Langsung ke konten utama

Cake Cokelat Klasik 'Gak Pake Ribet untuk Pakdhe dan Budhe

Saya adalah ibu rumah tangga yang kurang pandai memasak. Karena memang hobi saya tidak ada kaitannya dengan dapur. Maka dari itu, peralatan rumah tangga yang saya punya hanya yang standar-standar saja. Bagaimana bisa memasak jika peralatan di dapur tidak lengkap?

Suatu hari, hati saya tergerak untuk ikut-ikut berkreasi di dapur, supaya terlihat kekinian, haha... Habisnya banyak banget ibu-ibu muda yang bikin iri karena rajin sekali posting foto masakan atau kue buatan mereka. Saya pun mengajukan proposal pada suami untuk dibelikan mixer, dan alhamdulillah disetujui.

Beberapa kali saya membuat cake sederhana, dengan resep dari buku yang saya beli di sebuah bazaar. Alhamdulillah, Amay, anak sulung saya, suka. Dia bahkan sempat ketagihan dan meminta saya membuatkan cake kembali.

Meski begitu, cake buatan saya hanya itu-itu saja. Cake kukus, karena hingga saat ini saya belum memiliki oven (dan memang belum berniat membeli, karena masih takut menggunakannya). Pun, loyang yang saya punya hanya satu, dan bentuknya kotak standar saja. Jangan tertawa yaaa, hehe...

Satu lagi bukti cueknya saya dengan peralatan dapur yang minim. Timbangan kue. Saya tidak memilikinya. Lalu, bagaimana saya membuat kue? Dengan sendok sebagai penakarnya. Awalnya sih pakai ilmu kira-kira. Tapi kemudian saya menemukan ini sebagai panduan.


Cake buatan saya gampang sekali. Resepnya cocok untuk para pemula, seperti saya. Bahkan jika saya ibaratkan, anak kecil saja bisa membuatnya, asalkan sudah bisa membaca dan menghitung. Selain itu, cake ini juga dapat dibuat oleh kita-kita yang memiliki peralatan seadanya. Gak pake ribet deh, pokoknya.

Penasaran? Ini dia resepnya;

Bahan yang ddibutuhkan:
1. 5 butir telur
2. 8 sdm terigu
3. 13 sdm gula pasir
4. 3 sdm cokelat bubuk
5. 1/2 sdt ovalet
6. 3 sdm margarin yang sudah dilelehkan

Cara membuatnya simpel sekali.
1. Kocok telur dengan ovalet hingga mengembang.
2. Masukkan gula pasir, tepung terigu, dan cokelat bubuk, sedikit demi sedikit.
3. Terakhir masukkan margarin cair sambil terus dikocok.
4. Masukkan adonan ke dalam loyang yang sudah diolesi margarin dan dilapisi tepung.
5. Kukus selama kurang lebih 20 menit.

Oiya, ada satu tips yang mungkin sudah banyak yang tahu, namun saya akan menuliskan kembali supaya tidak terlupa. Ketika mengukus, bungkus tutup kukusan/dandang dengan kain/serbet (yang bersih loh yaa..) Tujuannya adalah agar uap air tidak menetes ke dalam adonan. Karena jika adonan tercemar uap air, kue yang kita buat akan bantat.


cake, sebelum dan sesudah dioles dengan cokelat oles


cake cokelat teman minum kopi atau teh

Cake sudah siap disantap. Jika ingin lebih nikmat lagi, kita dapat mengolesi cake kukus tadi dengan selai atau cokelat oles. Seperti kali ini saya menggunakan cokelat oles sebagai topping.

Mudah bukan? Saya yakin budhe juga bisa membuatnya untuk pakdhe. Ini sepotong kue dari saya untuk pakdhe. :) 




Komentar

  1. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam GA Mini: Sepotong Kue Untuk Pakde
    Segera dicatat sebagai peserta
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Pos populer dari blog ini

Heavenly Blush, Cara Enak Konsumsi Yogurt

Apa yang kamu ketahui tentang yogurt? Minuman asem manis yang terbuat dari susu? Yes, nggak salah. Seperti dikutip dari Wikipedia;

Yoghurt atau Yogurt, adalah susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri. Yogurt dapat dibuat dari susu apa saja, termasuk sari kacang kedelai. Produksi modern saat ini didominasi susu sapi. Fermentasi gula susu atau laktosa, menghasilkan asam laktat yang berperan dalam protein susu untuk menghasilkan tekstur seperti gel dan aroma unik pada yogurt.
Jadi, sudah tahu kan, kenapa tekstur yogurt itu lebih kental dari susu? Yups, itu karena fermentasi gula susu atau laktosa itu tadi. Sekarang ini, yogurt bisa kita temui dalam berbagai rasa. Mau rasa cokelat, vanilla, plain, atau rasa buah-buahan, di pasaran sudah banyak diperjualbelikan.
Oke, itu kalau yogurt dalam bentuk minuman. Ini ada yang beda loh! Yogurt-nya bisa dimakan, karena bentuknya berupa snack atau cemilan. Hmmm, penasaran kan? Yuk, kenalan dulu sama Heavenly Blush Tummy Yogurt Bar. 
Ada dua rasa H…

Gara-Gara Upin dan Ipin

Siapa tak kenal Upin Ipin? Serial animasi yang diimpor dari negeri tetangga ini setiap hari menghiasi layar kaca. Meskipun tak sedikit yang mengkritik acara ini, terutama karena adanya tokoh Bang Sally yang sedikit melambai, tapi jujur saja saya tetap suka dan tetap menyuguhkannya untuk anak-anak.
Memangnya, nggak khawatir anak-anak akan jadi gagap bahasa? Hehe, terus terang, tidak. Malah, anak-anak (Amay khususnya, karena Aga belum bisa bicara), jadi makin bertambah kosa-katanya. Amay jadi tahu bahwa di Malaysia, sepatu disebut kasut, dan sepeda disebut basikal. 
Tentu, sebelumnya saya jelaskan juga bahwa bahasa Melayu sedikit berbeda dengan bahasa Indonesia. Misalnya pada kata seronok, jika di Indonesia kata ini berkonotasi negatif (meskipun di KBBI, seronok memiliki arti; menyenangkan hati, sedap dilihat), maka di Malaysia sana, kata seronok berarti bahagia. 
Lalu, apa saja sih, pengaruh positif yang saya (dan anak-anak) dapat setelah (ikut) menonton Upin Ipin?
1. Gara-gara Upin Ipin, …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …