Langsung ke konten utama

Tempat Wisata Kuliner Tertua di Korea Selatan

Saat berlibur atau mengunjungi satu tempat wisata, rasanya akan ada yang kurang jika tak mencicipi kuliner khas daerah tersebut. Seperti di Korea Selatan. Meski sudah banyak restoran masakan Korea Selatan yang dibuka di Indonesia, namun merasakan langsung masakan khas negeri gingseng ini akan terasa lebih berbeda, bukan?

Apalagi jika kamu sering menonton film Korea yang semua makanannya terlihat sehat dan sangat lezat. Kamu pasti lebih penasaran lagi dengan rasa makanan yang sesungguhnya. Nah, berikut beberapa rekomendasi tempat wisata kuliner di Korea Selatan yang melegenda.

1. Imun Seolleongtang yang dibuka Sejak 1902

 source:tong.visitkorea.or.kr

Imun Seolleongtang, restoran Korea yang sangat bersejarah dan tradisional, yang telah ada beberapa tahun setelah berakhirnya Dinasti Joseon. Menu andalannya adalah Seolleongtang, yaitu sup yang berwarna putih susu dan terbuat dari kaldu sapi.

Meskipun bangunannya terlihat cukup baru, namun tetap bergaya tradisional dengan jendela dan pintu kayu bergaya lama layaknya museum. Resep Seolleongtang yang digunakan telah diwariskan secara turun menuruh lebih dari 110 tahun. Tulang sapi yang direbus sampai 15 jam lamanya membuat kaldu sapi semakin gurih. Imun Seolleongtang adalah salah satu restoran Seolleongtang terbaik di Seoul.

Alamat : Seoul, Jongno-2-ga, Gyeonji-dong 88

2. Hyeongje Mudfish Soup yang dibuka Sejak 1926

source:yum-korea.com

Seperti namanya, restoran ini terkenal dengan sup Mudfishnya yang lezat. Karena letaknya dekat dengan dasar Gunung Bukhan, maka tak salah jika restoran ini memiliki pemandangan yang sangat indah.

Selain terkenal dengan Mudfish soupnya, restoran ini juga terkenal selama 80 tahun lebih untuk sajian Chueotang terbaik di Seoul.

Alamat : Seoul, Jongno-gu, Pyeongchang-dong 281-1


3. Yonggeumok yang dibuka Sejak 1932

source:visitkorea.or.kr

Saat tahun 1930-an restoran ini terletak tepat ditengah-tengah Gangnam. Restoran Yonggeumok ini terkenal dengan Chueotang-nya. Desain interiornya juga sangat menarik dengan banyak kursi yang mengelilingi meja. Dan sampai saat ini, restoran Yonggeumok ini telah dikelola oleh generasi ketiga.

Alamat : Seoul, Jung-gu, Da-dong 165-1

4. Cheongjinok yang dibuka Sejak 1937

source:luv.kr

Cheongjinok merupakan pelopor restoran Haejangguk (hangover soup) di Seoul. Sampai sekarang, restoran ini telah dijalankan oleh tiga generasi keluarga yang menyajikan Haejangguk terbaik.  Haejangguk adalah sup tulang sapi yang direbus selama lebih dari 24 jam yang ditambahkan pasta kedelai dan bumbu lain yang dipercaya dapat menyegarkan tubuh terutama bagi mereka yang telah meminum Soju.

Alamat : Seoul, Jongno-gu, Jongno-1-ga 24

5. Hadongkwan dibuka Sejak 1939

source:thesoulguide.com

Dengan menu andalannya Gomtang dan Suyuk yang telah terkenal lebih dari 70 tahun dengan resep yang digunakan turun temurun. Disini kamu dapat mengenyangkan perut dengan menu irisan daging sapi Hanwoo, Kimchi yang sangat baik, isi ulang sup gratis dan Kimchi Gungmul, dengan harga 10.000 ₩ per mangkuk.

