Langsung ke konten utama

Marcopolo, Kolam Renang Mewah di Kota Hujan Bogor

Desember 2012 lalu, saat Amay berusia 21 bulan, kami berkesempatan mengunjungi Bogor. Bogor sudah seperti kampung kedua bagi saya setelah Purworejo, karena disanalah seolah-olah separuh usia saya berjalan, meskipun sebenarnya hanya empat tahun saja saya berada disana.

Kami hanya memiliki waktu lima hari disana, sebelum bertolak ke rumah mertua di Majalengka. Dalam lima hari itu, setelah dikurangi sehari untuk menghapus kelelahan dan sehari untuk pulang, saya mengunjungi beberapa orang teman dan pergi ke sebuah tempat yang sudah kami rencanakan sebelumnya. Marcopolo namanya, sebuah kolam renang modern yang terletak di bilangan Cimanggu. Letak Marcopolo ini ada di dalam komplek Bukit Cimanggu Villa.

Dulu sewaktu masih tinggal di Bogor, belum pernah sekalipun saya masuk ke kolam renang ini, hehe.. Soalnya sewaktu mengajar dulu, kolam renang sudah disediakan di sekolah. Namun kali ini, demi membahagiakan Amay dan adik-adik sepupu lainnya, Bulik saya mengajak kami kesini.

Selain ember tumpah dan kolam renang yang bervariasi tingkat kedalamannya, Marcopolo juga menawarkan kolam air panas. Kolam air panas itulah yang seolah melambaikan tangan dan membuat saya berubah rencana, dari yang awalnya enggan “nyemplung” jadi ikutan “nyemplung”. Amay pun terlihat sangat senang, meskipun pada awalnya dia merasa takut.





Harga tiket masuk ke kolam renang Marcopolo sebesar 40 ribu rupiah di hari biasa, dan 50 ribu rupiah di hari libur. Namun jika kita ingin masuk ke kolam air panas, kita harus membayar lagi sebesar 10 ribu rupiah. Tentu harga ini masih cukup terjangkau bukan?

Yang paling penting dari sebuah kolam renang adalah tempat bilasnya. Disini, tempat bilasnya cukup bersih dan terang. Ini juga nilai plus bagi saya.

Oya, selain kolam renang, Marcopolo juga menyediakan Theater 4 Dimensi, gym, arena futsal juga ada.

Jadi, untuk Anda yang ingin bepergian di liburan kenaikan kelas nanti, dan masih belum ada ide mau pergi kemana, mungkin kolam renang Marcopolo di Bogor ini bisa menjadi pilihan. :)

Komentar

  1. Balasan
    1. hihi, iya Mak.. yang air panas lebih asiik. gak pengen beranjak jadinya. :D

      Hapus
  2. Asyeeeek.. Kayaknya betah di sana mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. betah banget mba kalo nggak macet tapi, hehehe

      Hapus
  3. wuihh ada theater 4 dimensinya segala ya mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ada Mak.. kalo udah beli tiket masuk kolam renang, beli tiket terusan juga bisa. lebih murah jadinya. :)

      Hapus
  4. Kalo misalkan pengen dapet discont gimana yah?

    BalasHapus
  5. ini deket sama rumah tanteku nih, keluarga papa kalo ngumpul pasti main air di sini, hehehe

    salam,
    ara

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Postingan populer dari blog ini

Berkat Theragran-M, Badan Bugar, Flu Hengkang

Disclaimer: Postingan ini benar-benar ditulis berdasar pengalaman pribadi. Jika ada perbedaan hasil dengan pengalaman orang lain, maka penulis tidak bertanggung jawab. :)


Di dua malam, tepatnya tanggal 16 dan 17 September, Solo diguyur hujan. Lebat sekali. Sampai-sampai, Minggu pagi tanggal 18, udara terasa begitu dingin. Ini adalah keadaan yang luar biasa, karena biasanya udara Solo selalu terasa panas, baik siang maupun malam.
Singkat kata, pagi itu saya beraktivitas seperti biasa. Setelah mencuci piring dan mencuci baju, saya bersiap untuk memasak. Tiba-tiba, terasa ada yang tak beres di badan. Berulang kali saya bersendawa, kepala jadi berat, dan leher pun terasa kaku. Saya menghampiri Mas Yopie, meminta tolong agar beliau membaluri punggung, pundak dan leher dengan minyak kayu putih.

Oya, cerita ini sebelumnya pernah saya tuliskan di instagram saya @arinta.adiningtyas
Setelah beristirahat sejenak dan badan terasa lebih enak, saya melanjutkan rencana memasak yang tertunda tadi. Ka…

Surat untuk Mas Amay

Mas Amay, tak terasa 17 Juli ini, kau t'lah resmi mengenakan seragam putih merah. Tidak Mama sangka kau tumbuh secepat ini. Rasanya baru kemarin Mama menangis di ruang operasi, saat akan melahirkanmu.

Anakku, makin besar engkau, makin besar pula tanggung jawab berada di pundakmu. Mama berterima kasih, karena di bulan Ramadhan yang lalu, kau telah mampu berpuasa hingga maghrib tiba. Ini sesuatu yang sangat membahagiakan Mama, karena di umurmu yang baru enam tahun ini, kau telah terlatih menahan lapar dan dahaga.

Meski begitu, jangan pernah berpuas diri, Nak. Ada banyak PR yang mesti kita lakukan. Mama, kamu juga, harus memperbaiki kualitas ibadah kita sejak sekarang, agar bisa jadi contoh yang baik untuk Adik Aga. Jika latihan puasa telah mampu kau taklukkan selama sebulan (27 hari tepatnya), masih ada PR harian, yaitu memperbaiki kualitas shalat dan mengaji kita.

Mas Amay, jika Mama mengajakmu untuk membaca Al-Qur'an, membimbingmu untuk menghafalnya pelan-pelan, itu tak lain …

Saat "Dia" Tertawa di Sampingku

Yeaayyy sudah tanggal 19, itu artinya Blogger KAH kembali datang. Kali ini kami menulis sebuah tema yang terinspirasi dari curhatan-curhatan kecil sehari-hari. Hehe, saya, Mbak Rani, dan Mbak Widut memang suka ngobrol dan curcol. Hingga kemudian lahirlah ide untuk membahasnya di sebuah postingan blog.

Tema kali ini adalah pengalaman horor. Oya, bulan ini kami kedatangan tamu yaa, Mami Susi, yang tampaknya suka banget dengan hal-hal mistis, kami undang untuk bercerita juga.

Silakan baca tulisan Mami Susi Susindra dengan "Wanita Berwajah Rata"nya disini, Mbak Rani dengan Hantu Genit-nya disini, dan Mbak Widut dengan kisah sawannya si K disini
~~~
Sebelumnya saya pernah menulis sebuah kejadian yang menegangkan di rumah bude di Jogja, berjudul "Jangan Baca Ayat Kursi". Waktu itu saya memang tidak merasa apa-apa, karena memang pada dasarnya saya kurang peka dengan keberadaan makhluq astral. Akan tetapi, Amay, yang kala itu belum genap dua tahun, terlihat agak sensitif…