Langsung ke konten utama

Susi Susindra, Sosok Kartini Masa Kini

Kartini...
Gejolak hati yang ingin merdeka
Merdeka... Bebas dari kungkungan adat
kuno yang tak mau berfikir tinggi
Bebas dari kamar pingitan gadis 
Indonesia.
(Sepotong sajak Raden Ajeng Kartini oleh Tika Diah Savitri, siswi SMP Sumbangsih kelas IA, Jakarta, yang dimuat di harian Kompas, 5 Agustus 1977, halaman 5)

Seperti ingin menyematkan predikat Kartini dalam sosok lain, alam pun menentukan bahwa nama Mbak Susi Ernawati Susindra lah yang keluar dalam arisan link periode IV. Bagaimana tidak? Seperti Kartini, Mbak Susi adalah wanita hebat yang juga berasal dari kota ukir, Jepara. Dan mungkin jika Kartini bisa melihat, beliau akan tersenyum ketika melihat perjuangannya tak sia-sia. Wanita yang dahulu terkungkung dalam batasan-batasan, kini bisa mengukir prestasi dalam berbagai bidang. Mbak Susi, adalah sosok yang mewakili wanita-wanita berprestasi itu.

Susi Susindra atau kerap dijuluki Susi Bukan Menteri, adalah wanita yang multitalenta. Ia adalah seorang penulis, blogger, juga seorang pengusaha. Ssssttt...usahanya bersama sang suami sudah go international lho.. Hmm.. *apa kabar usaha cilokmu, Rin? :p

Saya mengenal beliau sudah lama (meski hanya sebatas di dunia maya), namun benar-benar berkomunikasi secara intens setelah sama-sama tergabung dalam grup V arisan link Blogger Perempuan, dengan beliau sebagai "juru kunci". Yang paling saya ingat tentang beliau adalah sandal ukirnya. Aduh, beneran ya, orang kreatif mah bisaaa aja mengubah barang biasa menjadi lebih bernilai. Dan FYI, belum lama ini beliau juga memberikan sandal ukir pada Dian Sastro loh. Eleuh, keren bener bisa ketemu si Rinta, eh si Cinta ding.. :D


sandal ukir dian sastro, cakep yak?
Mbak Susi ini orangnya humble banget. Nggak percaya? Coba aja pergi ke www.susindra.com dan buka kolom "Saya". Kegiatannya seabrek, tapi di facebooknya, beliau nggak pernah merasa sok sibuk. Beliau ini juga senang membagi ilmu, tanpa sedikit pun terkesan menggurui. Saya yang pernah dikasih pesan dengan "cepretan karet tiga" pun senang-senang saja menerima sarannya. (Kalau istilah Mbak Susi sih "cabenya tiga", tapi karena kalau tobat sambel itu kita ngga akan kapok berbuat "dosa", saya menggantinya dengan istilah "karet tiga", karena langsung kapok, hihi.. Dan saran-saran yang beliau berikan pada saya, sebisa mungkin saya lakukan)

Yang patut dicontoh dari ibu dua orang putra ini (sama dong ya, sekeluarga kita cantik sendiri? hihihi...) adalah, sesibuk apapun, beliau tetap pandai menikmati hidup. Iya lah... Hidup cuma sekali, sayang kalau nggak dinikmati. Mbak Susi sekeluarga, sering sekali jalan-jalan mentadabburi alam. Aiiih, saya jadi merasa makin kurang piknik. >_<

Lihat saja Instagramnya yang beralamat di @susierna1, banyak sekali foto jalan-jalannya. Asik banget yaa..

Susindra family on vacation

Saya sampai heran, nih orang kayak ngga ada capeknya ya... Baterainya full terus (nge-charge-nya pake apa yak? :D). Padahal banyak banget yang harus diurusi. Kalau kemarin banyak yang bilang, saya ini ibu yang multitasking, sebenernya saya mah ngga ada apa-apanya lah dibanding beliau ini. *udah, ngga usah membandingkan diri lagi Rin, kamu mah kalah jauh. >_<

Tapi beneran, senang sekali bisa mengenal Mbak Susi. Masih banyak ilmu yang ingin saya "curi" dari wanita lulusan Pendidikan Bahasa Perancis Universitas Negeri Semarang ini. Tentang menulis, tentang bisnis, juga bahasa Perancis. Supaya saya bisa makin eksis. Halah...is is is is... :D



Komentar

  1. Saya juga nge-fans sama mbak susi begitu mampir di blog-nya. Kiprahnya bikin iri, tidak hanya bergerak lewat tulisan tapi karya nyata beliau juga banyak

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul banget Mbak, apalagi yang teranyar kemarin itu, GPS, Gerakan Pungut Sampah. benar-benar tindakan nyata ya?

      Hapus
    2. Sampai fotonya dipakai buat gerakan anti narkoba ya #eh

      Hapus
    3. Hahaha..iya Mba Rani.. Kurang kreatif memang.. :D

      Hapus
  2. Iya ya, bisa pas gitu kocokan arisannya Mba Susi keluar pas hari Kartinian.
    Kalo uda multitalenta gitu, baterainya kudu full terus keknya ya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener mba.. Alam sudah mengaturnya..xixixi..
      Saya mau tanya mba Susi, baterainya merek apa? Wkwkwk..

      Hapus
  3. Cabe 3-nya diganti cepretan karet tiga, ya. Hahahahaha... ada-ada saja nih Mbak Rinta.
    Kalau saya pakai baterai biasa saja Mbak, kalau habis ya anteng di rumah. sebenarnya sih cuma 3 hari ngeksis 4 hari ngecas badan. hehehehe.... Nah.. soal kegiatan yang seabrek-abrek itu, aslinya karena saya kurang kerjaan dan banyak teman. Jadi ya diajak ke sana ke mari ngikut saja selama suami mau ikut. Kuncinya di suami, sih...