Alamat : Seoul, Jung-gu, Myeongdong-1-ga 10-4

6. Wooraeoak yang diuka Sejak 1946

source:food.chosun.com

Inilah restoran dengan Bulgogi terbaik dan Nengmyeon atau mie dinginnya. Resep yang telah bertahan lama dan warisan turun temurun selama lebih dari 70 tahun. Rasa gurih dan khasnya membuat pelanggan akan terus kembali untuk menyantap kedua menu yang sudah terkenal hingga keseluruh dunia.

Alamat : Seoul, Jung-gu, Jugyo-dong 118-1

7. Andongjang yang dibuka sejak 1948

source:flfiona.com

Terkenal dengan menu fusion Korea dan Cinanya, restoran ini menyajikan JaJjang Myeon, sup tiram Jjamppong dan Tangsuyuk.

Alamat :  Seoul, Jung-gu, Euljiro-3-ga 315-18


Jika kamu masih penasaran dengan tempat kuliner terbaik di Korea Selatan lainnya, cek di link tersebut, ya..

Komentar

  1. Enak-enak semua kayaknya itu, tapi nyicipinnya kok kudu ke Korea dulu ya..haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha Ho oh.. Moga ada rezeki yaaa.. Aamiin

      Hapus
  2. Lebih banyak makanan berkuah ya kalau di Korsel ini, mirip sup ya kalau di indo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba.. Ga ada macam kering tempe, wkwkwk

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Postingan populer dari blog ini

Antara Rina Nose dan Rinta Noisy

Tulisan ini bisa menyebabkan darah tinggi dan emosi yang tak terkendali. Ini murni pendapat saya pribadi. Silakan pergi sebelum kalian sakit hati. :D

Sengaja saya nulis tentang Rina Nose setelah berita tentangnya agak mereda. Karena kalau pas lagi panas-panasnya, takutnya dikira saya mendompleng ketenaran, atau sengaja nyari pageview aja. Haha.. Padahal alasan sebenarnya adalah karena saya baru sempat nulis aja. Harapan saya sih, kalau situasinya sudah agak kondusif, tulisan saya ini bisa diterima dan ditelaah dengan kepala dingin. Nggak pakai emosi lagi.
Emang mau nulis apa sih? Kayak penting aja..haha..
Bukannya mau ngaku-ngaku atau apa, tapi saya dan Rina Nose memiliki beberapa persamaan. Apa sajakah itu?
1. Hidung Pesek
Kata ibu, waktu kecil hidung saya pesek parah. Tapi terus tiap hari ditarik-tarik biar mancung, dan katanya sekarang agak mendingan. Padahal semendingan-mendingannya saya sekarang, ya tetep hidungnya tak bertulang. Dan itu nurun ke Amay.

Jadi, misalnya hidung saya a…

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Kasih Tak Sampai Antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri

Pertama kali membaca novel ini adalah ketika saya duduk di bangku SMA. Karena apa lagi jika bukan oleh tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia? Sebelumnya, saya hanya mendengar kisah Sitti Nurbaya dan Samsulbahri yang harus menderita karena kisah cintanya terhalang oleh Datuk Meringgih yang tak punya hati. Dan dulunya, saya pikir, orang tua Sitti Nurbaya lah yang tega menukar kebahagiaan sang putri hanya demi pundi-pundi duniawi. Apalagi, ini didukung dengan syair lagu yang dibawakan suara melengking milik Ari Lasso, yang saat itu masih menjadi vocalis grup band Dewa 19, berjudul "Cukup Siti Nurbaya". "Oh... Memang dunia, buramkan satu logika
Seolah-olah, hidup kita ini

Hanya ternilai s'batas rupiah Cukup Siti Nurbaya yang mengalami
Pahitnya dunia

Hidupku, kamu, dan mereka semua
Takkan ada yang bisa memaksakan jalan
Hidup yang 'kan tertempuh Dengarkan manusia yang terasah falsafah
Sesaat katanya

Itu bukan dogma"
Tapi ternyata, setelah membaca keseluruhan isi novelnya, …