9 Tips Hemat Budget Saat Beli Gadget

Thursday, September 13, 2018

Zaman sekarang, teknologi berubah dengan sangat cepat. Kadang saya merasa kesulitan mengejarnya. Soal ini belum betul-betul saya kuasai, eh, ada hal lain yang sudah muncul lagi dan menuntut untuk dipelajari. Begitu juga dengan handphone. Seri ini belum termiliki, eh, sudah lahir seri yang terbaru lagi. Contohnya, iPhone. Saya sama sekali belum pernah memiliki iPhone, tapi tahu-tahu udah ada iPhone X aja.

Sedih yaa... Pengen sih suatu saat nanti bisa memiliki iPhone. Konon, kamera iPhone itu paling jujur dibanding kamera handphone merek lain. Dan benar, setelah saya cari tahu, iPhone X ini kameranya canggih. Dia bisa menghasilkan efek blur atau bokeh, seperti halnya kamera DSLR. Huwaaa, jadi makin mupeng.

Baiklah, mari kita cek harga iPhone X di iPrice dulu. Kebetulan, beberapa waktu lalu saya membaca blog teman-teman, dan dari sana saya mengetahui ada situs iPrice ini. Untuk cek harga, iPrice bisa jadi solusi, karena dia bisa menunjukkan harga terbaik dari semua e-commerce yang ada. Jadi kita bisa lebih menghemat waktu, ngga perlu buka e-commerce satu demi satu.

Seperti ini contohnya:

iPrice

harga iPhone X terbaik


harga iPhone X terbaik


Nah, setelah lihat harga iPhone X yang ternyata uwow banget untuk kantong saya, saya malah jadi terusik untuk mencari cara, bagaimana agar saya bisa mengumpulkan uang sebanyak itu ya? Sementara, saya ini termasuk boros orangnya. Pegang uang dikit aja langsung pengen beli macem-macem, yang jika dipikir ulang, ternyata tidak benar-benar saya perlukan.

Saya yakin ini bukan problem saya saja. Hehe, nyari teman ceritanya. Tapi benar kan, jarang sekali orang yang bisa pegang uang, menyisihkan sedikit demi sedikit untuk mewujudkan keinginannya? Kalau ada jalan pintas seperti berhutang, mungkin itu yang akan dilakukan.

So, tak perlu berlama-lama lagi, here they are, 9 tips hemat budget saat belanja gadget:

1. Belajar disiplin dalam Mengatur Uang
Ini wajib, kalau kita sudah menetapkan sebuah keinginan. Kalau ngga mau disiplin ya wassalam... Belum bisa disiplin? Ayo kita coba pelan-pelan.

2. Cari Teman atau Anggota Keluarga yang Satu Visi
Kalau perlu, bilang sama mereka bahwa kita sedang mempunyai mimpi untuk memiliki benda ini. Tujuannya apa? Supaya saat kita ada uang dan ingin foya-foya, mereka senantiasa mengingatkan, “Inget lho, katanya mau beli ini?” begitu.

3. Hindari Pembelian Mendadak
Jangan membeli sesuatu yang mendadak atau di luar pos pengeluaran bulanan, apalagi jika itu tidak bersifat 'wajib'. Mengeluarkan uang untuk barang yang tak penting karena godaan 'sale atau cuci gudang' adalah bagian dari pemborosan. Jangan sampai mengambil keputusan yang berujung pada penyesalan.

4. Bayar Tunai, Hindari Hutang yang Tidak Perlu
Kehadiran kartu kredit memang membawa kemudahan, contohnya, kita tak perlu membawa uang banyak ketika berbelanja. Akan tetapi, kehadirannya juga membawa efek negatif bagi si pemilik kartu, seperti utang yang menumpuk akibat pemakaian tidak terkendali.

Tips Hemat
saving money from pixabay

5. Pertimbangkan untuk Membeli Barang Kondisi Bekas Pakai
Nih, biasanya ada orang yang lekas bosan terhadap sesuatu, termasuk pada gadget. Untuk gadget, harga second-nya biasanya jauh lebih miring dari harga beli baru. Kalau kondisinya masih oke, why not, ya kan?

6. Potong Biaya Transportasi untuk Efisiensi
Zaman sekarang, kita bisa berbelanja online kan? Jika dibanding dengan ongkos transport / BBM untuk kendaraan + ongkos parkir + jajan anak-anak, ongkos kirim via ekspedisi bisa dibilang jauh lebih murah, lho...

7. Jangan Membeli apa yang Tidak mampu atau Tidak Dibutuhkan
Iniiii, harus dicatat! Kalau belum mampu, ngga usah memaksakan diri dulu.

8. Selalu Lihat dan Bandingkan sebelum Membeli Barang
Udah tau yaa, kalau mau bandingkan harga cukup via apa? Yes, via iPrice saja.

9. Lawan Kebiasaan Buruk yang Membuat Boros
Semua orang pasti memiliki kebiasaan buruk yang berdampak negatif pada finansial. Coba pahami dan kenali diri, kebiasaan buruk apa yang merugikan keuangan kita? Misalnya, hobi nongkrong di kafe atau doyan beli cemilan. Kalau kita bisa sukses melawan kebiasaan buruk, hidup hemat bukan lagi sekedar omong kosong.

Yuks, sama-sama kita berusaha berhemat, menabung, agar mimpi kita bisa menjadi nyata. : )

Read More

Ingin Perhiasan Emas Tetap Kinclong? Ingat 5 Tips Ini

Monday, September 10, 2018

The Palace National Jeweler X Samuel Wattimena


Emas tak setara dengan loyang. Sutra tak sebangsa dengan benang. - Buya Hamka -

Begitu istimewanya emas, hingga oleh sebagian orang ia dijadikan tolok ukur kejayaan, kekayaan, dan kebahagiaan. Memang, kebahagiaan tidak selalu berhubungan dengan harta benda. Tetapi, adakah di dunia ini orang yang tidak bahagia jika diberi emas? Jikapun ada, mungkin orang seperti ini tak banyak jumlahnya.

Bahagia itu terletak pada hati yang bersyukur. Betul. Salah satu cara bersyukur, meski koleksi perhiasan kita tak banyak, adalah dengan merawat sebaik-baiknya.

Emas memang merupakan logam mulia, yaitu logam yang tahan terhadap korosi maupun oksidasi. Tidak seperti besi, emas tidak akan berkarat. Namun, kilauannya bisa memudar seiring dengan pemakaian. Apalagi jika kita sering berkeringat, karena keringat mengandung zat asam yang menjadi salah satu sebab perhiasan emas cepat memudar.

Untuk itu, ayo kita coba tips di bawah ini, supaya perhiasan yang kita miliki tetap terjaga kilauannya. : )

1. Hindarkan dari paparan zat kimia

Seperti yang telah saya tulis di atas, bahkan keringatpun dapat memudarkan warna emas. Ya, karena keringat juga mengandung unsur kimia. Kandungan utama keringat adalah NaCl atau natrium klorida (bahan utama garam dapur). Makanya keringat kita rada asin yaa, xixixi...

Untuk itu, sebaiknya saat berolahraga kita tidak menggunakan perhiasan. Tak hanya saat berolahraga saja sebenarnya, saat mandi, mencuci, memakai body lotion, atau saat memakai parfum, sebaiknya kita tidak menggunakan perhiasan.

Intinya, jangan malas melepas perhiasan jika kita tak ingin perhiasan lekas kusam dan ada banyak goresan. Kenakan perhiasan di saat-saat tertentu saja, saat menghadiri pesta misalnya.

2. Bersihkan secara rutin

Air mendidih dapat mengangkat kotoran, debu, noda, wax, dan lain-lain yang menumpuk pada perhiasan. Tetapi, air mendidih tidak disarankan untuk perhiasan yang dihiasi permata, karena air panas dapat melelehkan lem yang fungsinya merekatkan aksesoris. Selain itu, air panas juga dapat membuat aksesoris retak. Jadi, lebih aman memang menggunakan air hangat.

Tidak perlu waktu lama untuk merendamnya. 10 menit saja cukup.

Selain dengan air hangat, kita juga bisa menggunakan pasta gigi, shampoo, atau sabun cuci untuk mencuci perhiasan kita. Gunakan sikat yang lembut untuk menyikatnya, yaa.. Lakukan sesekali saja.

3. Simpan dalam tempat yang memiliki dasar lembut, tidak lembab dan tidak ditumpuk. Menaruh emas dengan cara ditumpuk akan rentan membuatnya tergores karena gesekan.

4. Sertakan silica gel yang mampu menyerap udara lembab

5. Jika perhiasan sudah sangat kusam atau sangat kotor, bawa saja ke toko emas untuk dibersihkan atau disepuh ulang. Meski warnanya memudar, hal itu tidak mengurangi nilainya sama sekali, kok. : )



Omong-omong soal emas, di tulisan sebelumnya saya sudah kasih tau teman-teman kan, kalau The Palace National Jeweler punya koleksi terbaru,hasil kolaborasi dengan Samuel Wattimena. Koleksi #ThePalaceJeweler cakep-cakep banget. Ya Allah, jadi pengen nyanyi..

ingin kumiliki 
seluruh serimu 
Seri Nusa, Seri Anta dan Tara
(coba nyanyikan pakai nadanya Ruth Sahanaya, Ingin Kumiliki)

Kalau saya pakai perhiasan dari #NationalJeweler, akankah saya menjadi secantik BCL? Wkwkwk, langsung ditimpuk massa.. Wajah boleh beda, tapi koleksi perhiasannya, boleh nggak sih punya seperti miliknya #ThePalaceBCL? Semoga saya ada rezeki, supaya bisa menjadi salah satu yang memiliki #ThePalaceStories. Aamiin YRA.

Buat teman-teman yang mendoakan, saya doakan juga supaya rezekinya melimpah. Aamiin.. Dan jangan lupa, cek koleksi perhiasan dari The Palace National Jeweler di instagram @thepalace_id atau di website https://thepalacejeweler.com/.






* Sumber referensi:

http://bali.tribunnews.com/amp/2018/07/23/mengapa-perhiasan-emas-perlu-rutin-direndam-air-hangat

https://bacaterus.com/cara-membersihkan-perhiasan-emas/





Read More

Menyimpan Emas, Minimalisir Was-Was

Monday, September 3, 2018


Where gold speaks, every tongue is silent. - Italian Proverb -

Dulu, ibu saya adalah kolektor emas. Menurut beliau, daripada menyimpan uang di bank, menyimpan uang dalam bentuk emas dirasa lebih menguntungkan. Kenapa? Karena menyimpan harta dalam bentuk emas, bisa menyelamatkannya dari inflasi. Selain itu, emas dinilai lebih liquid, atau mudah dicairkan. Jadi kalau ada kebutuhan mendesak, bisa langsung dijual. Yah, ibu saya kan bukan orang modern yang paham aneka investasi yaa... Jadi jangan dibandingkan dengan para financial adviser

Dulu, cerita ibu, saking seringnya ibu membeli emas perhiasan, beliau pernah mendapatkan THR dari toko emas langganan berupa cincin seberat 1 gram. Ibu saya jadi pelanggan setia, ceritanya. Walau hanya 1 gram, tapi lumayan juga kan? Apalagi dapatnya jelang lebaran. : )

Ladies Ring from The Palace National Jeweler 

Lalu ke manakah emas-emas itu sekarang? Kata ibu, semuanya habis untuk biaya berobat almarhumah kakak nomor 2, yang waktu itu terkena Leukemia. Yah, semoga almarhumah kakak yang meninggal saat masih batita, juga emas-emas ibu yang harus terjual sebagai bentuk cinta orang tua pada anaknya, menjadi  tabungan amal untuk ibu dan bapak. Aamiin YRA.

Nah, setelah menikah dan dapat gaji dari suami, saya mencoba mengikuti cara ibu. Sebenarnya tak hanya ibu saja yang mengajarkan untuk menyimpan emas, Oma (neneknya suami) juga. “Supaya nggak boros,” nasehatnya. Jadi, setiap kali suami saya mendapat rezeki lebih, saya membeli emas untuk simpanan.

Sungguh, memiliki simpanan emas, saya jadi punya “pangayem-ayem” atau penenang. Setidaknya, jika nanti ada kebutuhan mendadak yang agak besar, saya punya sesuatu yang bisa diharapkan. Entah itu langsung dijual, atau digadai dulu di Pegadaian. Meski untuk saat ini, tak banyak yang saya miliki, karena koleksi emas saya “dikurangi” saat dua tahun lalu kami memutuskan untuk membeli rumah.

Mungkin ada yang menganggap, menyimpan uang di rekening bank justru lebih nyaman. Oh, tidak apa-apa. Setiap orang memiliki kebiasaan yang berbeda-beda. Saya kebetulan termasuk orang yang tidak bisa “anteng”, jika melihat ada uang lebih di rekening, karena bisa dipastikan, saya akan menjadi lebih konsumtif. Apalagi sekarang, perkembangan teknologi menjadikan kita semakin mudah untuk berbelanja tanpa harus ke luar rumah. Ya kelihatannya sih di rumah, tapi sambil online shopping. Kan, jadi boros. Hehe..

Nah, bicara soal emas, The Palace National Jeweler berkolaborasi dengan Samuel Wattimena, meluncurkan koleksi perhiasan yang terinspirasi dari kekayaan budaya Indonesia. Koleksi Perhiasan Nusantara dari #The PalaceJeweler ini terbagi menjadi tiga seri, yaitu Nusa, Anta, dan Tara. Nusa berarti rangkaian kepulauan, Anta berarti angan-angan, dan Tara berarti perempuan dengan kebebasan jiwa.

Koleksi Perhiasan Nusantara The Palace National Jeweler

Oya, kalau teman-teman mau cuci mata sambil menyimak #ThePalaceStories, datang yuk ke The Palace Summarecon Mal Bekasi. Ada Bunga Citra Lestari juga lho, yang kini jadi Brand Ambassador The Palace National Jeweler. Memang, dipilihnya BCL sebagai Brand Ambassador #ThePalaceBCL adalah pilihan yang tepat, karena keanggunannya mewakili anggunnya wanita nusantara.

Jujur, melihat koleksi #NationalJeweler membuat saya teringat almarhumah ibu. Andai beliau masih ada di dunia, saya ingin menghadiahkannya untuk beliau.


Read More

3 Fitur Unggulan OPPO F9 Yang Menarik Perhatian

Thursday, August 30, 2018


Halo teman-teman... Sedikit berbeda dari biasanya, kali ini kayusirih.com akan membahas tentang gadget. Buat teman-teman yang sedang mencari referensi, mungkin mau beli smartphone baru, atau mau kasih hadiah smartphone buat orang tersayang, baca tulisan ini sampai habis yaa...

By the way, udah tau kan kalo OPPO baru aja merilis smartphone keluaran terbaru mereka yaitu OPPO F9? Woaaaa! Ada yang baru lagi nih! Pada penasaran nggak sih, ada apa di OPPO F9 ini? Kalo saya sih, jujur aja penasaran banget. Makanya saya banyak nyari informasi tentang OPPO F9 ini. Yah, siapa tau nanti ada rezeki kan buat ganti smartphone baru, ke OPPO F9 yang menurut saya kece banget speknya waktu launching kemarin.

Si OPPO F9 sendiri ternyata punya tiga fitur unggulan loh gaes! Mau tau apa aja? Cek di bawah ini:

1.      Gradient Spraying Technology

OPPO F9

Waktu pertama kali liat, smartphone ini udah langsung bikin saya tertarik karena warnanya designnya itu kayak ada gradasinya dan ada tekstur kelopak natural. Makanya bodi OPPO F9 ini bisa menggambarkan cahaya yang dinamis dan efek bayangan yang mengagumkan. *tsaah

OPPO F9 sendiri tersedia dalam tiga warna gradasi yang cantik, yaitu Sunrise Red, Twilight Blue, dan Starry Purple. Pokoknya penampilan OPPO F9 ini unik dan fresh banget. Cocok buat generasi millenials kayak kita. (((kita))) Hehehe.

2.      Waterdrop screen

OPPO F9, sumber: BGR India

Selain itu, dia juga punya poni atau “notch” yang beda dari yang lain. Notch pada OPPO F9 berukuran lebih kecil, kita bisa liat langsung di bagian atas layarnya. Notch yang menyerupai tetesan air tersebut dinamakan waterdrop screen.

Usut punya usut, ternyata waterdrop screen di OPPO F9 ini yang pertama di industry smartphone loh, dengan layar penuh berukuran 6,3 inci dan screen-to-body-ratio sebesar 90,8% yang membuat tampilannya makin stylish.

Keren yaaa... 

3.    VOOC Flash Charge

OPPO F9

Ini fitur yang paling saya suka dari OPPO F9, yaitu VOOC Flash Charge, yang merupakan sistem pengisian daya tercepat di industry smartphone dengan menggunakan tegangan rendah. Cukup isi daya selama 5 menit, smartphone ini bisa kita pakai untuk telepon selama 2 jam. Membantu banget kan? Udah gitu secara tegangannya rendah, otomatis OPPO F9 ini gak akan overheat atau kepanasan saat dicas.

Menurut kabar yang saya dengar, sejak tahun 2014 OPPO meluncurkan VOOC ini, VOOC sudah mendaftarkan lebih dari 500 paten  dan sudah digunakan oleh 90 juta pengguna smartphone di dunia.

Untuk kapasitas baterainya adalah 3500 mAh dengan AI Battery Management, yang membuat penggunaan smartphone OPPO F9 ini bertahan lama.

Nah, karena tiga fitur inilah saya merasa tertarik dengan OPPO F9, terutama VOOC Flash Charge-nya. Penting banget sih itu, apalagi buat orang-orang yang setiap harinya sering berkomunikasi pake smartphone. Betul nggak?

Buat kalian yang mungkin masih penasaran, kalian bisa langsung visit aja webnya (https://www.oppo.com/id/smartphone-f9), biar lebih jelas dan detail dapet informasinya. Okey???

Atau kalau mau menangin OPPO F9, tinggal cek: http://f9.oppomobile.id
Read More

Di Atas Meja Rindu Itu Hilang

Tuesday, August 21, 2018

Akhir-akhir ini, saya sedang senang mendengarkan lagu sebagai teman beraktivitas. Entah itu saat menulis, mencuci, menyapu, mengepel, pokoknya music always on. Kalau beberapa waktu lalu, playlist di komputer hanya dihuni "Penyendiri" by Nadya Fatira, kali ini selera saya sedikit bergeser. Saya sedang suka, dan baper juga, sama lagunya Payung Teduh yang judulnya "Di Atas Meja". 

Coba resapi lirik ini:

Di atas meja rindu itu hilang
Dalam kata-kata
Sebentar lagi kita saling lupa

Kita menjelma pagi dingin yang dipayungi kabut
Tak bisa lagi bercerita apa adanya

Mengapa takut pada lara
Sementara semua rasa bisa kita cipta
Akan selalu ada tenang
Di sela-sela gelisah yang menunggu reda

Di dalam kamar rindu itu menguap
Dalam kebisuan
Sebentar lagi kita semakin lupa

Kita menjelma kebisuan yang tak bisa diungkap
Tak bisa lagi bercerita apa adanya

Mengapa takut pada lara 
Sementara semua rasa bisa kita cipta
Akan selalu ada tenang
Di sela-sela gelisah yang menunggu reda

Di tiap langkah rindu kita menghilang
Penuh keraguan
Lalu kita pun sungguh semakin lupa

Kita menjelma kebisuan yang tak kunjung terungkap
Tak bisa lagi bercerita apa adanya

Mengapa takut pada lara
Sementara semua rasa bisa kita cipta
Akan selalu ada tenang
Di sela-sela gelisah yang menunggu reda


Dalem banget kan ya?
 

Entah kenapa, mendengarkan lagu ini, saya langsung membayangkan ini nih,





Ketika Yoo Si Jin dan Kang Mo Yeon bertemu "di atas meja", Dr. Kang memutuskan untuk berhenti berjuang. Memang lara, tapi "ini keputusan yang terbaik", katanya.

Saya memang menyimpulkan lagu ini sebagai lagu perpisahan. Apalagi dalam syairnya, ada "sebentar lagi kita saling lupa", meski melupakan mantan itu tak semudah membalikkan tangan, ya kan?

Namun sesungguhnya, Is, pencipta lagu ini, mengatakan bahwa "Di Atas Meja" tercipta dari sebuah kelelahan.
"Ini sangat menakutkan. Ini teriakan saya terhadap pengaruh dari betapa jarang bertemunya dengan kekasih tercinta, istriku. Giliran bertemu, kami bertemu dalam atmosfer yang lelah dan letih," terang Is, dalam keterangan pers yang diterima Metrotvnews.com, Selasa, 12 Desember 2017.

Is menggambarkan bahwa ruang makan dan di atas meja adalah tempat yang sakral bagi sebuah keluarga. Tempat di mana para anggota keluarga dapat berbagi cerita sembari makan bersama."
Tapi meski nadanya rada mellow, dalam lirik lagu itu sesungguhnya terkandung sebuah motivasi. Ini yang saya garis bawahi, "mengapa takut pada lara? sementara semua rasa bisa kita cipta".

Yes, kita adalah pengendali diri kita. Mau sedih, marah, kecewa, bahagia, atau takut sekalipun, sebenarnya bisa kita atur. Hanya memang, kita perlu waktu untuk melatihnya. Indeed, happiness is made, not given, right? 
 
happiness is made, not given. picture by pixabay.

 
Jadi, teman-teman lagi suka lagu apa? ☺☺
 

 
 
Read More

Makan Lalapan Terancam Toksoplasma? Duh, Gimana Ya?

Tuesday, August 14, 2018


picture taken from Pixabay, edited by Kayusirih

Beberapa hari lalu, seseorang mengirimi saya pesan via instagram. Konon, si Mbak sengaja mencari nama saya setelah membaca tulisan saya tentang toksoplasma. Ya, bisa ditebak, si Mbak terkena toksoplasma, karena sering kontak dengan kucing. Jujur, saya sedih banget waktu baca curhatannya.



Chat beliau melalui Instagram saya


Oya, tulisan yang dibacanya adalah; Belajar Tentang Toxoplasma Gara-Gara Rahayu Pawitri 

Percakapan saya dengan si Mbak, saya tunjukkan kepada Mbak Rahayu Pawitri (Mbak Wiwit) juga. Dan kata Mbak Wiwit, saat ini Mbak Wiwit sedang berusaha untuk melakukan penyembuhan dengan caranya sendiri. Kita doakan sama-sama yuk, semoga Mbak Wiwit berhasil, dan nanti bisa cerita ke kita lewat blognya. ☺

Nggak berhenti di situ, pas screenshot percakapan saya dengan si Mbak yang terkena infeksi toksoplasma itu saya buat status di WA, seorang tante cantik nan sholihah pun mengaku terkena toksoplasmosis okular, yaitu toksoplasma yang mengenai mata. Penyakit ini menyebabkan gangguan penglihatan, muncul floater (nik-nik, seperti ada benda kecil yang melayang-layang menghalangi pandangan) pada mata. Kemungkinan terburuk jika terinfeksi parasit Toxoplasma gondii di area mata adalah kebutaan. :( 

Alhamdulillah, saat ini tante cantik nan sholihah itu sudah sembuh, dan sudah memiliki putri kecil yang imut dan lucu. Apakah si tante ini memelihara kucing? Tidak. Lalu tertular toxoplasma dari mana? Dari LALAPAN.

Sedih ya? Niat mengonsumsi sayuran segar gitu kan biar badan sehat. Ini malah kena penyakit. 

Secara kebetulan, kemarin #BloggerKAH juga ingin berkolaborasi membahas lalapan ini. Nanti dibaca ya tulisan Mbak Ran di sini dan Mbak Widut di sini. Saya, Mbak Rani dan Mbak Widut, memang suka sekali makan sayur. Saya bahagiaaaa banget kalau pas ke Rumah Makan Khas Sunda, karena Masakan Sunda itu surganya lalapan.

masakan sunda, siapa tak tergoda?

Timun, kemangi, kubis / kol, daun selada, kenikir (atau orang Purworejo menyebutnya suring), kacang panjang, adalah beberapa contoh lalapan kesukaan saya. Tapi, saya menemukan daun lalapan enak, waktu saya melewati Sumedang akhir tahun lalu. Namanya adalah Daun Tespong. 

Daun Tespong ini bentuknya hampir mirip dengan daun seledri. Rasanya semriwing. Dan ternyata, khasiat dari daun tespong ini banyak sekali. Mengutip satuharapan.com, selain banyak dikonsumsi sebagai lalapan, daun tespong juga dipercaya sebagai obat anti nyeri pinggang, demam, flu, memar, juga obat digigit ular dan kalajengking. Itulah sebabnya, banyak kalangan akademisi yang tertarik untuk meneliti khasiat tanaman ini. Seperti Tina Rostinawati, MSi, Apt dari Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, yang menemukan bahwa daun tespong berpotensi sebagai anti mikroba.

Lebih hebatnya lagi, transferfactorformula.com juga menuliskan khasiat daun tespong sebagai anti kanker. Kandungan antioksidannya yang tinggi, mampu menghambat aktivasi karsinogen yang memicu sel kanker. Daun tespong juga mengandung unsur-unsur seperti flavonoid, fenilpropanoid, dan asam fenolik, yang kesemuanya itu mampu mencegah timbulnya sel kanker dalam organ tubuh.

Ini penampakan lebih dekat daun tespong yang kayak manfaat itu yaa.. Tapi plis, jangan salahkan saya kalau pada ngiler dengan makanannya.. Saya pun kangen dengan semua makanan itu, hiks.. 

daun tespong, lalapan di masakan sunda. duh lezatnya..

Jadi kangeeen sama Masakan Sunda. Kangeeen sama daun tespong juga. Tapi, duh, takut sama toksoplasma juga. Gimana ya, biar bisa tetap nyantai makan sayuran segar tanpa khawatir terkena protozoa parasit mengerikan itu?

Nah, pas ingat sayuran mentah, saya langsung auto connect pada diet sehat ala food combining (FC). Kebetulan saya kenal salah satu pelaku FC, yaitu Mbak Widyanti Yuliandari. Beliau juga merupakan penulis buku berjudul "Food Combining Pola Makan Sehat, Enak dan Mudah".

Ini dialog saya dengan beliau, setelah saya ceritakan tentang teman-teman yang terkena toksoplasma karena mengonsumsi lalapan atau sayuran mentah.

Arin: "Mbak Wid kan pelaku food combining yaa, yang sering mengonsumsi raw food. Ada cara tidak, supaya buah dan sayur yang kita konsumsi terhindar dari virus (saya salah, Toxoplasma gondii ini bukan virus, tapi protozoa parasit) ini? Kan serem ya, niat mengonsumsi sayuran segar supaya sehat, malah kena penyakit yang sulit disembuhkan.."

Mbak Widyanti
"Pertama perlakuan buah dan sayurnya ya. Karena keduanya dikonsumsi terutama mentah. Sayur dan buah harus dicuci bersih di air mengalir. Ambil air sebaskom, beri cuka apel 3 sendok lalu rendam sayurannya (3-5 menit). Setelah itu bilas kembali di air mengalir.

Kedua cara makan. Buah atau sayur yg berkulit sebaiknya dikupas terutama jika tidak organik.

Yang tak kalah penting yaitu Kunyahan. Mengunyah harus saksama dan sampai sangat halus. Tujuannya supaya air liur melaksanakan tugasnya membunuh kuman. Walau dalam bentuk jus, tetap harus dikulum2 supaya nyampur dg liur.

Dan kalau pola makannya sudah benar, sebetulnya kuman bakal susah kok hidup di tubuh. Karena sifat tubuh jadi agak basa sedangkan kuman suka PH asam."

Alhamdulillah, ngobrol dengan Mbak Wid, saya jadi tercerahkan. Nah, setelah membaca penjelasan Mbak Widyanti tadi, jangan takut lagi ya untuk mengonsumsi lalapan. Kalau mau makin sehat lagi, teman-teman bisa coba diet ala Food Combining. Biar lebih jelas lagi, teman-teman bisa beli buku Food Combining karya Mbak Widyanti Yuliandari ya.. Semangat sehat semuaaa... ☺

buku Food Combining karya Widyanti Yuliandari, S.T. 

Read More

Berjalanlah di Atas Kekuranganmu Maka Kamu Akan Unggul di Situ (2)

Saturday, August 11, 2018

Kemarin saya tampil di MTA TV, lalu banyak yang memuji. Saya dibilang hebat lah, keren lah, padahal ... Saya masih jauh dari predikat itu.

Bincang Ilmu dan Manfaat, MTA TV

Tahu nggak sih? Saya sebenarnya banyak kurangnya. Hanya, tidak saya tunjukkan saja.

Jauh sebelum hari ini, saya pernah berada dalam kondisi yang menyedihkan. Rendah diri, minder, pesimistis, dan kurang percaya diri. Alhamdulillah nggak sampai kepada Inferiority Complex.

Sebelum terlanjur jauh, mengutip medium.com,  Inferiority Complex adalah sebuah kondisi psikologis (tingkat alam bawah sadar), ketika suatu pihak merasa inferior/lemah/lebih rendah dibanding pihak lain, atau ketika ia merasa tidak mencukupi suatu standar dalam sebuah sistem.

Nah, katanya, harus dibedakan antara minder dengan Inferiority Complex itu. Lebih jelasnya, baca tautan ini saja: Bedakan Minder dengan Inferiority Complex

Dulu, saya merasa saya ini seperti nggak ada gunanya. Saya nggak sempat menyelesaikan kuliah, karena suami meminta saya fokus mengurus anak-anak. Saya juga nggak diijinkan berkarir kembali. 

Oya, biar nggak roaming, saya ceritakan mengapa saya berhenti kuliah yaa..

Jadi, saya ketemu lagi sama suami (mantan pacar) saat ibu saya meninggal. Saat itu saya baru semester 3. Semester depannya, saya dilamar. Semester depannya lagi (semester 5), saya menikah. Bukan karena married by accident lho yaa, karena saya hamil anak pertama pun baru 7 bulan setelah menikah. Saya menikah karena memang saya nggak ingin pacaran. 
Tadinya, setelah pindah ke Solo untuk ikut suami (7 bulan saya menjalani long distance marriage antara Bogor dan Jogja-Solo), saya mau melanjutkan kuliah lagi. Eh, malah hamil, dan kondisi saya kurang baik, karena saat hamil Amay, saya mual muntah sampai usia kandungan 7 bulan. Yowis, terpaksa diundur dulu rencana kuliahnya. Trus kebablasan deh, karena suami bilang, mending jagain Amay aja dulu. Mau kerja pun dilarang, lagi-lagi karena Amay.

Alasannya memang sangat masuk akal sih. Kebetulan saya adalah mantan guru TK. Pertama, menurut suami saya, saya lebih dibutuhkan oleh anak saya dibandingkan oleh anak-anak orang lain. Kedua, gaji guru TK nggak sebanding dengan gaji tenaga untuk menjaga anak saya.

Oke, akhirnya saya terima alasan suami, meski tetap ada ganjalan di hati.

Saya sering didera perasaan sedih dan menyesal. Dan rasa itu bertambah-tambah, saat membuka timeline Facebook, saya melihat teman-teman kuliah berbahagia memakai toga. Saya mulai berandai-andai, betapa bahagianya jika saya ada di sana juga.

Saya mulai minder ketika teman-teman SMA semakin terlihat menawan karena karirnya yang mapan. Sementara saya? Bau ompol dan bau bawang. Kadang bahkan sampai lupa sisiran. Jangankan wajah, pakaian saja hampir tak terperhatikan.

Ngenes ya?

Saya pun berandai-andai lagi, jika bisa menarik waktu kembali, saya mending nggak usah masuk SMA 1 Purworejo saja. Mendingan saya ke SMA lainnya, yang jika nggak kuliah pun akan terasa baik-baik saja. Dan malah jadi luar biasa jika ada alumni yang bisa melanjutkan studinya.

Rupanya Allah menjadikan saya sebagai alumni SMA 1 yang "luar biasa", karena mungkin cuma saya yang nggak jadi sarjana. Hahaha... *ketawa ngenes

Tapi, suami saya rupanya tak sekedar melarang tanpa memberikan solusi. Suami saya membuatkan blog ini, meski gratisan, lalu menyuruh saya mencari komunitas untuk berlatih menulis dan mencari teman. Maklum, di Solo, saya nggak kenal siapa-siapa.

Sampai akhirnya, saya bertemu dengan IIDN, lalu KEB. Dari dua komunitas itu saya belajar menulis dan memperkaya diri.

persiapan sebelum live di MTA TV

pasca tampil di MTA TV kemarin

Memang tidak ada yang instan. Saya mulai belajar menulis sejak 2013, dan baru mulai merasakan hasilnya belakangan ini.

Mengutip pesan Pak Supeno, dosen saya, "Berjalanlah di atas kekuranganmu, maka kamu akan unggul di situ," saya yang tadinya sangat buruk dalam hal mengarang dan berimajinasi, akhirnya malah mencari rezeki dari sini.

Jadi teman-teman, kelemahan bukan untuk diratapi, tapi untuk dijadikan motivasi. Lagipula, kata Cak Nun di bukunya yang berjudul "Secangkir Kopi Jon Pakir", campus is not the only way to be someone. Jadi, teman-teman yang senasib dengan saya, harus tetap semangat yaa... 😊😊
Read More

Mengenang Kebaikan Orang Lain, Agar Aku Selalu Ingat, Aku Sangat Beruntung

Thursday, July 19, 2018


take and give. berbuat baiklah, dan jangan mengharap balasan.

Beberapa waktu lalu, saya sempat membuat IG story tentang ibu kost. Saya cerita bagaimana baiknya beliau pada saya saat menjadi anak kost-nya. Ada yang baca ngga? Engga? Duh.. makanya follow instagram @arinta.adiningtyas dong..xixixixi..

Intinya, saya "beberkan perbuatan" beliau yang bikin saya ngga enak cuma bayar 300 ribu sebulan (tahun 2009-2010). Saya pernah tulis juga di blog ini sih, judulnya: Ibu Kost Terbaik Sedunia

Nah, sempat tuh ada yang membalas story saya dengan begini:



Iya memang, banyak "ketidakberuntungan" yang terkadang membuat saya berandai-andai menjadi orang lain. Tetapi, alhamdulillah saya sering dibuat "sadar", saya masih sering diingatkan untuk bersyukur bahwa meski dikelilingi keterbatasan, kemahabaikan Allah masih sangat amat sering saya rasakan. Salah satunya lewat ibu kost tadi.

Nah, kali ini, berkolaborasi dengan #bloggerKAH, saya ingin menuliskan kebaikan-kebaikan yang dulu pernah saya terima dari orang lain. Kenapa sih kok harus ditulis? Supaya saya tidak lupa, dan supaya saya selalu ingat untuk senantiasa bersyukur. Kalau sudah dimudahkan untuk bersyukur, insya Allah tidak mudah mengeluh. Ini ada kaitannya dengan “Heart Field” yang pernah saya tulis yaa...


Yang tidak saya tulis di sini, bukan berarti saya lupa yaa.. Tetapi, biar nggak bosan bacanya, saya pilih beberapa contoh saja. Insya Allah, semua orang yang pernah berbuat baik pada saya, saya ingat selalu, karena saya pernah membaca tulisan seperti ini: Yen awakmu gawe becik marang liyan, tulisen ing pasir. Yen wong liya gawe becik marang awakmu, tulisen ing watu.

Intinya, jika berbuat baik pada orang lain, segeralah hapus dari ingatan. Tapi jika kita mendapat kebaikan dari orang lain, pahatlah kebaikan itu dalam kenangan. Sepakat ya?

Nah, ini beberapa kebaikan yang pernah saya alami;

1. Anggi (Elvira Ardiputri Anggraeni), membantu saya memasang rantai sepeda saat SMP dulu.

Dulu saat masih SMP, tiap berangkat sekolah, saya selalu lewat depan rumah Anggi. Anggi adalah seorang anak tentara, teman sekolah saya. Meski satu angkatan, tapi saat itu saya belum kenal dia. Saya baru mengenalnya setelah kami satu kelas saat SMA.

Suatu hari saat akan berangkat Pramuka, tiba-tiba rantai sepeda saya lepas, persis di depan rumah Anggi. Kebetulan, saat itu Anggi ada di depan rumah, bersiap untuk berangkat juga.

Alhamdulillah, Anggi membantu saya memasang rantai sepeda yang lepas itu. Tapi hebatnya, ketika saya ingatkan lagi peristiwa itu beberapa waktu yang lalu, dia tidak ingat sama sekali. Woow..orang baik memang kayak gitu. Semoga Allah membalas semua kebaikanmu. ☺❤❤❤☺

---

Oya, omong-omong soal rantai, beberapa waktu lalu, Opik (adik saya) juga mengalami kejadian serupa. Bedanya, yang Opik alami adalah putusnya rantai sepeda motor. Saat itu dia baru pulang kuliah selepas maghrib.

Sore itu sekitar bulan Februari, hujan turun cukup deras hingga membuat listrik padam. Karena listrik padam, sementara baterai handphone saya hampir habis, saya pun mematikan handphone saya. Kebetulan lagi, Mas Yopie baru pulang dari Magelang dan Jogja, jadi saya fokus menyambut beliau, dan sedikitpun tidak terpikirkan Opik yang belum pulang.

Tak dinyana, Opik ternyata menghubungi saya berkali-kali. Ya Allah, jika mengingat kejadian sore itu, saya langsung terbayang bagaimana gundahnya Opik, malam-malam, gelap, hujan, motor rusak, dan dia masih cukup jauh dari rumah.

Alhamdulillah, datang seorang bapak berhati baik yang dikirimkan Allah SWT untuk membantu Opik. Bapak-bapak itu membantu Opik sampai rumah dengan menarik motornya memakai tali. Dan karena talinya sempat putus, Alhamdulillah, ada satpam di sebuah perumahan yang mereka lewati, berbaik hati memberi mereka tambang.

Tau tidak, bapak itu berasal dari Sragen, masih cukup jauh dari rumah, tetapi beliau berkenan membantu Opik, dan menolak ketika kami ingin memberi selembar uang sebagai tanda terima kasih.

“Jangan nilai apa yang sudah saya lakukan tadi dengan uang, Mas (Mas Yopie). Saya ikhlas, lillahi ta’ala, ingin menolong mbaknya. Saya ini seorang bapak, anak saya juga hidup di jalanan (putranya baru lulus SMK dan sudah bekerja di Jakarta). Saya berharap, dengan saya membantu mbaknya, Allah juga membantu anak saya kalau ada kesulitan di sana.” Begitu kira-kira alasan si bapak.

Sayangnya, beliau lupa berapa nomor teleponnya. Kami juga tidak tau bagaimana wajah beliau, karena kondisi malam itu gelap, hanya diterangi cahaya lilin. Mas Yopie sih sempat memberi kartu nama, tapi hingga saat ini beliau belum menghubungi kami. Semoga Allah pertemukan kami kembali. Dan semoga beliau juga selalu diberi perlindungan illahi. Aamiin.

tolong-menolong

2. Seorang bapak melindungi saya dari pengganggu di KRL.

Hidup di ibu kota itu berat, untuk saya yang sejak kecil tumbuh dalam lingkungan yang penuh kedamaian dan ketentraman. Saya terbiasa berbaik sangka pada setiap orang, karena orang-orang di sekeliling saya memang baik-baik.

Tapi suatu hari, keramahan saya disalahgunakan.

Sore itu, seperti biasa saya menunggu KRL yang akan membawa saya dari Cilebut menuju Pasar Minggu, sambil membaca al-ma’tsurat. Daripada bengong, lebih baik berdzikir kan ya...

Tiba-tiba seseorang menyapa. Dia kemudian bertanya, kereta menuju Jakarta ada di jalur mana? Saya jawab, “yang utara, Pak.” Beliau kemudian bercerita ngalor gidul, saya mendengarkan.

Tak berapa lama, kereta yang saya tunggu pun tiba. Saya segera masuk, diikuti orang itu. Karena tidak mendapat tempat duduk, saya pun berdiri. Orang itu berdiri di samping saya. Begitu kereta melaju, dia menawarkan charger yang ia punya untuk saya beli. Karena saya tidak membutuhkan charger seperti yang ia miliki (semacam kabel yang bentuknya entah, saya juga ragu apakah itu charger betulan), ditambah harga yang ia tawarkan teramat mahal untuk kantong mahasiswa macam saya yang harus bekerja di pagi harinya, saya pun menolaknya dengan halus. Namun, orang ini terus memaksa saya untuk membelinya. Saya sampai risih.

Alhamdulillah, seorang bapak-bapak baik membantu saya. Beliau menyuruh saya pindah ke gerbong lain (kebetulan saya berdiri di dekat rangkaian gerbong itu lho, yang menghubungkan satu gerbong dengan gerbong lainnya), kemudian beliau menghalangi si bapak yang tadi memaksa saya membeli charger itu, karena si bapak mau mengikuti saya lagi.

“Lu di sini aja, jangan ganggu orang. Beraninya sama perempuan!” kata bapak-bapak yang baik itu. Alhamdulillah, Allah masih menolong saya dengan mengirimkan orang lain yang tidak saya kenal sama sekali. Sampai saat ini, jika mengingat beliau, saya selalu berdo’a semoga Allah senantiasa memberikan perlindungan untuknya, juga untuk keturunan-keturunannya. Aamiin...

---

Ih, baru juga tiga cerita, tapi tulisannya sudah sepanjang ini. Ini belum cerita tentang kebaikan Mbak Ran yang suka membantu saya mengisi google form kalau lagi ada job, juga Mbak Widut dan suaminya yang membantu saya ngutak-atik blog ini lho. Belum lagi kebaikan-kebaikan Om, Bulik, saudara, juga para sahabat lainnya. 

Dan kalau ditarik benang merah, sebenarnya kebaikan-kebaikan itu ada karena apa sih? Ya, karena hati-hati kita masih dipenuhi rasa cinta. ❤❤❤

love. coffee. from kayusirih.com

Tapi meski saya tak menuliskan semuanya, insya Allah saya ingat selalu kebaikan kalian. Dan insya Allah tiap saya mengingatnya, saya berdoa semoga Allah membalas kebaikan kalian dengan kebaikan yang berlimpah pula. Aamiin YRA. J

Baca cerita kebaikan Mbak Widut di Pensiun yang Tertunda dan Murid Berkebutuhan Khusus juga cerita kebaikan Mbak Ran di Kejutan di Balik Kebaikan Kecil. ❤❤❤

Read More