Langsung ke konten utama

Jawilan Blogger, Siapa yang Terjawil Berikutnya?

Sudah sebulanan yang lalu saya dijawil sama Tante Mbul alias Gustyanita Pratiwi yang hobinya pamer makanan dan bikin perut keroncongan itu, untuk menjawab tantangan tentang "Jawilan Blogger". Kalau baru dikerjakan sekarang, itu bukan karena saya meremehkan, tapiii, kemarin-kemarin itu saya ada beberapa target tulisan. Hehe, alhamdulillah, bisa membantu satu orang teman penulis yang sedang sakit, untuk menulis outline calon bukunya. Teriring do'a, semoga beliau segera sehat dan kembali produktif menghasilkan karya-karya yang bermanfaat, aamiin...

Selain itu, ada dua lomba juga yang saya jadikan ajang uji nyali dan pengukur kemampuan diri. Apa itu? Pasti paham lah.. Yup, lomba Tempra dan Theragran-M

Karena "sok" fokus di 2 lomba tadi, saya jadi ngga ingat untuk mengerjakan yang lain, hehe... Udah terlanjur pusing soalnya. Saya aja ngga peduli lagi sama hasilnya akan seperti apa. Yang penting udah menang, melawan rasa malas tentunya. 

Baiklah...langsung saja saya ikutan menjawab pertanyaan-pertanyaannya yaaa... :)

1. Guru SD yang paling teringat dan kenangan asyik bersama beliau?
    Semua guru SD saya masih saya ingat sebenarnya. Tapi ada dua guru yang teristimewa.
    #1. Bu Sutar
          Beliau adalah guru saya waktu kelas 1. Saya ini dulu anak bawang, masuk SD umur 5 tahun, jadi belum nalar. Kebetulan Uti (ibunya ibu), dulunya adalah guru di SD saya itu, jadi semua kenal dengan saya, cucunya. Nah, karena saya itu "kurang nalar", Bu Sutarmi sering ke rumah untuk menginfokan segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan sekolah. Dulu di sekolah saya pengumuman hanya disampaikan secara lisan, tanpa surat atau undangan. Karena saya "kurang nalar" itu tadi, jadi Bu Sutar merasa perlu menginfokan secara langsung pada ibu, kapan libur sekolah, kapan tes UUC (Ulangan Umum Caturwulan), dan lain sebagainya. Beliau ini sabaaaar dan cantik sekali. 

    #2. Bu Suji
          Bu Suji adalah wali kelas saya saat kelas 3. Di tangan beliau, saya yang tadinya anak bawang, berhasil meraih ranking 1, 3x berturut-turut. Yang saya ingat dari beliau adalah, rutinitas setiap pagi yang menyuruh kami menghapal penjumlahan dan perkalian dari 1-10. Ini efektif sih, karena kami jadi hapal diluar kepala perkalian dan penjumlahan itu.
Jadi, anak-anak kelas 3, setiap pagi pasti "berisik" dengan hapalan teriakan-teriakan satu ditambah satu sama dengan dua, hingga sepuluh ditambah sepuluh sama dengan dua puluh, atau, satu kali satu sama dengan satu hingga sepuluh kali sepuluh sama dengan seratus. 
Bu Suji ini sudah berpulang ke Rahmatullah. Semoga Allah menjadikan kebaikan-kebaikan beliau, serta ilmu-ilmu yang beliau beri untuk kami, sebagai amal jariyah yang tak pernah putus. Aamiin.. 

2. Temen SMP yang pertama kali teringat dan apa cerita asik dengannya?
    Wah, teman dekat waktu SMP ada banyak yaa, bahkan teman-teman SMP rata-rata jadi teman SMA juga. Tapi ada 3 teman istimewa; Isnaeni, Siti Badriyah dan Azizah. Mereka adalah teman-teman sholihah, insya Allah. Cerita seru kami ada banyak sekali. Yang jelas sih, kami masih berkomunikasi dan saling mengunjungi  hingga saat ini. 
Oya, tanggal lahir Badriyah dan Azizah itu sama. :)

3. Kuliner yang pertama kali teringat, dimana lokasinya dan apa istimewanya?
    Mie Ayam Bojo Loro
Lokasinya di dekat RS Marzoeki Mahdi, Jalan Semeru, Bogor. 
Istimewanya adalah karena disana rasa mie ayamnya enaaak.. Tapi kata Ms. Fety, teman ngajar waktu di Happy Bee, sekarang udah ngga seenak dulu. Hiks...
Dulu yaa, kami sering kesitu. Kadang sama Ms. Budi, kepala sekolah kami, dan beliau yang membayari. Hehe, kalau dibayari, rasanya jadi lebih nikmat. #eh. Tapi saya dan Ms. Fety juga tak jarang pergi kesana berdua atau dengan d'lajangis juga. 

foto: http://www.opensnap.com/en/jakarta/r-mie-ayam-bojoloro-bogor-halal-r37619

4. kapan terakhir kali baca koran edisi cetak? Apa namanya dan dimana bacanya?
Aduh lupa, haha... Tapi kalau ngga salah bulan lalu, di rumah tetangga, saya baca Solopos deh. :)

5. Jika sempat meletakkan gadget, lalu melihat ke sekeliling di tempat umum, apakah kamu melihat keberagaman (manusia) yang ada?
Iya dong. Kalau jemput Amay pulang sekolah, saya jarang sekali bawa HP. Saya lebih sering ngobrol dengan ibu-ibu lainnya. 

6. Angkutan umum yang terakhir kali dinaiki? Asyik ga perjalanannya?
Kalau semingguan yang lalu, saya naik taxi. Enak sih, karena sopir taxinya memutar lagu-lagunya Almarhumah Nike Ardilla, hehe.. Saya salah satu orang yang suka dengan lagu-lagu Nike Ardilla. :D
Kalau perjalanan jauhnya, saya naik kereta waktu pulang ke Purworejo 24 September lalu. Nyaman sih, karena kami naik kereta Joglokerto. 

7. Apakah pagi ini sempat melihat matahari terbit? Kenapa?
Enggak. Karena Solo agak mendung yah... Dan sejujurnya saya biasanya baru membuka pintu ketika Amay akan berangkat sekolah, di hari-hari biasa kan riweuh nyiapin dia sekolah. Dan tadi pagi, hari minggu, pintu baru terbuka saat Pak Yopie mau membeli gula pasir dan teh, wehehehe... 
Kalau di rumah Purworejo, saat pagi, pasti saya sempatkan keluar rumah deh. Udaranya kan segar. Dan biasanya disana itu pas liburan, ngga dikejar-kejar waktu untuk menyiapkan Amay berangkat sekolah. :)

Nah, selesai sudaaah hutang saya.
Sekarang saya mau njawil Uti Astutiana, Bu Ima, Mbak Yang, Bunda Yuni, Mbak Rani R Tyas, dan Mbak Widut, dan Mami Susi Susindra. Hehehe.. Monggo, jika ada waktu luang, dijawab nggih.. Slow saja. :)

Komentar

  1. idem, jombang ujan malah lo,dari pagi, enak hawanya dingin dingin empuk wkwkkww

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah..trus goreng pisang dan singkong..hmmm..

      Hapus
  2. aih dijawail sayang sama mba Arin.. oke mba Uti bakal posting deh jawaban yang uti miliki

    BalasHapus
  3. Sampe saat ni, tembul suka mrinding klo dengerin nike ardila, e bliau mirip ama dian pelangi ga sih??? Maap baru pulang kondangan ni mb rin, tembul baru cek fb, oya yang akohh colek itu sebenere bukan tema yang jawilan blogger inih wkwkkwk, tapi yang blogger sunshine award pertanyaan seputar film hahhaha, tp gapapa deh,Wkwkwkw :*
    Oya mang dulu pernah tinggal di bogor brapa lama ni?

