Langsung ke konten utama

Ternyata Saya Pernah Mengalami Baby Blues Syndrome

Baby Blues Syndrome, sebuah sindrom yang saya ketahui artinya ketika duduk di bangku SMA kelas 2. Siapa yang menyangka, saya akan mengalaminya juga? Mungkin Anda yang membaca pun mengalami, namun tak sadar dengan apa yang Anda alami.





Ternyata, apa yang saya alami pada judul di atas, merupakan gejala awal Baby Blues Syndrome.



Ciri-ciri Baby Blues Syndrome sendiri menurut www.tipsbayi.com, antara lain;

1. Menangis tanpa sebab yang jelas. Selain menangis sewaktu bingung memilih antara memandikan Amay yang hanya ingin dimandikan oleh saya atau menyusui Aga yang sedang menangis, beberapa kali air mata saya berderai ketika melihat Amay dan Aga tidur dengan wajah polosnya.


2. Mudah kesal. Kalau diingat-ingat, iya deh kayaknya. Saya sering marah hanya karena hal-hal sepele.



3. Lelah. Pasti lah, namanya juga punya bayi kan? Dan ya, memang saya tidak seberuntung teman-teman saya yang lain. Teman-teman yang saya maksud disini adalah teman seangkatan yang juga melahirkan dalm waktu yang hampir bersamaan dengan saya. Kalau teman-teman saya punya ibu yang bisa membantu ini itu, saya tidak. Sedih sekali memang jika mengingat hal itu.



4. Cemas.



5. Tidak sabaran. Hihi, harus jujur saya katakan, iya, saya pernah begitu. Banyak hal yang membuat saya tidak sabaran, terutama pasca melahirkan.



6. Enggan memperhatikan si bayi. Kalau ini sih kayaknya engga.



7. Tidak percaya diri.



8. Sulit beristirahat dengan tenang.



9. Mudah tersinggung.



Kalau ada diantara ciri-ciri di atas yang Anda alami, kemungkinan Anda mengalami yang namanya Baby Blues Syndrome. Tenang saja, banyak koq yang mengalaminya. Namun tentu saja, para ibu yang baru saja melahirkan memerlukan perhatian yang lebih. Tidak hanya dari suami, namun juga dari lingkungan sekitarnya. Jika tidak, kondisi ini akan mudah menjalar, menjadi Postpartum Depression.



Beberapa orang di lingkungan tempat tinggal saya mengalami ini. Belum diketahui secara pasti apa penyebab Postpartum Depression ini, namun ada beberapa faktor yang diketahui cukup berpengaruh, yaitu;

1. Perubahan hormon si ibu.
2. Tekanan menjadi ibu baru.
3. Ada sejarah keluarga terkait dengan depresi.
4. Kurangnya bantuan ketika melahirkan.
5. Merasa terisolasi.
6. Kelelahan.


Sampai saat ini, saya tak henti-hentinya bersyukur, karena saya memiliki keluarga yang sangat perhatian, meskipun ibu sudah tiada. Banyak yang bersedia membantu, bahkan kakak saya (Mbak Ita) khusus datang dari Semarang untuk menemani saya di hari-hari pertama. Mbak Ita juga lah yang mengajari saya bagaimana memandikan bayi, ketika Amay lahir empat tahun lalu



Alhamdulillah juga, dua kali menjalani persalinan, suami selalu berada di dekat saya. Meskipun di persalinan pertama suami tidak bisa masuk ke ruang operasi (saya menjalani persalinan secara caesar), namun saya tahu, di luar sana beliau sedang menunggu. Dan alhamdulillah, di persalinan yang ke dua, beliau senantiasa mendampingi dalam persalinan normal yang saya jalani.

Komentar

  1. Ternyata baby blues banyak banget ya ciri-cirinya. Baru tahu Mbak. Terma kasih untuk sharingnya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba.. Banyak yang tidak sadar kalau dirinya mengalami.

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Postingan populer dari blog ini

Kasih Tak Sampai Antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri

Pertama kali membaca novel ini adalah ketika saya duduk di bangku SMA. Karena apa lagi jika bukan oleh tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia? Sebelumnya, saya hanya mendengar kisah Sitti Nurbaya dan Samsulbahri yang harus menderita karena kisah cintanya terhalang oleh Datuk Meringgih yang tak punya hati. Dan dulunya, saya pikir, orang tua Sitti Nurbaya lah yang tega menukar kebahagiaan sang putri hanya demi pundi-pundi duniawi. Apalagi, ini didukung dengan syair lagu yang dibawakan suara melengking milik Ari Lasso, yang saat itu masih menjadi vocalis grup band Dewa 19, berjudul "Cukup Siti Nurbaya". "Oh... Memang dunia, buramkan satu logika
Seolah-olah, hidup kita ini

Hanya ternilai s'batas rupiah Cukup Siti Nurbaya yang mengalami
Pahitnya dunia

Hidupku, kamu, dan mereka semua
Takkan ada yang bisa memaksakan jalan
Hidup yang 'kan tertempuh Dengarkan manusia yang terasah falsafah
Sesaat katanya

Itu bukan dogma"
Tapi ternyata, setelah membaca keseluruhan isi novelnya, …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Menikmati Olahan Jamur dan Tumpengan di La Taverna Solo

Rabu 16 Agustus yang lalu, saya dan beberapa teman Blogger Solo, makan siang di sebuah tempat bernama La Taverna. Kami sempat bertanya-tanya, La Taverna artinya apa sih? Dan setelah tanya Mbah Google, ketemu deh jawabannya. La Taverna berasal dari bahasa Italia, yang memiliki arti Kedai.
Tapi jangan bayangkan La Taverna ini seperti kedai-kedai biasanya yaa.. Tidak sama sekali!
Lalu menu apa yang kita santap dan nikmati? Lihatlah foto paling atas. Ada sate jamur, nasi goreng jamur, tongseng jamur, dan masih banyak lagi. Olahan jamur memang jadi menu andalan di sini. Meski begitu, La Taverna menyediakan aneka olahan pasta dan steak juga, yang tak kalah istimewanya.
Jujur, menyantap menu serba jamur, saya jadi teringat masa-masa masih berdua saja dengan suami. Waktu itu, kami masih pengantin baru dan masih tinggal di Jogja. Belum ada Amay, apalagi Aga. Suatu hari suami mengajak saya mencicipi menu serba jamur di salah satu resto di Jogja, dan saya ketagihan. Sejak pindah ke Solo, saya b…