5 Hal yang Menyebabkan Do’a Tak Kunjung Dikabulkan


Manusia itu tempatnya keluh dan kesah. Dalam keluh dan kesah, biasanya tersimpan beragam masalah. Ketika diberi masalah, manusia baru teringat pada Illah. Mereka kemudian menunduk, menangis dan pasrah di atas sajadah. Setelah hilang kesombongannya, setelah menyadari bahwa ada Allah di atas segalanya, manusia baru menengadah, meminta pada-Nya agar segalanya dipermudah. Lalu, apakah Allah seketika itu juga mengijabah?

Di Surat Al-Mu’min ayat 60, Allah berfirman:
Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina“. (QS. Al-Mu’min : 60)

Jadi, berdo’alah, meski tak semua do’a langsung Allah ijabah.

sumber foto: Muslimah.Or.Id

Dari yang pernah saya tulis di Kapan Do’a Dikabulkan?, Allah itu mengabulkan do’a seorang hamba di 4 waktu, yang antara lain:

1. Dikabulkan langsung atau saat itu juga

Beberapa waktu lalu, saya pernah curhat di IG story. Saat itu saya sedang benar-benar merasakan bahwa Allah itu dekat, Maha Baik, dan Maha Mengabulkan Do'a.

Emang biasanya nggak ngerasa ya, Rin?

Mmm, bukan gitu... Tapi karena waktu itu Allah mengabulkan do'a saya saat itu juga, jadi saya merasa sangat bersyukur, dan semakin yakin bahwa Allah itu mengabulkan do'a di saat yang tepat.

Ceritanya, ada pesanan buku yang harus sampai sebelum long weekend bulan lalu, yaitu tanggal 16 Pebruari. Estimasi saya, pesanan buku baru akan datang paling cepat tanggal 15, bahkan kemungkinan terburuknya bisa sampai di tanggal 19, karena ekspedisi yang saya pakai memang yang termurah, sehingga biasanya baru datang di hari ke tiga atau bahkan hingga hari ke tujuh.

Di tanggal 14, sekitar jam 9 pagi, saya ditanya oleh customer, apakah buku sudah sampai? Saya jujur berkata bahwa kemungkinan buku baru sampai besok atau lusa. Saya pun meminta maaf jika ada keterlambatan, dan siap menerima resikonya, yaitu buku tidak jadi dibeli.

Alhamdulillah, beliau sangat baik, dan membesarkan hati saya. Setelah obrolan itu, saya kembali ke rutinitas harian, yaitu mencuci piring. Sambil mencuci piring, saya terus dan terus berdo'a agar Allah menurunkan mukjizat-Nya.

Dan tepat di bilasan piring yang terakhir, seseorang membuka pagar. Saya bergegas mengambil jilbab sambil berteriak, "Sebentar Pak!" padahal saya belum tahu siapa yang membuka pagar itu. Entah, saya kok yakin itu adalah Pak Ekspedisi yang biasanya. Dan ternyata benar.

Saya langsung berbinar-binar. Bukan, bukan karena pak ekspedisinya, hahaha... Tapi karena paket yang saya nantikan itu akhirnya tiba, lebih cepat dari prediksi saya.

Saya jadi teringat tulisan saya yang ini, Heart Field; Usaha Saya Mengganti Kecewa dengan Rasa Bahagia, bahwa jika kita benar-benar mengkondisikan pikiran, berdo'a sambil terus positive thinking, Allah akan mengabulkannya. Kan Allah itu sebagaimana prasangka hamba-Nya. Jadi ayo mulai sekarang berprasangka yang baik-baik saja. :D

Setelah mendapat paket itu, saya langsung hubungi customer saya. Kami sama-sama gembira. Hihihi...

Oya, sebenarnya ada banyak cerita lainnya, tapi nanti saya ceritakan lain waktu ya... Lanjut dengan yang berikutnya, kapan Allah mengabulkan do'a kita?

2. Dikabulkan tapi ditunda waktunya

Ini sih sering ya.. Hehehe.. Yang jelas, Allah mengabulkan do'a kita itu tepat pada waktunya. Waktu yang terbaik menurut-Nya, bukan menurut kita.

3. Dikabulkan dalam bentuk yang lain

Ini juga sering kan? Kita minta apa, tapi Allah memberi yang lainnya. Allah memberi pengganti dari benda yang kita inginkan. Yang jelas, pilihan Allah tentu lebih tepat dibanding pilihan kita, karena Allah Maha Tahu yang terbaik untuk kita.

