Saya dan Si Tante; Beda Hobi, Saling Melengkapi

Saturday, October 22, 2016

Kali ini saya mau bicara tentang hobi. Tapi sebelumnya saya mau tanya dulu, kira-kira Emak-emak lebih suka pekerjaan yang mana;
1. Mencuci baju
2. Mencuci piring
3. Menyapu + mengepel
4. Memasak
5. Menyetrika

Hayo pilih yang mana? 

Saya pilih nomor 6, ongkang-ongkang kaki. Eh, ngga ada pilihannya ding ya.. 

Pasti jawabannya beda-beda yaa.. Ada yang hobi makan, jadinya suka memasak. Ada yang hobi nonton drakor, jadi pilih menyetrika saja, karena bisa disambi 'kan ya? Yahahaha... Ini kemarin diantara teman-teman blogger ada yang bilang kalau nonton drakor itu ngga terasa tiba-tiba satu keranjang setrikaan udah ludes. Yeaayyy..siapa yang bilang begini? Mba Rahayu Pawitri kayaknya. Lalu Mami Susi Susindra menambahi, "Supernatural 1 season dapat 1 lemari baju." Wow yah..haha... Berarti memang ada yang hobi menyetrika, meski syaratnya harus ditemani artis korea.

Kalau saya nih ya, selama masih bisa menghindar dari panasnya api setrika, saya mending mengerjakan yang lainnya. Hehe...

Iya, saya ini wetonnya pon, dan cocoknya kayaknya di air. *apa hubungannya,coba?* Ya, saya lebih suka cuci baju dan cuci piring. Memasak pun, kalau bisa didelegasikan ke Tante Opik, maka dia yang wajib memasak. Kan sudah dibilang, saya ngga suka dekat-dekat sama panas, hehehe..

Kebetulan. Kebetulan banget, si Tante lebih suka memasak dibanding cuci piring. Lha hobinya juga makan, lihat deh bodinya, wkwkwk... Jadi klop yaa, tugas sudah terbagi dengan sendirinya, tanpa perlu saling iri. Kami ini kadang kompak koq, saling melengkapi, gitu. Sayangnya, Si Tante bisa bantu masak hanya hari Jumat-Minggu saja. Selebihnya, Senin-Kamis, saya yang jadi koki. Tapi, meski saya ngga hobi masak, rasa masakan saya bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Pak Yopie koq, hehe.. Kalo di hadapan yang lain si, embuh yaa..

Nah, kalau ada Tante Opik, tugas saya adalah menyapu + mengepel, dan cuci piring. 

pilih cuci piring deh, daripada harus memasak

Entahlah, saya suka aja main-main dengan air, dengan busa sabun. Tangan juga wangi, ngga bau bawang. 
Kalau jaman dulu waktu saya kecil, saya cuci piring pakai sabut kelapa dan abu gosok, dikasih sabun colek. Nah, sekarang kan susah juga cari abu gosok dan sabut kelapa yaa.. Apalagi sekarang spons untuk mencuci piring juga mudah sekali ditemukan bahkan hingga di warung-warung kecil. Dengan sedikit sabun cair, spons itu bisa membantu menciptakan busa. Tempat mencuci piring juga jadi bersih, KUKU TANGAN juga bersih, ngga ada sisa kotoran abu gosok itu. Jadi saya mah pilih yang praktis saja. 

Tapi, meski spons untuk mencuci piring ini tersedia dimana-mana, saya masih tetap selektif koq. Saya sudah sejak lama memakai Scotch-Brite. Kenapa? Ini alasan saya, berdasarkan pengalaman selama bertahun-tahun:

1. Murah
   Harganya hanya sekitar Rp 3000-an saja kalau di warung dekat rumah. Memang ada yang lebih murah, tapiii... Lihat poin nomor 2 ya..

2. Awet 
   Nah ini dia, Scotch-Brite ini awet. Yang harganya lebih murah memang ada, tapi biasanya antara bagian kuning dan hijaunya (warna umum yang biasa kita temukan di pasaran), akan mudah terlepas. Biasanya mereka bisa terpisah hanya dalam waktu dua-tiga hari pemakaian. Lagi-lagi ini berdasar pengalaman saya yaa... Kalau Scotch-Brite, sepanjang pengalaman saya, saya belum pernah melihat bagian kuningnya terlepas dengan bagian hijau.

3. Hasil cucian lebih bersih
   Spons yang lebih murah, biasanya ketika diperas, dia akan terasa tipis. Kurang mantap gitu deh. Kalau begini rasanya jadi ngga yakin apakah hasilnya bersih atau tidak, ya 'kan? Karena ringkihnya itu pula, terkadang saya mesti mengulang lagi cucian saya.

Merek spons yang jadi andalan saya ya Scotch-Brite itu. Ukurannya pas, ngga terlalu besar atau terlalu kecil. Sponsnya pun bervolume, ngga terlalu tipis, tapi juga ngga terlalu tebal yang malah bisa membuat repot saat memegangnya. Saya selalu re-stok tiap bulannya, untuk jaga-jaga. Dan biasanya saya mengganti spons setiap 1 bulan sekali. 

Spons pencuci piring yang umumnya kita lihat, warnanya kuning-hijau 'kan ya? Ternyata, ada yang berwarna pink juga loh. Bedanya apa? Nah ini, ini juga saya baru memperhatikan kemarin.

1. Sabut Spons Hijau (ID-30)
    Ini yang biasa saya pakai. Ternyata fungsinya adalah untuk mencuci alat masak. Pokoknya untuk peralatan makan atau peralatan memasak yang boleh digosok dengan kuat. Misalnya, wajan/penggorengan, piring yang terdapat kotoran nasi kering yang susah bersih dengan spons biasa, dandang/kukusan, dll. Salah saya, saya biasa memakainya untuk semua cucian, termasuk teflon atau alat masak anti lengket lainnya.

Mencuci wajan dengan Sabut Spons Hijau

2. Sabut Spons Anti Gores (ID-37)
   Nah, yang ini seratnya berwarna pink. Sebenarnya ada yang berwarna kuning dan orens juga sih, tapi kebetulan saya punyanya yang berwarna pink ini. Fungsinya adalah untuk mencuci alat makan atau alat masak anti gores. Setelah mengetahui hal ini, saya menggunakan spons berwarna pink untuk mencuci piring, gelas, juga teflon anti lengket. 

Sabut Spons Anti Gores Berwarna Pink untuk Mencuci Piring, Gelas, dan Teflon Anti Lengket

Meski di pasaran banyak sekali merek spons yang ditawarkan, tapi karena keunggulannya yang Murah, 3x Cepat Bersih dan 3x Tahan Lama, saya sih tetap pilih Scotch-Brite sebagai merek andalan saya. Apalagi dia juga mengandung serat dan mineral berkualitas, serta dibuat dengan teknologi yang ampuh untuk membersihkan kotoran. So, ngga ada alasan untuk ganti pilihan. 

Read More

Ria Tumimomor; Blogger Chocolicius

Namanya ada dua. Ria Mathilda Rotua, yang diberi oleh sang Mama, dan Tumimomor, nama dari pihak sang Papa. Namanya banyak, karena itu adalah kebiasaan keluarga yang pasti memberikan lebih dari satu nama. 

Ria Tumimomor, begitu saya mengenalnya, adalah keturunan BatMan. Bukan manusia kelelawar loh ya. BatMan yang dimaksud adalah suku Batak dan Manado. Memang lucu-lucu singkatan dua suku di Indonesia. Janda misalnya, adalah singkatan dari Jawa dan Sunda. Yah, Amay Aga termasuk lah..wkwkwk... 

Ria Tumimomor

Mengulik blog Mbak Ria, saya sih oke-oke saja lah.. Lha wong saya aja gaptek, masa' mau mengomentari blog orang lain. Apalagi Mbak Ria ini sudah ngeblog sejak 2003. Wah, 2003 saya baru kenal MIRC, dan mesti ngumpulin uang jajan dulu buat pergi ke kantor pos yang ada warnetnya..hehe...

Seperti yang Mbak Inuel tulis, blog Mbak Ria ini berlatar putih, dan menegaskan kesan simple. Memang kalau blogger mature mah begitu kan ya, nggak neko-neko. Oya, kenal Mbak Inuel kan? Itu loh, yang punya jombloku.com. 

Bicara soal mature, Mbak Ria memang sangat terlihat matang di usianya yang memasuki kepala 4. Eits, mature engga ada hubungannya dengan usia loh ya.. Banyak koq yang usianya matang tapi masih kekanak-kanakan. Kalo kata Dik Doank, itu karena masa kecilnya dia kurang main, hehe.. 

Kedewasaan Mbak Ria terlihat dari tulisan-tulisannya di blog riatumimomor.com. Bahasanya enak, engga terkesan menggurui meski topik yang ditulisnya bersifat informatif. Pantas saja lah kalau tulisan-tulisannya pernah dimuat di Majalah Cosmopolitan, Cosmo Girls, Femina dan Reader's Digest Indonesia. Betewe, tulisan saya pernah dimuat di dua majalah terakhir juga, hehe... 


Tentang blog Mbak Ria lagi, satu hal yang saya bingung ketika mencarinya adalah, arsip tahunan. Hehe, saya nggak tau ini penting atau tidak sih... Tapi di blog saya sih ada. Oya, dulu, atas saran Mbak Ria juga, saya mengubah template saya. Dari yang semula kolom-kolom arsip dan lain sebagainya saya letakkan di sebelah kiri, kini mereka sudah saya pindahkan ke kanan. Thank you Mbak Ria.. :)

Mbak Ria ini pecinta cokelat dan buku. Tagline blognya bahkan, Ria The Chocolicius. Aih, sama ya kita.. Tapi koleksi buku Mbak Ria jauh lebih banyak dan lebih keren-keren dibanding punya saya. Huhuhu.. Memang bener yaa kata quote di bawah ini.. :D

quote about chocolate

Kalau orang-orang menanyakan kenapa postingan tentang cokelat atau tentang makanannya hanya sedikit, mengingat tagline "The Chocolicicus" itu, saya justru mengartikan "The Chocolicius" ini sebagai sebuah filosofi. *heleh, sok-sokan berfilosofi kayak Mbak Rani*  Blog Mbak Ria yang gado-gado alias punya banyak bahasan seperti Foto, Culinary, Review, Fashion, Travel, Life, dll itu, adalah sebuah gambaran hidup bahwa hidup perlu memiliki warna. Tak ada hidup yang selalu berjalan mulus. Tak ada orang yang selalu bahagia, tertawa, tanpa merasakan sedih dan air mata. Selain kebahagiaan-kebahagiaan yang dibagi Mbak Ria lewat tulisan-tulisan di label "fashion", "travel", dan "culinary"-nya, ada juga tulisan di label "Life" (terutama saat Mbak Ria kehilangan sang Papa) yang menunjukkan bahwa Mbak Ria tetaplah manusia. *hehe, lha emang apa? batman? #eh*

Yah, barangkali seperti quote ini:
"Life is like a Chocolate Box. Each Chocolate is like a portion of life. Some are crunchy, some are nutty, some are soft, but All Are Delicious."

 Yuk, kenal lebih dekat Mbak Ria;
Blog: www.riatumimomor.com
Facebook: Ria Tumimomor
Instagram: https://www.instagram.com/riamrt/
Twitter: https://twitter.com/riatumimomor

Read More

Dengan Tempra, Liburan Asik Tanpa Terusik

Sunday, October 9, 2016

Setelah Amay resmi menjadi anak sekolahan, waktu liburan kami memang menjadi sedikit terbatas. Untuk pergi ke tempat yang jauh, kami harus menunggu libur panjang. Padahal dulu, kapanpun kami mau, kami bisa mengikuti kemana Papa Amay pergi. Misalnya, ketika beliau ada janji dengan klien di Malang, kami ikut sekaligus menyempatkan mengunjungi Jatim Park 2.

Sekarang, kami bahkan hampir tak pernah pergi jauh. Apalagi kemudian lahir Aga, makin rempong jadinya. Tapi, itu bukan berarti kami tak pernah kemana-mana yaa... Jika ada libur panjang, kami biasanya pergi ke rumah kakek dan neneknya anak-anak. Pokoknya, tujuan liburan kami adalah antara Purworejo dan Majalengka, meski di bulan Maret yang lalu kami sempat mengunjungi Aki dan Nin yang sedang dinas di Makassar juga.

Pantai Losari, Makassar
Car Free Day di Pantai Losari


Tapiii...masa iya harus nunggu libur panjang hanya untuk sekedar having fun? Setelah Senin hingga Jumat hari-hari kami dipenuhi dengan sibuk dan penat, tentu kami memerlukan mood booster agar kami tetap sehat secara jasmani dan rohani.

Ngga perlu jauh-jauh koq. Biasanya, kami menghabiskan akhir minggu kami dengan berenang di kolam renang umum dekat rumah. Sambil berenang, sambil menunggu makanan yang kami pesan terhidang di hadapan. Surgaaaa, meski mungkin bagi orang lain terlihat sederhana. :)

Saya dan suami tak pandai berenang. Jadi, mengajak Amay dan Aga "nyemplung" ke kolam yang tak terlalu dalam, tak akan membuat aib kami terbongkar. Hihihi...iya, tulisan inilah yang kemudian membongkar semuanya. :D 

Sejujurnya, terkadang kita butuh berteriak untuk melepaskan beban, bukan? Dengan hanya saling mencipratkan air, kami serasa ada di puncak bahagia, karena beban pikiran yang pekat dan penat telah mengangkasa. Menguap ke udara. 

Berenang di kolam renang umum juga mengajarkan anak-anak untuk berani dan berbagi. 

Bertemu dengan orang-orang yang tidak kita kenal kemudian berkumpul dalam satu tempat tertentu (kolam renang, red), terkadang membuat rasa tak nyaman. Tapi disinilah anak-anak belajar. Bahwa anak-anak tak perlu takut dengan keberadaan mereka, karena posisi kita sama, sebagai pengguna. Selain itu, berenang di kolam renang umum juga sekaligus mengajarkan mereka untuk berbagi kenyamanan. Iya, 'kan kita tidak bisa mengklaim suatu wilayah tertentu sebagai wilayah kita saja. Ada hak orang lain disana.

Tapi mengajarkan mereka untuk berani, bukan hal yang mudah lho...

Aga misalnya, dia masih sering merasa takut saat kami mengajaknya "nyemplung". Aga memang berbeda dengan kakaknya. Amay, sang kakak, suka sekali berenang. Di usia yang sama dengan Aga, Amay bahkan sudah berani meluncur di perosotan, tapi tentu tetap ditemani orang dewasa di belakangnya.

Amay kecil, berenang di kolam renang Marcopolo Bogor

Proses dari takut menuju berani Amay pun lebih cepat dibanding Aga.

Lalu, apakah bujuk rayu kami berhasil? Nah, ini adalah beberapa hal yang kami lakukan agar Aga berani "nyemplung" ke air;
1. Mengatakan bahwa ia tak perlu takut, karena kami ada untuk menjaganya -- "Aga nggak usah takut, kan ada Mama, ada Papa."
2. Mengenalkan air dari pinggiran kolam. Bersikap santai dan selalu menunjukkan bahwa bermain air itu menyenangkan.
3. Menggendongnya selalu agar ia merasa aman dan nyaman. Setelah Aga tak lagi tegang, gendong, lalu perlahan-lahan masuk ke dalam air. Dijamin, ia akan tegang lagi, hahaha.. Iya lah, kan masih ngeri. :)
Kira-kira seperti yang terlihat dalam foto ini: 
 
Amay kecil berenang di kolam renang Marcopolo, Bogor


Baca: Marcopolo, Kolam Renang Mewah di Kota Hujan Bogor

4. Ajak ia bercanda, sambil terus meyakinkan bahwa ia tak perlu takut karena ada Mama dan Papa yang menjaganya. Teruuus saja katakan itu.

5. Nah, lama-kelamaan, Aga mulai berani. Ia bahkan meminta duduk sendiri di pinggir kolam. Tak ada tangis yang mengiris karena rasa takut yang akut. :D

Karena berenang seolah menjadi sebuah rutinitas di akhir minggu, terkadang Amay "menagih" kami untuk melakukannya lagi, lagi, dan lagi. Ngga masalah sih, selama kondisi badan fit. Tapi, akhir-akhir ini, cuaca 'kan sering berubah drastis. Di Solo, seminggu terakhir ini bahkan hujan turun setiap hari. Hal ini membuat kondisi anak-anak kurang sehat. Amay bahkan sempat demam hingga 2 hari.
 
Kalau anak demam, apa yang saya lakukan sebagai seorang ibu?

Nah ini... Para ibu biasanya jadi bersusah hati jika anak-anak jatuh sakit. Pasti lah... Jika biasanya rumah selalu penuh dengan teriakan-teriakan "gembira bercampur marah", kini berganti menjadi tangisan. 
Amay ketika badannya panas, sering mengigau. :(

Saya biasanya memberikan Paracetamol ketika Amay demam. Paracetamol (acetaminophen) adalah pereda nyeri dan pereda demam. Paracetamol digunakan untuk mengobati berbagai kondisi seperti sakit kepala, nyeri otot, arthritis, sakit punggung, sakit gigi, pilek, dan demam.

Informasi Penting Seputar Paracetamol


Ada banyak merek dan bentuk paracetamol yang tersedia di pasaran. Saya biasanya memberikan paracetamol yang memiliki rasa buah-buahan, sehingga anak-anak tidak "takut" dengan rasanya. Dan Tempra, adalah pilihan yang tepat, karena Tempra cepat menurunkan demam. Tempra bekerja langsung di pusat panas. Kelebihan Tempra inilah yang membuatnya banyak direkomendasikan secara turun-temurun.

Jangan menggunakan dosis berlebih dari yang direkomendasikan, karena overdosis paracetamol dapat menyebabkan kerusakan serius pada hati. 

Jumlah maksimum paracetamol untuk orang dewasa adalah 1 gram (1000 mg) per dosis dan 4 gram (4000 mg) per hari. Untuk anak-anak, gunakan dosis sesuai anjuran yang tertera pada kemasan. Bila perlu, berikan satu dosis setiap 4 jam, namun tidak boleh lebih dari 5 kali sehari.

Untuk Amay yang usianya 5 tahun, dosisnya adalah 7,5 ml. Dalam 5 ml Tempra Syrup, terkandung 160 mg paracetamol. Untuk Aga yang usianya kurang dari 2 tahun, saya harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. 

Berikan paracetamol dengan sendok takar khusus, dan bukan dengan sendok makan. Pada Tempra Syrup sudah tersedia gelas takar dengan dosis yang tepat di dalam kemasan. (Lihat foto, gelas takarnya berwarna bening, ada di tutup botol)

Tempra, paracetamol untuk anak-anak

Berhentilah menggunakan paracetamol dan segera hubungi dokter, jika: 
- Masih mengalami demam setelah 3 hari penggunaan
- Masih memiliki rasa sakit setelah 7 hari penggunaan (pada anak, setelah 5 hari penggunaan)
- Keluar ruam-ruam pada kulit, sakit kepala yang terus berlangsung, mengalami kemerahan pada kulit atau muncul pembengkakan
- Gejala bertambah buruk, atau muncul gejala baru

Selanjutnya, yang harus diingat adalah, simpan paracetamol di suhu kamar (25 dercel - 30 dercel), dan hindarkan dari sinar matahari langsung. Jauhkan juga dari jangkauan anak-anak.


Sekarang, Alhamdulillah Amay sudah sehat. Untuk berenang lagi, mari kita tunggu hingga cuaca bersahabat. :)




Sumber bacaan; 

https://www.drugs.com/paracetamol.html


Read More

Pilkada Jakarta, Jangan Bikin Tambah Dosa

Monday, October 3, 2016

election by pixabay

Beberapa hari terakhir, timeline facebook saya ramai dengan pemberitaan tentang Pilkada DKI Jakarta. Yang paling heboh tentu saja para mamah muda, karena tiba-tiba ada calon ganteng disana, hahaha... *awas, jangan sampai para suami jadi cemburu loh yaa.. :p

Saya bukan mau bahas salah satu calon saja yaa, karena ini ranah sensitif dan saya tidak punya kompetensi untuk berkomentar juga. Apalagi saya bukan warga Jakarta, jadi untuk apa ikut ngotot mau pilih siapa? Walaupun, jujur saja, saya juga pernah berandai-andai sih...lebih tepatnya, diskusi dengan suami, kira-kira jika kami adalah warga DKI, sebaiknya pilih yang mana? Karena memang cukup membuat bingung yaa, tiga-tiganya keren dan luar biasa. :D

Lalu, kira-kira kami pilih siapa? Ah, itu lahaciaaa.. :p

Menanggapi tulisan Mak Adriana Dian yang berjudul The Big No-No dalam Sebuah Pemilihan Umum, saya sih cuma mau titip pesan saja:

1. Siapapun pilihanmu, saya yakin kalian sudah punya pertimbangan masing-masing, ya kan ya kan? Terserah, ikuti saja kata hatimu. 3 calon gubernur DKI, semuanya baik-baik dan punya kemampuan yang luar biasa. Insya Allah, di tangan siapapun Jakarta kelak, Jakarta akan menjadi lebih baik lagi.

Kita catat saja janji-janjinya, supaya nanti kita bisa tagih sama-sama saat mereka berkuasa. :)

election by pixabay


2. Jangan memaksakan pilihanmu pada orang lain. Hei, mereka yang sudah punya hak pilih, tentu sudah cukup dewasa untuk menimbang dan memutuskan. So, jangan menganggap pilihan orang lain keliru, dan pilihanmulah yang paling benar.

Ini juga kalimat yang saya buat saat pemilu Presiden dua tahun lalu:

Cara pandang orang terhadap sesuatu bisa berbeda-beda, tak usah lah kita memaksakan cara pandang kita. Saya ingat betul kata-kata suami suatu hari, "Kita mungkin melihat sebuah pulpen sebagai benda yang panjang, tapi jika yang lain melihatnya dari atas maka sah-sah saja jika dia bilang pulpen itu berbentuk lingkaran, dan jika seseorang melihat dari bawah tak salah jika pulpen itu disebutnya runcing."


3. Tetap berprasangka baik. Sejak dimulainya kampanye pileg, hingga kampanye pilpres dua tahun lalu, rasanya prasangka kita mudah tersulut dengan pemberitaan-pemberitaan di media. Bukan prasangka baik, namun prasangka buruk lah yang meraja. Kemudahan mengakses dan menyebarkan berita dengan satu klik saja, membuat kita sering tak sadar dengan kehebatan Jari dan Jempol Tangan ketika Digoyang. Hati-hati. Kadang apa yang kita baca dan kita sebar, belum bisa kita pastikan apakah salah atau benar. Tahan diri, okay? :)


Saya teringat sebuah status yang dibagikan seorang teman.
"The first racist was Iblis. So anyone who thinks he's better than someone else because of his ethnicity etc. has a trait of Iblis." (Shaykh Yasir Qadhi via Muslim Speakers) 


Siapa saja yang merasa dirinya lebih baik dari orang lain (merasa paling benar), memiliki sifat dari Iblis. Yang menganggap bahwa etnisnya yang paling baik, ia pun memiliki sifat dari Iblis. Na'udzubillah min dzalik.




Read More

Belajar Jadi Ibu Kreatif dari Mbak Anis Khoir

Thursday, September 29, 2016

Memiliki dua orang anak, Amay dan Aga, menuntut saya untuk menjadi ibu yang kreatif. Apalagi sejak Amay kecil, dia suka "mengerjai" mamanya ini, sehingga mamanya harus mau belajar, belajar, dan belajar lagi. Padahal, saya ini sebenarnya agak pemalas. Saat Amay berumur dua tahun dan sudah pandai bicara (baca; memerintah mamanya), dia suka sekali meminta saya menggambar benda-benda yang disebutnya. Lebah, kuda, robot, dan lain-lain, padahal yang saya bisa cuma menggambar gunung, awan, matahari dan bunga. :D

Pernah suatu kali saya menggambarkan lebah yang dimintanya, tapi Pak Yopie bilang, lebah yang saya gambar malah mirip kutu -_-. Kan saya mutung-kasarung jadinya. Herannya itu anak, sudah tau kalau papanya lebih jago menggambar, tapi tetep keukeuh nyuruh mamanya yang menggambar. Ngga ada kata yang lebih tepat dari "mengerjai" 'kan?

Robot by Mama, atas perintah Tuan Amay

Sejak kecil Amay memang sudah menyukai spidol dan buku. Dia suka sekali dibacakan buku. Ini yang membuat saya semangat mendongeng sebelum tidur. Amay juga hobi berpura-pura  membaca buku sejak kecil. Ketertarikannya pada buku, kadang membuat buku-buku yang saya belikan untuknya sobek-sobek, wkwkwk... Ini karena dia over excited kayaknya. :D

Buku menambah besar rasa ingin tahunya. Ini juga yang membuat dia lebih mudah belajar membaca, karena keinginan untuk bisa membaca buku-buku kesukaannya, lahir dari dalam dirinya sendiri. Hobi menggambar Amay juga memudahkannya dalam belajar menulis. Iya, terkadang dia bertanya bagaimana cara menulis benda yang sudah digambarnya. Dari situlah dia belajar mengenal huruf, merangkainya menjadi suku kata, kemudian dari suku kata itu dia belajar menyusun kata, hingga menjadi sebuah kalimat.


Amay saat berumur 6 bulan, bergaya di depan buku

Hobi Amay tidak hanya menggambar dan menulis. Tangannya yang tidak bisa diam, terkadang menghasilkan sesuatu yang menakjubkan. Umur dua tahun kurang dua bulan (Januari 2013), dia sudah pandai menyusun lego dan menamainya. Dari bentuknya sih, masuk akal untuk anak seumuran dia. 


Pesawat Amay

Kuda by Amay

Mamanya ini mesti dipaksa sedikit kreatif supaya Amay betah di rumah. Untuk itulah, kadang kami bermain-main seperti membuat Puzzle Sederhana untuk Anak 3 Tahun.

Dari tadi ngomongin Amaaaaayy terus. Kapan dong ceritain tentang Aga?

Maaaafff, anak ke dua saya ini ternyata agak berbeda dengan kakaknya. Dia belum menunjukkan ketertarikan pada buku. Kalau kakaknya mainan lego pun, dia jarang sekali nimbrung. Aga paling suka main bola. Para tetangga pun hapal, Aga lebih sering menendang bola dengan kaki kiri. Kebiasaannya yang agak bikin malu mamanya adalah masuk rumah tetangga yang punya banyak bola. Nggak tanggung-tanggung, dia suka banget ngambil bola "beneran" yang cukup berat. *Ntar yaa..kapan-kapan Mama beliin bola yang kayak gitu, wkwkwk... Gantian sama kebutuhan yang lainnya dulu >_<

Saya sampai bingung mau ngajak main apaaaa ya? Baca buku ngga mau, menggunting ngga suka, menggambar apalagi. Tapiii, suatu hari saya nemu ide. Dari www.aniskhoir.com yang dipunyai oleh Mba Anis Khoir, saya jadi pengen mainan Ublek. 


Di blog yang ber-tagline Jejak, Makna, dan Inspirasi itu, Mbak Anis memberikan banyak tips-tips parenting. Kegiatan yang dilakukannya untuk menstimulasi baby Wan, menunjukkan bahwa Mbak Anis adalah seorang ibu yang kreatif. Lulusan Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Gresik yang katanya tidak menyukai Matematika ini, mungkin lebih cocok jadi guru TK ya? Xixixixi...

Oya, kalau kita mampir ke blognya lalu meng-klik label Parenting di sisi kanan atas, maka tulisan yang akan kita temui mungkin sama dengan yang kita temukan di label Kid atau Keluarga. Mbak Anis rupanya mengalami kebingungan yang sama dengan yang saya rasakan, xixixi.. Beberapa tulisan saya pun ada yang double categorized. Ini karena saya merasa bahwa suatu tulisan bisa masuk ke dalam kategori ini, itu dan ono. :v

Yuk Mbak Anis, kita pilah-pilih lagi dengan detail, supaya pengunjung lebih nyaman mampir ke blog kita. Yah, walaupun content is still the king sih yaa.. Apalagi tulisan-tulisan Mbak Anis kan memang sukses menjejak, memberi makna dan menginspirasi kita semua (terutama para ibu), sesuai dengan harapan manis Mbak Anis akan blognya. :)

Untuk teman-teman yang ingin berkenalan dan sama-sama belajar bareng Mbak Anis, bisa banget kunjungi sosial medianya disini: 
Blog: www.aniskhoir.com
IG: @anis_khoir01
twitter: @anis_khoir01
Facebook: Anis Khoir
Read More

Berkat Theragran-M, Badan Bugar, Flu Hengkang

Friday, September 23, 2016


Disclaimer: Postingan ini benar-benar ditulis berdasar pengalaman pribadi. Jika ada perbedaan hasil dengan pengalaman orang lain, maka penulis tidak bertanggung jawab. :)


Di dua malam, tepatnya tanggal 16 dan 17 September, Solo diguyur hujan. Lebat sekali. Sampai-sampai, Minggu pagi tanggal 18, udara terasa begitu dingin. Ini adalah keadaan yang luar biasa, karena biasanya udara Solo selalu terasa panas, baik siang maupun malam.

Singkat kata, pagi itu saya beraktivitas seperti biasa. Setelah mencuci piring dan mencuci baju, saya bersiap untuk memasak. Tiba-tiba, terasa ada yang tak beres di badan. Berulang kali saya bersendawa, kepala jadi berat, dan leher pun terasa kaku. Saya menghampiri Mas Yopie, meminta tolong agar beliau membaluri punggung, pundak dan leher dengan minyak kayu putih.

Oya, cerita ini sebelumnya pernah saya tuliskan di instagram saya @arinta.adiningtyas 

Setelah beristirahat sejenak dan badan terasa lebih enak, saya melanjutkan rencana memasak yang tertunda tadi. Karena kondisi badan yang tiba-tiba drop inilah, saya yang sedianya akan mencoba resep Selat Solo, kemudian memutuskan untuk memasak sop daging supaya terasa hangat dan segar di badan. Kebetulan juga, masih ada daging sisa Idul Adha kemarin. 

Setelah semua selesai, kami pun makan siang. Jam 2 siang, setelah makan siang, Mas Yopie dan Amay pergi ke Pasar Triwindu untuk mengikuti acara "Nyeketsa Bareng" dengan Indonesia's Sketcher Sala. Saya dan Aga tetap di rumah karena sorenya kami harus pergi ke arisan komplek.

Hari Minggu itu tenaga benar-benar terkuras karena ada banyak hal yang harus dilakukan. Dan mungkin karena perubahan cuaca yang ekstrim, ditambah karena faktor kelelahan juga, malamnya suhu badan saya menghangat. Intensitas bersin menjadi semakin sering. Kepala kembali berat, leher pun kembali kaku. 

Setelah makan malam, saya melihat stok Multivitamin, Theragran-M namanya. Beberapa waktu lalu, saya mendapat kiriman 1 strip Theragran-M yang berisi 4 tablet. Saya membuka 1 tablet dan meminumnya. Tak lupa saya menawari Mas Yopie untuk meminumnya juga agar kesehatannya tetap terjaga, mengingat bahwa seminggu kemarin memang jadwal pekerjaannya amat sangat padat karena beberapa proyek berbarengan deadline-nya.

Theragran-M Multivitamin-Mineral yang mengusir virus influenza dari dalam tubuh saya

Setelah minum 1 tablet Theragran-M itu, saya beristirahat, dengan harapan esok pagi tubuh saya kembali fit.

Hasilnya?

Meski badan masih hangat, tapi tak ada yang tersisa dari bersin-bersin semalam. Alhamdulillah, saya tidak jadi terserang flu. Padahal biasanya, jika sudah bersin-bersin seperti itu, bisa dipastikan saya akan meler selama dua-tiga hari bahkan hingga seminggu. :)

Itu benar-benar pengalaman pribadi saya ya... Boleh percaya boleh tidak.

Esok harinya, jadwal Mas Yopie masih sangat padat. Senin pagi beliau harus mengirim beberapa gambar via ekspedisi. Malamnya beliau harus bersiap untuk berangkat ke Kediri. Yak, Senin malam atau tepatnya Selasa jam 1 dini hari, beliau berangkat ke stasiun. Saat menunggu taxi datang, beliau membuka 1 tablet Theragran-M lagi.

"Papa minum itu lagi?" tanya saya.
"Iya. Soalnya badan Papa capek sekali." jawabnya.
Iya sih, gimana enggak capek? Beliau kerja dari pagi sampai menjelang malam. Tidur jam 8 malam agar bisa bangun jam setengah 12, lalu bersiap-siap ke stasiun 1,5 jam kemudian.

Kondisi lelah seperti itu memang rentan terserang penyakit, ya 'kan? Apalagi, beliau itu kemarin benar-benar hanya tidur sebentar dan harus stand by ketika di dalam kereta. Begitu sampai di Kediri jam 6 pagi, survey lokasi, lalu jam 6 sorenya beliau kembali lagi ke Solo. Sampai di rumah, Selasa malam Rabu, sekitar jam 11.

salah satu foto yang diunggah Mas Yopie di instagramnya saat survey lokasi di Kediri

Rabu paginya, acara lain sudah menunggu. Pagi-pagi beliau harus menyiapkan beberapa berkas karena kami harus ke bank untuk suatu urusan. Dari bank, kami menuju Benteng Vastenburg untuk bertemu dengan beberapa volunteer yang akan membantu Akanoma dalam pemasangan instalasi untuk pameran Bamboo Biennale 2 di Solo, Oktober nanti.

Lelaaah, selelah-lelahnya. Tapi semoga kami sehat selalu yaa, aamiin... Untuk itu, salah satu ikhtiar menjaga kesehatan ya dengan minum suplemen ini. Pasti banyak yang bertanya-tanya yaa, sebenarnya suplemen yang saya dan Mas Yopie minum itu apa sih? Apa kandungannya, berapa harganya, apa kegunaannya, dan lain sebagainya.


HET Theragran-M adalah Rp 20.735,-

So, mari kita berkenalan dulu yaa... *Kenalan?* Iya kenalan, soalnya saya juga baru kenal sama yang namanya Theragran-M ini, hihi...



Apa sih Theragran-M itu?
Theragran-M adalah multivitamin dan mineral yang telah disetujui oleh BPOM, yang diperuntukkan untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral dalam tubuh kita. Theragran-M diperkaya dengan Magnesium dan Zinc yang diharapkan dapat memulihkan dan menjaga sistem daya tahan tubuh untuk melawan infeksi virus, bakteri, juga jamur.

Apa saja komposisi Theragran-M?
Tiap tablet salut gula Theragran-M, mengandung:
Vitamin:
A        (sebagai asetat)                        10000 iu
D        (cholekalsiferol)                        400 iu
B1       (tiamina mononitrat)                  10 mg
B2       (riboflavina)                              10 mg
B6        (piridoksina hidroklorida)           5 mg
B12      (sianokobalamina)                      5 mcg
Niasinamida                                        100 mg
Kalsium Pantotenat                             20 mg
C         (sebagai natrium askorb)            200 mg
E         (sebagai dl-alfatokoferil asetat)   15 iu

Mineral:
Iodium           (sebagai kalium iodida)     150 mcg
Besi              (sebagai fumarat)            12 mg
Tembaga II    (sebagai sulfat)                2 mg
Mangan II     (sebagai sulfat)                1 mg
Magnesium   (sebagai karbonat)            65 mg
Seng             (sebagai sulfat)               1,5 mg

Apa Kegunaan Theragran-M?
Membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral pada masa penyembuhan/pemulihan kondisi tubuh setelah sakit.

Indikasi:
Defisiensi vitamin pada pra dan pasca operasi, masa penyembuhan.

Takaran:
Dosis dewasa 1 tablet/hari atau sesuai anjuran dokter.

Kapan Pemberiannya?
Berikan saat makan atau sesudah makan.

Berapa harga Theragran-M?
1 strip Theragran-M Multivitamin-Mineral yang berisi 4 tablet, harga yang disarankan adalah Rp 20.735,-

Bagaimana cara penyimpanannya?
Theragran-M sebaiknya disimpan pada suhu di bawah 30 derajat celcius.

Apakah ada efek samping setelah mengkonsumsi Theragran-M?
Fungsi dari multivitamin ini adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita, juga untuk menggantikan vitamin dan mineral yang mungkin tidak kita dapatkan dalam makanan yang kita makan sehari-hari. 
Sejauh ini belum ditemukan adanya efek samping dari mengkonsumsi multivitamin, asal penggunaannya sesuai dengan dosis yang benar.
Perhatikan kembali cara minum Theragran-M yaitu pada saat makan atau sesudah makan untuk menghindari munculnya lambung perih terutama pada orang dengan riwayat maag.

Apakah Theragran-M dapat menyembuhkan flu?
Dalam sebuah literature disebutkan bahwa bila asupan kita tidak mencukupi terhadap kebutuhan Magnesium dan Zinc, kita akan mudah terinfeksi oleh virus, bakteri ataupun jamur. Theragran-M disini berfungsi untuk memulihkan dan menjaga sistem daya tahan tubuh dari serangan virus, bakteri, ataupun jamur tersebut. Apabila daya tahan tubuh baik, maka infeksi pun akan mereda.
Seperti dalam kasus saya di hari Minggu yang lalu itu. Jika saya tidak segera mengkonsumsi suplemen, maka besar kemungkinan virus influenza yang mulai menyerang, bisa membuat kondisi tubuh saya tumbang. 
Beruntung, saya mengantisipasi dengan segera mengkonsumsi Theragran-M, sehingga virus-virus yang mulai beraksi, berhasil ditumpas oleh Theragran-M ini.

Apakah Theragran-M dapat dikonsumsi oleh penderita hipertensi?
Theragran-M adalah multivitamin dan mineral yang dilengkapi dengan Magnesium. Magnesium memiliki efek langsung dan tidak langsung terhadap relaksasi dari otot polos pembuluh darah dan pengaturan kation dari sel. 
Sebuah studi menyebutkan bahwa suplemen yang mengandung Magnesium, bila diminum teratur bersama dengan pemberian obat anti hipertensi maka sangat membantu untuk menurunkan tekanan darah.


Ohya, bicara tentang hipertensi, Mas Yopie sebenarnya punya riwayat darah tinggi. Biasanya, jika kelelahan atau kurang istirahat karena banyaknya lemburan, darah tingginya akan kambuh.

Entah kebetulan atau bagaimana, meski minggu kemarin demikian sibuk dan melelahkan, namun beliau Alhamdulillah tidak mengeluh apapun. Ada kemungkinan ini karena Theragran-M yang dikonsumsinya itu. 

So i have to thank to Theragran-M karena berkat dia, dan Dia tentunya, kegiatan kami bisa lancar tanpa kendala apapun. Alhamdulillah...

Dan untuk teman-teman, selamat mencoba Theragran-M juga yaa...karena Theragran-M adalah Vitamin yang bagus untuk Mempercepat Masa Penyembuhan. :)



"Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho."








Read More

15 Sinetron Tahun 1990-an Sampai 2000-an Awal yang Terkenang Hingga Sekarang

Monday, September 19, 2016

Tahun '90-an awal, Uti memasang antena UHF. Maka setelah itu channel yang bisa kami tonton tak lagi hanya dua saja. Ada tambahan tiga channel lain, yakni: Indosiar, RCTI dan SCTV. Saya saat itu baru kelas 2 SD ketika "terpaksa" ikutan nonton sinetron macam Abad 21 dan Simphony Dua Hati. Iya..kalau malam 'kan memang ngga ada acara untuk anak-anak ya? Jadi waktu itu ikut-ikutan nonton deh meski ngga tau jalan ceritanya kayak gimana. Anehnya, saya malah ingat lagu alias soundtracknya dong.. >_<

Sebelum kemana-mana, saya, Mbak Widut dan Mbak Rani, memang lagi ingin bernostalgia. Kebetulan saja suatu hari tiba-tiba kami bahas persinetronan. Mbak Widut yang usianya sedikit (sedikit aja yaa..ngga usah banyak-banyak :D) di bawah kami, agak roaming juga dengan bahasan ini. Yang dia tahu mah cuma Bidadari, yang lagunya juga masih saya ingat, karena Bapak beberapa kali menertawakan saya yang gagal menyenandungkan kata "bersama...saaamaaa.." di bagian closing-nya.


Tapi ngga apa-apa, demi meramaikan bloggerKAH, Mbak Widut akan memeras otaknya koq.. Haha.. Tengok Sinetron yang ditonton Mba Widut, dan Sinetron Terbaik Sepanjang Masa versi Mba Rani. Oya, kita kedatangan tamu lagi, lho. Kalau bulan lalu kan tamunya Mami Susi, nah, kali ini ada Mba Dwi Sari yang cerdas, cantik dan baik hati. Tulisan Mba Dwi Sari alias Mba Nining ada disini yaa...

Mari kita awali persinetronan Indonesia dari;

1. Simphony Dua Hati

Sinetron ini diperankan oleh "pasangan ideal" di masa itu, yakni Paramitha Rusady dan Onky Alexander. Jangan tanya jalan ceritanya karena saya tidak ingat apa-apa. Tapi kalau lagunya, saya masih ingat. Sayang sekali ya, hubungan mereka harus kandas. Yah, meski keduanya saling mencintai, tapi kalau Allah menggariskan mereka hidup sendiri-sendiri, ya mau gimana lagi. Ya 'kan? Ya ampun, saya malah nggosip. >_<

2. Abad 21

Kalau tidak salah, sinetron ini dimainkan oleh aktor Dicky Wahyudi, artis cantik Lulu Tobing, dan ada juga Krisdayanti. Yang saya ingat dari sinetron ini, lagi-lagi, adalah soundtracknya. Mmm...lebih tepatnya sih waktu Krisdayanti teriak, "Benooooo...", gitu.

3. Noktah Merah Perkawinan

Demi apaaa saya nonton acara beginian waktu kecil dulu. Hahaha... Waktu nonton sinetron ini saya sudah agak paham lah. Sudah sedikit bisa menangkap apa yang terjadi dalam cerita ini. Ya, tentang broken home family, gitu deh.
Sinetron ini diperankan oleh; Ayu Azhari, Cok Simbara, dan anak-anaknya kalau ngga salah bernama Bagas dan Niken. Yang tak kalah fenomenal adalah Almarhum Mang Diman yang berperan sebagai sopir keluarga mereka.

4. Janjiku

Paramitha Rusady sepertinya memang jadi ratunya sinetron saat itu ya? Di Janjiku ini dia memainkan dua peran sekaligus, yaitu sebagai ibu dan anak. Si anak ini namanya Nada. Untuk teknologi saat itu, ini termasuk hebat yaa.. Dan saluuut buat Paramitha, karena susah lho berperan sebagai dua orang sekaligus dalam satu frame.
Dulu, tante saya sampai beli kasetnya lho, hahaha... Fenomenal!! :D

Sinetron Jadul
Paramitha Rusady di Sinetron Janjiku

5. Karmila

Masih diperankan oleh Paramitha Rusady. Sinetron ini diangkat dari Novel berjudul sama karya Marga T. Dua pemeran lainnya adalah aktor ganteng Atalarik Syach dan saudaranya Teddy Syach.
Ceritanya: Paramitha sebenarnya merupakan kekasih dari Atalarik Syach, tapi si Teddy Syach malah menghamili Paramitha ini. Selanjutnya yang terjadi adalah kebimbangan demi kebimbangan yang dialami oleh Paramitha.

6. Cinta

Sinetron ini menarik karena soundtracknya yang asik. "Bahasa Kalbu" by Titi DJ, siapa yang tidak suka? Diperankan oleh Desy Ratnasari, sinetron yang diangkat dari novel karya Mira W ini selalu saya rindukan kelanjutannya.
Apalagi openingnya pun dibuat berbeda dengan adanya sketsa wajah Desy Ratnasari yang jelita. Saya sukaaaa... :)

7. Cinta Berkalang Noda

Sinetron ini pun diangkat dari novel karya Mira W. Diperankan oleh Maudy Koesnaedy, Adjie Massaid, Ari Wibowo, dan ada juga Dian Nitami. Dari sinetron ini saya jadi tau Egi John Foreisythe. Dia saat itu berperan sebagai anak dari Maudy Koesnaedy. Sayangnya saya cari info lainnya koq ngga nemu. Dulu si Egi ini cakep banget deh. Saya sempat ngefans sama dia. Aktingnya juga udah bagus. Ingeeet banget waktu di closingnya itu dia nangis sambil nempel di pintu. Hhhhmmm...

Sayangnya, sekarang kenapa dia jadi "memble" begitu ya? Hedeeeh.. Nih foto Egi John waktu masih kecil, cakep banget kan?


Sinetron Egi John Foreisythe
Egi John Foreisythe waktu kecil

8. Deru Debu

Kelupaan.. Di SCTV, sore-sore, ada sinetron ini nih. Saya sebenernya ngga terlalu suka ceritanya, karena sinetron yang diperankan oleh Willy Dozan dan Ayuni Sukarman ini isinya berantem melulu. Saya sukanya cuma sama soundtracknya, karena Deru Debu dinyanyikan oleh almarhumah Nike Ardilla.
 

9. Jalan Makin Membara

Ini juga di SCTV dan berantem-beranteman juga. Pemeran utamanya adalah Dede Yusuf. Ending sinetron ini sedih banget, karena Dede Yusuf diceritakan hanyut di sungai dan tidak ditemukan setelah berusaha menolong anak-anak kecil yang berenang dan hampir tenggelam.

10. Keluarga Cemara

Selamat pagi Emak
Selamat pagi Abah
Mentari hari ini, berseri indah
 
Nah, ini yang paling ramah anak. Xixixixi... Ada Euis, si sulung yang rajin jualan Opak. Ara dan Agil yang lucu-lucu, juga Abah yang sabar dan sayang pada keluarga. Emak yang merindukan keluarga mereka yang mapan, yang pemerannya berganti-ganti dari Novia Kolopaking sampai Lia Waroka.
Saya sukaaa sekali dengan sinetron ini, karena bener-bener natural.

Sinetron Jadul


Baca: Nostalgia Penyanyi dan Lagu Anak Tahun '90-an


11. Si Doel Anak Sekolahan

Yak, sepertinya sinetron Indonesia yang sudah saya sebut di atas belum lengkap tanpa Si Doel ya? Iya, ini sinetron yang legendaris. Diperankan oleh Rano Karno, Mandra, Suti Karno, Benyamin S, Cornelia Agatha,  Maudy Koesnaedy, Hj. Aminah, juga H. Tile, sinetron ini benar-benar merupakan gambaran kehidupan masyarakat Betawi.
Ceritanya benar-benar seperti kehidupan nyata. Ada adegan Si Doel sedang menjemur kasur, Atun yang memetik nangka di halaman belakang, juga transaksi warung ala Mpok Lela. Ada tukang kredit keliling juga. Benar-benar natural. Beda banget dengan sinetron jaman sekarang ya?

12. Tersanjung

Wahaha...ini fenomenal. Karenaaaa...sinetron ini adalah pencetus sinetron yang panjang tak berujung. Bener-bener deh yaaa, pelopor yang kurang baik. :p
Awalnya saya suka, tapi lama-lama jadi males mengikuti kelanjutannya. Gimana enggak, pemeran Indah nya saja berganti 3x loh. Dari Lulu Tobing, Jihan Fahira sampai Cut Tary.
Entah gimana ending sinetron itu. Au ah lap... >_<

13. Bidadari

Yahahaha.. Sama kayak Mbak Widut saya juga suka nonton sinetron ini. Ini juga lama diputarnya nih. Bidadarinya berubah dari Ayu Azhari ke Marini Zumarnis. Tapi seperti Tersanjung, lama-lama ceritanya jadi membosankan.
Sinetron inilah yang membesarkan nama Marshanda.

14. Kisah Sedih di Hari Minggu

Masih diperankan oleh Marshanda, juga Egi John Foreisythe dan Chacha Frederica. Di sinetron ini sepertinya Gading Marten memulai karirnya. Artis seniornya ada Ira Wibowo dan Meriam Bellina. Saya kurang suka dengan jalan ceritanya karena si Meriam Bellina terlalu kejam. Dia suka sekali menyiksa Marshanda dan Ira Wibowo (ibunya Marshanda), dan siksaannya kurang masuk akal deh... :(

15. Pernikahan Dini

Yak, sempat menuai kontroversi karena walaupun niatnya untuk edukasi, akan tetapi malah dianggap mengajarkan untuk MBA (Married by Accident). Ditayangkan tiap malam minggu, Pernikahan Dini lah yang melambungkan nama Agnes Monica sebagai pesinetron. Sebelumnya AgnesMo lebih dikenal sebagai penyanyi dan MC cilik, meski pernah membintangi sinetron berjudul Mister Hologram dan Lupus.

Snetron Pernikahan Dini
potongan sinetron Pernikahan Dini
 
Yaaa... Itulah 15 sinetron tahun 90'an yang terngiang-ngiang di kepala. Ada banyak sinetron lain sebenarnya, tapi kenangannya biasa-biasa saja.

Sinetron jaman dulu dengan jaman sekarang itu memang jauh berbeda. Salah satunya adalah kualitas akting para pemainnya. Kalau dulu, mungkin karena tayangnya sekali seminggu, jadi jika aktingnya dirasa kurang, pasti akan diulang sampai mendapatkan hasil yang memuaskan. Kalau sinetron jaman sekarang, barangkali karena stripping, jadi hasilnya asal-asalan.

Yang berikutnya, sinetron jaman sekarang itu alurnya tidak jelas. Bahkan mungkin pemainnya sendiri pun tidak tau akan berakhir seperti apa ceritanya nanti. Beda dengan sinetron jaman dulu yang "punya akhir", jadi ceritanya tidak menggantung.

Terus terang, saya merindukan sinetron dengan kualitas akting dan kualitas cerita sebagus sinetron jaman dulu. Yah, jadi para penikmat sinetron (macam saya) tuh nggak dibodoh-bodohin amat sama cerita yang nggak bermutu, gitu loh.

Nah, kalau kamu, sukanya sinetron yang seperti apa? Trus, punya judul favorit juga nggak? Share yuk di komentar... :)
 
 
 
Read More

Grup Whatsapp dan Segala Rupa Tentangnya

Tuesday, September 13, 2016

whatsApp logo from whatsappbrand.com

Sekarang ini sepertinya sudah nggak jaman lagi SMS-an, ya? Isi kuota internet kesannya jadi lebih penting daripada isi pulsa untuk telepon atau SMS. Saya nih ya, misalkan beli pulsa 100 ribu rupiah, maka 70 ribu saya gunakan untuk beli kuota internet, dan sisanya baru digunakan untuk telepon atau SMS. Kalau kuota menipis, langsung bingung deh. Tapi, kalau pulsa habis, nggak terpikir untuk buru-buru beli, kecuali jika benar-benar penting harus menghubungi seseorang.

Nah, sebagai ganti SMS, ada beberapa aplikasi chatting yang umum digunakan, seperti; line, whatsapp, telegram, juga BBM. Tadinya saya hanya menggunakan WA dan BBM saja, tapi suami menyuruh untuk install telegram juga. Katanya, telegramnya itu khusus untuk saya, cieeeehh...

Diantara ketiga aplikasi itu, Whatsapp lah yang paling sering saya buka. Kenapa? Karena disana ada banyak grup yang selalu ramai setiap harinya. Ada grup keluarga, grup alumni, grup perumahan, grup sekolah Amay, grup bisnis, grup menulis, juga grup blogging.

Selama ini saya sih asik-asik saja dengan grup yang ada saya di dalamnya. 
*Grup keluarga bisa mengobati kangen, grup alumni juga.
*Grup perumahan dan grup sekolah Amay, tentunya untuk update informasi dong yaa. 
*Grup bisnis untuk mempermudah komunikasi dengan supplier dan sesama agen, yang alhamdulillah dan semoga bisa kompak selalu. 
*Grup menulis dan grup blogging, sebenarnya hampir sama, menjadi wadah bagi saya untuk tetap belajar dan memperbarui ilmu setiap harinya. Dari grup di facebook, komunikasi jadi lebih mudah jika melalui WhatsApp. 

Memang sih pernah ada friksi yang terjadi. Tapi alhamdulillah bisa teratasi, meski kini di salah satu grup, anggotanya sudah tidak sekomplit dulu lagi. Dari pengalaman itu, kemudian saya belajar satu hal. Di dalam sebuah grup yang berisi orang-orang yang kita kenal sekalipun, sebaiknya kita saling menghargai, dan tetap mengedepankan tepa selira atau toleransi. Karenaaa...kita ini manusia dengan isi kepala yang berbeda-beda. Tak ada gunanya merasa diri paling benar. Begitu.

Dan ternyata, friksi seperti ini tak hanya terjadi di grup WA saya. Di grupnya suami pun sempat terjadi juga. Penyebabnya, karena guyonan yang kelewatan. 

So, menurut pengalaman dan pengamatan saya, ada beberapa hal yang mesti ditahan, jika kita merupakan anggota sebuah grup Whatsapp. Note to Myself banget ini mah. 

1. Tahan diri untuk "ngotot" dengan pendapat sendiri. 
Beda pendapat itu wajar gaes, jangan terlalu egois ya... Tidak ada yang sepenuhnya salah, juga tidak ada yang sepenuhnya benar. Semuanya tergantung cara pandang saja. Suami saya pernah bilang; "Kita mungkin melihat sebuah pulpen sebagai benda yang panjang, tapi jika yang lain melihatnya dari atas maka sah-sah saja jika dia bilang pulpen itu berbentuk lingkaran, dan jika seseorang melihat dari bawah tak salah jika pulpen itu disebutnya runcing."



2. Tahan diri untuk membagikan gambar yang kurang sopan. 
Ini pernah nih, di grup suami. Mirisnya, pernah saya dapati, yang membagikan itu perempuan. Dalam hati, "Hih, kamu koq mempermalukan drimu sendiri sih, Mbakyu?" Dan karena hal itu, salah satu temannya left the group. 
Bukan mau sok suci atau gimana yaa... Cumaaa..kami ini (juga teman-teman yang lain) kan punya anak yang masih kecil dan hobi banget mainan pake Hp. Kalau tiba-tiba mereka lihat gambar yang mengerikan itu, piye coba? Kalau anakmu udah biasa lihat gambar begituan sih terserah, tapi tolong, kami sudah susah payah menjaga anak kami dari penglihatan yang tidak-tidak.
Iya, memang, kita bisa men-setting agar gambar tidak otomatis ter-download. Tapi daripada nyuruh orang lain untuk mengantisipasi, lebih baik kitanya menahan diri dan nggak jadi biang keladi, iya kan?

3. Tahan diri untuk tidak membahas isu SARA. Sekali lagi, meski kita berada dalam satu grup, tapi "iklim" kita tidak selalu sama. Beberapa kali di grup saya, ada yang mendiskreditkan ras tertentu. Saya kurang suka. Karena apa? Hei, kita ini diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya kita saling mengenal. Benar kan? Ngga ada yang bisa memilih untuk dilahirkan sebagai suku apa, betul? Jadi berhentilah memandang rendah suku atau bangsa tertentu. Kita nggak tahu kan, barangkali mereka yang derajatnya lebih mulia dibanding kita, yang diam-diam suka menghujat mereka. 

4. Tahan diri untuk membagikan info yang "kurang atau tidak penting". Kadang yang demen share-share begini suka saya lewati sih. 

5. Jika ingin meninggalkan grup, sebaiknya pamit dulu yaa, agar tidak meninggalkan kesan yang kurang enak di hati anggota yang lain. :)

6. Kalau poin 1 sampai 5 adalah catatan untuk para anggota, maka yang ke 6 ini adalah catatan untuk si pembuat grup. 
Weh, ada catatannya juga to?
Ada.
Yaitu, sebelum memasukkan seseorang ke dalam suatu grup, sebaiknya ditanya dulu kesediaannya. Jangan tiba-tiba langsung dimasukkan, khawatir dia kurang berkenan, tapi pakewuh alias nggak enak hati jika harus left group segala. 
Ini utnuk menghindari keadaan "yang muncul, dia lagi dia lagi. yang silent tetap silent" seperti Balada Grup WhatsApp yang ditulis Mak Ade Delina Putri

So, be wise, ya teman-teman (saya juga). Kita udah tua dewasa 'kan? :)

Read More

Inuel; Pemilik Jombloku.com yang Tak Lagi Jomblo

Sunday, September 11, 2016

Ada kata "jomblo", please, jangan pada baper yaa.. :D

Kata orang, jomblo itu nasib, sedangkan menjadi single itu pilihan. Nah, kamu yang masih sendiri, lebih memilih dibilang jomblo atau single? Hihihi..meskipun kayaknya dua istilah itu nggak jauh berbeda ya...

Tapi tenang. Jodoh itu sudah digariskan. Tidak ada yang terlalu cepat atau terlalu lambat. Semua sudah pas waktunya, menurut Allah tentunya. Jadi meski kamu jomblo, ngga perlu gundah gulana, ya? Insya Allah, manusia itu diciptakan berpasang-pasangan. Jadi sambil menunggu, isi hidupmu dengan aktivitas yang bermanfaat.

Jomblo itu hina? Kata siapa? Ada lho jomblo yang mulia. Yaitu yang bersedia menjaga sampai tiba masanya. :) 

Seperti Mbak Husnul Khotimah, blogger kelahiran Jombang, 4 Januari 1990. Mbak Inuel, demikian ia biasa disapa, memilih untuk menjomblo dan menunggu seseorang yang berani "memintanya" dari orang tuanya. Ia menulis seperti ini, "Saya sering disebut ngga' laku tapi saya tetap percaya, emang belum saatnya aja. PD dan ngga' pernah minder, dan selalu berusaha berpikir positif. Bukannya jodoh di tangan Allah? Allah jauh lebih mengetahui apa yang tidak saya ketahui." Saluuut.. :)

Sejak 2009, Mbak Inuel mengabadikan kisah kejombloannya di jombloku.com. Tapi bukan berarti Mbak Inuel jadi jomblo abadi yaa... Mbak Inuel sudah menikah koq. Artinya, sekarang Mbak Inuel sudah jadi alumni jomblowati. Horeeee... Alhamdulillah. :)

Mbak Inuel dan keluarga kecilnya

Perjalanan Mbak Inuel melepas masa jomblonya cukup seru. Bagaimana ia berjumpa dengan imam keluarganya, ternyata berawal dari blognya ini. Dan ya, pasangan suami istri ini adalah pasangan blogger lho...

Kisah berawal di 2009. Mbak Inuel yang baru memiliki blog disapa oleh Mr. X dan akhirnya chatting via Yahoo Messenger. Mbak Inuel penasaran dan akhirnya googling tentang Mr. X ini. Karena menurutnya ganteng (bagi saya yang paling ganteng tetep Pak Yopie :p), Mbak Inuel pun mulai ---lagunya Mikha Tambayong, pleaseee...--- ada rasa, yang tak biasa, yang mulai kurasa, yang entah mengapaaaa.. Mungkinkah, ini pertanda, aku jatuh cinta... Cintaku yang pertaamaaa..

Tapi sayangnya Mr. X cuek. Wkwkwkwk, Mbak Inuel kejebak dalam friend zone. :v Meski begitu, mereka sempat berjumpa di tahun berikutnya, tepatnya di Juni 2010. Setelah pertemuan itu, mereka lost contact, sampai di tahun 2013, Mr. X yang disebut "Jooizzy" oleh Mba Inuel ini, menanyakan sesuatu yang serius, yang intinya adalah keinginan untuk meminang gadis Jombang ini. 

Fyuuuh...

Ditanya, apakah ini berarti Mbak Inuel ini CLBK, ia menjawab, "Sebenernya ngga CLBK, soalnya masih sayang terus, hahaha.." Ehemmm, saya pun terus menggodanya, "Jangan-jangan disebut-sebut di dalam do'a nih. :p" lalu penyuka bakso ini membisiki saya, "Saya emang selalu berdo'a," katanya. "Setiap hari. Nggak tau, melekat banget gitu rasanya. Gak bisa kehilangan padahal gak tau gimana kepribadiannya."

Xixixi, jadiiii, tips biar bisa dapatkan target adalaaaaahhh, selalu menyebut namanya dalam do'a. Kalau jauh, dekatkan. Gitu. :D


Kenapa sih, Arin sukanya bahas masa lalu? Sssttt, kisah cinta Mbak Inuel ini hampir sama dengan saya, haha... CLBK, iya. Pak Yopie pedekate sejak saya kelas 3 SMP, tahun 2002. 3 tahun kemudian, kami resmi pacaran. Lama banget yak, pedekatenya? Tapi sayangnya, pacarannya cuma 7 bulan, haha.. Seperti Mbak Inuel, saya yang sudah berjilbab waktu itu, merasa bahwa hubungan seperti ini kurang baik dilakukan.

Tapi karena kata Mas Afgan, Jodoh Pasti Bertemu, ya alhamdulillah ketemu lagi. Tahun 2008, Pak Yopie datang saat ibu meninggal. 2009, beliau menemukan saya di facebook. Kami pun mengobrol lewat udara (sama kayak Mbak Inuel deh), lalu Juli 2009 beliau meminta saya pada bapak. September 2009 pertemuan keluarga, dan 2 bulan kemudian, kami menikah. Cepet ya? Hihi...

Dan akhirnya bisa ditarik kesimpulan, bahwa inti dari tulisan ini adalah, Jodoh Pasti Bertemu. Gitu aja. :D

Buat yang ingin berkenalan dengan Mamanya dek Kinza, bisa capcus ke social medianya yaa. Sampai jumpa di profil selanjutnya. :)

Blog: www.jombloku.com
IG: @jombloku_com
facebook: Husnul Khotimah
twitter: @inuels
Read More

Jeffri Arizman; Dokternya Komputer dan Printer dari Puworejo

Wednesday, September 7, 2016

Lagi asik-asiknya bekerja, tiba-tiba laptop “pet”, mati. Rasanya pengen menjeriiiiit ngga sii? Tentu selain kesal, sedih, rasa khawatir juga ada. Khawatir kalau data-data yang ada di laptop tidak terselamatkan lagi. Bahkan kadang kita berharap, biarlah si lapotop rusak, asal data-data di dalamnya bisa kembali.


General Computer, tempat service laptop dan printer terpercaya di Purworejo

Yah, beginilah problematika manusia modern, dimana teknologi sudah seperti nasi. Kalau belum memakainya --mengonsumsinya, red--, belum makan katanya. :D

Jaman sekarang, kebutuhan manusia akan teknologi semakin besar. Sebab apa? Sebab manusia ingin semua keperluannya bisa selesai dalam waktu cepat.

Seperti kompor gas yang menggantikan kompor minyak, dan kompor minyak yang menggantikan kayu bakar, juga handphone yang menggantikan telepon, agar komunikasi bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, komputer pun hadir untuk menggantikan mesin tik.

Kini, komputer tak lagi merupakan benda mewah. Bahkan jika dulu komputer hanya bisa diletakkan di satu tempat, kini kita bisa menggunakan komputer jinjing alias laptop dan membawanya kemana-mana.

Seperti halnya televisi dan handphone yang hampir setiap rumah memilikinya, komputer pun sedang menuju ke arah sana. Sekali lagi karena kebutuhan dan perkembangan zaman yang menuntut kita untuk bergerak dan bekerja lebih cepat. Bukan hanya karyawan kantoran atau para mahasiswa saja yang memerlukannya untuk menyelesaikan pekerjaan mereka, siswa-siswi dari SD hingga SMA pun sama. Apalagi jika sudah terhubung dengan internet, mau menggunakannya untuk bekerja atau hanya untuk hiburan semata, komputer bisa digunakan oleh siapa saja.

Namun terkadang, disaat kita sedang dalam semangat yang membara untuk menyelesaikan pekerjaan kita, tiba-tiba komputer yang kita gunakan mengalami masalah. Kalau saya yang mengalaminya, tentu saya akan menyerah pasrah, karena saya tidak tau seluk-beluk komputer seperti apa. Satu-satunya cara, tentu dengan menyerahkan pada ahlinya.


Jeffri Arizman, ahli service komputer dan printer dari Purworejo

Adalah Jeffri Arizman, pria kelahiran Purworejo, 33 tahun yang lalu, yang menjadi dewa penyelamat saat komputer sekarat. Lulusan Diploma III Teknik Otomotif Universitas Negeri Yogyakarta ini memang tidak bekerja sesuai dengan bidang yang dipelajarinya, namun mengotak-atik komputer adalah passion yang kini ditekuninya. Bahkan sewaktu masih SMP dulu, dia sudah berhasil merakit barang-barang elektronik seperti radio dan bel rumah. 

Sewaktu kuliah bahkan, ia mendapat hibah dua buah speaker dari kawannya, dan dengan bakat alaminya, speaker yang sudah menjadi barang rongsokan itu pun disulapnya hingga bisa berfungsi kembali. Beruntung, seorang kerabat membelinya. Jadi, dengan modal 2 ribu rupiah saat itu --untuk membeli komponen yang diperlukan--, ia mendapat SERATUS RIBU rupiah. "Lumayan, buat makan. Maklum, anak kuliahan." Ujarnya saat itu.

Pria bermata sipit yang juga hobi memelihara unggas ini telah memulai usahanya sejak 2O12 silam. Tak hanya menjual jasa service komputer/laptop dan printer saja, di General Computer, ia juga menerima jasa foto copy dan pengetikan.


Jeffri Arizman, dokternya alat-alat elektronik 

Suami dari wanita cantik bernama Ratna Yuli Mustika Sari ini bisa dipanggil ke rumah lhoo.. Jadi, untuk warga Purworejo dan sekitarnya, yang komputer, laptop atau printernya mengalami kerusakan, atau ingin menge-print namun tidak sempat kemana-mana, bisa hubungi Mas Jeffri ini disini:
WA: 0895-3766-75758


Read More