Langsung ke konten utama

Momen Manis di Es Krim Tentrem Solo


Di penghujung Januari, kami kedatangan tamu istimewa. Teman sejak jaman perjuangan, Miss Fety namanya. Dia datang ke Solo bersama suaminya, yang biasa dipanggil Aa', setelah sebelumnya menghadiri acara di Jogja. Oiya, sebelum semuanya saya tulis, saya informasikan bahwa semua foto dalam postingan ini adalah milik Mas Wahyudi, suami Miss Fety.

Ketika beberapa hari sebelumnya Miss Fety mengabari akan pergi ke Jogja, saya sudah wanti-wanti, "Pokoknya harus mampir Solo!" Dan Alhamdulillah, kedatangannya adalah rezeki yang dinanti-nanti.

Awalnya, kami berencana pergi ke "Grebeg Sudiro". Tapi karena Grebeg Sudiro dimulai jam 2 siang, sementara Miss Fety baru sampai di rumah jam 3, akhirnya rencana itu kami urungkan. Ya masa' baru datang langsung diajak keluar, hehehe... 

es krim Jamaica, es krim tentrem

Akhirnya, jam 5 sore kami meluncur dengan taxi, ke angkringan modern, Cafe Tiga Tjeret. Cafe Tiga Tjeret memang jadi andalan kami untuk menjamu tamu. :)

Disana, kami shalat maghrib sekalian.

Setelah puas menikmati makanan di Cafe Tiga Tjeret, kami berjalan ke arah selatan, melewati Pasar Triwindu, pasar yang menyediakan barang-barang antik di Solo. Kami berjalan di trotoar. Solo itu memang nyaman, trotoarnya lebar, enak buat jalan.

Es Krim Upin Ipin, Es Krim Tentrem Solo

Saat berjalan ke arah selatan itu, mata kami tertuju pada bangunan di pojokan perempatan Ngarsopuro. Iya, ada bangunan bertuliskan Es Krim Tentrem. Awalnya kami masih bingung apakah akan mampir kesana atau tidak, karena terus terang perut kami sudah kenyang. Lalu suami saya bilang, "Udah, ntar penasaran, lho. Kita beli 1-1 aja buat berdua." Aha, ide bagus! 

Kami pun sepakat untuk masuk ke dalam.

Agak rame, tapi Alhamdulillah kami malah dapat tempat duduk "sisa" yang oke. Dengan sofa yang empuk, pas banget deh buat pasukan kami. Saya langsung menghempaskan tubuh disana. Maklum, menggendong Aga dan berjalan dari Cafe Tiga Tjeret sampai Es Krim Tentrem, lumayan bikin ngos-ngosan juga. :D

Sebenarnya ada tempat di lantai dua juga, tapi lantai dua belum akan dibuka jika di lantai satu masih ada space yang kosong.

Narsis dulu di Es Krim Tentrem. Yaaah...Aganya ga jelas deh. Ga mau diem sih.

Tak lama kemudian, pesanan kami pun datang. Es krim Upin-Ipin, Es Krim Jamaica, dan satu lagi pesanan Miss Fety, entah apa namanya.

Kami saling mencicipi es krim yang satu dan yang lainnya.

Aga, nggak sabar mau mencicipi Es Krim, nih, kayaknya. :)

Es Krim Upin-Ipin, sengaja kami pilihkan untuk Amay dan Aga. Rasa vanilanya sangat kuat. Es Krimnya pun lembut. Di bagian bawah es krim ini, ada dua potong wafer coklat sebagai pelengkap. Plating-nya cakep, pakai wadah yang bentuknya mirip centong/sendok besar. Dan bentuknya, lucu 'kan? :)

Es Krim Jamaica, rasa coklat. Es krim ini diletakkan di dalam crepes yang dibetuk menyerupai mangkok. Di atasnya diberi hiasan buah cerry. Oiya, ada butiran-butiran kacang juga. Nikmat deh, pokoknya. 

Es Krim pesanan Miss Fety, ada tiga rasa di dalamnya. Yang hijau rasa melon, enak banget. Yang pink rasa strawberry, dan yang biru...mmm, we've no idea ini rasa apa, tapi seperti permen karet. Enak juga. Pelengkap es krim ini ada biskuit marie, cornflakes, dan kristal agar berbentuk potongan jeruk.


Narsis dulu sebelum pulang.

Setelah es krim habis dan keringat kering (haha...secara habis jalan, ngos-ngosan, keringetan), kami pun bersiap-siap pulang. Kami pun menelepon taxi langganan. Taxi Kosti yang bisa ditelepon di nomor (0271) 856300. 

