Empat Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Migrasi ke Wordpress Self Hosted

Feature wordpress memang menggiurkan. Plugin-pluginnya memanjakan pengguna. Jika di blogspot harus mengedit via html untuk kasus-kasus tertentu, platform wordpress tinggal mencari plugin dan dijalankan. Jika di blogspot harus mencari satu demi satu broken linknya, di wordpress tinggal menginstal plugin brokenlink checker dan tinggal check tindakan yang dipilih. Belum lagi soal plugin SEO yang memudahkan pengguna wordpress untuk mengoptimasi SEO.

Enggak heran jika banyak blogger yang ingin migrasi ke platform wordpress. Sebelum beralih ke wordpress, ada beberapa hal yang musti dipertimbangkan pengguna blogspot. 

Space Penyimpanan WordPress Self Hosted Terbatas

Lain dengan blogspot yang space penyimpanannya besar dan kita tidak perlu khawatir mengunggah gambar sebanyak apapun, penyimpanan di WordPress Self Hosted sangat terbatas. Sebagai gambaran, di www.domainesia.com, space 2 GB harganya 32.000/ bulan atau 384k pertahun. Dengan kapasitas 2GB tersebut, kita harus memikirkan berapa ukuran gambar yang kita upload agar blog ngga cepat penuh.

Beberapa blogger menyimpan gambar di pihak ketiga dan meng-embed URL-nya di blog untuk menghemat space penyimpanan storage. Kita perlu meninjau ulang seberapa banyak gambar di blog blogspot kita sebelum migrasi untuk menentukan storage yang perlu kita ambil.



Ada Biaya Hosting untuk WordPress Self Hosted

Memakai WordPress Self Hosted artinya kita harus siap dengan biaya hosting pertahun yang musti kita bayar. Di blogspot TLD kita hanya perlu membayar domain saja, namun di Wordpress kita perlu membayar hostingn sesuai kapasitas yang kita pakai. 

Ada web hosting murah gratis domain yang bisa kita pilih sehingga kita hanya membayar biaya hosting saja tanpa perlu memikirkan biaya domain. 

Semakian Banyak Pengunjung, Semakin Besar RAM yang Kita Butuhkan

Saat di blogspot kita tidak begitu memikirkan berapa banyak pengunjung yang berkunjung, toh servernya punya Gugel. Sebanyak apapun pengunjung, kita enggak perlu membayar apapun ke Google. Paling cuma domain, itu pun ke pihak ketiga.

Kalau Wordpress, semakin banyak pengunjung, kemungkinan down semakin tinggi dan kita butuh upgrade RAM hosting. Sebagai gambaran, salah satu web self hosted dengan pengunjung 20k perhari membutuhkan VPS dengan RAM 4GB. Harga sewa VPSnya 400k/ bulan. Kalau blogspot enggak perlu mikirin hal ini. Hehehe.

WordPress Self Hosted Butuh Pengecekan Rutin

Wordpress Selfhosted membutuhkan pengecekan rutin. Apakah storage kita masih cukup, apakah RAM masih bisa menampung serbuan pengunjung. Apakah SSL butuh diperbaharui. Oh, iya, soal SSL, wordpress self hosted membutuhkan perlakuan khusus. Ada SSL gratis yang disediakan penyedia hosting dan perlu kita cek setiap tiga bulan, ada pula SSL yang berbayar setiap tahun.


So, semakin mantap atau semakin gamang mau migrasi ke Wordpress Self Hosted? Kalau siap dengan konsekuensinya, yuk, migrasi dan rasakan fitur-fitur wordpress self hosted.

2 comments

  1. Betulll banget . . makanye aku lebih cocok gunain blogger karena lebih hemat dan lebih mudah aja . . hahah. selain itu juga karena udah terbiasa dan butuhnya juga cuma buat nulis. . hehe

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...