Wedangan Kebon nDeso, Colomadu, Karanganyar. Wedangan Baru, Dekat Rumahku

Bulan lalu, ibu-ibu di komplek saya heboh. Ada wedangan baru di dekat rumah. Deket banget, paling cuma sekitar 200 meter ke arah timur. Namanya Kebon nDeso. Letaknya di belakang Gereja, di sisi timur Lapangan Mantren, Colomadu, Karanganyar. Jadi kalau dari gapura desa Klodran, begitu ada Tugu Boto langsung belok kiri. Nanti ada pertigaan gereja, nah wedangan Kebon nDeso ada di belakangnya persis.

Euforia itu sampai pula pada diri saya. Tapi tak seperti yang lain yang lagsung menyambangi wedangan itu segera setelah dibuka, saya baru ke sana selepas maghrib tadi, bersama Opik, anak-anak dan suami.

sisi depan wedangan Kebon nDeso
Ketika saya datang, tampak beberapa mobil sudah terparkir di halaman depan. Motor-motor pengunjung pun banyak berjajar. "Wah, ramai juga nih," pikir saya.

Saat masuk pun, sudah tampak antrean beberapa orang yang sedang mengambil makanan. Saya pandangi sekitar, seru juga. Di bagian depan (di area limasan), tak ada orang. Namun, ini justru membuat kami memutuskan untuk duduk di sini saja. Kebetulan suami suka dengan suasana seperti ini.

Area limasan Kebon nDeso dipenuhi dengan kursi dan meja dari kayu. Ada kursi becak juga, yang sandaran dan dudukannya terbuat dari anyaman rotan. 

bangunan depan wedangan Kebon nDeso berupa Limasan
Rupanya pengunjung lebih senang duduk-duduk di bagian belakang. Memang, di belakang disediakan kursi dan meja, juga beberapa gazebo. Yang juga menarik adalah banyak sekali tempat foto yang cukup instagramable dan area bermain anak. Nah, ini mungkin yang membuat pengunjung lebih tertarik untuk menempati area ini. 

Sesuai lah dengan tagline Kebon nDeso yaitu "The Garden of Photo Booth."

Tapi saran saya jangan coba duduk di sana ketika siang hari. Karena menurut teman-teman saya, rasanya very hot. Kalau malam sih oke lah ya.. Berharap ke depannya area ini bisa nyaman dipakai di siang hari. Kan seru ya, serasa garden party nantinya. ☺

Kebon nDeso bagian belakang
Kebon nDeso bagian belakang
sambil main di Kebon nDeso
Oke itu soal suasana yaa.. Ada lagi yang menarik selain photo booth yang berlimpah, yaitu ini: Studio Photo

Di sini kita bisa menyewa kostum lalu berfoto dengan konsep tertentu. Salah satunya ini. Foto saya ambil dari Deskgram ya, karena saya belum mencobanya sendiri. :)

Kebon nDeso, Colomadu, Karanganyar
Lalu karena ini adalah warung makan, bagaimanakah dengan makanannya?

Kebetulan tak banyak yang kami ambil. Nggak sempat foto semua makanannya juga, karena masing-masing sudah memegang makanannya sendiri-sendiri. Mana lah sempat bikin foto flatlay ala foodies kan.. :D

Untuk anak-anak, saya mengambil sop ayam, dan sate telur puyuh. Sate telur puyuhnya enak. Hanya, Sop Ayamnya sedikit kemanisan menurut saya.

Suami, mengambil "jangan ndeso", katanya. Jangan ndeso itu, tempe atau tahu yang dimasak dengan kuah santan. Di daftar menu sih nggak ada "jangan ndeso". Mungkin maksudnya adalah sayur lodeh ya.. Lodeh tempe dan daun so. Nah, katanya sayurnya juga biasa. Maklum, "Jangan ndeso" terenak versi suami tuh ada di Wedangan Pendhopo. Kalau ke sana, nggak pernah absen deh pesan menu ini. Saya aja kalau masak "jangan ndeso" cuma dikasih nilai 7 sama beliau. Hahaha.. 

Opik mengambil nasi lumba-lumba. Entah itu ikan lumba-lumba beneran apa bukan, hahaha... Pokoknya lauknya berupa suwiran ikan, pedas. Kata Opik juga enaknya masih standar. 

Untuk saya sendiri, kebetulan saya mengambil nasi mercon. Entah ekspektasi saya yang kadung ketinggian karena terbiasa makan nasi mercon di Cafe Tiga Tjeret atau bagaimana, bagi saya nasi mercon di Kebon nDeso rasanya masih standar. Enak, pedas, tapi nggak bikin nagih. 

Makanan saya. Irit apa pelit? :D
nasi mercon di Kebon nDeso. pakai kikil.

Dan, namanya juga di wedangan, ya tentu kita medang ya.. Medang itu minum dalam bahasa Jawa. Ada tiga jenis minuman yang kami pesan;
1. Wedang Uwuh. Kata suami, enak.
2. Es jeruk. Kata saya, enak. Asemnya dapet, manisnya pas, terasa bahwa jeruknya bukan jeruk asal-asalan. Puas deh dengan es jeruknya. ❤
3. Es teh. Manisnya pas. Hanya, untuk ukuran Wong Solo, sepat dan kentalnya belum maksimal. 

Untuk harga, harga makanan dan minuman di Kebon nDeso standar koq. Ini daftar menunya dan harganya yaa.. 

daftar menu dan daftar harga di Kebon nDeso

daftar menu dan daftar harga di Kebon nDeso

Jika dirangkum, Kebon nDeso masih memiliki kekurangan di citarasa makanannya. Tapi kelebihannya dibanding wedangan lain, ada di photo booth yang berlimpah, photo studio dan persewaan kostumnya, juga arena bermain yang ramah anak. Oya, ada live music juga, silakan kalau mau karaokean. Lumayan lah untuk tempat buka puasa bersama Ramadhan nanti. ☺

Dan pada akhirnya, Kayusirih memberi nilai 7/10 untuk Kebon nDeso. Nilai yang cukup bagus untuk warung makan yang baru buka. Semoga ke depannya bisa menyajikan masakan yang lebih lezat lagi yaaa.. Sampai ketemu lagi di sana. ☺


No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Heart Field; Usaha Saya Mengganti Kecewa dengan Rasa Bahagia.

Mau curcol... Bulan lalu, saya mendapat hadiah voucher sebesar Rp 200.000,-. Salah saya, saya tidak segera menggunakannya. Tiap ada ke...