Skip to main content

Resto Chinese Food Tio Ciu Mas Koko di Kottabarat, Solo, Halal Lho!

Hari Rabu sore, dengan menumpang Grab Car, saya, Opik, dan anak-anak meluncur ke Kottabarat, menembus macetnya kota Solo. Saya sudah ditunggu oleh Mak Ana Ike, Emak Blogger Solo yang bersuara alto (eh bener nggak sih? anggap aja bener ya...)

Ada apakah gerangan? 

Kalau Mak Ana ngajak jalan, itu artinya dia ngajak makan-makan. Dan benar saja, saya diajak makan di resto Chinese Food baru di daerah Badran, Kottabarat. Namanya adalah Tio Ciu Mas Koko. Eiit, meski pakai kata "Ciu", tapi Chinese Food di sini HALAL, lho... Jangan suudzon dulu. 

Memang, ketika mendengar kata "ciu", pikiran kita pasti langsung mengarah pada minuman beralkohol ( yang menurut Wikipedia, dihasilkan dari proses fermentasi ketela pohon cair yang terbuang dalam proses pembuatan tapai - tetes tapai- ). Akan tetapi, setelah dikonfirmasi, Tio Ciu ini sebenarnya merupakan nama marga. 

Karena jarang sekali mendengar nama marga ini, saya pun googling dong. Dan dari sini juga dari sini akhirnya saya tahu, ternyata "Tio Ciu" ini lebih merupakan suku, sama seperti suku Kanton atau suku Hokkian.

Jadi, sudah paham ya, bahwa Ciu yang ini bukanlah Ciu yang itu. Wkwkwkwk... Lagipula sudah ada jaminan halal juga yang terlihat di dinding. Tenang jadinya. 

Makan bareng di Tio Ciu Mas Koko. Picture taken by @thoryc.id 

Nah di Tio Ciu Mas Koko ini ada beberapa menu makanan. Antara lain: 

Menu Special Hot Plate [include Nasi + Es Teh]
- HP Sea Food, 28K
- HP Cumi, 28K
- HP Udang, 28K
- HP Ayam, 24K
- HP Sapi, 35K
- HP Komplit, 35K
 Ada pilihan sausnya lho, teman-teman bisa pilih: Saus Mentega, Saus Lada Hitam, Saus Asam Manis, atau Saus Hotplate khas Mas Koko

Untuk Ramadhan Nanti, ada juga PAKET RAMADHAN - BUKBER DI TIO CIU MAS KOKO
Paketannya murceee... 
- Nasi ayam lada hitam + es teh = 18K
- Nasi ayam mentega + es teh = 18K
- Nasi aneka sayur ayam goreng tepung + es teh = 18K
- Nasi ayam kremes + es teh = 18K
- Nasi campur + es teh = 18K

Makanannya enak-enak banget, asli. Nggak ada yang mengecewakan lidah saya. Favorit saya sih ini, Nasi Campur. Nggak cuma saya, tapi teman-teman saya yang lainnya pun sepakat. Nasi campur ini lezat tiada tara.

Paket Ramadhan di Tio Ciu Mas Koko, Solo. Nasi Campur + Es Teh.
Tapi yang lainnya juga enak lho, beneran nggak bohong.

Menu Special Hot Plate by Tio Ciu Mas Koko, Badran, Kottabarat, Solo

Aneka Sayur di Tio Ciu Mas Koko, Badran, Kottabarat, Solo

Bakmi Goreng di Tio Ciu Mas Koko, Kottabarat, Solo
Buat teman-teman yang mau buktikan omongan saya, ke Tio Ciu Mas Koko gih.. Berlokasi di Jln. Kenanga no 4A, Badran, Kottabarat, Solo (bekas Kedai Danar), Tio Ciu Mas Koko menyediakan HALAL FOOD, dan memiliki Musholla juga untuk dipakai pengunjung. Akun instagramnya; @tiociu_maskoko. Selamat makaaaaan.. ☺


Comments

  1. Pas denger kata ciu itu di feed instagram, saya langsung mbatin "lah, tenanan ciu?"---Oh ternyata. Untung harga segitu udah include nasi sama es teh, jadi masih wajar lah kalau buat anak kost macam saya.

    Suarane Mba Anna suara alto jare, *ngakak*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi untung baca di sini, Mas... jadi tau ya Ciu-nya bukan Ciu yang itu, hihi...

      sssttt...Mak Ana belum ke sini, belum tau dia kalo kita lagi ngerumpi..hahaha

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Popular posts from this blog

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Jawa Timur Park 2 (Batu Secret Zoo)

Beberapa waktu lalu, alhamdulillah keluarga kecil kami berkesempatan melakukan perjalanan ke Malang. Awalnya saya dan Amay hanya ingin menemani suami bertemu dengan kliennya, namun kemudian terpikir untuk sekaligus berwisata ke Batu. Mumpung ada waktu :)

Karena budget kami terbatas, kami memilih hotel yang ramah di kantong. Hanya dengan 200 ribu rupiah per malam, kami sudah bisa menikmati kamar yang nyaman, fan, televisi, juga air hangat untuk mandi. Tak perlu kamar ber-AC lah, karena Malang sudah cukup sejuk :). Kami juga memilih hotel yang tak terlalu jauh dengan stasiun, tentunya agar menghemat ongkos transportasi. 

Keesokan harinya, kami mengunjungi Jawa Timur Park. Lagi-lagi, untuk menghemat pengeluaran kami menyewa sepeda motor untuk pergi kesana. Biaya sewa motor rata-rata 50 ribu - 60 ribu, atau 75 ribu untuk layanan antar jemput. Jadi kita tak perlu mengambil dan mengembalikan sendiri sepeda motor sewaan kita. (Sudah bisa disebut backpacker belum? :p) 
Oya, tentang Jatim Park, …

Kasih Tak Sampai Antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri

Pertama kali membaca novel ini adalah ketika saya duduk di bangku SMA. Karena apa lagi jika bukan oleh tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia? Sebelumnya, saya hanya mendengar kisah Sitti Nurbaya dan Samsulbahri yang harus menderita karena kisah cintanya terhalang oleh Datuk Meringgih yang tak punya hati. Dan dulunya, saya pikir, orang tua Sitti Nurbaya lah yang tega menukar kebahagiaan sang putri hanya demi pundi-pundi duniawi. Apalagi, ini didukung dengan syair lagu yang dibawakan suara melengking milik Ari Lasso, yang saat itu masih menjadi vocalis grup band Dewa 19, berjudul "Cukup Siti Nurbaya". "Oh... Memang dunia, buramkan satu logika
Seolah-olah, hidup kita ini

Hanya ternilai s'batas rupiah Cukup Siti Nurbaya yang mengalami
Pahitnya dunia

Hidupku, kamu, dan mereka semua
Takkan ada yang bisa memaksakan jalan
Hidup yang 'kan tertempuh Dengarkan manusia yang terasah falsafah
Sesaat katanya

Itu bukan dogma"
Tapi ternyata, setelah membaca keseluruhan isi novelnya, …