4. Dikabulkan di akhirat

Nah, ini yang luar biasa. Allah itu tidak mau hutang pada kita. Berdo'a pada-Nya saja sudah dihitung sebagai 1 kebaikan, karena saat meminta pada-Nya, kita sekaligus sedang menunjukkan kelemahan kita. Bahwa kita tidak layak untuk menyombongkan diri. Bahwa apa-apa yang terjadi pada kita, semua adalah kehendak-Nya, semua adalah kuasa-Nya.

Jadi kesimpulannya, do’a kita pasti akan Allah kabulkan. Asaaaalll... Nah, ini dia yang akan kita bahas.

Beberapa waktu lalu, saya memutar sebuah video di instagram yang diunggah oleh akun @selangkahpadamu 
Ada seseorang bertanya kepada Ibrahim bin Adham rahimahullahuta’ala, mengapa kita biasa berdo’a tapi do’a kita tidak diijabahi? 
Lalu Ibrahim pun mengatakan, sebabnya adalah 5 hal: 
1. Kalian telah mengenal Allah, tapi kalian tidak tunaikan hak-Nya
2. Kalian telah membaca Al-Qur’an, tapi kalian tidak mengamalkan isinya
3. Kalian mengaku cinta Rasulullah SAW, tapi kalian tinggalkan tuntunannya
4. Kalian katakan kami melaknat Iblis, tapi kalian mengikutinya
5. Kalian tinggalkan aib kalian, tapi kalian permasalahkan aib orang lain

Terus terang, video tersebut membuat saya termenung. Saya tertohok.

Saya mengenal Allah, tapi penasaran dengan ramalan zodiak, yang artinya percaya pada peramal. Padahal Allah tidak mau disekutukan. Ini baru satu contoh, dan masih banyak contoh yang lain.

Rajin baca Al-Qur’an tapi tidak mengamalkan isinya. Padahal, Al-Qur’an adalah petunjuk nyata bagi kita untuk mengarungi kehidupan dunia.

al-qur'an kayusirih.com

Iya, saya cinta Rasulullah, tapi tuntunannya sering saya anggap sepele. Makan dan minum terkadang masih sambil berdiri, sholat di akhir waktu, masih sering marah padahal saya hafal bunyi hadits menahan amarah, dll. Duh, jadi buka aib begini.

Katanya melaknat iblis. Tahu bahwa iblis dikeluarkan dari surga karena sombong. Tapi terkadang ada rasa ingin pamer, ada rasa merasa lebih dari orang lain. Jadi? Silakan nilai sendiri...

Kita paham dengan aib kita, dan berniat meninggalkannya. Tapi, di sisi lain, kesalahan orang lain jadi komoditi bibir yang tiada habisnya. Nggak puas ngomongin orang lain, cari info di akun gosip dan menikmatinya juga. Gusti Allah, apa mau hamba-Mu ini?

Ayuk lah yuk, kita berubah, mulai detik ini. Kita saling mengingatkan jika ada yang melakukan kesalahan. Bukan dengan screenshot percakapan lalu menyebarkan. Bukan dengan merekam kejadian memalukan kemudian memviralkan. Mengingatkan seharusnya tidak dengan mempermalukan kan? Kita juga tidak ingin dipermalukan saat melakukan kesalahan kan?

Ayo berubah, supaya Allah makin sayang pada kita. Kalau Allah sudah sayang, permintaan apapun pasti akan dengan mudah Allah kabulkan. Ya kan? ☺☺

8 comments:

  1. Suatu pencerahan di hari ini.. Alhamdulillah.. makasih ya Mbak Rin, saling mengingatkan.

    ReplyDelete
  2. Aamiin, ayuk berubah jadi pribadi yang lebih baik dan banyak berdoa. Saya setuju kalau doa itu dikabulkan pada saat yang menurut Allah terbaik :).

    ReplyDelete
  3. Postingannya jadi pengingat buat aku nih, Rin. Selama ini sering mengeluh kenapa kadang kalau berdoa nggak kunjung dikabulkan tapi akunya juga kurang instropeksi diri, hihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini aku mengingatkan diri sendiri juga, Dew.. hehe

      Delete
  4. Nice posting mba, tambah ilmu jadinya.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Heart Field; Usaha Saya Mengganti Kecewa dengan Rasa Bahagia.

Mau curcol... Bulan lalu, saya mendapat hadiah voucher sebesar Rp 200.000,-. Salah saya, saya tidak segera menggunakannya. Tiap ada ke...