Skip to main content

Mencicipi Lezatnya Menu Baru yang Khas di Swiss Belinn Saripetojo

"Skip the Diet, just eat healthy."

Ya, itu yang saya pikirkan saat mengisi daftar hadir di grup Blogger Solo untuk menghadiri launching menu promo terbaru di Swiss Belinn Saripetojo. Sejenak saya melupakan perut yang sudah berlipat-lipat, dan berat badan yang semakin hari semakin melonjak, hihi... Entah, saya cuma berpikir, makanan hotel pasti sudah terjamin gizinya. Yang akan saya temui nanti, tentu bukan makanan yang "jahat" bagi tubuh saya.

Dan benar saja...

Saya bersyukur sekali sewaktu tahu bahwa menu yang akan dikeluarkan saat itu adalah Bebek / Ayam Goreng Khas Saripetojo, yang dipadukan dengan urap, dilengkapi dengan nasi, sambal bawang dan sambal matah.

Bebek goreng khas Saripetojo, dipadukan dengan urap, dan dilengkapi dengan nasi, sambal bawang dan sambal matah.

Lidah saya yang memang "indonesia" banget ini, mengirim sinyal ke otak, untuk membuat binar-binar di mata. Hati saya kegirangan, "Urap! Ini makanan kesukaan saya." Tapi tentu, saya harus jaga image, biar sedikit tampak elegan. Wahahahaha... Padahal aslinya udah nggak sabar, kapaaan menunya keluar? 

Sekali waktu saya memang memasak urap sendiri, tapi yang namanya suka, mau di manapun ketemunya, pasti hanya ada rasa bahagia. Hihi... Dan kebahagiaan ini makin menjadi, tatkala saya mencicipi urap khas Swiss Belinn Saripetojo ini. Bumbu urapnya membalut sayuran dengan sempurna. Nggak pelit bumbu, seperti urap yang biasa saya beli itu. Sedikit berwarna kuning, berbeda dengan urap yang biasa saya bikin. Ah iya, ini kan Swiss Belinn Saripetojo, tentu masakannya menggunakan bumbu khas Saripetojo.

Ayam Goreng khas Swiss Belinn Saripetojo

Urapnya sempurna. Lalu bagaimana dengan Ayam / Bebek gorengnya? 

Ini juga unik, karena di sini Swiss Belinn Saripetojo memadukan bumbu khas masakan Jawa dan Bali sekaligus. Jadi nggak keasinan, nggak kemanisan, dan nggak kepedesan. Kita tahu, bumbu Bali biasanya agak spicy kan? Tapi di sini, pedasnya masih aman. Saya bahkan menghabiskannya dengan Aga juga.

Sambalnya jangan ditanya. Beberapa teman bahkan menghabiskannya tanpa sisa, hehe.. 

Oya, mungkin ada yang melihat keunikan lainnya? Iya, Bebek / Ayam Goreng Khas Saripetojo ini disajikan di atas gerabah. Ya Allah, unik banget kan ya? Dan menu ini bisa kita nikmati dengan harga Rp 55.OOO, ++

Setelah itu, sebagai penutup menu tadi, ada juga "Temu Lawak Punch & Beras Kencur Float" yang bisa kita nikmati dengan harga Rp 25.OOO, ++

Worth it kok dengan kenyamanannya, kebersihannya, dan kelezatannya. Bahkan jika teman-teman mau ngadain birthday party, surprise party, arisan, atau bridal shower, bisa di sini juga. Kita kemarin bahkan sempat lihat juga, ada yang sedang memberikan pesta ulang tahun kejutan untuk sahabatnya. Duh, mau dong dikejutin kayak gitu. *ngarep

Bebek / Ayam Goreng Khas Saripetojo

Bebek / Ayam Goreng dan Urap Khas Saripetojo, disajikan dengan gerabah 


menikmati semilir angin di Barelo Retsaurant, Swiss-Belhotel lantai 5

Untuk dapat menikmati menu-menu tadi, silakan datang ke Swiss Belinn Saripetojo, tepatnya di Barelo Restaurant lantai 5. Swiss Belinn Saripetojo terletak di depan stasiun Purwosari, Solo.

Untuk keterangan lebih lanjut, bisa menghubungi:
Zelda Fibri
Executive Secretary & Public Relation Swiss Belinn Saripetojo
telephone : O271-7451111
email : prsisr@swiss-belhotel.com
www.swiss-belhotel.com 

Comments

  1. Beneran deh, berasa makan ayam goreng buatan rumah di kampung... Enak 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ho oh Mak.. sendok dan garpunya singkirin aja..makan pakai tangan lebih oye. 😅😅

      Delete
  2. Aduh..pasti endes banget. urapnya juga pengen nyobain. Pokoknya kalau menunya Swiss belinn selalu mengenyangkan deh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mak, itu leyeh atau gerabahnya big size lho.. 😂😂

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Popular posts from this blog

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Jawa Timur Park 2 (Batu Secret Zoo)

Beberapa waktu lalu, alhamdulillah keluarga kecil kami berkesempatan melakukan perjalanan ke Malang. Awalnya saya dan Amay hanya ingin menemani suami bertemu dengan kliennya, namun kemudian terpikir untuk sekaligus berwisata ke Batu. Mumpung ada waktu :)

Karena budget kami terbatas, kami memilih hotel yang ramah di kantong. Hanya dengan 200 ribu rupiah per malam, kami sudah bisa menikmati kamar yang nyaman, fan, televisi, juga air hangat untuk mandi. Tak perlu kamar ber-AC lah, karena Malang sudah cukup sejuk :). Kami juga memilih hotel yang tak terlalu jauh dengan stasiun, tentunya agar menghemat ongkos transportasi. 

Keesokan harinya, kami mengunjungi Jawa Timur Park. Lagi-lagi, untuk menghemat pengeluaran kami menyewa sepeda motor untuk pergi kesana. Biaya sewa motor rata-rata 50 ribu - 60 ribu, atau 75 ribu untuk layanan antar jemput. Jadi kita tak perlu mengambil dan mengembalikan sendiri sepeda motor sewaan kita. (Sudah bisa disebut backpacker belum? :p) 
Oya, tentang Jatim Park, …

Kasih Tak Sampai Antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri

Pertama kali membaca novel ini adalah ketika saya duduk di bangku SMA. Karena apa lagi jika bukan oleh tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia? Sebelumnya, saya hanya mendengar kisah Sitti Nurbaya dan Samsulbahri yang harus menderita karena kisah cintanya terhalang oleh Datuk Meringgih yang tak punya hati. Dan dulunya, saya pikir, orang tua Sitti Nurbaya lah yang tega menukar kebahagiaan sang putri hanya demi pundi-pundi duniawi. Apalagi, ini didukung dengan syair lagu yang dibawakan suara melengking milik Ari Lasso, yang saat itu masih menjadi vocalis grup band Dewa 19, berjudul "Cukup Siti Nurbaya". "Oh... Memang dunia, buramkan satu logika
Seolah-olah, hidup kita ini

Hanya ternilai s'batas rupiah Cukup Siti Nurbaya yang mengalami
Pahitnya dunia

Hidupku, kamu, dan mereka semua
Takkan ada yang bisa memaksakan jalan
Hidup yang 'kan tertempuh Dengarkan manusia yang terasah falsafah
Sesaat katanya

Itu bukan dogma"
Tapi ternyata, setelah membaca keseluruhan isi novelnya, …