Komentar

  1. Hai mbak arin kalau tempat makan ice cream emang paling enak kumpul bareng temen ngobrol lama jd ngak terasa ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba.. Apalagi tempatnya juga nyaman.. Waaa...betah banget deh..hehe..
      Makasih sudah berkunjung mba.. :)

      Hapus
  2. Lucu ya namanya "es krim upin-ipin".. itu gimana rasanya ya Mba? Terbayang sama kartun ipin-upin yang boytak, hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa.. Lucunya lagi, yg upin ada 1 rambut dr coklat..hihi

      Hapus
  3. loh mbak, panjenengan orang solo? solonya dimana? hiks blm pernah nyobain es tentrem

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas.. Lhaaa..tak kira udah tau. Xixixi... Saya sementara ini tinggal di Colomadu Mas..dkt embarkasi.
      Wah masa' blm nyoba Mas? Njenengan kan hobi jalan2 dan makan2..hehehe

      Hapus
  4. suamiku org solo, jd aku sering mudik kesana dan jelajah kuliner solo yg enak2 itu ^o^.. es tentrem solo kesukaanku banget mbaa! tapi ada 1 es krim yg aku ga bisa ga mesen tiap kali ksana, itu es potong tentrem ^o^.. ya ampuuunnnnn sukaaa bgttttt... kyk ada rasa rum nya gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh es potong itu yg es goreng bukan si? Yg biasanya dicelupin ke coklat? Saya baru sekali ini sih..jd baru nyoba itu aja..hehe

      Hapus
  5. wih aku penyuka es krim dan itu es krimnya unik2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa..lucu2 banget mak.. Enak juga..:D

      Hapus
  6. Duuuh esnya imuuut. Jadi gak tega kalo mau makan. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi, iya Mba.. kasihan matanya dimakan, rambutnya dimakan.. oouuww..

      Hapus
    2. Duuuh, tapi kalo gak dimakan juga, buat apa beli? :D

      Hapus
    3. iya bener..malah cair kan..hehehe...

      Hapus
  7. ice cream upin-ipinnya imut Mbak :)

    BalasHapus
  8. Bikin meleleh hatinya akuuh.. pengenn. tapi ga tega makaan :')

    BalasHapus
  9. es krimnya unik-unik...bikin ngiler tapi sayang kalo dimakan..hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo ga dimakan kan jadinya malah cair, hihihi

      Hapus
  10. jaman kuliah belum sekalipun kesini mba... maklum kantong mahasiswa yg cuma cukup buat beli nasi kucing 2 bungkus. heuheu... price list nya gak disebut mba? kali aja bisa mampir sana klo main solo lagi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah iya lupaa... itu yg upin ipin 18rb. rata2 segitu sih, meski ada yg 20an ribu juga..

      Hapus
  11. es krim upin ipinnya lucu, mbak.
    kayaknya sekali emplok aja ya ukurannya? hihihi

    BalasHapus

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Pos populer dari blog ini

Belajar Tegar dari Seorang Widi Utami, Blogger Perempuan Penyandang Tunarungu yang Sarat Prestasi

Kalau kita, mendengar dengan telinga, maka ia, mendengar dengan mata. Satu yang ditakutinya, gelap. Karena di tengah kegelapan, bukan saja ia tak bisa melihat, namun ia juga tak bisa mendengar.
Widi Utami namanya. Blogger sholihah, yang punya banyak cita-cita mulia. Ia adalah penulis yang hebat, meski di usianya yang ke empat, ia harus kehilangan fungsi indra pendengarnya karena jatuh saat berlari menyambut sang kakak.

Saya sering berbincang dengannya, karena saya, Mbak Widut (begitu kami akrab menyapanya) dan Mbak Rani, membentuk sebuah grup yang iseng kami beri nama #BloggerKAH. Nama #BloggerKAH diambil dari huruf depan nama anak-anak kami; Kevin, Amay & Aga, juga Han. 
Mbak Widut adalah penulis berbakat. Kalau teman-teman ingin membaca tulisan-tulisannya, blognya ada 2; widutblog.blogspot.co.id dan widiutami.com. Ia sudah mempunyai sebuah buku berjudul "Mahkota untuk Emak", yang saat launchingnya dihadiri oleh penulis terkenal Habiburrahman El Shirazy. Memang di buku …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Esther Ariesta, Blogger Perempuan yang Seorang Vegetarian

Esther Ariesta, seorang blogger lulusan Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya, yang pernah tinggal di Bali, dan sejak desember tahun lalu menetap di Finlandia setelah menikah dengan pria asal negara itu. Oya, first of all, saya ingin kembali mengucapkan selamat atas pernikahannya. Semoga pernikahannya membawa kebahagiaan, hingga maut memisahkan.
Membaca blognya, saya langsung tertarik untuk membahas tentang vegetarian. Iya, sejak 24 Desember 2015 lalu, Mbak Esther memang memutuskan untuk menjadi 100% vegetarian. Itu keputusannya, karena ia mengasihi binatang. Memang, vegetarian tak melulu soal kepercayaan suatu agama, tapi bisa juga karena alasan kesehatan, atau simply karena menyayangi binatang. Seperti definisi Vegetarian berikut ini: a person who does not eat meat, and sometimes other animal products, especially for moral, religious, or health reasons.
Menjadi vegetarian pun ada macamnya. Ada yang full 100% seperti Mbak Esther, tetapi ada juga yang masih mengonsumsi produk hewani sepe…