Langsung ke konten utama

Mengobrak-Abrik Isi Lemari Pojok


Kalau biasanya ketika membuka lemari, kita lihat isinya hanya baju-baju, kali ini kita akan membongkar lemari yang isinya lain dari yang lain. Saya sering berkunjung kesini, ke Lemari Pojok, karena isinya amat sangat menarik. 

Lemari Pojok Milik Retno Kusuma Wardani

Biasanya, jika si empunya LemariPojok membagikan isinya ke seantero facebook, tidak bisa tidak, rasa penasaran saya akan isi yang ditawarkan, memaksa jari saya untuk meng-klik. Daaan, saya betah berlama-lama disini. Kalau ngga ingat Aga dan Kuota, barangkali saya akan menekurinya lama-lama, haha... Yes, it's rhyming!!

Favorit saya adalah, resep-resep masakan yang tersimpan di laci label lemari. Gampang, dan bahan-bahannya mudah didapatkan. Tapi masalah saya adalah, saya suka malas uplek di dapur, haha.. Jadi resep-resep kue dan masakan dari LemariPojok cuma ngumpul di bookmark aja. ✋

Sebelum kemana-mana, kita bongkar dulu si LemariPojok dan sekalian kenalan dengan pemiliknya yaa...

Adalah Retno Kusuma Wardani, perempuan kelahiran Malang 32 tahun lalu, pemilik LemariPojok itu. Ibunda dari Atha, Aisya dan Aksa (yang ternyata jika disingkat maka akan menjadi Taksaka) ini merupakan blogger sekaligus penulis. Karya-karya fiksi yang dibuat Mbak Retno keren-keren lho. Klik saja label Cernak, Cerpen, Cermin, Puisi atau Fiksi di sisi kanan blognya, dan imajinasimu akan ikut mengangkasa.

Label Lemari Pojok di sisi kanan.


Selain menulis di Lemari Pojok, Mbak Retno, demikian ia biasa disapa, juga menulis untuk media cetak. Beberapa tulisannya antara lain cerpen dan beberapa puisi, tersimpan di dalam dua buah buku antologi terbitan indie. Mbak retno juga piawai membuat cerpen dalam bahasa Jawa, dan dimuat di Majalah Jaya Baya dan Majalah Matan. 

Kalau di blognya sering kita temukan resep masakan yang ditulis oleh Mbak Retno, sebenarnya tak mengherankan, karena resep cake modifikasinya juga dimuat di Koran Jawa Pos. Kereeennn... Sedangkan tulisan saya di Jawa Pos baru satu doang, yaitu tentang Bersahabat dengan Bumbu Dapur yang dimuat di rubrik Gagasan. ☺✌

Mbak Retno ini sama dengan saya, mengganti domain blog dari yang gratisan menjadi TLD beberapa bulan lalu. Mungkinkah karena merasa terkompori dengan teman-teman di grup arisan link? Hehe, iya kali yaa.. Kalau saya sih iya.. ☺

Setelah domain LemariPojok berganti menjadi TLD, tampilan blog yang sekarang semakin cantik euy, meski di beberapa post ada yang sudah dipasangi "continue reading", dan di post lainnya masih ada yang tampil full. Hehe..  Ini bisa kita lihat ketika misalnya kita klik di label "review"

Sebenarnya kita bisa koq memasang "read more" atau "continue reading" secara otomatis untuk semua postingan. Kelebihannya adalah, ngga mesti capek-capek memasangnya secara manual setiap kali membuat postingan baru. Tapi kelemahannya adalah, kepotongnya terkadang kurang elegan, hehehe... Saya sendiri pakai yang otomatis, takut lupa soalnya. ✌

Oya, selain mahir membuat tulisan, Mbak Retno juga pandai menyanyi. Hihi, ini bisa kita lihat dan dengar disini.



Kece kan suaranya? Mendayu-dayu... Nah, selain di account youtube di atas, kita bisa menemukan Mbak Retno Kusuma Wardani disini:

Email: retno.kwardani17@gmail.com
Facebook: Retno Kusumawardani
Twitter: @kwardani_retno
Instagram: @retnoeyustiar



Komentar

  1. Mbak Retno ini diam-diam menghanyutkan ya.. daebak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bangeeettt... Aku takjub lho sama tulisan-tulisan fiksinya. Nulis fiksi kan susah..

      Hapus
    2. Iya tulisan fiksinya bagus2, senagus alunan merdu suara mba Retno eaaaaa...

