Langsung ke konten utama

Belanja di ShopBack, Dapat Cashback, Bisa Pakai Voucher

Teknologi yang berkembang saat ini sangat memudahkan kita untuk menghemat waktu, tenaga dan biaya, dalam berbelanja. Belanja online, adalah salah satu cara yang cukup efektif untuk kita yang nggak mau repot keluar rumah, capek antri, malas bermacetan di jalan, malas gonta-ganti atau naik turun angkutan, enggan memegang uang cash dalam jumlah yang banyak, sibuk, dan sederet alasan lainnya.
Perkembangan metode berbelanja tersebut memunculkan banyak sekali toko online, dan melahirkan E-commerce atau transaksi jual beli secara online.
Dan kini telah hadir ShopBack. ShopBack adalah situs belanja online, yang telah beroperasi di enam negara, yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, India, Filipina, dan Taiwan. Lewat ShopBack, kita bisa mencari dan mendapatkan penawaran & diskon menarik dari sekitar 300 toko. Yupz, kamu nggak salah. Ada 300-an toko yang bisa kamu temukan di ShopBack. Kamu tinggal pilih tempat belanja favoritmu. Ada Tokopedia, BukaLapak, Lazada, Matahari Mall, Elevenia, eBay, AliExpress, Blibli, Groupon, Orami, Tiket.com, Zalora, Muslimarket, Berrykitchen, VIP Plaza, UBER, dan masih banyak lagi.


Barangkali kamu akan bertanya, ‘kan bisa langsung belanja disana, kenapa harus lewat ShopBack?
Nah, inilah letak perbedaan ShopBack dengan marketplace lainnya. Di ShopBack, kita pasti akan mendapat Cashback atau uang kembali. Besarannya juga berbeda-beda, tergantung penawaran dari barang yang dibeli. Cashback ini juga tidak mensyaratkan minimum pembelian dan dapat digabungkan dengan diskon dan promo lainnya. Asik kan?
Ah, pasti harganya udah dinaikin dulu tuh!
Eh, saya juga berpikir begitu sebelumnya. Dan pas nyobain, oh, engga ternyata.
Jadi begini cara kerjanya. Ketika kita mencari sesuatu di ShopBack, kita akan diarahkan ke situs e-commerce yang kita mau. Seperti saat saya mencari produk fashion untuk lebaran, ketika saya klik Zalora, maka kita akan diarahkan ke situs Zalora. Harganya sama. Dan ShopBack itu ibarat mall yang di dalamnya ada berbagai toko.
Mungkin pertanyaan selanjutnya, koq ShopBack bisa kasih kita Cashback terus-terusan? Ngga rugi tuh? Apalagi katanya harganya ngga dinaikkan dulu ‘kan?
Ternyata, menurut Indra Yonathan, Country Manager dan co-founder ShopBack, ShopBack mendapatkan keuntungan berupa komisi dari para e-commerce, ketika ada pengguna ShopBack yang berbelanja di e-commerce tersebut. Nah, komisi tadi, sebagian disisihkan untuk diberikan kepada pengguna ShopBack.  
Keuntungan lainnya jika kita berbelanja via ShopBack adalah:
- Karena lebih hemat dan menguntungkan apabila dibandingkan dengan langsung membeli di e-commercenya, karena mendapat tambahan uang cashback hingga 40%.
- Dapat menggabungkan promo, diskon, kode kupon dari e-commerce (misalnya kode promo UBER, belanja dengan promo carrefour dari ShopBack), juga voucher, seperti; voucher Lazada, voucher Zalora, voucher MatahariMall, atau voucher blanja.com. Belum lagi, kita dapat uang Cashback dari ShopBack juga sehingga hematnya berlipat-lipat.
- ShopBack aman dan terpercaya. Sudah banyak e-commerce terpercaya yang bekerjasama dengan ShopBack.
- Di ShopBack, semua ada. Seperti yang saya tulis di atas, ShopBack ini ibarat mall. ShopBack adalah satu-satunya web yang menggabungkan semua kategori mulai dari fashion, kebutuhan sehari-hari seperti pesan antar makanan, makeup, peralatan rumah tangga, kebutuhan ibu dan balita seperti popok dan susu, travelling, transportasi, pulsa (ada promo Telkomsel di 2017 juga), gadget, smartphone, tiket pesawat, tiket kereta, tiket nonton bioskop, pesan hotel, pesan UBER, pesan Grab, dan masih banyak lagi.
- Oya, kita juga bisa dapat keuntungan kalau kita ngajak teman untuk berbelanja di ShopBack. Lumayan kan ya? ☺




