Langsung ke konten utama

Siapakah Dibalik La Belle et son Hijab?

Adalah Alifia Seftin Oktriwina, atau akrab dipanggil Awin, gadis berjilbab yang berada di balik layar La Belle et son Hijab. Mahasiswi semester 6 jurusan Psikologi FK Unand (Universitas Andalas) ini, lahir 20 tahun lalu. Masih muda ya? Masih kinyis-kinyis kalau orang Jawa bilang. :D

Ngga percaya? Tengok aja lah ke facebooknya ini. Foto ini saya ambil dari profile picturenya koq.

AS Oktriwina
Mbak Awin, atau lebih tepatnya saya panggil Dek Awin saja ya, aktif berorganisasi di Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia. Posisinya sebagai Koordinator Badan Informasi dan Komunikasi. Memang sedari awal dia sudah kepincut untuk menjadi pengurus ILMPI. Jadi, kalau sekarang dia menjadi "mimin" di lembaga ini, berarti dream comes true dong yaa.. :)

Ia menyukai buku, makanan, dan kini sedang mengeksplorasi dunia make up. Duh, kayaknya mau jadi beauty blogger nih.. :)

Ngga heran sih, karena ternyata Dek Awin ini adalah bagian dari Indonesian Hijab Blogger juga, dimana biasanya para hijaber masa kini tuh pada pinter dandan. :)

maaf mukanya ke-crop :D

Mengunjungi blognya, yang bertajuk La Belle et son Hijab atau yang diartikan sebagai "Si Gadis Berhijab" dalam Bahasa Perancis, saya langsung tertarik untuk meng-klik menu "Review". Dan yaa, disana ada 11 judul buku yang sudah direview olehnya. Cocok ya, kalau di awal saya sebutkan bahwa Dek Awin ini menyukai buku. :)

Sedihnya, saya cuma tau 1 buku doang dong, hiks.. Iya, apalagi kalau bukan Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karyanya Tere Liye. 10 judul lainnya asing di mata saya. Maklum, saya penyuka buku yang mainstream banget. :(

buku kumpulan puisinya Dek Awin

Yang bikin saya makin salut, ternyata Dek Awin ini jago bikin puisi lho.. Ngga main-main, dia sering dapat juara. Suatu hari, seorang temannya memberikan buku dan bunga sebagai hadiah. Dan buku berjudul "Padang Rindu" ini adalah buku kumpulan puisi yang telah dibuatnya sejak zaman SMA. Huhuhu, jadi terharu... Ssssttt, kata si empunya, buku ini spesial banget karena mewakili kisah hidupnya. Nah lo, jadi penasaran deh...

Ada yang pengen buku itu ngga? Minta atau beli saja sama penulisnya yaa, karena buku ini ngga ada di toko buku. Uhhh, sayang banget yaa.. Padahal covernya aja cihuy banget gitu. 

Oya, sekarang ini, Dek Awin sedang menjalani KKN (Kuliah Kerja Nyata). Jadi, bisa dimaklumi kalau doi jarang muncul di jagat maya. Pesan saya, nikmatilah masa-masa jadi mahasiswa yaa, hehe, karena kelak kau akan merindukan masa-masa seperti ini. Satu lagi, ingat-ingat pesan Mbak Rani R Tyas yaa.. :D

Buat yang pengen kenalan sama gadis imut ini, berikut alamat yang bisa dihubungi;

Email: aliviaawin@gmail.com
Facebook: facebook.com/as.oktriwina
Twitter: twitter.com/aliviaawin
Instagram: instagram.com/aliviaawin








Komentar

  1. Salam kenal buat dek Awin.. penasaran nih mau berkunjung ke blognya ahh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan Mba diramaikan.. Tapi kalau komentarnya ngga dijawab-jawab, dimaklumi ya..hihi..karena lagi KKN beliaunya. :D

      Hapus
  2. Juga ada tambahan pesan sponsor dari Mbak Turis Cantik, daripada cinlok lebih baik makan cilok saja ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oya? Aku belum bw. Cuss ah kesana.. :D

      Hapus
  3. mb arin, tante mbul juga belom pernah satupun baca bukunya tere liye
    #mungkin masalah selera ya hihi
    kok wajah awin mirip adekku ya sepintas ahihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pertama bacanya yg Hafalan Shalat Delisa itu..hehe.. Seleraku mainstream bgt ya tante? >_<

