Skip to main content

Tempat Wisata di Kuningan, Jawa Barat

bermain gelembung sabun

Libur lebaran kali ini cukup panjang ya, teman.. Apalagi jika digabungkan dengan libur sekolah anak-anak yang sampai lima pekan lamanya. Sudah terpikir akan mengajak mereka jalan-jalan ke mana? Atau melakukan kegiatan apa untuk mengisi liburan mereka? 

Untuk Mas Amay, saya sudah berencana, sampai Solo nanti, kami akan membuat mini project seperti yang dulu pernah kami lakukan. Kami akan membuat buku bergambar atau pictorial bookJika dulu, saya adalah pembuat cerita sementara Mas Amay adalah ilustratornya, kali ini Mas Amay yang akan membuat cerita sekaligus ilustrasinya. Mungkin Mamanya ini hanya akan sedikit urun saran saja.


Rencana kegiatan di rumah Solo sudah ada di kepala. Dan Alhamdulillah, lebaran di tempat Aki dan Nin Majalengka kemarin, kami juga sempat berjalan-jalan.

Aki dan Nin mengajak kami menyusuri tempat wisata di Kuningan. Ada dua tempat tujuan, yaitu Waduk Darma dan Objek Wisata CibulanSebenarnya rencana di awal kami juga ingin mengunjungi Pantai Ade Irma di Cirebon, tapi karena hari sudah sore dan anak-anak sudah lelah, jadi tempat ini masih menghuni wish list.

Lalu, ada apa saja di Waduk Darma dan Objek Wisata Cibulan? Simak ya, teman..

1. Waduk Darma

Perjalanan ke Kuningan dari Majalengka cukup seru. Jalanan yang berkelok, menanjak dan menurun, membuat Andra, sepupu Amay Aga, mabok darat. Meski demikian, hal itu tak menyurutkan keceriaan. Hijaunya pemandangan, rimbunnya pepohonan, dan indahnya kota di bawah sana yang terlihat dari tempat kami melaju, seringkali membuat kami terkagum-kagum.

Riuh suara kami saat birunya air Waduk Darma mengintip melalui sela-sela pepohonan yang kami lalui. Horeee, waduknya sudah semakin dekat. Kekaguman kami bertambah-tambah saat Waduk Darma sudah tampak di depan mata.

Setelah membayar tiket, mobil pun meluncur ke tempat parkir. Oya, untuk informasi, harga tiket masuk ke Waduk Darma lebaran kemarin adalah:
Dewasa : 15.000
Anak-anak : 10.000

Harga tersebut cukup terjangkau, worth it deh dengan indahnya.


kapal berlabuh di Waduk Darma
Di Waduk Darma, kami menaiki kapal mengelilingi waduk. Kami cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 10.000 per orang. Masya Allah, berulang kali kami berdecak kagum dengan keindahan ciptaan-Nya, karena sembari menikmati perjalanan menyusuri waduk, di depan kami Gunung Ceremai berdiri dengan gagah.


indahnya Gunung Ceremai dilihat dari Waduk Darma. Masya Allah...

Turun dari kapal, kami menuju area permainan anak. Tarif setiap permainan adalah Rp 10.000,-. Harga yang wajar kan? Amay Aga juga sempat meminta gelembung sabun. Harganya pun relatif murah. Rp 10.000,- untuk dua cup air sabun. Meski menjual jasa di area wisata, para pedagang tidak aji mumpung "ngagetok" atau mematok harga di luar kewajaran. Ini membuat para pengunjung tidak takut untuk jajan.

Dan setelah puas menikmati keindahan Waduk Darma, kami pun melanjutkan perjalanan ke tempat wisata selanjutnya.

permainan anak di Waduk Darma

2. Objek Wisata Cibulan

Selamat Datang di Objek Wisata Cibulan

Objek Wisata Cibulan adalah Objek Wisata Pemandian tertua di Kuningan. Di sini kita bisa berenang bersama ikan-ikan.

Ikan-ikan inilah yang menjadi daya tarik utama dari tempat ini, karena ikan-ikan ini bukan sembarang ikan. Menurut cerita, ikan-ikan endemik Kuningan yang merupakan spesies tor douronensis ini adalah jelmaan dari prajurit-prajurit yang berkhianat pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi. Karena membangkang, maka oleh Prabu Siliwangi, prajurit-prajurit ini dikutuk menjadi ikan.


berenang bersama ikan dewa di Objek Wisata Cibulan

Konon, jumlah dari ikan-ikan ini selalu sama dari dulu hingga sekarang. Tidak berkurang atau bertambah. Dan katanya lagi, saat kolam ini dikuras, ikan-ikan tersebut akan menghilang entah kemana. Mereka akan kembali lagi saat kolam kembali diisi.

Nah, maka dari itu, banyak juga yang menyebut ikan-ikan ini sebagai ikan dewa.

Oya, kolam dengan ikan ini memang cukup dalam (ada yang dalamnya 2-3 meter, ada juga yang 120 cm), tapi di sisi lainnya, tepatnya di belakang penjual makanan (pop mie, dan makanan ringan lainnya), tersedia juga kolam renang yang dangkal untuk balita.

kolam renang dangkal di Obyek Wisata Cibulan

Selain bisa berenang dengan ikan dewa, di Obyek Wisata Cibulan kita juga bisa melakukan banyak hal seru lainnya, seperti:
- Sepeda Gantung
- Flying Fox
- Terapi Ikan
- Bermain ayunan, naik kereta kelinci, dll

Untuk Flying Fox, biaya yang harus dikeluarkan adalah sebesar Rp 15.000,- sedangkan untuk terapi ikan, kita hanya perlu membayar Rp 5.000,-

Oya, air di sini memang cukup dingin, tetapi kita bisa memilih untuk membilas badan dengan mandi air hangat. Per orang dikenakan tarif Rp 10.000,-

Kalau teman-teman lupa membawa baju ganti atau handuk atau pakaian dalam, ada kios yang menyediakan berbagai keperluan tersebut. Tapi harganya memang sedikit di atas normal, ya, teman... Jadi kalau mau hemat, benar-benar harus dipersiapkan semuanya yaa...


flying fox di Objek Wisata Cibulan

berenang bersama ikan dewa di Objek Wisata Cibulan

Petilasan Prabu Siliwangi dan Sumur 7
Duh, sampai lupa... Tiket masuk Obyek Wisata Cibulan lebaran kemarin adalah Rp 22.000,- untuk dewasa dan Rp 17.000,- untuk anak-anak. Akhir kata, selamat berlibur dan bersenang-senang yaaa.. 

Comments

Popular posts from this blog

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Jawa Timur Park 2 (Batu Secret Zoo)

Beberapa waktu lalu, alhamdulillah keluarga kecil kami berkesempatan melakukan perjalanan ke Malang. Awalnya saya dan Amay hanya ingin menemani suami bertemu dengan kliennya, namun kemudian terpikir untuk sekaligus berwisata ke Batu. Mumpung ada waktu :)

Karena budget kami terbatas, kami memilih hotel yang ramah di kantong. Hanya dengan 200 ribu rupiah per malam, kami sudah bisa menikmati kamar yang nyaman, fan, televisi, juga air hangat untuk mandi. Tak perlu kamar ber-AC lah, karena Malang sudah cukup sejuk :). Kami juga memilih hotel yang tak terlalu jauh dengan stasiun, tentunya agar menghemat ongkos transportasi. 

Keesokan harinya, kami mengunjungi Jawa Timur Park. Lagi-lagi, untuk menghemat pengeluaran kami menyewa sepeda motor untuk pergi kesana. Biaya sewa motor rata-rata 50 ribu - 60 ribu, atau 75 ribu untuk layanan antar jemput. Jadi kita tak perlu mengambil dan mengembalikan sendiri sepeda motor sewaan kita. (Sudah bisa disebut backpacker belum? :p) 
Oya, tentang Jatim Park, …

Kasih Tak Sampai Antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri

Pertama kali membaca novel ini adalah ketika saya duduk di bangku SMA. Karena apa lagi jika bukan oleh tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia? Sebelumnya, saya hanya mendengar kisah Sitti Nurbaya dan Samsulbahri yang harus menderita karena kisah cintanya terhalang oleh Datuk Meringgih yang tak punya hati. Dan dulunya, saya pikir, orang tua Sitti Nurbaya lah yang tega menukar kebahagiaan sang putri hanya demi pundi-pundi duniawi. Apalagi, ini didukung dengan syair lagu yang dibawakan suara melengking milik Ari Lasso, yang saat itu masih menjadi vocalis grup band Dewa 19, berjudul "Cukup Siti Nurbaya". "Oh... Memang dunia, buramkan satu logika
Seolah-olah, hidup kita ini

Hanya ternilai s'batas rupiah Cukup Siti Nurbaya yang mengalami
Pahitnya dunia

Hidupku, kamu, dan mereka semua
Takkan ada yang bisa memaksakan jalan
Hidup yang 'kan tertempuh Dengarkan manusia yang terasah falsafah
Sesaat katanya

Itu bukan dogma"
Tapi ternyata, setelah membaca keseluruhan isi novelnya, …