Skip to main content

Merencanakan Penjelajahan ke Sumatera Barat Lewat Skyscanner , Menyatukan Kepingan Masa Lalu


"Papa nggak ada proyek di Padang ya? Kalau ada, Arin mau dong ikut ke sana..." Pertanyaan itu sukses membuat suami saya tertawa. Ada apa dengan Padang, sampai membuat saya begitu ingin ke sana?

Saya tidak ingat persis kapan mulanya saya menyukai Kota Padang. Mmm, mungkin bukan Padang-nya ya, tetapi Sumatera Barat-nya. Makanannya, budayanya, penulis-penulisnya, hampir semuanya membuat saya terpesona. Dan sejujurnya, belum banyak yang saya tahu dari provinsi ini.

Lalu bagaimana saya bisa suka?

Setelah dirunut, ternyata saya menyukai Sumatera Barat karena kenangan masa kecil. Bukan, bukan karena saya pernah tinggal di sana. Saya bahkan belum pernah menginjakkan kaki di Pulau Sumatera.

Teman-teman yang mengenal saya atau sering membaca tulisan saya, mungkin tahu bahwa saya adalah orang yang sangat menghormati masa lalu dan senang menyimpan kenangan. Saya bahkan bisa menceritakan detil suatu peristiwa, yang mungkin telah dilupakan pelakunya. Hahaha.. Tapi ingatan saya memang aneh, karena hanya mampu mengingat hal-hal yang remeh.

Dan beberapa penggalan masa lalu ini mungkin bisa menjelaskannya.

1. Iklan RCTI Jaman Dulu

Anak yang tumbuh di tahun 9O-an pasti tidak asing dengan iklan ini. Di TV, biasanya setelah selesai suatu acara, ada jeda menuju acara selanjutnya kan ya? Jeda di RCTI, selain tentunya yang paling populer adalah iklan seorang nenek yang berjualan di pasar apung dan sebuah keluarga yang sedang menonton TV di tengah sawah, ada juga video di atas itu.

Nah, di antara ketiga jeda atau iklan RCTI jaman dulu itu, yang paling saya suka adalah iklan di video ini. Di situ terlihat pemandangan desa yang sibuk dan tampak rukun sekali. Setiap warga melakukan pekerjaannya masing-masing, dan yang tak kalah penting, warganya tak melupakan budayanya, yaitu tari piring

Tari Piring atau dalam bahasa Minangkabau disebut dengan Tari Piriang adalah salah satu seni tari tradisional di Minangkabau yang berasal dari kota Solok, provinsi Sumatera Barat.
Pada awalnya, tari ini merupakan ritual ucapan rasa syukur masyarakat setempat kepada dewa-dewa setelah mendapatkan hasil panen yang melimpah. Setelah agama Islam masuk ke Minangkabau, tradisi tari piring ini tidak lagi digunakan sebagai acara ritual kepada dewa-dewa, namun digunakan sebagai sarana hiburan semata. [sumber: Wikipedia]

Sungguh, saya ingin sekali melihat secara langsung pertunjukan Tari Piring ini.
 
2. Lagu Kampuang Nan Jauh Di Mato, Chiquita Meidy

Teman-teman yang satu generasi dengan saya, tentunya tak asing dengan centilnya Chiquita Meidy saat bernyanyi. Dan dari sekian banyaknya lagu yang saya hafal di masa itu, lagu ini lumayan sering saya dendangkan di kamar mandi.

Meskipun saya belum pernah sama sekali ke Sumatera Barat, tapi sedikit-sedikit saya paham tentang isi dari lagu berbahasa Minang itu. Syairnya dalam, benar-benar menggambarkan suasana kampung halaman yang saya idamkan, terutama di bait ini;

Panduduaknyo nan elok
Nan suko bagotong-royong
Sakik sanang samo-samo diraso
Den takana jo kampuang

Eh, kalau dilihat lagi memang, bait itu seperti mencerminkan iklan RCTI itu ya.. :D

3. Sitti Nurbaya

Dulu tiap kali ibu melihat Gusti Randa di TV, ibu menyebutnya Samsulbahri, haha... Saya yang waktu itu masih SD, tentu tak paham lah siapa Samsulbahri itu.
 
Nah, baru kemudian saat SMA saya membaca novel berjudul "Kasih Tak Sampai" yang ditulis oleh Marah Rusli itu, demi bisa mengerjakan tugas pelajaran Bahasa Indonesia. Saat membacanya, saya memang langsung membayangkan Gusti Randa sebagai Samsulbahri dan Him Damsyik sebagai Datuk Meringgih.
 
Tentu semua tahu kalau novel ini berlatar budaya Minang, berbahasa Melayu dan bersetting Kota Padang.
 
Oke, 3 penggalan masa lalu di atas saya rasa cukup ya untuk dijadikan alasan mengapa saya ingin sekali pergi ke Sumatera Barat. Meski tak ada darah Minang, meski di sana pun tak akan saya jumpai handai tolan, tapi tak apa. Saya meyakini bahwa setiap perjalanan akan memberikan kita sesuatu yang baru. 

Quote about travelling from "adventure in you"

Ya, jangan katakan bahwa keinginan ini hanya mimpi, tapi katakanlah bahwa ini adalah sebuah rencana.

Untuk itu, saya memberanikan diri untuk membuat sebuah rencana penjelajahan ke Sumatera Barat bersama suami dan anak-anak, dengan dibantu oleh skyscanner, sebuah situs pencarian global terkemuka, tempat di mana orang terinspirasi untuk merencanakan dan memesan langsung dari jutaan opsi perjalanan dengan harga terbaik.

Kalau sudah sampai di Sumatera Barat sana, saya ingin mengunjungi beberapa tempat, seperti;

1. Jembatan Sitti Nurbaya, salah satu ikon wisata di Kota Padang, Sumatera Barat. Jembatan yang berdiri di atas Sungai Batang Arau ini menghubungkan kota tua Padang dengan Taman Siti Nurbaya, tempat Siti Nurbaya dimakamkan.

Jembatan Siti Nurbaya, sumber: wisatasumatera.com

2. Istana Pagaruyung, atau dikenal juga dengan nama Istano Basa, sebuah istana yang terletak di kecamatan Tanjung Emas, kota Batusangkar, kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
 
Ternyata istana yang sekarang berdiri adalah replika dari yang asli. Istano Basa yang asli terletak di atas bukit Batu Patah dan terbakar habis saat terjadi kerusuhan di tahun 18O4.

Istana Pagaruyung, sumber: Wikipedia

3. Nagari 1OOO Rumah Gadang, Solok Selatan. 

Nagari 1OOO Rumah Gadang, Solok Selatan
Tempat ini mengingatkan saya pada iklan jadul RCTI. Mirip kan ya? Lihat jalanannya, deh. Jangan-jangan memang syutingnya di sini. :D

4. Jam Gadang, Bukittingi

Jam Gadang, Bukittinggi
5. Kepulauan Mentawai

Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat

Setuju nggak sih kalau saya bilang Kepulauan Mentawai ini indah banget? Ya Allah, pengen banget ke tempat ini. Kalau udah sampai Sumatera Barat, tempat ini nggak boleh dilewatkan deh. Surga dunia banget ya... ❤

Dan sebenarnya masih ada banyak tempat lainnya yang ingin saya kunjungi, seperti Lembah Harau, Danau Kembar, Lembah Anai, Danau Maninjau, dll. Benar kata Dedek Awin, teman dari Padang yang saya kenal lewat Arisan Link Blogger Perempuan, "Sumbar gak cukup dikelilingin seminggu." Hahahaha, ya udah, makanya saya mau stay di sana sebulan deh.
 
Tapi tapi, butuh budget berapa nih? Sedangkan lewat Skyscanner saya lihat Tiket Pesawat Garuda Indonesia dari Solo ke Padang aja segini:


Iya itu per orang, sedangkan saya kan butuh 4 tiket buat saya, suami, dan anak-anak. Eh tapi, karena Skyscanner itu benar-benar bantuin kita untuk dapat harga terbaik, ketemulah ini. Cuma memang jadwalnya harus digeser.



Selisihnya lumayan ya... Tapi memang kenyamanan Garuda mah nggak bohong. Saya pernah sekali pakai Garuda waktu ke Makassar dari Jogja. Waktu itu dapat harga promo, hihi... Makanya bener, kalau udah ada dana untuk travelling, rajin-rajin cari tiket murah deh. :D

Asiknya lewat Skyscanner, kita nggak bakal bingung cari hotel yang sesuai dengan budget juga.




Serius, gara-gara memandangi layar Skyscanner, keinginan saya untuk bisa menginjakkan kaki di Tanah Minang semakin tak terbendung. Duh Gusti, mohon lancarkan rezeki kami, supaya kami bisa mewujudkan penjelajahan ini. Aamiin... Do'akan juga ya teman-teman... ☺


Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner

Comments

  1. Datuk Maringgih itu sebenarnya tidak seburuk yg digambarkan dalam novel. Ada cerita dari sudut pandang lain bahwa Datuk Maringgih ini pengusaha yg suka memberontak kepada Belanda, sementara SamsulBahri itu malah tentaranya Belanda.

    Tapi yang namanya novel ya, harus ada antagonis dan protagonis. Selisih sebelas dua belas sama ceritanya Rahwana ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, tergantung sudut pandang memang.. tapi kalau ke ayahnya Datuk Meringgih mah dia emang beneran jahat atuh. Hihihi.

      Delete
  2. Ajak aku juga ke Sumatera Barat dong, aku pengen wisata kuliner disana. Nyobain rendang aseli sama itiak lado mudo. Weleh langsung ngiler ajeh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ntar kita buktikan ya, rendang bisa crispy apa enggak.. hahaha...

      Betewe, ntar masak itiak lado mudo sendiri yuk pas lebaran.. 😁

      Delete
    2. Di tunggu di Padang ya mb Arinta mb Ika... siap nemenin jalan2 keliling sumbar. btw sekarang sudah ada Yogya - Padang direct flight lho. lbh krg 700 rb. terimakasih buat si maskot singa. ha..ha wlo sering diumpat umat, tp berani buka rute pdg-sby pdg-mksr

      Delete
  3. Kalau transit solo- jakarta, trs jakarta-padang, bisa lebih murah nggak ya mak? Huhu padang...nun jauh di matoo...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu emang transit, Mak.. ngga ada yang langsung dari Solo ternyata..huhuhu...

      Delete
  4. Kalo ke sumatera barat, aq pengen makan nasi padang 😁😁. Makan nasi padang di Padang, pasti rasanya yahuuud. Katanya makanan di Padang nggak ada yg ga enak. Semua lezat. Besok kalo ke Padang, jangan lupa oleh2in rendang buat aq ya mak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah, katanya di Padang nggak ada warung makan Padang, Mak.. 😂😂😂

      Iya, pasti rendangnya lebih yahud dari yang dijual di sini lah yaa.. do'akan aja Mak, ntar tak bawain kalau emang beneran bisa ke sana.. hihihi..

      Delete
  5. Kenangannya disimpen yg baik2 aja Mbak Rin. Yg buruk buang ke tong sampah :D
    Btw, iklan tivi itu hits pada zamannya ya! Yang orang bisa terbang di atas batu, ehehe. Semoga bisa mbolang sm keluarga kesana yaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Xixixi pasti dong Deeek.. insya Allah yang baik-baik saja yg diinget. 😁

      Aamiin aamiin aamiin YRA.. makasiiih ya 😘😘

      Delete
  6. Hahaha, iklannya RCTI emang khas banget, bahkan sampai sekarang masih ingat betul dengan nenek-nenek itu :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa.. xixixixi.. Mbak Anisa inget ya? 😂

      Delete
  7. Hi..hi, aku penggemar rcti+ chikita juga mba..

    Malah aku sempat nonton gusti randa itu. SD apa Smp lupa tapi..

    Dengan skyscanner, merencanakan agenda traveling jd semakin mudah yaa..

    Semoga rencananya terrealisasi mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, bisa dapat update-an harga tiket juga kalau berlangganan via email.. 😁

      Aamiin, terima kasih ya Mbak.. 😊

      Delete
  8. Salah satu wilayah yang adat istiadatnya kuat. Wisata alamnya juga banyak.
    Semoga kesampaian mba Arin. Salam buat siti nurbaya

    ReplyDelete
  9. padang... uwooow.... aku suka banget soalnya budayanya masih terawat di sana.

    ReplyDelete
  10. kenapa habis baca tulisan mak arin aku jadi pengen ke padang ya..sebelumnya pengen ke sumut sih, ke Toba..

    tapi ke padang sepertinya menarik juga

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Popular posts from this blog

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Jawa Timur Park 2 (Batu Secret Zoo)

Beberapa waktu lalu, alhamdulillah keluarga kecil kami berkesempatan melakukan perjalanan ke Malang. Awalnya saya dan Amay hanya ingin menemani suami bertemu dengan kliennya, namun kemudian terpikir untuk sekaligus berwisata ke Batu. Mumpung ada waktu :)

Karena budget kami terbatas, kami memilih hotel yang ramah di kantong. Hanya dengan 200 ribu rupiah per malam, kami sudah bisa menikmati kamar yang nyaman, fan, televisi, juga air hangat untuk mandi. Tak perlu kamar ber-AC lah, karena Malang sudah cukup sejuk :). Kami juga memilih hotel yang tak terlalu jauh dengan stasiun, tentunya agar menghemat ongkos transportasi. 

Keesokan harinya, kami mengunjungi Jawa Timur Park. Lagi-lagi, untuk menghemat pengeluaran kami menyewa sepeda motor untuk pergi kesana. Biaya sewa motor rata-rata 50 ribu - 60 ribu, atau 75 ribu untuk layanan antar jemput. Jadi kita tak perlu mengambil dan mengembalikan sendiri sepeda motor sewaan kita. (Sudah bisa disebut backpacker belum? :p) 
Oya, tentang Jatim Park, …

Kasih Tak Sampai Antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri

Pertama kali membaca novel ini adalah ketika saya duduk di bangku SMA. Karena apa lagi jika bukan oleh tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia? Sebelumnya, saya hanya mendengar kisah Sitti Nurbaya dan Samsulbahri yang harus menderita karena kisah cintanya terhalang oleh Datuk Meringgih yang tak punya hati. Dan dulunya, saya pikir, orang tua Sitti Nurbaya lah yang tega menukar kebahagiaan sang putri hanya demi pundi-pundi duniawi. Apalagi, ini didukung dengan syair lagu yang dibawakan suara melengking milik Ari Lasso, yang saat itu masih menjadi vocalis grup band Dewa 19, berjudul "Cukup Siti Nurbaya". "Oh... Memang dunia, buramkan satu logika
Seolah-olah, hidup kita ini

Hanya ternilai s'batas rupiah Cukup Siti Nurbaya yang mengalami
Pahitnya dunia

Hidupku, kamu, dan mereka semua
Takkan ada yang bisa memaksakan jalan
Hidup yang 'kan tertempuh Dengarkan manusia yang terasah falsafah
Sesaat katanya

Itu bukan dogma"
Tapi ternyata, setelah membaca keseluruhan isi novelnya, …