      Hapus
  4. Baca tulisan Mba Arinta, jd penasaran ingin meluncur dan kepoin blognya si Dek Awin, deh. :)

    BalasHapus
  5. Masih muda banget ya #langsungngitungumur :))
    Jadi penasaran caranya mereview buku ala Mbk Awin nih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. he em.. tutupin muka yang udah penuh kerutan. >_<

      Hapus
  6. senang deh ada arisan link ini. banyak banget manfaatnya, salah satunya adalah bisa mengenal banyak blogger yang sebelumnya gak kita kenal *jempol*

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mba..ide Blogger Perempuan keren banget yaa.. :D

      Hapus
  7. Oh ak baru tau kl awin ni punya buku kumpulan puisi..top awinn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba..aku kepoin blognya, aku ubek-ubek. :v

      Hapus
  8. dengan membaca ulasan blog dari berbagai peserta arisan link, jadi semakin lebih tahu kelebihan pemilik blog ya... Termasuk bagian bikin puisi yang kelewat nih sama aku...

    BalasHapus
  9. waahh.. suka berpuisi ya dek awin ini...kereen!! anak muda suka puisi :D Teruskan wiiin!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. he em Mba.. tapi memang biasanya anak2 muda senang berpuisi yaa, apalagi pas jatuh cinta atau patah hati, waaah, menghayati banget biasanya. :v

      Hapus
  10. kenapa ya, profesi penulis umumnya dimulai dari puisi atau fiksi? Padahal profesi penulis ki banyak to? (komen knp berasa kayak di chat si? :) )

    BalasHapus
    Balasan
    1. kenapa ya? kalo blogger, biasanya bermula dari tukang curhat..wkwkwk.. *tunjuk muka sendiri

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Postingan populer dari blog ini

Kasih Tak Sampai Antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri

Pertama kali membaca novel ini adalah ketika saya duduk di bangku SMA. Karena apa lagi jika bukan oleh tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia? Sebelumnya, saya hanya mendengar kisah Sitti Nurbaya dan Samsulbahri yang harus menderita karena kisah cintanya terhalang oleh Datuk Meringgih yang tak punya hati. Dan dulunya, saya pikir, orang tua Sitti Nurbaya lah yang tega menukar kebahagiaan sang putri hanya demi pundi-pundi duniawi. Apalagi, ini didukung dengan syair lagu yang dibawakan suara melengking milik Ari Lasso, yang saat itu masih menjadi vocalis grup band Dewa 19, berjudul "Cukup Siti Nurbaya". "Oh... Memang dunia, buramkan satu logika
Seolah-olah, hidup kita ini

Hanya ternilai s'batas rupiah Cukup Siti Nurbaya yang mengalami
Pahitnya dunia

Hidupku, kamu, dan mereka semua
Takkan ada yang bisa memaksakan jalan
Hidup yang 'kan tertempuh Dengarkan manusia yang terasah falsafah
Sesaat katanya

Itu bukan dogma"
Tapi ternyata, setelah membaca keseluruhan isi novelnya, …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Curug-Curug yang Ada di Kota Purworejo, Jawa Tengah

Saya lahir dan dibesarkan di sebuah kota kecil bernama Purworejo. Kota ini berbatasan dengan Kabupaten Kulon Progo (Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) di sisi timur, Kabupaten Wonosobo dan Magelang di sisi utara, Kabupaten Kebumen di sisi barat, dan Samudera Hindia di sisi selatan. Karena berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, tak heran jika salah satu daya tarik pariwisatanya adalah pantai. Pantai yang bisa kita temukan di Purworejo, antara lain: pantai Ketawang, pantai Jatimalang, juga pantai Jatikontal dan pantai Keburuhan.
Tapi kali ini saya tak hendak membahas tentang pantainya. Tulisan saya ini sekaligus ingin menjawab bahwa di Purworejo ada banyak hal menarik yang bisa dieksplor, sehingga kita tidak harus pergi ke kabupaten sebelah bila ingin berwisata.
Jujur saja, saya termasuk warga durhaka  yang suka melipir ke kabupaten sebelah jika bosan di rumah. Hingga kemudian saya tertampar dengan foto-foto Mas Amien Budiarto, teman SMA saya. Lewat foto-foto yang di unggahnya d…