Ribet ngga sih kalau harus lewat ShopBack dulu?
Belanja via ShopBack.co.id, sama dengan berbelanja di e-commerce lainnya. Seperti yang saya tulis di atas, nanti kita akan dirujuk ke situs belanja pilihan kita. Selain dari browser desktop dan mobile, sekarang aplikasi mobile ShopBack sudah hadir di Google Play Store dan Apple App Store. Dan untuk pengguna aplikasi mobile ShopBack akan mendapatkan promo eksklusif lho.
Cara Klaim Cashback-nya gimana?
1. Klik link toko melalui situs ShopBack dan kamu akan dialihkan ke situs toko tersebut
2. Belanja seperti biasa di situs toko tersebut
3. Cashback akan masuk otomatis di akun ShopBack kamu dalam waktu 48 jam dengan status 'Tertunda'
4. Status Cashback akan berubah dari 'Tertunda' menjadi 'Bisa diklaim' setelah order divalidasi oleh pihak merchant. Perubahan status memakan waktu 30-60 hari untuk memastikan tidak ada order yang ditukar atau dikembalikan
5. Kamu dapat meminta pembayaran setelah mengumpulkan Cashback yang bisa diklaim minimum Rp 50.000 (Ini jadi semacam belanja sambil menabung, ‘kan ya?)
6. Bonus can only be cashed out when your Redeemable Cashback reaches Rp 50.000 (Bonus dapat ditukarkan setelah Redeemable Cashback mencapai Rp 50.000)
Jadi, bolehlah dicoba, belanja lebarannya nanti via ShopBack aja. Karena, Solusi Belanja Cermat dan Hemat? ShopBack-in Aja!


Sumber Referensi:


Komentar

  1. Bisa jadi rujukan belanja baru nih...n

    BalasHapus
  2. Aku sering belanja online, tapi belum nyoba pake shopback Mba, next time kalau belanja lagi, bisa aku coba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mas, muter-muter tapi untungnya dobel, hehe

      Hapus
  3. duh mak mak pasti belanja melulu kalau udah teu kek gini

    BalasHapus
  4. Oh jadi cashback-nya ini masuk dalam waktu kurang lebih 2 hari ya. So far saya belum pernah nyoba belanja menggunakan shopback.

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Pos populer dari blog ini

Saat "Dia" Tertawa di Sampingku

Yeaayyy sudah tanggal 19, itu artinya Blogger KAH kembali datang. Kali ini kami menulis sebuah tema yang terinspirasi dari curhatan-curhatan kecil sehari-hari. Hehe, saya, Mbak Rani, dan Mbak Widut memang suka ngobrol dan curcol. Hingga kemudian lahirlah ide untuk membahasnya di sebuah postingan blog.

Tema kali ini adalah pengalaman horor. Oya, bulan ini kami kedatangan tamu yaa, Mami Susi, yang tampaknya suka banget dengan hal-hal mistis, kami undang untuk bercerita juga.

Silakan baca tulisan Mami Susi Susindra dengan "Wanita Berwajah Rata"nya disini, Mbak Rani dengan Hantu Genit-nya disini, dan Mbak Widut dengan kisah sawannya si K disini
~~~
Sebelumnya saya pernah menulis sebuah kejadian yang menegangkan di rumah bude di Jogja, berjudul "Jangan Baca Ayat Kursi". Waktu itu saya memang tidak merasa apa-apa, karena memang pada dasarnya saya kurang peka dengan keberadaan makhluq astral. Akan tetapi, Amay, yang kala itu belum genap dua tahun, terlihat agak sensitif…

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Jangan Jadi Online Shop Nyebelin

Kalau Asma Nadia punya karya yang judulnya: "jangan jadi muslimah nyebelin", maka yang saya tulis ini mungkin merupakan pengembangannya.

Lagi heboh ya di dunia maya, tentang online shop dan calon pembeli yang salah paham. Jujur, saya pun baru tahu kalau ada satuan "ea" yang artinya "each". Jadi memang sebagai online shop sebaiknya tidak buru-buru emosi, khawatir nantinya malah malu sendiri. Selain itu, nanti malah jadi merugi, pembeli terlanjur kabur dan nggak mau balik lagi.

Hmm..nggak mau kan itu terjadi?

Tapi selain yang di atas tadi, saya juga mau sedikit kasih saran untuk para pelaku online shop. Biar apa? Biar nggak jadi online shop yang nyebelin. Mmm...saya juga jualan lho, jual mukena dan cilok. Tapi karena supplier mukenanya lagi sibuk, jadi sementara saya fokus di cilok saja. *eh...ini bukan promosi, hihi...

Nah, saya juga pengen, sebagai online shop, saya nggak dianggap nyebelin (saya masih berusaha, jika masih dianggap nyebelin juga, dimaafkan…