    BalasHapus
    Balasan
    1. maafkeun kalo salah ya tanteee..emak emak lieur ini mah..huhu

      dulu aku di Bogor 4 tahun lebih tante.. antara Cilebut-Ciomas rute tiap harinya :)

      Hapus
  4. Aku teringat sama Bu guru SD yang kejam mudah marah pada murid2nya.. Kami pada takut semua kalo ada pelajaran beliau.. Namanya Bu Sri.. Ahh..jadi terkenang, apa kabarnya ya beliau sekarang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jaman dulu guru galak mah ngga ada yang nuntut ya Mba? coba sekarang, hehe..

      Hapus
  5. NUngguin update-an dari para blogger yng dijawil ah.... *nyruput kopi dulu*

    BalasHapus
    Balasan
    1. xixxii, ntar aku bilang mba rani ah, biar nyolek mba wiwit.. :D

      Hapus
  6. Hahaha.. yah eike ikutan dicolek juga nih? hmm.. baiklah tak bertapa sek

    BalasHapus
  7. aku kok enggak dijawil, mak?

    wkwkwkwkwkwk... :)

    BalasHapus
  8. hahaha baca ini saya jadi ikut menjawabb dalam hati pertanyaannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe..coba jawab dalam satu postingan..:)

      Hapus
  9. dijawil itu apa yah? *pertanyaan serius

    www.travellingaddict.com

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Postingan populer dari blog ini

Kasih Tak Sampai Antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri

Pertama kali membaca novel ini adalah ketika saya duduk di bangku SMA. Karena apa lagi jika bukan oleh tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia? Sebelumnya, saya hanya mendengar kisah Sitti Nurbaya dan Samsulbahri yang harus menderita karena kisah cintanya terhalang oleh Datuk Meringgih yang tak punya hati. Dan dulunya, saya pikir, orang tua Sitti Nurbaya lah yang tega menukar kebahagiaan sang putri hanya demi pundi-pundi duniawi. Apalagi, ini didukung dengan syair lagu yang dibawakan suara melengking milik Ari Lasso, yang saat itu masih menjadi vocalis grup band Dewa 19, berjudul "Cukup Siti Nurbaya". "Oh... Memang dunia, buramkan satu logika
Seolah-olah, hidup kita ini

Hanya ternilai s'batas rupiah Cukup Siti Nurbaya yang mengalami
Pahitnya dunia

Hidupku, kamu, dan mereka semua
Takkan ada yang bisa memaksakan jalan
Hidup yang 'kan tertempuh Dengarkan manusia yang terasah falsafah
Sesaat katanya

Itu bukan dogma"
Tapi ternyata, setelah membaca keseluruhan isi novelnya, …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Menikmati Olahan Jamur dan Tumpengan di La Taverna Solo

Rabu 16 Agustus yang lalu, saya dan beberapa teman Blogger Solo, makan siang di sebuah tempat bernama La Taverna. Kami sempat bertanya-tanya, La Taverna artinya apa sih? Dan setelah tanya Mbah Google, ketemu deh jawabannya. La Taverna berasal dari bahasa Italia, yang memiliki arti Kedai.
Tapi jangan bayangkan La Taverna ini seperti kedai-kedai biasanya yaa.. Tidak sama sekali!
Lalu menu apa yang kita santap dan nikmati? Lihatlah foto paling atas. Ada sate jamur, nasi goreng jamur, tongseng jamur, dan masih banyak lagi. Olahan jamur memang jadi menu andalan di sini. Meski begitu, La Taverna menyediakan aneka olahan pasta dan steak juga, yang tak kalah istimewanya.
Jujur, menyantap menu serba jamur, saya jadi teringat masa-masa masih berdua saja dengan suami. Waktu itu, kami masih pengantin baru dan masih tinggal di Jogja. Belum ada Amay, apalagi Aga. Suatu hari suami mengajak saya mencicipi menu serba jamur di salah satu resto di Jogja, dan saya ketagihan. Sejak pindah ke Solo, saya b…