Tips Mengompos untuk Pemula

Sunday, October 24, 2021

Sudah sekitar lima tahun ini saya mulai membiasakan diri memisahkan sampah organik dengan sampah anorganik. Ini semua bermula ketika Pak Sampah tidak datang selama satu minggu karena sakit, hingga mengakibatkan penumpukan sampah di depan rumah. Padahal, sebagai ibu rumah tangga yang tiap hari memasak, saya menghasilkan sampah dapur yang cukup banyak setiap harinya. Sampah-sampah itu, lambat laun menimbulkan bau yang sangat mengganggu. Maka sejak itu, dengan dukungan suami, saya mulai melakukan pemisahan sampah dan melakukan pengomposan.


Komposter Aerob


Foto di atas adalah komposter pertama saya. Suami membeli komposter ini dari sahabatnya yang saat itu pun baru mulai mengompos. Komposter ini merupakan komposter aerob, yaitu komposter yang memanfaatkan udara sebagai sumber mikroorganisme yang dapat membantu mempercepat proses pengomposan. Komposter ini menghasilkan komposter cair yang tidak berbau.

Karena komposter ini terletak di halaman yang tidak beratap, dan setiap hari digempur panas dan hujan, lama-kelamaan ia menjadi lapuk dan perlahan mulai hancur. Komposter ini pun hanya bertahan selama kurang lebih 3 tahun.

Untuk menggantikannya, saya membeli komposter ember. Sayangnya, tidak seperti komposter yang sebelumnya, komposter ini menghasilkan air lindi yang berbau. Setelah saya mencari tahu, kemungkinan penyebabnya adalah karena tidak adanya lubang udara di komposter ini.

Komposter Ember


Beberapa kali saya mendapat protes dari suami dan anak-anak. Mungkin sebenarnya tetangga juga ingin protes, hanya saja ditahan karena sungkan. Karena tidak enak hati (ya gimana ya, walaupun tujuannya baik, tapi kalau sampai merugikan orang lain / membuat orang lain tak nyaman, kan ngga benar juga), akhirnya kegiatan mengompos sementara saya hentikan. 

Namun, karena sudah terbiasa memilah sampah, saya jadi tidak tega membuang sampah organik bersamaan dengan sampah plastik. Saya pun belajar lagi cara mengompos yang mudah dan tidak menimbulkan bau.

Untuk teman-teman ketahui, saya belajar mengompos dari Instagram Bu D.K. Wardhani. Beliau adalah penulis buku "Menuju Rumah Minim Sampah". Saya mencoba menerapkan apa yang saya pahami dari postingan-postingan beliau selama ini. Jika selama ini saya mengompos dengan hasil kompos cair, kali ini saya mencoba mengompos dengan hasil kompos padat. 

Baca: Bersahabat dengan Sampah, Mencegah Terulangnya Tragedi Leuwigajah

Langkah-langkah Mudah Mengompos 


Pertama, teman-teman harus tahu istilah-istilah berikut ini:

1. Unsur Nitrogen : Sampah basah. Misalnya, bonggol atau batang sayur yang tidak ikut dimasak, kulit buah, atau rerumputan yang baru dicabut dan sisa-sisa tanaman yang dipangkas.

2. Unsur Karbon / Unsur Coklat : Sekam, dedaunan kering, tanah, serbuk gergaji, atau kertas kardus tidak bertinta. 

3. Bioaktivator : Teman-teman bisa memakai EM4, atau kalau mau buat sendiri, pakai saja air gula / air tebu / air cucian beras / air tape / air rendaman tempe / buah-buah busuk yang berair. Fungsi bioaktivator adalah untuk mengaktifkan mikroorganisme (pasukan pengurai) sehingga dapat mempercepat proses penguraian. 

Selanjutnya, langkah-langkah mengompos adalah sebagai berikut:

1. Siapkan starter

Starter Kompos
Starter Kompos

Starter Kompos
Starter Kompos

Saya pakai cara paling simpel, karena cuma punya tanah dan wadah. Kalau Bu DK. Wardhani memakai pupuk kandang juga, tapi di tempat saya agak sulit mendapatkannya. 

  • Siapkan wadah untuk mengompos. Untuk komposter ini teman-teman bisa memakai gerabah, ember bekas, pot, atau karung. Kalau teman-teman pakai gerabah, tidak perlu dilubangi yaa, karena gerabah sudah berpori. 
  • Taburkan unsur coklat: sekam / serbuk gergaji / daun kering
  • Tambahkan pupuk kandang (saya pakai tanah / media tanam yang saya punya di rumah)
  • Masukkan sampah organik buah-buah busuk atau kulit buah ke dalam komposter
  • Tutup dengan tanah lagi 
  • Sirami dengan bioaktivator (saya pakai air cucian beras) tapi jangan sampai terlalu becek
  • Tutup, agar terfermentasi dan tidak menguap

Diamkan starter ini selama 2-3 hari, selanjutnya bisa diisi dengan sampah dapur setiap harinya. 

2. Setiap teman-teman memasukkan unsur nitrogen, imbangi dengan unsur coklat sebanyak 2x lipat. Jadi misalnya sampah dapur yang dimasukkan adalah 1 baskom, maka unsur coklatnya (campuran tanah + sekam / serbuk gergaji / kertas kardus) minimal adalah 2 baskom. 

3. Lakukan pengadukan setidaknya 2-3 hari sekali agar komposter mendapatkan oksigen. 

4. Upayakan komposter selalu dalam kondisi lembab, tidak terlalu kering tapi juga tidak terlalu basah / becek. Untuk itu, siram dengan bioaktivator secara rutin, tapi juga dijaga agar tidak terkena air hujan.

Tips Agar Komposter tidak Bau
Komposter saya, memakai styrofoam bekas

Bagaimana Agar Komposter Tidak Berbau?

Dari yang saya pelajari, ada beberapa faktor yang membuat komposter berbau:

1. Tidak ada lubang udara. Ini terjadi pada komposter saya yang kedua, seperti yang saya ceritakan di atas.

2. Jarang diaduk. Di atas sudah saya tulis, tujuan pengadukan adalah untuk mensuplai oksigen ke dalam komposter. Kalau oksigennya kurang, kompos akan memadat tanpa ruang udara, dan akhirnya akan mengeluarkan bau amoniak. 

3. Kurang unsur coklat. Beberapa teman mengeluhkan komposnya berbau busuk. Rupanya, pemberian unsur coklatnya sangat kurang. Padahal, seharusnya perbandingan antara unsur nitrogen : unsur karbon minimal adalah 1 : 2

Setelah saya menjalankan dua metode pengomposan (cair dan padat), mengompos dengan cara seperti ini memang paling aman dan minim trauma untuk pemula, meski tetap punya kelemahan. Kelemahannya hanya 1 sih, yaitu boros tanah dan tempat. Agak jadi masalah untuk saya yang halaman rumahnya cuma seuprit. Hehe...

Mengapa Harus Mengompos?

Nah, kalau ditanya, kenapa kok hobi banget main kotor? Sebenarnya pada awalnya juga karena terpaksa, ya.. Tapi di balik semua keterpaksaan itu, ada banyak alasan mengapa mengompos itu menjadi sesuatu yang penting. Karena:

  • Menghasilkan pupuk sehat
  • Lingkungan lebih bersih
  • Mengurangi timbunan sampah di TPA

Baca: Mengompos, Upaya Penerapan Hablun Minal 'Alam

Komposter Aerob
Komposter Aerob. Infografis oleh Yopie Herdiansyah 


Nah, teman-teman, yuk kita peduli pada lingkungan mulai sekarang! Manfaatkan barang-barang bekas dan mulai pisahkan sampah organik dan anorganiknya juga. Ngga perlu beli komposter mahal kok untuk mengompos. Pakai gerabah, ember bekas, karung, atau pot yang besar juga bisa. Jangan dipikir susahnya, kotornya, baunya... Mulai dulu pelan-pelan dan buktikan bahwa mengompos itu tidak sesusah yang kita bayangkan. Semangat, yaaa... :)




Read More

Referensi Model Gaun dan Kebaya Gamis untuk Bridesmaid

Sunday, October 17, 2021


Momen pernikahan saudara atau sahabat dekat, memang menjadi kesempatan untuk berkumpul dan berbahagia bersama. Momen ini akan semakin lengkap saat keluarga dan sahabat mengenakan pakaian dengan warna senada. Jadi tampak serasi dan kompak. Dan memang sudah jamak di zaman sekarang, calon mempelai menyediakan kain seragam untuk dikenakan para bridesmaid saat acara pernikahan. Yang jadi masalah berikutnya adalah; model kebaya bridesmaid-nya mau dibuat kayak apa nih?

Dulu saya juga pernah menulis artikel tentang referensi model kebaya yang cantik dan everlasting sih. Tapi, model gaun dan kebaya itu memang selalu berkembang setiap waktu. Maka dari itu, kalau teman-teman ingin punya referensi seperti apa ya model kebaya untuk bridesmaid yang sedang up to date, saya telah merangkum beberapa model kebaya bridesmaid di sini. Semoga bermanfaat, yaa...

1. Model Kebaya Gamis dengan Aksen Selendang di Salah Satu Sisi Bahu

Model kebaya atau gaun untuk bridesmaid
pict source: IG @inspirasikebayagaun_

Coba buka album foto punya ibu atau nenek kita di zaman muda dulu. Dahulu, memakai kebaya belum lengkap rasanya jika tak menggunakan kain selendang polos. Zaman now pun begitu. Maka tak heran jika fashion 2022 diprediksi akan kembali seperti era 70-an. Tentu saja, dengan modifikasi yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Walaupun seolah mengadaptasi model masa lampau, tetapi penyematan kain selendang di salah satu sisi bahu seperti model kebaya gamis di atas, tampak sangat manis, bukan?

Di bawah ini adalah beberapa model kebaya dengan aksen kain selendang lainnya:

Referensi Model Kebaya dengan Aksen Selendang
pict source: IG @lyf.official

Aksen selendang ini bisa kalian buat selebar bahu atau bisa juga dibuat seperti kain sampiran yang menutupi seluruh bagian tangan.

Referensi Kebaya dengan Aksen Selendang
pict source: IG @lyf.official


2. Model Gaun dengan Kain Brokat Sebagai Outer

Model Gaun untuk Bridesmaid
pict source: IG @ivory.studiortw

Referensi Model Kebaya Gamis untuk Bridesmaid
pict source: IG @ivory.studiortw

Jujur, saya sukaaa banget dengan model gaun dari @ivory.studiortw yang satu ini. Jadi, di sini ada 2 potong pakaian; inner dan outer. Inner-nya berupa long dress, dan outer-nya menggunakan kain brokat. Namun, model outernya ini tak seperti outer biasa, karena dibuat dengan sangat cantik dan apik.

Sebenarnya, mengenakan long dress-nya saja sudah terlihat cantik. Namun, jika ingin menyamarkan lekuk tubuh, maka mengenakannya lengkap dengan outer adalah pilihan yang tepat.

3. Kebaya Gamis dengan Aksen Pita di Lengan

Inspirasi Model Gaun untuk Bridesmaid
pict source: IG @shabby_stuff

Inspirasi Model Gaun untuk Bridesmaid
pict source: IG @inspirasikebayagaun_

Inspirasi Model Gaun untuk Bridesmaid
pict source: IG @bajukondanganremaja

Inspirasi Model Gaun untuk Bridesmaid
pict source: IG @inspirasikebayagaun_

Persamaan dari keempat model kebaya gamis di atas adalah adanya aksen tali pita di bagian lengan. Mau ditaruh di tengah-tengah atau agak di bawah, semua tampak manis. Untuk model kebaya paling bawah, tambahan ikat pinggang yang dihiasi dengan payet / manik-manik, semakin membuatnya tampak menarik.

4. Kebaya dengan Aksen "Cape" dari Kain Tulle

Beberapa tahun lalu, penggunaan "cape" pada kebaya sempat booming. Ternyata, tren ini masih oke juga. Namun, kita bisa menggunakan kain tulle agar tampak lebih manis, ringan dan kekinian.

Referensi Model Gaun dan Kebaya Cantik untuk Bridesmaid
pict source: IG @inspirasikebayagaun_

5. Kebaya dengan Aksen "Sayap" dari Kain Tulle

Terus terang, istilah "sayap" saya ciptakan sendiri, karena begitu melihat kebaya dengan model seperti ini, yang langsung terbayang adalah sayap para bidadari. Hihi... Kalian pasti akan jadi bridesmaid paling manis dengan model ini deh. Coba cek gambar berikut ini:

Referensi Model Kebaya untuk Bridesmaid
pict source: IG @ivory.studiortw

Referensi Model Kebaya untuk Bridesmaid
pict source: IG @ivory.studiortw


Tuh, apaaa kubilang? Saking cantiknya, model kebaya yang ini juga cocok banget kalau mau kalian pakai untuk tunangan. 

Oiya, model kebaya yang ini memang lebih cantik jika dibuat "press body". Saya punya tips agar teman-teman bisa mendapatkan bentuk tubuh ideal.

Baca: 4 Simple Ways to Get a Beautiful Body Shape

~~~

Nah, itu dia beberapa referensi model gaun dan kebaya untuk bridesmaid. Kalian suka yang mana? Untuk referensi kebaya lainnya, kalian bisa baca juga di sini: Beberapa Referensi Model Kebaya yang Cantik dan Everlasting

 

 

Read More

Rumah Atsiri Indonesia, Wisata Edu-Rekreasi di Tawangmangu

Sunday, October 10, 2021


"Habis dari Grojogan Sewu, kita ke Rumah Atsiri, yaa.. Papa udah beli tiketnya." kata suami.

Wah, mana mungkin saya tolak kalau ajakannya semenarik ini. Sudah lama sekali saya ingin ke Rumah Atsiri Indonesia yang terletak di Jl. Watusambang, Plumbon, Kec. Tawangmangu, Kab. Karanganyar ini, tapi baru kesampaian sekarang. Saya penasaran, seperti apa bangunan yang sering banget jadi bahan obrolan di antara suami dan teman-temannya itu. Dan karena kita sudah di Tawangmangu, jadi kenapa tidak mampir ke Rumah Atsiri sekalian saja, ya kan?

Kami sampai di Rumah Atsiri sekitar jam 15:30. Alhamdulillah, sebelumnya kami sudah sholat ashar di parkiran Grojogan Sewu, juga mengisi perut di Warung Makan Bu Sri, jadi kami bisa jalan-jalan dengan tenang. 

Di gerbang Rumah Atsiri, kami disambut oleh Pak Satpam, yang menanyakan apakah kami sudah membeli tiket atau belum. Suami pun menunjukkan bukti pembelian tiket yang Ia lakukan secara online.

Sekarang, kita cari tahu yuk, ada apa saja di Rumah Atsiri?

Wisata Solo dan Sekitarnya, Rumah Atsiri Indonesia

Wisata Solo dan Sekitarnya; Rumah Atsiri Indonesia, Tawangmangu, Karanganyar

Tentang Rumah Atsiri Indonesia

Dahulunya, tempat yang kini menjadi Rumah Atsiri Indonesia itu merupakan sebuah pabrik penyulingan serai sejak tahun 1963. Tempat yang dinamakan 'Pabrik Sereh' itu menjadi bukti terjalinnya kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Bulgaria. Lokasinya yang terletak di Desa Plumbon, merupakan lokasi yang potensial, karena sumber air tersedia dalam jumlah besar. Air memang menjadi sesuatu yang penting di sini, karena dibutuhkan dalam proses penyulingan.

Seiring berjalannya waktu, pabrik tersebut terbengkalai dan mengalami serangkaian pertukaran kepemilikan, hingga pada tahun 2015, PT. Rumah Atsiri Indonesia secara resmi mengambil alih kompleks pabrik tersebut, dan menghidupkannya menjadi kompleks edu-rekreasi yang juga mencakup fasilitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), penelitian & pengembangan, rumah produksi, dan pasar minyak atsiri.

Harga Tiket Masuk Rumah Atsiri

Harga tiket masuk Rumah Atsiri adalah Rp 50.000, dan pembelian tiketnya bisa dilakukan secara online, seperti yang dilakukan oleh suami saya. Sebenarnya kalau dihitung-hitung sih, masuk ke Rumah Atsiri Indonesia itu free. Karena, tiket yang kita beli ini nanti akan diberikan dalam bentuk voucher, yang bisa kita gunakan untuk masuk ke museum, makan, atau belanja.

Emang Rp 50.000 doang cukup? 

Cukup kalau kita cuma masuk ke museum saja. Kalau saya tidak salah ingat, untuk masuk ke museum atsiri kita perlu membayar Rp 38.250 per orang, yang akan dipotongkan dari isi voucher kita. Dengan biaya sebesar Rp 38.250 itu, kita bisa menikmati keindahan museum sekaligus mendapat panduan dari pemandu / tour guide. Dan memang, kita tidak diperkenankan untuk masuk ke museum tanpa pemandu.

Keberadaan pemandu memang sangat penting, agar kita bisa mendapat informasi secara jelas dan menyeluruh tentang sejarah minyak atsiri, manfaat minyak atsiri, proses pembuatan minyak atsiri, hingga tentang sejarah berdirinya Rumah Atsiri Indonesia itu sendiri.

Masuk ke Museum Atsiri Indonesia

Memasuki museum, kita langsung disambut dengan keberadaan Kokedama, yaitu sebuah teknik menanam yang berasal dari Jepang, yang dilakukan dengan menempatkan tanaman ke dalam bola tanah kemudian membungkusnya dengan lumut.

