Rekomendasi Film Keluarga; The Good Dinosaur

The Good Dinosaur, picture from Disney Indonesia

Film The Good Dinosaur adalah film animasi produksi Disney-Pixar, yang dirilis pada tahun 2O15. Film ini diawali dengan adanya asteroid yang hampir menabrak bumi, tapi beruntung, asteroid itu tidak sampai mengenai bumi. Makanya million of years later, masih ada makhluk hidup yang menghuni bumi yaitu dinosaurus, karena dinosaurus tidak jadi punah.

Di film ini, dinosaurus memiliki peradaban seperti halnya manusia. Mereka bercocok tanam dan juga beternak.

Henry, seekor Apatosaurus, dan Ida, istrinya, membuka lahan untuk bercocok tanam. Henry menyiapkan lahan untuk ditanami jagung dan istrinya menyebar biji-biji jagung dengan peralatan sederhana. Oya, mereka tinggal di kaki pegunungan Clawtooth

Hari berganti bulan, Henry dan istrinya menanti 3 anaknya yang belum menetas dari telur. Saat sedang menyirami kebun jagungnya dengan mulut yang terisi air, istrinya memanggil. Ya, anak-anaknya sudah siap menetas.

Ada tiga butir telur yang sudah siap menetas. Dua berukuran kecil, dan 1 berukuran sangat besar. Telur pertama diberi nama Libby. Dia amat lincah dan terlihat cerdik. Telur kedua, Buck. Buck ini agak rough gitu karakternya. Ya, badannya juga lebih besar dari Libby sih.

Nah, telur yang terakhir ukurannya sangat besar. Henry dan Ida menduga bahwa isinya juga lebih besar dibandingkan dua telur sebelumnya. Namun ternyata, anak yang lahir dari telur yang paling besar itu justru adalah anak yang terkecil ukurannya. Namanya adalah Arlo. 

Yup, Arlo menjadi tokoh utama di film ini.


And the story begins...

Henry dan istrinya membagi tugas untuk ketiga anaknya. Libby mendapatkan tugas untuk menyirami kebun jagung yang luas. Nah karena Libby adalah anak yang cerdik, suatu hari dia mengerjai Buck sehingga justru Buck lah yang menyiram kebunnya.

Buck sendiri mempunyai tugas untuk mengangkat kayu. Tugas ini sesuai dengan ukuran badannya yang paling besar diantara anak-anak lainnya. Sedangkan Arlo, dinosaurus yang paling kecil itu, tugasnya cukup ringan, yakni memberi makan hewan piaraan seperti ayam-ayam purba. Meski terlihat ringan, tapi tugas itu cukup berat untuk Arlo.

Arlo yang tubuhnya ringkih, seringkali tidak percaya diri. Untuk itu, Henry sang ayah sering mendampingi dan menyemangati.

Sebagai penyemangat, Henry dan Ida membuat sebuah tanda cap kaki di Silo, tempat mereka menyimpan jagung-jagung hasil panen. Ketiga anak itu boleh membubuhkan tanda yang sama, asalkan mereka sudah menyelesaikan tugas mereka, seperti Buck misalnya, ia harus bisa mencabut pepohonan dan membersihkan lahan. Dan setelah Buck berhasil menyelesaikan tugasnya, ia pun berhak membubuhkan cap kakinya.

Libby, dia harus menyiapkan lahan pertanian dan menaburkan benih benih jagung. Ia pun berhasil melakukannya sehingga Libby sudah diizinkan untuk membubuhkan cap kakinya. 

Nah, si kecil Arlo masih belum juga berhasil memberikan makan untuk hewan-hewan piaraan. Akhirnya, Henry sang Ayah, memberinya tugas baru yaitu menangkap hewan pengganggu yang wujudnya sebenarnya lebih mirip manusia. Hewan pengganggu ini suka sekali mencuri hasil panen. 

Dan saat mereka ingin menangkap hewan pengganggu inilah, Henry meninggal karena terpeleset dan terbawa arus sungai yang sedang meluap karena badai dari atas.

Sepeninggal Henry, keluarga ini menjadi rapuh karena kehilangan sosok sang ayah. Arlo pun berjanji untuk menangkap hewan pengganggu itu. Ketika suatu hari Arlo menjumpai hewan pengganggu itu, ia pun berniat untuk membalas dendam atas meninggalnya sang ayah. Ia mengejarnya sampai ia terjatuh dan terbawa arus sungai.

Arus sungai membawa Arlo semakin jauh dari rumah. Di saat itulah justru hewan pengganggu itulah yang menemani hari-harinya. Arlo kemudian melupakan dendamnya. Mereka kemudian bersahabat hingga kemudian Arlo menamai hewan pengganggu itu dengan nama Spot.

Petualangan Arlo dan Spot sangat berwarna. Mereka melewati badai bersama-sama, hingga dikejar-kejar oleh kawanan Pterodactyl, dinosaurus yang bisa terbang. Disaat mereka berlari menyelamatkan diri itu, mereka justru bertemu dengan 3 ekor T-Rex. Badannya yang besar dan wajahnya yang menyeramkan, membuat Arlo dan Spot khawatir T-Rex itu akan memakan mereka. Tetapi ternyata T-Rex itu adalah dinosaurus yang baik, yang justru membantu mereka saat diserang Pterodactyl.

Kelak, Arlo belajar tentang bagaimana menjadi seorang pemberani, dari pimpinan T-Rex ini.

The Good Dinosaur, picture from variety.com

Arlo dan Spot berpisah dari ketiga sahabat barunya. Arlo harus pulang, ke rumah ibu dan dua saudaranya. Tapi naas, mereka kembali bertemu dengan kawanan pterodactyl itu.

Nah, seperti apa petualangan Arlo dan Spot selanjutnya? Apakah kemudian Arlo bisa kembali ke rumahnya? Apakah Spot dan Arlo kemudian hidup berdampingan selama-lamanya?

Film The Good Dinosaur ini sangat layak ditonton bersama keluarga. Amay dan Aga suka sekali dengan film ini. Film ini dulu dikenalkan oleh Tante Ninis, 2 tahun yang lalu. Tante Ninis bahkan menghadiahkan buku berjudul sama untuk Amay.

The Good Dinosaur mengajarkan kita untuk selalu percaya diri bahwa sebenarnya kita memiliki kekuatan, yang mungkin tidak kita sadari sebelumnya.

The Good Dinosaur juga mengajarkan kita untuk tidak mudah menyerah. Kita bisa jika kita berani mencoba. Arlo yang tadinya berbadan kecil dan kurang percaya diri, kini menjadi sosok yang kuat, yang pemberani, yang berhasil melewati berbagai tantangan.

Dari film ini kita belajar untuk tidak mudah putus asa. Dan pengalaman buruk ternyata menyimpan hikmah, yang bisa membuat kita lebih kuat dari diri kita yang sebelumnya. Benar jika ujian itu sebenarnya membuat kita naik kelas. Bahwa cobaan demi cobaan itu, membuat kita menjadi pribadi yang kuat.

Jadi, nilai film ini berapa? Bagi saya, nilainya 5 dari 5. Sempurna. Baik itu animasinya, alur ceritanya, karakter tokohnya, hingga musik pengiringnya. Yuk, cari filmnya dan tonton bersama keluarga! ☺❤

26 comments:

  1. Kayaknya cocok ya ini ditonton untuk seluruh keluarga, cari ah ntar..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cocok banget Mbak.. semoga Han suka yaaa..

      Delete
  2. Penasaran... Sepertinya cocok ditonton anak2 saya.

    ReplyDelete
  3. Film ini beneran good kayak namanya, film favoritnya anak lanang.. tapi juga bikin menye-menyeeee... baper

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mak bener. Aku nangiiis pas Spot ketemu keluarga baru itu..

      Delete
  4. Bagus sepertinya mba. Mau nyari ah buat anak2... ntar malem paling, pake kuota malam yang udah numpuk2 karena jarang kepake.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiip Mbak.. tinggal tidur, download-an rampung. Hihihi..

      Delete
  5. Mau banget nonton iniii. Anakku yang sampai sekarang belum bosen nonton Inside Out. Makin ngerti tentang macam-macam emosi dan kegunannya. Ah, film Pixar memang bagus-bagus ya Mbaaa :)

    ReplyDelete
  6. Udah lama pernah denger film ini bagus. Akhirnya ditulis juga neh reviewnya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, walaupun agak basi, tapi ngga apa-apa deh..hihihi.. ada yang belum tau juga soalnya. 😁

      Delete
  7. Cocok nih buat tontonn anakku, hehehe. Dia suka banget sama film animasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Film-film Ghibli juga bagus Mbak.. beberapa udah saya review..

      Delete
  8. Film lama kok aku gak tahu yaa. Kudet abis nih, hehe. Maukin list film ah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Xixixi.. ini saya dapetnya juga dari mahasiswa. Anak-anak kuliah biasanya pada update. 😁😁

      Delete
  9. aku uda nonton film ini sedih yang pas ayahnya terseret arus dan setuju film ini pesan moralnya bagus y mba cocok banget ditonton sama anak2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa, animasinya juga kece banget pas nggambar badai dan segala macamnya. Two thumbs up buat film ini pokoknya.

      Delete
  10. Iya bener, filmnya bagus dan ada pesan moralnya. Anakku jg suka yg berbau dinosaurus gitu, tapi film kartun favoritnya masing Sing (yg binatang nyanyi2 itu loh)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh, aku malah belum tau film ini Mbak.. Coba cari ah, Sing ya judulnya.. 😁

      Delete
  11. aq udah nonton film ini berkali-kali sama anakku, dan dia selalu nangis tiap kali nonton adegan yang ayahnya terbawa arus,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sedih banget memang.. anakku malah selalu takut pas denger petir yang menggelegar itu..

      Delete
  12. Mb rin emang jagonya review film anakkk *sukaaaaa

    Hmmm ini film lama tapi aku blom sempet nonton
    Aku lagi kejar tayang mau ngarmpungin list horror thailand dulu aaak
    Tapi jadi tergoda nonyon animasi lagi
    Arlo berpetualang dan mencari tau mana kehidupanmliwat kematian sang ayah ya, mbrebes mili klo ceritanya tema gini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iiih, aku masih harus belajar untuk nge-review dengan lebih bagus lagi Tante.. hehe..

      Cusss cari filmnya tembuullll..buat si junior 😁😁

      Delete
  13. Wah satu lagi film yang menarik ditonton sama Lila. Apalagi Lila suka sama Dino

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo Lila, kalau mau Tante copy-in 😁😁

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...