Langsung ke konten utama

Berkenalan dengan Tia Marty Al-Zahira; Blogger Perempuan yang Multitalenta

Jujur, waktu nulis ini, saya baru berteman dengan Mbak Tia di facebook. Hadeeeh, padahal udah ngobrol ngalor ngidul di WhatsApp yak? Tapi, jangan salahkan saya. Salahkan Mbak Tia, wkwkwk.. Habisnya, friend request dari saya mosok baru di-confirm coba? :(

Mbak Tia sama Choky Sitohang
Saya sih maklum koq, karena memang sepertinya Mbak Tia jarang membuka facebook. Nggak seperti saya, yang seorang Jupe alias Jurig Pesbuk, haha... Tau kan maksudnya Jurig Pesbuk? lol. Mbak Tia ini perlu ditiru. Beliau memang kurang eksis di medsos, tapi karyanyaaa, beuh, eksis dimana-mana, bahkan hingga ke layar kaca. *Apa kabar kamu Arin? Karya baru selembar, eh udah koar-koar. :p 

Nih ya, Mbak Tia itu ternyata penulis skenario loh... Hah? Apah? Iya, kamu ngga salah baca. Jadi jangan main-main, jangan asal nulis status, lebih-lebih lagi bikin masalah sama Mbak Tia ini. Karena bisa-bisa, statusmu, atau kelakuanmu itu jadi ide cerita yang akan ditulisnya, lalu disinetronkan. Hahaha... Mending kalo kamu yang main sinetronnya, ya kan? Kalau cuma dapat sindiran doang? Mbak Tia mah aman, karena biasanya di end of the story suka ada kalimat "cerita ini hanya fiktif belaka. bila ada kesamaan nama, tempat dan sifat (eh ini mah aku karang yaa), maka jangan salahkan si pembuat cerita". :v

Lalu, apa saja karyanya di layar kaca? Nih, disimak...

1. Bro and Bray yang saat ini tayang setiap hari Sabtu dan Minggu jam 14:30 wib di Trans TV.
2. Sitkom Kos-Kosan Jogja. Lagi-lagi di Trans TV. Tapi yang ini sudah tayang Desember 2015 lalu.
3. Lovepedia. Tayang di Trans TV juga setiap Minggu jam 17:30 wib.

Dan yaaa, saya suka setiap kutipan-kutipan kalimat indahnya. Misalnya:
"Tak perlu banyak kata-kata romantis, tapi satu kata yang membuat tersenyum, itu sudah cukup sederhana, bukan?" yang bisa kita temukan disini
atau
"Dicuekin sama kamu rasanya lebih sakit dari hukuman apapun." Rani (disini)

Selain itu, apalagi?

Buku.

Yap, Mbak Tia punya banyak buku yang sudah diterbitkan. Itu sebabnya, profile picture di facebooknya kebanyakan adalah cover buku-bukunya, hihi... 

Kreasi Buket Bunga, salah satu buku Mbak Tia Marty

Cireng Forever, salah satu antologi Mbak Tia Marty

Melihat karya-karyanya yang bertebaran, baik di media elektronik maupun media cetak, saya sih nggak heran. Karena apa? Karena Mbak Tia Marty ini adalah anggota FLP. As we know lah ya, jebolan FLP mah oke semua. :)

tuh kan, bener.. Mbak Tia Marty ini anak FLP. :)

Nah, buat yang mau belajar nulis sama Mbak Tia, ini akun sosmednya yaa, kepoin aja semua, biar ketularan bakatnya. *eh, emang bisa? :D
IG: @tiamartyalzahira
Twitter: @tia_alzahira
Facebook: Tia Marty Al-Zahira

Komentar

  1. Lagi blog walking buat nulis juga soal mbak Tia hehehhe harus kita kepoin nih blognya

    BalasHapus
  2. Dulu pernah gabung juga FLP, cuma mandek wkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa Mba? Sayang kan.. Saya pengen sebenernya.. Tapi katanya sulit..

      Hapus
  3. Asli lho, mbak, aku baru tahu kalau mbak tia ni dah ikut nulis skenario. Ternyata banyak yang top ya, di grup kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya.. Saya juga baru tau. Emang sih ya bener kata peribahasa, air tenang menghanyutkan.. :D

      Hapus
  4. Wah makasih banyak hihihi,itu sampe ngubek-ngubek foto 2012 wakakakak, itu quoteeeenya bikin baper nggak?