Ada Apa di Museum Minyak Atsiri Tawangmangu?

Selanjutnya, kita diajak untuk menyusuri museum sembari diberi penjelasan tentang apa itu minyak atsiri, bagaimana proses pembuatannya, kenapa harganya bisa sangat mahal, bagaimana sejarahnya, dll.

Apa itu Minyak Atsiri? 

Minyak atsiri / essential oil, merupakan senyawa aromatik yang mudah menguap. Karena sifatnya ini pula, minyak aromatik juga diibaratkan sebagai "minyak terbang". 

Minyak atsiri dapat berubah bentuk dari cair ke gas dalam waktu singkat, sehingga dengan cepat pula dapat berinteraksi dengan sensor yang ada di dalam otak.

Manfaat Essential Oil / Minyak Atsiri

Dalam sejarah peradaban kuno, minyak atsiri telah digunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik itu untuk kesehatan, kecantikan, hingga upacara ritual. Minyak atsiri memiliki aroma, karakter, dan kegunaan masing-masing, sesuai dengan tanaman penghasilnya. Misalnya;

  1. Lavender, untuk meningkatkan kualitas tidur
  2. Rosemary, untuk meningkatkan konsentrasi
  3. Citronella, untuk mengusir serangga sekaligus mengharumkan ruangan
  4. Cengkeh, untuk menjaga sistem imun 
  5. Eucalyptus, untuk kesehatan pernafasan
  6. Geranium, untuk mengurangi kecemasan / pereda stres 
  7. Peppermint, untuk menjaga daya tahan tubuh, menyehatkan sistem pencernaan, juga untuk menjernihkan pikiran dan mengurangi sakit kepala
  8. Lemon, untuk meredakan stres sekaligus meningkatkan mood
  9. Sweet Orange, untuk meningkatkan mood dan mengurangi stres
  10. Star Anise, untuk melancarkan sirkulasi darah

Dan tentunya, masih banyak jenis minyak atsiri / essential oil lain dengan kandungan manfaat yang khas pula.

Sejarah Minyak Atsiri

Jujur, yaa... Pemandu di Rumah Atsiri sangat piawai dalam memberi penjelasan kepada pengunjung tentang seluk beluk minyak atsiri. Hal ini juga didukung dengan isi museum yang sangat informatif. Seriously, I was so amazed.

Sejarah Essential Oil atau Minyak Atsiri

Sejarah Essential Oil atau Minyak Atsiri

 

Di sini komplit banget. Kita bisa tau sejarah minyak atsiri di berbagai belahan dunia. Seperti misalnya;

  • Di Mesopotamia, sebuah Kuneiform (Aksara Paku) pada peradaban Mesopotamia menceritakan tentang Tapputi, seorang perempuan pegawai kerajaan yang pandai membuat wewangian dengan bahan dasar tanaman.
  • Di Mesir, penggunaan minyak atsiri yang paling populer di Mesir adalah dalam proses mumifikasi.
  • Di India, penggunaan minyak atsiri mulai dikenal dalam pengobatan Ayurveda.
  • Di Romawi, bangsa Romawi Kuno sering menggunakan ekstrak tanaman untuk pijat, parfum, dan mandi beraroma.
  • Di Yunani, para ilmuwan seperti Hippocrates mengeksplorasi penggunaan tanaman aromatik, dan membangun serta mengembangkan penemuan yang dibuat oleh orang Mesir awal.

Cara Membuat Minyak Atsiri

Setiap tanaman memerlukan teknik yang berbeda-beda untuk menghasilkan minyak atsirinya. Ada yang melalui proses distilasi (penyulingan), ekstraksi, infusi, enfleurage, maupun cold press. Ini tergantung pada sifat dan letak bagian tanaman yang menyimpan minyak.

Bagian Tanaman yang Bisa Diambil Essential Oilnya


Ada banyak lagi informasi yang bisa kita dapatkan dari dalam Museum Atsiri. Namun, tentu akan lebih seru kalau teman-teman melihat dan mendengarnya sendiri. Ya kan?

Nah, sekarang kita ke toko, yuk...

The Shops

Begitu mendekati toko, Masya Allah, wanginya udah beda. Segar, menenangkan, bikin hati senang... Dan ketika memasuki toko, rasanya semakin berbunga-bunga. Ada banyak sekali essential oil dan produk-produk Rumah Atsiri lainnya, seperti hand sanitizer, sabun, lilin aromatik, dll. Huwaaa, harus hati-hati sih, khawatir kalap belanja, hehe... 

Saya kasih tunjuk fotonya, yaa...

Rumah Atsiri Indonesia, Surganya Essential Oil

Mengapa Harga Essential Oil Bisa Mahal?

Mengapa Essential Oil Harganya Mahal?

