantang begitu kali ya... >_<

Tapi ya, dasarnya kita ini udah “dimalaskan” oleh jaman, hingga masak nasi pake penanak ajaib itu aja masih suka asal-asalan. Ujung-ujungnya ngeluh, “Lama amat sih matengnya?” atau “Ini mesti direndem berapa lama biar bisa gampang dicuci teflonnya?”

Lah, berarti pada belum tau ya rahasianya? Sini aku bisikin. “Air Panas”, itulah rahasianya.

1.       Nasi lama matangnya? Pakai air panas. Masak air secukupnya sembari kita mencuci beras. Setelah beras bersih, masukkan air yang sudah mendidih. Insya Allah, nasi jadi lebih cepat matang. Dan yang lebih penting, hemat listrik dan hemat waktu juga. Betul tidak? Iya, karena si magic com ini juga butuh waktu dan listrik ‘kan untuk membuat airnya panas.

2.       Teflon susah dicuci? Pakai air panas. Masih dengan “the power of hot water”. Gunakan air panas untuk merendam teflon yang tertempeli nasi kering. Nasi-nasi yang mengering karena efek panas yang terus-menerus ini, membuat si teflon jadi susah dicuci. Dengan air panas, nasi kering jadi lebih mudah mengelupas. Ini bisa hemat waktu juga, daripada direndem pakai air dingin, nunggunya mah lama.

Gimana biar nasi ngga terlanjur kering? Cabut kabel magic com seusai makan malam, Insya Allah nasi ngga akan berkerak di dinding-dinding teflon karena kepanasan. Dan lagi, hemat listrik juga, ya ‘kan?

Arin mah hemat-hemat melulu.. Hahaa..habisnya magic com ini dayanya gede juga lho, Mak... Konon katanya, konsumsi dayanya ketika menanak nasi adalah 465 watt dan ketika menghangatkan nasi adalah 65 watt. Bandingkan dengan dispenser yang hanya sekitar 250 watt saat dinyalakan dan 6 watt saat stand by atau kipas angin yang hanya sekitar 103 watt saat dinyalakan.

Kalau dipakainya 9 jam per hari (masak nasi 1 jam, dan menghangatkan 8 jam, kira-kira biaya pemakaian listrik sebulannya adalah  Rp 14.775,-. Itu kalau hanya dipakai 9 jam, lho. Kalau nyala terus-terusan?

“Ah, Rp 14.775,- doang? Keciiiiilll..”

Memang sih kelihatannya “cuma” segitu. Tapi ini belum ditambah dengan biaya Kulkas, kipas angin, mesin cuci, AC, blender, lampu, TV, Komputer, setrika, dispenser, pompa air, dan alat listrik lainnya juga lho.. Pokoknya jangan kaget aja kalau udah dikalkulasi. Hehe..

Mau hemat atau tidak hemat, pilihan ada di tangan Anda. :D