Langsung ke konten utama

Ria Tumimomor; Blogger Chocolicius

Namanya ada dua. Ria Mathilda Rotua, yang diberi oleh sang Mama, dan Tumimomor, nama dari pihak sang Papa. Namanya banyak, karena itu adalah kebiasaan keluarga yang pasti memberikan lebih dari satu nama. 

Ria Tumimomor, begitu saya mengenalnya, adalah keturunan BatMan. Bukan manusia kelelawar loh ya. BatMan yang dimaksud adalah suku Batak dan Manado. Memang lucu-lucu singkatan dua suku di Indonesia. Janda misalnya, adalah singkatan dari Jawa dan Sunda. Yah, Amay Aga termasuk lah..wkwkwk... 

Ria Tumimomor

Mengulik blog Mbak Ria, saya sih oke-oke saja lah.. Lha wong saya aja gaptek, masa' mau mengomentari blog orang lain. Apalagi Mbak Ria ini sudah ngeblog sejak 2003. Wah, 2003 saya baru kenal MIRC, dan mesti ngumpulin uang jajan dulu buat pergi ke kantor pos yang ada warnetnya..hehe...

Seperti yang Mbak Inuel tulis, blog Mbak Ria ini berlatar putih, dan menegaskan kesan simple. Memang kalau blogger mature mah begitu kan ya, nggak neko-neko. Oya, kenal Mbak Inuel kan? Itu loh, yang punya jombloku.com. 

Bicara soal mature, Mbak Ria memang sangat terlihat matang di usianya yang memasuki kepala 4. Eits, mature engga ada hubungannya dengan usia loh ya.. Banyak koq yang usianya matang tapi masih kekanak-kanakan. Kalo kata Dik Doank, itu karena masa kecilnya dia kurang main, hehe.. 

Kedewasaan Mbak Ria terlihat dari tulisan-tulisannya di blog riatumimomor.com. Bahasanya enak, engga terkesan menggurui meski topik yang ditulisnya bersifat informatif. Pantas saja lah kalau tulisan-tulisannya pernah dimuat di Majalah Cosmopolitan, Cosmo Girls, Femina dan Reader's Digest Indonesia. Betewe, tulisan saya pernah dimuat di dua majalah terakhir juga, hehe... 


Tentang blog Mbak Ria lagi, satu hal yang saya bingung ketika mencarinya adalah, arsip tahunan. Hehe, saya nggak tau ini penting atau tidak sih... Tapi di blog saya sih ada. Oya, dulu, atas saran Mbak Ria juga, saya mengubah template saya. Dari yang semula kolom-kolom arsip dan lain sebagainya saya letakkan di sebelah kiri, kini mereka sudah saya pindahkan ke kanan. Thank you Mbak Ria.. :)

Mbak Ria ini pecinta cokelat dan buku. Tagline blognya bahkan, Ria The Chocolicius. Aih, sama ya kita.. Tapi koleksi buku Mbak Ria jauh lebih banyak dan lebih keren-keren dibanding punya saya. Huhuhu.. Memang bener yaa kata quote di bawah ini.. :D

quote about chocolate

Kalau orang-orang menanyakan kenapa postingan tentang cokelat atau tentang makanannya hanya sedikit, mengingat tagline "The Chocolicicus" itu, saya justru mengartikan "The Chocolicius" ini sebagai sebuah filosofi. *heleh, sok-sokan berfilosofi kayak Mbak Rani*  Blog Mbak Ria yang gado-gado alias punya banyak bahasan seperti Foto, Culinary, Review, Fashion, Travel, Life, dll itu, adalah sebuah gambaran hidup bahwa hidup perlu memiliki warna. Tak ada hidup yang selalu berjalan mulus. Tak ada orang yang selalu bahagia, tertawa, tanpa merasakan sedih dan air mata. Selain kebahagiaan-kebahagiaan yang dibagi Mbak Ria lewat tulisan-tulisan di label "fashion", "travel", dan "culinary"-nya, ada juga tulisan di label "Life" (terutama saat Mbak Ria kehilangan sang Papa) yang menunjukkan bahwa Mbak Ria tetaplah manusia. *hehe, lha emang apa? batman? #eh*

Yah, barangkali seperti quote ini:
"Life is like a Chocolate Box. Each Chocolate is like a portion of life. Some are crunchy, some are nutty, some are soft, but All Are Delicious."

 Yuk, kenal lebih dekat Mbak Ria;
Facebook: Ria Tumimomor

Komentar

  1. Oalah.. jadi seperti itu maksud dari The Chocolicous? btw emang saya suka berfilosofi? really? oemji..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cuma ngarang sayanya Mba..wkwkw.. kita tunggu presscon dari si empunya blog. :D

      Hapus
  2. Baiklah, cuss langsung ke blog Mbak Ria buat kenalan. :)

    BalasHapus
  3. Kalo aku JanTan mba, Jawa Kalimantan...eaaaa :)))))

    BalasHapus
  4. Kalo aku Timteng, Jatim dan Jateng. Wkakakakak.

    BalasHapus
  5. Quotes yang terakhir itu lho, daleemmm banget!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba wiwit.. So true ya? Jadi skrg mah dibikin asik aja ya? Hehe

      Hapus
  6. hi mbak, thanks yang soal postingan per tahun/per bulan. Tadinya sih ada, tapi kok kayaknya yg sebelah kanan itu sudah kebanyakan. Jadi saya tidak ikutkan lagi deh :)
    Utk makna chocolicious....terserah yg pada mau mengartikan saja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh..biar ngga keramean ya Mba? hihi.. oke Mba.. :)

      Hapus

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Pos populer dari blog ini

Belajar Tegar dari Seorang Widi Utami, Blogger Perempuan Penyandang Tunarungu yang Sarat Prestasi

Kalau kita, mendengar dengan telinga, maka ia, mendengar dengan mata. Satu yang ditakutinya, gelap. Karena di tengah kegelapan, bukan saja ia tak bisa melihat, namun ia juga tak bisa mendengar.
Widi Utami namanya. Blogger sholihah, yang punya banyak cita-cita mulia. Ia adalah penulis yang hebat, meski di usianya yang ke empat, ia harus kehilangan fungsi indra pendengarnya karena jatuh saat berlari menyambut sang kakak.

Saya sering berbincang dengannya, karena saya, Mbak Widut (begitu kami akrab menyapanya) dan Mbak Rani, membentuk sebuah grup yang iseng kami beri nama #BloggerKAH. Nama #BloggerKAH diambil dari huruf depan nama anak-anak kami; Kevin, Amay & Aga, juga Han. 
Mbak Widut adalah penulis berbakat. Kalau teman-teman ingin membaca tulisan-tulisannya, blognya ada 2; widutblog.blogspot.co.id dan widiutami.com. Ia sudah mempunyai sebuah buku berjudul "Mahkota untuk Emak", yang saat launchingnya dihadiri oleh penulis terkenal Habiburrahman El Shirazy. Memang di buku …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Ayahmu Miskin, Ya, May? Koq Kulkas Kamu Kecil?

Jika mengingat materi Seminar Parenting tentang bullying bulan lalu, barangkali kalimat yang diucapkan seseorang pada Amay beberapa waktu lalu itu, termasuk dalam verbal bullying. 
Sebelum mengomentari kulkas kami yang berukuran kecil itu, orang yang sama bertanya pada Amay, putra sulung kami. Entah apakah niatnya hanya bertanya ataukah ada tujuan lainnya, katanya, "Ayah kamu miskin, ya, May? Koq kamu ngga punya TV?" yang dijawab oleh Amay dengan cerdas, "Tapi ayahku lebih keren daripada ayah kamu!"
Kalau mengingat kembali materi parenting bulan sebelumnya tentang mempersiapkan ananda masuk SD, bahwa salah satu tanda kesiapan anak untuk memasuki jenjang yang lebih tinggi adalah mampu menyelesaikan masalahnya sendiri, maka saya berkesimpulan kalau Amay memang sudah siap untuk menjadi anak SD dengan jawaban cerdas di atas. Amay tidak mengadu, dalam artian meminta bantuan orang lain untuk menjawab perlakuan orang itu.
Sayangnya, saat insiden "pemiskinan" it…