    Oh ya, terima kasih banget ya ulasannya. Senang banget membacanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah betul..kuncinya di suami.. Jadi pengen manggil suami saya juga nih, biar mau ngajak kesana kesini, wahaha...

      Hapus
  4. mbak susi batrenya full.... aku yg di sampingnya kdg mikir, dia makan apaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Jiah, mungkin bukan makan apa, tapi sebanyak apa..haha.. Etapi Mbak Susi langsing sih yaa..hihihi..

      Hapus
  5. Aku aja yang baru ketemu sekali langsung klik sama mbak Susi..pengen banget belajar dari mbak Susi yang bukan menteri ini..hehe

    BalasHapus
  6. Mba Susi begitu familiar ya dikalangan para blogger.. Banyak yang ngefans sama beliau..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba.. Karena rendah hati orangnya..jadi banyak yg suka, hehe..
      Pengen ketemu juga ih sama Mba Rita.. :)

      Hapus
  7. Mba Susi kiprahnya memang jempolan.
    Alhamdulillah pernah bertemu Mba Susi sekali dan beliau kalem orangnya.

    BalasHapus
  8. Jempol tuk mb susi,
    Aku juga sering maen ke blognya
    Bahasanya renyahh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jempol untuk aku, ada juga nggak? :D

      Hapus
    2. Adaaa duong hihi
      Bagi duluk ciloknya
      #tante mbul mulai nglunjak
      Toyorr

      Hapus
  9. Saya jd penasaran. Mampir ke blognya ah....

    BalasHapus
  10. Jadi makin kagum nih sama mbak susi...saya kudu belajar nih dari kalimat ini >>> "sesibuk apapun, beliau tetap pandai menikmati hidup".

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak vantiiii.. Kita juga ngga boleh kalah..xixixi..
      Ayo piknik sm anak2 :D

      Hapus
  11. "Masih banyak ilmu yang ingin saya "curi" dari wanita lulusan Pendidikan Bahasa Perancis Universitas Negeri Semarang ini. Tentang menulis, tentang bisnis, juga bahasa Perancis. Supaya saya bisa makin eksis. Halah...is is is is... :D"

    Tambahin romantis dong... #Maksa
    Sebenarnya semua wanita yang berusaha berpikiran maju itu layak dilabeli Kartini, meski akhirnya ada yang mengatakan sebagai upaya pengerdilan peran Kartini. Tapi jika dengan itu bisa membuat wanita bangga berkarya, mengapa tidak?
    Senang mengenal Mbak Rinta sebagai salah satu Kartini masa kini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya yaa..harusnya ada tambahan romantis juga. kan lengkeeeet terus sama pak indra, hihihi...

      terima kasih sanjungannya mba, saya anggap do'a, semoga Allah mengijabah. :*

      Hapus
  12. Ngomongin, bukan ngrasanin (halah) mbak Susi emang ga ada habisnya ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kata Mbak Susi, "Jangan gabaaah..eh ghibaaah.." >_<

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Pos populer dari blog ini

Saat "Dia" Tertawa di Sampingku

Yeaayyy sudah tanggal 19, itu artinya Blogger KAH kembali datang. Kali ini kami menulis sebuah tema yang terinspirasi dari curhatan-curhatan kecil sehari-hari. Hehe, saya, Mbak Rani, dan Mbak Widut memang suka ngobrol dan curcol. Hingga kemudian lahirlah ide untuk membahasnya di sebuah postingan blog.

Tema kali ini adalah pengalaman horor. Oya, bulan ini kami kedatangan tamu yaa, Mami Susi, yang tampaknya suka banget dengan hal-hal mistis, kami undang untuk bercerita juga.

Silakan baca tulisan Mami Susi Susindra dengan "Wanita Berwajah Rata"nya disini, Mbak Rani dengan Hantu Genit-nya disini, dan Mbak Widut dengan kisah sawannya si K disini
~~~
Sebelumnya saya pernah menulis sebuah kejadian yang menegangkan di rumah bude di Jogja, berjudul "Jangan Baca Ayat Kursi". Waktu itu saya memang tidak merasa apa-apa, karena memang pada dasarnya saya kurang peka dengan keberadaan makhluq astral. Akan tetapi, Amay, yang kala itu belum genap dua tahun, terlihat agak sensitif…

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Jangan Jadi Online Shop Nyebelin

Kalau Asma Nadia punya karya yang judulnya: "jangan jadi muslimah nyebelin", maka yang saya tulis ini mungkin merupakan pengembangannya.

Lagi heboh ya di dunia maya, tentang online shop dan calon pembeli yang salah paham. Jujur, saya pun baru tahu kalau ada satuan "ea" yang artinya "each". Jadi memang sebagai online shop sebaiknya tidak buru-buru emosi, khawatir nantinya malah malu sendiri. Selain itu, nanti malah jadi merugi, pembeli terlanjur kabur dan nggak mau balik lagi.

Hmm..nggak mau kan itu terjadi?

Tapi selain yang di atas tadi, saya juga mau sedikit kasih saran untuk para pelaku online shop. Biar apa? Biar nggak jadi online shop yang nyebelin. Mmm...saya juga jualan lho, jual mukena dan cilok. Tapi karena supplier mukenanya lagi sibuk, jadi sementara saya fokus di cilok saja. *eh...ini bukan promosi, hihi...

Nah, saya juga pengen, sebagai online shop, saya nggak dianggap nyebelin (saya masih berusaha, jika masih dianggap nyebelin juga, dimaafkan…