Langsung ke konten utama

Ketika Gading Tak Boleh Retak

Karena saya pernah sekolah dan belajar bahasa Indonesia, tentu saya tak asing lagi dengan peribahasa yang berbunyi "tak ada gading yang tak retak" yang artinya tak ada manusia yang sempurna.

Namun akhir-akhir ini, banyak yang menginginkan kesempurnaan dari sosok bernama manusia. Siapa yang menginginkannya? Manusia juga. Tanpa menyadari bahwa dirinya sendiri juga mempunyai kekurangan, seseorang terkadang berharap lebih terhadap orang lain.

Tak usah jauh-jauh. Lihat saja pendidikan kita, yang menuntut setiap orang menguasai banyak bidang "dengan baik". Kalau tidak, resikonya tidak naik kelas. Bahkan beberapa tahun lalu lebih sadis, tidak akan lulus jika nilai ujian nasionalnya dibawah standar. Alhamdulillah, tahun ini peraturan itu ditiadakan. Saya termasuk "korban" loh, hihi.. Di tahun kelulusan saya dulu, saya sempat deg-degan, khawatir tidak lulus.

Kembali ke soal di atas. Banyak sekali manusia yang menganggap dirinya lebih baik dari manusia lainnya. Yah memang sih ya, gajah di pelupuk mata selalu tak tampak sedangkan kuman di seberang lautan selalu mudah terlihat. Eh, kita belajar peribahasa lagi ini, hihi.. :D

Padahal kalau mau diingat-ingat, Pak Habibie saja punya kekurangan. Meskipun beliau sangat ahli dalam membuat pesawat, kecerdasannya pun tak payah diragukan lagi, tapi beliau ini polos dalam berpolitik. Ya you know lah, orang-orang macam apa yang doyan ngurusi politik. Kebanyakan, kebanyakan loh yaaa, kebanyakan dari politikus itu ya bermental TIKUS. Dan itulah kekurangan Pak Habibie.

Mau contoh lain lagi?

Raja Dangdut Rhoma Irama, siapa yang tak kenal? Dari kata "lari pagi" saja bisa jadi lagu yang indah lewat tangannya. Beliau itu, meskipun lihai dalam menggubah nada, tapi ada kurangnya juga. Kurangnya apa? Hehe, bagi saya sih, kurang setia. :p

Manusia itu tempatnya khilaf, salah, lupa. Yang Maha Sempurna hanyalah Allah Ta'ala. Jadi stop lah menghina-hina orang lain, apalagi sampai memojokkan orang yang kamu benci. Ayo belajar mengevaluasi diri sendiri, sudah sebermanfaat apa kita bagi orang lain?

Dan kembali lagi, tak ada gading yang tak retak. Maklumi sajalah.






Komentar

  1. bener mba... aku kdg abis sabar kalo baca di berita, tv, majalah, ttg sekelompok org yg ngejelek2in kelompok yg lain, trs merembet ke para pengikutnya yg nulis hal2 berbau provokatif di fb ato media sosial.. ujung2nya berantem deh.. jujurnya, udh bnyk temen2 yg aku unfriend, block, ampe unfollow cuma gara2 mereka menghina ato nyebarin link menghasut yg bikin panas.. FB ku jadi kotor -__-.. jd ga peduli sodara sendiri, ato sahabat, lgs aku delete.. jd org kok ya ga bs mikir positif gitu -_-

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Pos populer dari blog ini

Heavenly Blush, Cara Enak Konsumsi Yogurt

Apa yang kamu ketahui tentang yogurt? Minuman asem manis yang terbuat dari susu? Yes, nggak salah. Seperti dikutip dari Wikipedia;

Yoghurt atau Yogurt, adalah susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri. Yogurt dapat dibuat dari susu apa saja, termasuk sari kacang kedelai. Produksi modern saat ini didominasi susu sapi. Fermentasi gula susu atau laktosa, menghasilkan asam laktat yang berperan dalam protein susu untuk menghasilkan tekstur seperti gel dan aroma unik pada yogurt.
Jadi, sudah tahu kan, kenapa tekstur yogurt itu lebih kental dari susu? Yups, itu karena fermentasi gula susu atau laktosa itu tadi. Sekarang ini, yogurt bisa kita temui dalam berbagai rasa. Mau rasa cokelat, vanilla, plain, atau rasa buah-buahan, di pasaran sudah banyak diperjualbelikan.
Oke, itu kalau yogurt dalam bentuk minuman. Ini ada yang beda loh! Yogurt-nya bisa dimakan, karena bentuknya berupa snack atau cemilan. Hmmm, penasaran kan? Yuk, kenalan dulu sama Heavenly Blush Tummy Yogurt Bar. 
Ada dua rasa H…

Gara-Gara Upin dan Ipin

Siapa tak kenal Upin Ipin? Serial animasi yang diimpor dari negeri tetangga ini setiap hari menghiasi layar kaca. Meskipun tak sedikit yang mengkritik acara ini, terutama karena adanya tokoh Bang Sally yang sedikit melambai, tapi jujur saja saya tetap suka dan tetap menyuguhkannya untuk anak-anak.
Memangnya, nggak khawatir anak-anak akan jadi gagap bahasa? Hehe, terus terang, tidak. Malah, anak-anak (Amay khususnya, karena Aga belum bisa bicara), jadi makin bertambah kosa-katanya. Amay jadi tahu bahwa di Malaysia, sepatu disebut kasut, dan sepeda disebut basikal. 
Tentu, sebelumnya saya jelaskan juga bahwa bahasa Melayu sedikit berbeda dengan bahasa Indonesia. Misalnya pada kata seronok, jika di Indonesia kata ini berkonotasi negatif (meskipun di KBBI, seronok memiliki arti; menyenangkan hati, sedap dilihat), maka di Malaysia sana, kata seronok berarti bahagia. 
Lalu, apa saja sih, pengaruh positif yang saya (dan anak-anak) dapat setelah (ikut) menonton Upin Ipin?
1. Gara-gara Upin Ipin, …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …