Skip to main content

Jeffri Arizman; Dokternya Komputer dan Printer dari Puworejo

Lagi asik-asiknya bekerja, tiba-tiba laptop “pet”, mati. Rasanya pengen menjeriiiiit ngga sii? Tentu selain kesal, sedih, rasa khawatir juga ada. Khawatir kalau data-data yang ada di laptop tidak terselamatkan lagi. Bahkan kadang kita berharap, biarlah si lapotop rusak, asal data-data di dalamnya bisa kembali.


General Computer, tempat service laptop dan printer terpercaya di Purworejo

Yah, beginilah problematika manusia modern, dimana teknologi sudah seperti nasi. Kalau belum memakainya --mengonsumsinya, red--, belum makan katanya. :D

Jaman sekarang, kebutuhan manusia akan teknologi semakin besar. Sebab apa? Sebab manusia ingin semua keperluannya bisa selesai dalam waktu cepat.

Seperti kompor gas yang menggantikan kompor minyak, dan kompor minyak yang menggantikan kayu bakar, juga handphone yang menggantikan telepon, agar komunikasi bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, komputer pun hadir untuk menggantikan mesin tik.

Kini, komputer tak lagi merupakan benda mewah. Bahkan jika dulu komputer hanya bisa diletakkan di satu tempat, kini kita bisa menggunakan komputer jinjing alias laptop dan membawanya kemana-mana.

Seperti halnya televisi dan handphone yang hampir setiap rumah memilikinya, komputer pun sedang menuju ke arah sana. Sekali lagi karena kebutuhan dan perkembangan zaman yang menuntut kita untuk bergerak dan bekerja lebih cepat. Bukan hanya karyawan kantoran atau para mahasiswa saja yang memerlukannya untuk menyelesaikan pekerjaan mereka, siswa-siswi dari SD hingga SMA pun sama. Apalagi jika sudah terhubung dengan internet, mau menggunakannya untuk bekerja atau hanya untuk hiburan semata, komputer bisa digunakan oleh siapa saja.

Namun terkadang, disaat kita sedang dalam semangat yang membara untuk menyelesaikan pekerjaan kita, tiba-tiba komputer yang kita gunakan mengalami masalah. Kalau saya yang mengalaminya, tentu saya akan menyerah pasrah, karena saya tidak tau seluk-beluk komputer seperti apa. Satu-satunya cara, tentu dengan menyerahkan pada ahlinya.


Jeffri Arizman, ahli service komputer dan priner dari Purworejo

Adalah Jeffri Arizman, pria kelahiran Purworejo, 33 tahun yang lalu, yang menjadi dewa penyelamat saat komputer sekarat. Lulusan Diploma III Teknik Otomotif Universitas Negeri Yogyakarta ini memang tidak bekerja sesuai dengan bidang yang dipelajarinya, namun mengotak-atik komputer adalah passion yang kini ditekuninya. Bahkan sewaktu masih SMP dulu, dia sudah berhasil merakit barang-barang elektronik seperti radio dan bel rumah. 

Sewaktu kuliah bahkan, ia mendapat hibah dua buah speaker dari kawannya, dan dengan bakat alaminya, speaker yang sudah menjadi barang rongsokan itu pun disulapnya hingga bisa berfungsi kembali. Beruntung, seorang kerabat membelinya. Jadi, dengan modal 2 ribu rupiah saat itu --untuk membeli komponen yang diperlukan--, ia mendapat SERATUS RIBU rupiah. "Lumayan, buat makan. Maklum, anak kuliahan." Ujarnya saat itu.

Pria bermata sipit yang juga hobi memelihara unggas ini telah memulai usahanya sejak 2O12 silam. Tak hanya menjual jasa service komputer/laptop dan printer saja, di General Computer, ia juga menerima jasa foto copy dan pengetikan.


Jeffri Arizman, dokternya alat-alat elektronik 

Suami dari wanita cantik bernama Ratna Yuli Mustika Sari ini bisa dipanggil ke rumah lhoo.. Jadi, untuk warga Purworejo dan sekitarnya, yang komputer, laptop atau printernya mengalami kerusakan, atau ingin menge-print namun tidak sempat kemana-mana, bisa hubungi Mas Jeffri ini disini:
WA: +62 857-4783-9495
PIN BBM: 5849A71C



Comments

  1. Printerku eroooorrr nihhhhh. Jauh amat dr Salatiga ya... Bisa service mesin fc juga berarti?

    ReplyDelete
  2. Semoga dokter printer sama komputernya bisa buka praktek dimana-mana. Aamiin :)

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah laptop di rumah belum pernah rewel. Kalau bisa ya jangan. Ini malah mau cari ganti buatnya.
    Di tempat saya masih jarang mbak ahli komputer gini. Kalau buka kayak Mas Sipit ini mungkin laris manis ya.
    Ehm...kalau urusan printer alhamdulillah saya bisa utak atik sendiri sambil cari tutorialnya di youtube. Hihihi...tapi emang kudu sabaaar bgt.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah..hihi.. Bu guru mah kereeenn.. :D

      Delete
  4. Wih mantab, dokter komputer dari Purworejo.
    Hihihi
    salam kenal ya Mas Jeffri dan istri, bapak saya orang purworejo juga lho (Hihihihi apasih >.<)
    Semoga sukses selalu :D

    ReplyDelete
  5. Pak Jef.. laptopku lemotttt.. bisa ganti yang baru gak.. kali aja modalnya juga cuma dua rebu hahhahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yahaha.. Minta abinya Kinza aja yaa.. Gratis malah. :p

      Delete
  6. Jago banget ya perbaiki komputer ya mba. Aku punya laptop ngadat euy. Tapi ini emang pas buat yang di Purworejo ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba..alhamdulillah rata2 puas dg hasilnya. :)

      Delete
  7. taksodorke artikel ini ke ibuk biar nek pas komputer rumah rusak ga panikan xixiixixixi
    btw aku baru engeh mb rin, taglinenya itu loh, sesyuatu yach ala tante sharimbul : sinau tanpa pungkasan , ntabb

    ReplyDelete
  8. yach, jauh banget yha di purworejo,
    tapi salut sama jasa yg bisa dipanggil ke rumah,,, (y)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Popular posts from this blog

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Jawa Timur Park 2 (Batu Secret Zoo)

Beberapa waktu lalu, alhamdulillah keluarga kecil kami berkesempatan melakukan perjalanan ke Malang. Awalnya saya dan Amay hanya ingin menemani suami bertemu dengan kliennya, namun kemudian terpikir untuk sekaligus berwisata ke Batu. Mumpung ada waktu :)

Karena budget kami terbatas, kami memilih hotel yang ramah di kantong. Hanya dengan 200 ribu rupiah per malam, kami sudah bisa menikmati kamar yang nyaman, fan, televisi, juga air hangat untuk mandi. Tak perlu kamar ber-AC lah, karena Malang sudah cukup sejuk :). Kami juga memilih hotel yang tak terlalu jauh dengan stasiun, tentunya agar menghemat ongkos transportasi. 

Keesokan harinya, kami mengunjungi Jawa Timur Park. Lagi-lagi, untuk menghemat pengeluaran kami menyewa sepeda motor untuk pergi kesana. Biaya sewa motor rata-rata 50 ribu - 60 ribu, atau 75 ribu untuk layanan antar jemput. Jadi kita tak perlu mengambil dan mengembalikan sendiri sepeda motor sewaan kita. (Sudah bisa disebut backpacker belum? :p) 
Oya, tentang Jatim Park, …

Kasih Tak Sampai Antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri

Pertama kali membaca novel ini adalah ketika saya duduk di bangku SMA. Karena apa lagi jika bukan oleh tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia? Sebelumnya, saya hanya mendengar kisah Sitti Nurbaya dan Samsulbahri yang harus menderita karena kisah cintanya terhalang oleh Datuk Meringgih yang tak punya hati. Dan dulunya, saya pikir, orang tua Sitti Nurbaya lah yang tega menukar kebahagiaan sang putri hanya demi pundi-pundi duniawi. Apalagi, ini didukung dengan syair lagu yang dibawakan suara melengking milik Ari Lasso, yang saat itu masih menjadi vocalis grup band Dewa 19, berjudul "Cukup Siti Nurbaya". "Oh... Memang dunia, buramkan satu logika
Seolah-olah, hidup kita ini

Hanya ternilai s'batas rupiah Cukup Siti Nurbaya yang mengalami
Pahitnya dunia

Hidupku, kamu, dan mereka semua
Takkan ada yang bisa memaksakan jalan
Hidup yang 'kan tertempuh Dengarkan manusia yang terasah falsafah
Sesaat katanya

Itu bukan dogma"
Tapi ternyata, setelah membaca keseluruhan isi novelnya, …