    BalasHapus
  5. Wow keren, quote nya juga keren. Akhhhh makin makin terinspirasi deh aku buat belajar nulis yang bermanfaat buat orang lain :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. He em Mba..quotenya bikin baper kan yaa.. Xixii

      Hapus
  6. Waaaaw 2 jempol buat mb tya
    Karyanya dah menasional di program tipi
    Mama amay juga nih selalu top palagi kmaren ciloke uda diaapprove gado2 feminaaa
    Aaaaaakk pengen masukin karya ke media jg ih #misal bobo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tante Mbuuull kamu pasti bisaaaa... Coba deh masukin tulisan kesana.. Ntar pasti aku beli majalahny.. :)

      Hapus
  7. Aduh, tadi pas BW ada foto Mba Tia sama Ibnu Jamil...eh sekarang si abang Choky. Ckckckck enak benerrrr ya ketemu orang cakep terus hihihi.

    BalasHapus
  8. Wis pokok e mbak Tia itu kuereeen ya mbak..
    Lama gak berkunjung, si template baru, lebih fresh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi.. Makasiiiih.. Ini hasil cepretan mami susi.. Jadi berbenah dan belajar lagi.. :D

      Hapus
  9. Mbak Arinta, kata-kata Jurig Pesbuk bikin saya ketawa :D

    BalasHapus
  10. Ayoook mbak Arin... kita saingi mbak Tya....hihihi....

    BalasHapus
  11. semakin aku kepoin mbak tia, aku semakin minder. temen-temen blogger kita kece-kece *apa kabar kamu van??

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo Mba Vantiiii, Mba Vanti itu udah keren dari sononya. tinggal menghidupkan semangat ajaaa..hihihi

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Pos populer dari blog ini

Heavenly Blush, Cara Enak Konsumsi Yogurt

Apa yang kamu ketahui tentang yogurt? Minuman asem manis yang terbuat dari susu? Yes, nggak salah. Seperti dikutip dari Wikipedia;

Yoghurt atau Yogurt, adalah susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri. Yogurt dapat dibuat dari susu apa saja, termasuk sari kacang kedelai. Produksi modern saat ini didominasi susu sapi. Fermentasi gula susu atau laktosa, menghasilkan asam laktat yang berperan dalam protein susu untuk menghasilkan tekstur seperti gel dan aroma unik pada yogurt.
Jadi, sudah tahu kan, kenapa tekstur yogurt itu lebih kental dari susu? Yups, itu karena fermentasi gula susu atau laktosa itu tadi. Sekarang ini, yogurt bisa kita temui dalam berbagai rasa. Mau rasa cokelat, vanilla, plain, atau rasa buah-buahan, di pasaran sudah banyak diperjualbelikan.
Oke, itu kalau yogurt dalam bentuk minuman. Ini ada yang beda loh! Yogurt-nya bisa dimakan, karena bentuknya berupa snack atau cemilan. Hmmm, penasaran kan? Yuk, kenalan dulu sama Heavenly Blush Tummy Yogurt Bar. 
Ada dua rasa H…

Gara-Gara Upin dan Ipin

Siapa tak kenal Upin Ipin? Serial animasi yang diimpor dari negeri tetangga ini setiap hari menghiasi layar kaca. Meskipun tak sedikit yang mengkritik acara ini, terutama karena adanya tokoh Bang Sally yang sedikit melambai, tapi jujur saja saya tetap suka dan tetap menyuguhkannya untuk anak-anak.
Memangnya, nggak khawatir anak-anak akan jadi gagap bahasa? Hehe, terus terang, tidak. Malah, anak-anak (Amay khususnya, karena Aga belum bisa bicara), jadi makin bertambah kosa-katanya. Amay jadi tahu bahwa di Malaysia, sepatu disebut kasut, dan sepeda disebut basikal. 
Tentu, sebelumnya saya jelaskan juga bahwa bahasa Melayu sedikit berbeda dengan bahasa Indonesia. Misalnya pada kata seronok, jika di Indonesia kata ini berkonotasi negatif (meskipun di KBBI, seronok memiliki arti; menyenangkan hati, sedap dilihat), maka di Malaysia sana, kata seronok berarti bahagia. 
Lalu, apa saja sih, pengaruh positif yang saya (dan anak-anak) dapat setelah (ikut) menonton Upin Ipin?
1. Gara-gara Upin Ipin, …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …