Cara Membedakan Pinjol Resmi dan Pinjol Ilegal

Friday, July 23, 2021


Teman-teman ada yang pernah mendapatkan SMS tawaran pinjaman online seperti gambar di bawah ini? Saya yakin banyak yang sudah pernah, yaa... Saya bahkan hampir tiap hari mendapat SMS macam ini. Dan biasanya, SMS seperti ini akan muncul secara masif menjelang puasa dan lebaran. Hmm, tau banget ya kapan orang-orang butuh duit. Hati-hati, biasanya yang hobi mengirim SMS spam begini adalah pinjol-pinjol ilegal, karena pinjol resmi tak mungkin pakai cara seperti ini.

SMS tawaran pinjol

Capek? Banget... 

Entah sudah berapa banyak nomor handphone yang saya blokir, tapi SMS serupa selalu muncul dengan nomor baru lagi. Memang, dari yang saya baca, pertumbuhan pinjol ilegal ini bak cendawan di musim hujan. Banyak dan sulit diberantas, karena begitu ditutup, dia akan mendirikan platform yang baru lagi.

Sebenarnya, sejak 2018 hingga Juni kemarin, sudah ada lebih dari 3000 pinjol yang ditutup / diblokir. Namun, hingga kini keberadaan pinjol-pinjol ilegal ini masih saja sulit untuk dikendalikan.

Untuk kita-kita yang sudah melek finansial, SMS-SMS spam seperti itu mungkin hanyalah sebuah gangguan yang mudah dienyahkan. Namun, yang patut dikhawatirkan adalah apabila orang-orang yang belum memiliki financial literacy yang baik, tergoda untuk menggunakan jasa ini. Inilah mengapa edukasi keuangan digital menjadi hal yang urgent untuk segera dilakukan secara lebih luas, mengingat bahwa saat ini korban pinjol ilegal semakin banyak saja.

Teman-teman mungkin masih ingat, beberapa waktu lalu ada seorang guru TK di Malang yang terjerat pinjol hingga puluhan juta. Utang yang awalnya hanya sebesar Rp 600.000,- membengkak dan beranak pinak. Sudah jatuh tertimpa tangga, ia pun harus rela kehilangan pekerjaannya karena masalah ini. 

Kasus yang lebih mengerikan lagi menimpa seorang guru honorer di Semarang, yang terjerat utang di 20 aplikasi pinjol. Dari Rp 3,7 juta, utangnya membengkak menjadi Rp 206 juta. Sama dengan kasus di Malang, pinjaman ditutup dengan pinjaman, jadi sistemnya gali lubang tutup lubang. Sedihnya, tak hanya mengalami pemerasan, guru honorer tersebut juga mendapatkan ancaman dan pelecehan. Astaghfirullah.

Lalu, apakah ini semua salah pinjol? 

Karena ada 2 pihak di sini yakni peminjam dan pemberi pinjaman, maka pemberi pinjaman tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Kan kita berhak untuk memilih apakah mau menggunakan jasa pinjol atau tidak. Dalam kasus di atas, "korban" sendiri yang secara sadar masuk ke dalam "jebakan".

Seperti pesan Bang Napi itu lho; Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan.

Memang kita sendiri yang harus kuat melawan godaan. Pinjol-pinjol ilegal ini ibarat setan yang ngga berhenti mengganggu manusia. Mereka beraksi melalui SMS, WA, dan iklan-iklan yang bertebaran.

Ciri-ciri Pinjol Ilegal

Supaya tidak mudah terjebak dalam jeratan pinjaman online ilegal, kita harus kenali ciri-cirinya. Jika ada istilah tak kenal maka tak sayang, untuk pinjol ini saya punya istilah begini: Cari tahu, agar tidak mudah tertipu.

7 Ciri Utama Pinjol Ilegal

Inilah ciri-ciri pinjol ilegal menurut OJK Indonesia;

1. Pinjol ilegal kerap melakukan penawaran melalui SMS spam.
Valid ya, teman-teman? Nah, agar tidak tergoda oleh tawarannya, segera hapus SMS-nya, blokir nomornya. 

2. Fee sangat tinggi bisa mencapai 40% dari jumlah pinjaman.

3. Suku bunga dan denda sangat tinggi, bisa mencapai 1% - 4% per hari.

4. Jangka waktu pelunasan sangat singkat tidak sesuai kesepakatan. 

5. Pinjol ilegal selalu meminta akses semua data di ponsel, seperti kontak, foto, dan video yang akan digunakan untuk meneror peminjam saat gagal bayar.

6. Pinjol ilegal melakukan penagihan tidak beretika berupa teror, intimidasi, dan pelecehan.

7. Pinjol ilegal tidak memiliki layanan pengaduan dan identitas kantor yang jelas.

Pinjol ilegal memang jahat. Selain menetapkan bunga seenak jidat, cara menagihnya pun sampai menjatuhkan martabat. Saat menawarkan pinjaman iming-imingnya begitu manis, tapi saat penagihan ia berubah menjadi sangat sadis.

Jahatnya Pinjol

Mungkin ada yang bertanya-tanya, kenapa kok masih saja ada yang terjebak dalam pinjaman online? Tentu ada faktor-faktor yang menjadi penyebabnya, di antaranya adalah;

  1. Kurangnya literasi keuangan
    Masyarakat yang terliterasi dengan baik, tidak akan mudah percaya dengan iming-iming kemudahan yang pinjol ilegal tawarkan. Biasanya mereka juga lebih teliti dan bisa mengenali mana pinjol ilegal, mana pinjol resmi (fintech lending yang legal).

  2. Terdesak oleh kebutuhan
    Tidak adanya dana darurat, membuat seseorang mudah panik saat ada keperluan mendadak. Saat panik itulah kita jadi lebih mudah hilang akal. Saya yakin sudah banyak yang paham risiko meminjam uang di pinjol ilegal, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa ada sebagian masyarakat yang belum mendapat informasi yang cukup mengenai hal ini. Mereka mungkin tidak tau bahwa ada pinjol resmi yang lebih manusiawi.

  3. Menuruti gaya hidup
    Untuk alasan yang lain, saya masih bisa memaklumi, barangkali memang tidak ada tetangga atau saudara yang bisa dipinjami. Tapi untuk alasan ini... Speechless bener deh. Sedihnya, hal ini sering kali saya temui di daerah asal suami sana. Banyak yang terjebak utang harian hanya untuk kebutuhan remeh semacam membeli tongsis atau untuk mewarnai rambut di salon. Mending kalau untuk makan sehari-hari, yaa.. Ini hanya untuk beli tongsis, Mak. Bikin emosi kan?


Maka dari itu, penting banget untuk mengedukasi masyarakat bahwa;

  • Utang harus dibayar, kepada siapapun itu
  • Ketika akan berutang, tanyakan lagi pada diri sendiri, beneran butuh atau tidak
  • Sesuaikan besarnya pinjaman dengan kemampuan kita membayar
  • Sebelum berutang, lakukan 5M seperti di bawah ini, agar kita terhindar dari pinjol ilegal yang merugikan


Tips agar Terhindar dari Pinjol Ilegal

 

Apa itu 5M?

1. Mengabaikan iklan yang menggiurkan dan pinjaman dengan bunga besar
Ingat, iklan-iklan yang bertebaran itu adalah pancingan. Namanya juga pancingan, pasti dibuat bombastis agar banyak yang tertarik.

2. Melakukan pengecekan pinjaman dari situs resmi OJK dan AFPI
Jangan mudah tertipu! Cek 'n Riceklah terlebih dahulu, apakah aplikasi pinjaman online tersebut terdaftar di OJK atau tidak.

3. Memastikan legalitas dan rekam jejak digital platform pinjaman online

4. Meneliti syarat dan ketentuan pinjaman
Patut diwaspadai apabila syarat peminjamannya terlalu mudah, misalnya pencairan cepat hanya dengan fotocopy KTP saja. Ini perlu dicurigai sebagai pinjol ilegal karena pinjol resmi akan selalu mempertimbangkan kemampuan bayar peminjamnya. 

5. Mewaspadai penyalahgunaan data pribadi
Akses data yang diperbolehkan hanya 3, yaitu; CAMILAN (camera, microphone, and location). Jika sebuah aplikasi pinjol meminta akses kontak dan galeri, maka bisa dipastikan aplikasi tersebut adalah pinjol ilegal. Teman-teman harus segera tinggalkan.


