Biru.id, Tempat Sewa Pompa Asi Berkualitas di Jakarta


Sebagian ibu dikaruniai ASI yang melimpah, tetapi sebagian lainnya harus berjuang keras untuk bisa memberikan ASI kepada bayinya. Kondisi yang tentu tidak mudah bagi ibu, karena perasaan tidak mampu menyusui saja bisa membuat seorang ibu stres dan cenderung untuk menyalahkan diri sendiri. Untuk itu, apabila di sekitar kita ada ibu yang kesulitan untuk menyusui bayinya, alangkah lebih baik jika kita tidak menghakimi mereka.

Caranya bagaimana? Beri support terbaik untuk mereka, salah satunya dengan pandai-pandai menjaga perasaan mereka. Yakinkan bahwa ketidakmampuan mereka dalam memproduksi ASI bukanlah sebuah masalah yang besar yang tidak ada jalan keluarnya. Katakan bahwa tanpa ASI pun, anaknya bisa tetap mendapatkan asupan yang baik, salah satunya melalui susu formula.

cara mengatasi asi mampet
Penyebab ASI Mampet dan Cara Mengatasinya

Sekali  lagi, jangan buru-buru menghakimi, karena kita tidak tahu pasti apa yang menyebabkan seorang ibu mengalami kesulitan dalam memproduksi ASI. Ada banyak hal yang menyebabkan ASI mampet atau tidak keluar dengan lancar, di antaranya adalah;

1. Laktasi yang tertunda

Tidak semua ibu bisa langsung menyusui bayinya segera setelah bayi lahir. Beberapa ibu harus menunggu hingga beberapa hari sampai ASI-nya bisa keluar. Biasanya ini terjadi pada perempuan yang melahirkan melalui proses operasi caesar.

Saya juga mengalaminya ketika melahirkan si sulung. Namun, selain karena melahirkan secara caesar, ada faktor lain yang menyebabkan saya mengalami laktasi yang tertunda.


2. Bentuk puting yang tidak biasa

Selain karena laktasi yang tertunda, hal lain yang menyebabkan ASI saya tidak lancar adalah anatomi payudara yang tidak biasa. Alhamdulillah, beberapa bulan setelah rutin menyusui, bentuk payudara saya berubah, dan memudahkan si kecil ketika menyusu.

Memang harus sabar, ulet dan sedikit "ngotot" alias keukeuh bahwa si kecil harus menyusu. Tanpa keinginan yang kuat seperti itu, mungkin saya benar-benar tidak bisa menyusui bayi saya.


3. Pelekatan yang tidak sempurna

Masa-masa awal menyusui adalah masa-masa mencari posisi paling nyaman untuk menyusui. Kalau anak sekolah punya slogan "posisi menentukan prestasi", ibu menyusui pun sama, "posisi menentukan lancarnya ASI". 😁


4. Penyebab ASI sedikit karena pemberiannya dibarengi dengan susu formula

Ini benar-benar terjadi pada saya, ketika melahirkan si sulung dengan cara caesar. Begitu keluar dari ruang operasi, perawat langsung menawarkan dua merek susu formula pada saya. Sediiiih, karena sebenarnya saya ingin langsung menyusui bayi saya. Namun, saya menyadari, kondisi saya saat itu mungkin kurang mendukung keinginan saya ini.

Akibatnya, saya baru bisa memberikan ASI pada bayi saya setelah ia berumur 4 hari.
5. Kelenjar ASI yang tidak mencukupi

IGT atau insufficient glandular tissue, adalah kondisi dimana kelenjar air susu tidak mencukupi dan menyebabkan ASI sedikit. IGT bisa terjadi karena pelekatan yang gagal, payudara terlalu kecil atau terlalu besar, pengaruh hormon, atau payudara yang tidak berkembang setelah masa puber.

Ya, itulah lima hal yang menyebabkan ASI tidak lancar. Jika sudah menemukan penyebabnya, maka kita tinggal berusaha bagaimana agar ASI bisa keluar dengan lancar. Beberapa cara ini mungkin bisa membantu merangsang produksi ASI.

Bagaimana Agar ASI Bisa Lancar
Tips Agar ASI Lancar

1. Istirahat yang cukup

Istirahat sangat penting dilakukan untuk proses penyembuhan. Istirahat yang cukup juga dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh seorang busui (ibu menyusui). Memang, ketika memiliki bayi, beristirahat adalah sebuah hal yang sulit dilakukan, tapi jangan sampai busui merasa kelelahan. Terlalu letih dapat mengakibatkan stres juga, lho, dan secara tidak langsung dapat mempengaruhi kualitas ASI juga.


2. Berpikir positif

Setelah cukup istirahat, hal yang paling penting selanjutnya adalah selalu berpikir positif. Tanamkan keyakinan bahwa ASI kita cukup, ASI kita berkualitas. Insya Allah, dengan afirmasi positif seperti ini, hal-hal positif juga akan terjadi.

Bagi orang-orang di sekitar, sebaiknya ikut membantu jaga mood ibu menyusui agar senantiasa merasa bahagia dan tidak stres, karena hormon stres dapat mengakibatkan produksi ASI berkurang.


3. Jangan berhenti, teruslah menyusui

Di berbagai komunitas menyusui sering kita dapati sebuah nasehat untuk terus menyusui. Jangan berhenti, karena gerakan dari mulut bayi memberikan stimulus pada payudara yang akan merangsang tubuh ibu untuk memproduksi air susu.


4. Lakukan teknik skin to skin nurse

Skin to skin nurse adalah sebuah teknik memberikan ASI dengan tidak ada penghalang sehelai kainpun antara ibu dan bayi. Jadi, kulit ibu dan bayi langsung bersentuhan. Teknik ini tidak hanya bisa merangsang produksi ASI, tetapi juga dapat meningkatkan ikatan emosional antara ibu dan si buah hati.

5. Konsumsi pelancar ASI

Dulu, ibu saya sampai menanam daun katuk agar ketika menyusui adik saya, ASI-nya keluar dengan lancar. Ya, penting bagi seorang ibu yang sedang menyusui untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak zat perangsang produksi air susu, seperti daun katuk, telur dan lain-lain.


6. Gunakan kedua payudara secara bergantian

Kegiatan menyusui memang dapat menyebabkan badan menjadi pegal. Maka, menggunakan kedua payudara secara bergantian, selain dapat mengurangi rasa pegal di satu sisi, juga dapat merangsang produksi ASI kedua payudara.


7. Pilih bra yang tepat

Ukuran bra yang tidak cocok atau terlalu ketat dapat mengakibatkan penyumbatan pada saluran ASI. Oleh sebab itu, gunakan bra menyusui yang benar-benar sesuai dan cocok dengan ukuran ibu menyusui.


8. Perah dan pompa

Last but not least, cara untuk menjaga agar produksi ASI tetap lancar adalah dengan cara memerah atau memompa. Lakukanlah pemompaan sekitar 10 menit pada masing-masing payudara.

Jangan lupa ya, Ma, pilihlah pompa ASI yang memiliki kualitas baik, entah itu pompa manual maupun elektrik. Pelajari cara mengoperasikannya, pelajari juga bagaimana tubuh bereaksi terhadapnya.

Tapi masa mau coba semua jenis dan merek pompa ASI? Kalau pada akhirnya ngga terpakai, gimana?

Ini juga yang jadi pertimbangan saya, Ma. Sayang atuh kalau pada akhirnya ngga terpakai, ya kan? Selain boros, mubadzir juga kan? Apalagi kalau ingat suami kerja siang malam, kasihan... Masa uangnya mau dibuang-buang? Duh kan, jadi baper.

Alhamdulillah, sekarang sudah ada solusinya, Ma. Daripada beli, dipakainya juga cuma sebentar, mendingan kita sewa aja. Sewanya di mana? Cek biru.id, gih! Di sana, ngga hanya bouncer, stroller, car seat atau mainan anak saja yang disewakan. Pompa ASI juga. Kita bisa sewa untuk mingguan atau bulanan.

Selain lebih hemat karena mengurangi budget untuk membeli perlengkapan bayi, dengan  menyewa kita juga ikut berperan dalam gerakan urban sharing dan go green untuk mengurangi sampah yang tidak bisa terurai. Jangan khawatir, Ma, barang yang disewakan di biru.id dijamin bersih, higienis, dan aman untuk si kecil.

Untuk Mama yang ingin sewa pompa ASI, kunjungi saja situs resmi biru.id atau follow instagram @biru.id.official dan transaksinya bisa dilakukan melalui Tokopedia di www.tokopedia.com/biruid. Cek video di bawah ini, yaa...






Sumber Referensi:
- https://id.theasianparent.com/penyebab-asi-sedikit
- https://www.popmama.com/pregnancy/birth/natasha.ghea/cara-mengatasi-saluran-asi-tersumbat



2 comments

  1. Dulu awal awal menyusui anakku rewel banget, ternyata pas baru lahir bayi masih cari posisi yang pas hehe..
    Sekarang semuanya dipermudah ya mbk, termasuk menyewa pompa ASI. Nggak perlu beli

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama, Mbak.. posisi kurang tepat emang bikin ngga nyaman. Ngga nyaman di ibu, ngga nyaman juga di bayi.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...