      Hapus
  2. Makasih mbak Ariin...emang arisan grup V itu penebar racun hihihi. Tapi racunnya positif yaaa.
    Haduuh mau ganti template nggak sempat sempat nih.

    Sebenernya malu, nulis semua itu di about me, tapi kalo ngga ditulis jadi berasa nggak menghargai tulisanku yg dulu #alesan wkwkwkwk... Betewe makasih banyak ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iiih..ngga apa2 kali Mba. Itu bagus koq.. Justru bisa jadi nilai plus kalp ditulis.

      Hihi..iya temen2 grup V emamg racuuuuun.. :v

      Hapus
  3. Wah jadi tergoda untuk berkunjung ke sana hehehhe... Penasaran sama judulnya, bongkar2 lemari pojok, eh ternyata nama blog :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi, iya Mas.. penulis keren itu Mas.. :)

      Hapus
  4. Aku juga selalu tertarik postingan mb retno lemarinpojok hihi, tulisannya banyak ngulas fenomena menarik kek sosmed atau yang lagi hot2 gitu hahhahah
    Sebagai orang yang suka ginian, akupun takpernah absen ,enyambangi blognya walo seringnya jadi silent reader aja ahhahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahahaha...jangan silent reader atuh tantee.. komen sekalian titip link. haha.. :D

      Hapus
  5. Oya tapi sedikit saran buat blog lemarinpojok, keyika aku buka dari tab, terkadang apakah bisual headernya terlihat big size gitu, lumayan memenuhi halaman...padahal aku tertarik ngeklik ke post2nya yang lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, dari dulu saya juga gatel pengen komen, ini gambar2nya guede2 amat yah

      Hapus
    2. hihihi, kalian koq teliti banget siiii...

      Hapus
  6. Suara Mba Retno merdu, ya... Asyik banget kalo punya suara yg enak didengar. Suara saya.... Ampun...

    BalasHapus
  7. aku pernah mampir ke blognya mbak retno, tulisannya emang keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. He em Mas.. Nyastra yaa.. Tapi tulisanmu keren juga, filosofis. Eeaaa.. :D

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Pos populer dari blog ini

Saat "Dia" Tertawa di Sampingku

Yeaayyy sudah tanggal 19, itu artinya Blogger KAH kembali datang. Kali ini kami menulis sebuah tema yang terinspirasi dari curhatan-curhatan kecil sehari-hari. Hehe, saya, Mbak Rani, dan Mbak Widut memang suka ngobrol dan curcol. Hingga kemudian lahirlah ide untuk membahasnya di sebuah postingan blog.

Tema kali ini adalah pengalaman horor. Oya, bulan ini kami kedatangan tamu yaa, Mami Susi, yang tampaknya suka banget dengan hal-hal mistis, kami undang untuk bercerita juga.

Silakan baca tulisan Mami Susi Susindra dengan "Wanita Berwajah Rata"nya disini, Mbak Rani dengan Hantu Genit-nya disini, dan Mbak Widut dengan kisah sawannya si K disini
~~~
Sebelumnya saya pernah menulis sebuah kejadian yang menegangkan di rumah bude di Jogja, berjudul "Jangan Baca Ayat Kursi". Waktu itu saya memang tidak merasa apa-apa, karena memang pada dasarnya saya kurang peka dengan keberadaan makhluq astral. Akan tetapi, Amay, yang kala itu belum genap dua tahun, terlihat agak sensitif…

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Jangan Jadi Online Shop Nyebelin

Kalau Asma Nadia punya karya yang judulnya: "jangan jadi muslimah nyebelin", maka yang saya tulis ini mungkin merupakan pengembangannya.

Lagi heboh ya di dunia maya, tentang online shop dan calon pembeli yang salah paham. Jujur, saya pun baru tahu kalau ada satuan "ea" yang artinya "each". Jadi memang sebagai online shop sebaiknya tidak buru-buru emosi, khawatir nantinya malah malu sendiri. Selain itu, nanti malah jadi merugi, pembeli terlanjur kabur dan nggak mau balik lagi.

Hmm..nggak mau kan itu terjadi?

Tapi selain yang di atas tadi, saya juga mau sedikit kasih saran untuk para pelaku online shop. Biar apa? Biar nggak jadi online shop yang nyebelin. Mmm...saya juga jualan lho, jual mukena dan cilok. Tapi karena supplier mukenanya lagi sibuk, jadi sementara saya fokus di cilok saja. *eh...ini bukan promosi, hihi...

Nah, saya juga pengen, sebagai online shop, saya nggak dianggap nyebelin (saya masih berusaha, jika masih dianggap nyebelin juga, dimaafkan…