Kok serem ya? Trus kalau lagi kepepet banget butuh uang, harus gimana?

Ketika kita diminta untuk waspada, artinya kita diingatkan agar lebih berhati-hati. Paham kok, kondisi keuangan pasti ada pasang surutnya, apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini. Beruntung kalau ada saudara atau tetangga yang bisa dipinjami. Kalau tidak? Yang penting, ketika ada kebutuhan mendesak dan mau ngga mau harus pinjam uang, carilah pinjol resmi / fintech lending yang sudah terdaftar di OJK. 

Kenapa? Karena pinjol resmi tidak menetapkan bunga yang mencekik leher dan cara collection / penagihannya tidak mencabik-cabik harga diri peminjamnya. Apabila ada yang melanggar, teman-teman bisa melaporkannya ke asosiasi (AFPI). Jadi, tidak akan ada kebocoran data pribadi, tindakan yang mengintimidasi, juga kekerasan baik verbal maupun non verbal.


 

39 comments

  1. Baru tahu ada istilah 5M untuk menghindari pinjol, enggak cuma 5M buat sehat ya. 😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. 5M yang ini untuk kesehatan jiwa dan harta, Mbak.. Hihi...

      Delete
  2. Makin marak aja ya ini pinjol. Soalnya termasuk gampang ya buat dapetin uang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul, Mbak.. Tapi mudahnya dapetin utangan akhirnya bikin lupa kalo ngembaliinnya bakal penuh perjuangan.

      Delete
    2. semoga kita termasuk yang dimudahkan rejekinya biar nggak gampang utang sana-sini ya. Gimanapun, utang itu kan tanggungannya dunia akhirat ya.

      Delete
    3. Aamiin aamiin Yaa Robbal 'Aalamiin.. Bener, tanggungannya sampai ke akhirat. Makanya mesti melek finansial nih kita.

      Delete
  3. Ngeri banget ya kalau sampai kena jeratan pinjol ini.

    ReplyDelete
  4. Iya, harus jeli banget lah yang mau pinjam. Kalau boleh akses kontak dan galeri, baiknya langsung bye! saja.
    Juga teliti lihat tenor, adm fee dan denda. Harus masuk akal.
    Ada lho yang pinjam sejuta potongan langsung di awal 250 ribu. Kebangetan. Hal-hal kayak gini perlu sering ditulis, bukan sebagai anjuran ambil pinjol tapi agar jadi literasi pinjol eh literasi finansial.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kasus yang di Semarang itu konon pinjamnya 5 juta, cairnya cuma 3,7. Lihat, potongannya udah 1,3 juta sendiri.

      Pinjol ilegal ini sering ingkar sama kesepakatan, Mam..

      Delete
    2. Ngomongin pinjam meminjam memang lebih baik kita pakai jasa pinjaman online legal dan sudah terdaftar di OJK ya mam. Bikin hati tenang dan ga bakal ada drama. Yang penting nasabah juga harus konsisten dengan mengembalikan tepat waktu.

      Delete
    3. Iya, Mbak Era.. Harus memperhatikan kemampuan bayar. Selain itu harus tanya sama diri sendiri, benar-benar butuh atau engga nih. Karena zaman sekarang banyak juga yang utang cuma untuk beli sesatu buat pamer.

      Delete
  5. iya bukan cuma dapet sms/wa penawaran yg manis dan bertubi2 tanpa henti aku juga pernah dibombardir sama sms keji karena dianggap melindungi penghutang yang katanya menjadikan sy sebagai penjamin. hadeeh ngeri banget. makanya wajib bgt emang edukasi ke sumua orang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ampun, nyebelin banget kalau udah teror sana-sini kayak gitu, Mak..

      Delete
  6. Kalau boleh aku analogiin, pinjol ini kayak monster-monster di film itu lho, Rin. Diberantas malah bermutasi, jadi monster baru dan jumlahnya bisa bertambah banyak. Udah kayak amoeba versi makro alias terlihat tapi kasat mata. Eh gimana, ya? Maksudnya wujudnya itu ada tapi bisa nyaru gitu, lho hihihi

    Aku sering nerima SMS pinjol gini, tipu-tipu undian berhadiah juga tiap hari masuk nyelonong ke SMSku. Entah gimana mereka bisa tau nomer HP kita, ya? Ngirim secara random gitu? Dan fee pinjaman sebesar 40% itu amit-amit deh. Semisal ada yang butuh duit sejuta kalau kena potongan kan cuma berima 600 ribu, jadi dia pasti minjem duit lebih gede bair yang dia terima sejuta setelah kena potong. Sedih ya, banyak yang literasinya belum nyampe. Tagihan sampe 200 juta di sini bisa beli rumah tipe 36, kayaknya. Walau bukan di komplek elit. Semoga semakin banyak yang teredukasi biar ga ada cerita-cerita sedih yang terjerat pinjol laknat ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa, belum apa-apa udah dipotong, udah gitu pinjaman yang diterima dibungain lagi. Bener-bener lintah darat ini mah..

      Aamiin aamiin, Teh.. Semoga ngga ada lagi korban pinjol ilegal berikutnya, yaa. Yang kemarin-kemarin semoga cukup untuk jadi pelajaran.

      Delete
  7. Sepakat bgt mbak, mungkin buat kita yg melek finansial sms atau tawaran pinjol berupa sms atau tlpn dg mudah bisa kita abaikan. Tp buat orang2 yg memang blm paham finansial dan sedang butuh dana bisa jd dg mudah mengiyakan. Padahal kaya kejadian di Malang dan Semarang itu, huhu
    Makasih lho infonya mbak, bagus bgt biar kita bisa bedain mana pinjol legal dan ilegal, jd lebih waspada

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Mbak.. Semoga tulisan ini bermanfaat, dan semoga lebih banyak lagi yang teredukasi. Aamiin.

      Delete
  8. Waduh, ngeri banget pinjol ileal ini Mbak? Kerap juga sih saya dapat sms pinjol ini. Alhamdulillah dapat pencerahan dari artikel Mbak Arinta.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, Mbak.. Semoga bisa mengedukasi lebih banyak orang lagi, Mbak, supaya tidak ada lagi korban-korban pinjol ilegal berikutnya.

      Delete
  9. Betul sekali. Kalaupun pinjolnya resmi, kita harus tahu dulu berapa uang yang akan kita pinjam, berapa yang kita terima, berapa bunga tiap hari dan tiap bulan sehingga kita tahu setoran besarnya berapa... Jadi tidak kaget ya.
    Dan yang pasti utang emang wajib dibayar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mak.. Harus banget membedakan mana kebutuhan mana keinginan, jangan sampai cuma karena menuruti gengsi, jadi utang sana-sini. Kalau memang butuh, ya harus lebih teliti lagi, dan melihat kemampuan bayar diri sendiri.

      Delete
  10. Setuju Mba. Sebisa mungkin sih engga pinjem kecuali keadaan darurat sekali. Harus dipertimbangkan juga kemampuan bayar dan harus jelas pinjamannya

    yg legal dan diawasi OJK lebih baik

    Ngeri banget siy kalau baca² cerita orang yang terlilit hutang ke pinjol ilegal. Belum lama kawan cerita dapat sms dari pinjol yang nyebar berita salah satu temannya yang hutang dan disebar ke seluruh kontaknya.

    ReplyDelete
  11. Orang ketika memutuskan untuk pinjam uang secara online mungkin udah ga ada jalan lain ya mbak. Jadi banyak yg buru-buru dan yang penting dapat uang tanpa meempertimbangkan hal penting lainnya. Memang harus banyak edukasi nih di masyarakat, seperti artikel ini bagus banget

    ReplyDelete
  12. Banyak orang kepepet yang penting dapat hutangan, nggak mikir ngembaliinnya bagaimana. Kalau hutang sama teman bisa pura2 lupa. Tapi kalau hutang sama pinjol ya pasti ditagih pengembaliannya. Paling sial kalau pinjamnya ke pinjol ilegal, bisa diperas

    ReplyDelete
  13. waduh fee pinjol bisa 40% sendiri? lha itu berat di bayarin dia dong. Bunganya tinggi juga apalagi hitungannya perhari. Memang sengaja menjebak orang supaya susah bayar :(

    ReplyDelete
  14. Sekarang memang banyak bertebaran pinjaman online. Sudah banyak sms masuk menawarkan pinjaman online, sudah diblock eh muncul lagi yg lainnya haha. Memang harus hati-hati deh jangan sampai terjebak pinjaman online ilegal. Kalau memang mendesak, pinjam di pinjol resmi / fintech lending yang sudah terdaftar di OJK aja, pastinya lebih aman.

    ReplyDelete
  15. Infografisnya mudah dipahami. Semoga tidak ada lagi yang trejebak pinjol ilegal. Ngeri banget itu dampaknya. Bukannya jadi solusi malah nambah masalah

    ReplyDelete
  16. ini informasi penting nih semoga makin banyak yang baca ya mbaa.. soalnya gimana2 juga masih banyak aja yang kemakan ama janji2 pinjol ilegal

    ReplyDelete
  17. Waduh dendanya bisa sampai 4% perhari. Makanya koq (dr kasus korban pinjol) tagihannya bisa sampai segitu banyak pdhl pinjam 2.5 JT aja. Dududuh, semoga segera ada tindakan tegas deh untuk pinjol pinjol ilegal ini.

    ReplyDelete
  18. Sebel banget emang kalo dapet SMS begitu. Hadeehhh.. Syarat pinjol sekarang rata-rata mudah, mengklaim cepat cair dan bunga rendah. Jadi banyak yang tergiur dan malah dimanfaatkan sama oknum yang nggak bertanggung jawab pengennya meraup untung..

    ReplyDelete
  19. Waini aku sering banget lho dapet SMS penawaran pinjol mak. Pinjol ilegal ini ngeri ngeri sedap ya, suka suka gitu nariknya nggak sesuai kesepakatan. Kalau mau pinjol, harus bener-bener ngecek dengan teliti ya

    ReplyDelete
  20. Ya ampun, gemes banget sama alasan berhutang yang nggak jelas. Kadang yang minjem duit juga nggak sadar kalau hutang itu harus dibayar jadi meremehkan dan gampang terjebak pinjol ilegal. Jadi harus banget hati-hati sebelum memutuskan untuk berhutang ya.

    ReplyDelete
  21. Masalah pinjol ini hadir karena adanya kebutuhan, yaa hukum ekonomi suply demand ya. Nah, tugas kita semua emang membentengi diri agar tidak terjerat pinjol ilegal. Mesti edukasi terus agar tidak tergiur. Karena namanya utang itu ya hak semua orang, tapi kita mesti pintar-pintar mengelola keuangan agar bisa lunasin dan memilih lembaga yang terpercaya.

    ReplyDelete
  22. Di tempat kerja pernah ada teman yang terjebak pinjol ini Eh ditelponin terus nggak henti-henti. Orang-orang office pun jadi kena getahnya.

    ReplyDelete
  23. Aku tu baru tahu kalau pinjem di pinjol ilegal itu jumlah feenya gede banget ya, misalnya pinjam sejuta gitu yang diterima bisa cuma 600ribu. Udah gitu bunganya juga besar. Haduh, rentenir digital itu mah namanya. Mending hati-hati kalau terpaksa harus menggunakan pinjol.

    ReplyDelete
  24. Selama pandemi ini emang tawaran pinjol luar biasa sering dan jujur sangat menggoda. Iya, apalagi pas butuh modal trus datanglah sms dari pinjol, makin kebat-kebit hati ini seolah pengin iyain aja. Tapi Syukur alhamdulillah masih bisa menahan. Pinjol ini aturan hukumnya memang belum jelas makanya masih merajalela. Dan masih banyak yang menggunakan.

    ReplyDelete
  25. Wah iya, sekarang ini semakin banyak aja ya pinjol ilegal. Tiap hari pasti ada aja yang nawarin via SMS. Kalo yang kepepet dan gak tahu, pasti langsung tergoda. Gampang banget soalnya syaratnya. Nanti deh pas giliran bayar, kita bakal ngerasa kesulitan ya. Bunganya mencekik dan berlipat-lipat. Mana dengan disebarkan KTP kita sebagai buronan. Serem. Masyarakat kudu tahu nih. Smoga cuma yang legal aja yang yang jadi andalan masyarakat.

    ReplyDelete
  26. pinjol ilegal itu serem banget memang ya mbak. temanku karena kepepet pernah nyobain nih pinjol ilegal ini dan sampai sekarang hidup dia enggak tenang. kasian banget

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...