Bath Salt Produksi Rumah Atsiri Indonesia

Essential Oil Produksi Rumah Atsiri Indonesia

Mengapa Essential Oil Mahal?

Tak banyak essential oil yang saya beli karena duitnya terbatas. Haha... Harganya memang lumayan ya, teman-teman... Sekarang saya bisa paham sih, kenapa harga essential oil bisa begitu mahal. Jawabannya adalah karena proses pembuatannya yang cukup panjang, dan untuk membuat 10 ml minyak atsiri saja bisa membutuhkan berton-ton bahan.

Salah satu yang saya beli ada NINA linen spray intimate sleep, tujuannya supaya kami bisa tidur dengan nyenyak dan bangun dengan perasaan segar. Saya dan suami sepakat, setelah menyemprotkan linen spray di sprei dan bantal, kualitas tidur kami meningkat, bahkan kami tidak sempat bermimpi. 😁 Nanti kalau linen spray-nya habis, kami harus beli lagi sih. Kalau tidak salah, harganya 90K untuk ukuran 100ml. 

Untuk essential oil, harganya variatif ya, teman-teman, tergantung dari bahan pembuatnya. Ada yang mahal banget, ada yang terjangkau.

Oiya, berada di dalam Rumah Atsiri Indonesia, suami saya berkali-kali terkagum-kagum dengan arsitekturnya. Doi yang seorang arsitek, auto minder dan merasa sangat amatir ketika berada di sini. Saya sih ngga bisa menjelaskan, karena saya ngga paham soal bangunan. Intinya, Rumah Atsiri Indonesia sangat menginspirasi suami saya.

Wisata Solo dan Sekitarnya; Rumah Atsiri Indonesia, Tawangmangu

Wisata Solo dan Sekitarnya; Rumah Atsiri Indonesia, Tawangmangu

Wisata Solo dan Sekitarnya; Rumah Atsiri Indonesia, Tawangmangu

 

Sebenarnya, di Rumah Atsiri Indonesia tidak hanya ada museum dan toko aromatik saja. Di sini juga ada Aromatic Gardens / Taman Aromatik yang bisa kita kunjungi dengan Rp 25.000. Sayangnya, kami tak sempat ke sana karena hari sudah sore. Salah sendiri sih, datangnya kesorean, jadi Rumah Atsiri-nya sudah hampir tutup, karena Rumah Atsiri Indonesia hanya beroperasi sampai jam 17:00 WIB. Semoga lain waktu bisa ke sini lagi. Aamiin... Kalau teman-teman sedang berkunjung ke Solo, sempatkan ke Rumah Atsiri Indonesia, dan wisata Tawangmangu lainnya, yaa... Udaranya sejuk, jadi nyaman untuk jalan-jalan. 😊



Read More

Review Drama Lovers of the Red Sky

Wednesday, October 6, 2021

Ketika bulan lalu saya menonton drama berjudul Touch Your Heart yang diperankan oleh Lee Dong-wook dan Yoo In-na, tanpa sengaja saya melihat poster drama yang akan segera tayang berjudul Lovers of the Red Sky. Melihat posternya saja saya langsung tertarik, karena saya memang menyukai drama sageuk, yaitu drama yang mengisahkan tentang sejarah kerajaan di Korea Selatan. Drama sageuk terakhir yang saya tonton adalah The Tale of Nokdu, yang selain bikin takut, geram, dan deg-degan, juga bikin ketawa karena tingkah aktor Jang Dong-yoon yang di cerita tersebut menyamar menjadi janda muda.

Baca: Cantiknya Jang Dong-yoon di KDrama The Tale of Nokdu

Kembali ke Lovers of the Red Sky...

Lovers of the Red Sky
Lovers of the Red Sky, from viu.com

Episode pertama dibuka dengan sebuah prolog yang memperkenalkan tentang Samsin, yaitu tiga dewa yang bersemayam dalam satu tubuh. Samsin yang tertua bertanggung jawab atas kelahiran, yang kedua bertanggung jawab atas kematian, dan yang ketiga bertanggung jawab menjaga keseimbangan keduanya. 

Namun, suatu hari, Dewa Kematian menginginkan banyak darah. Ia memakan dewa yang menjaga keseimbangan, hingga menyebabkan kacaunya keseimbangan antara hidup dan mati. Dunia pun diliputi ketakutan dan kegelisahan. Saat itu, Iblis keluar dari tubuh Samsin dan hidup dari keserakahan manusia jahat.

Masa Dinasti Dan, Tahun Pertama Raja Seongjo

Raja Yeongjong memerintah dengan Iblis berada di dalam tubuhnya. Ia menyadarinya, dan tak ingin pertumpahan darah akibat Iblis semakin tidak terkendali. Ia pun mewariskan tahtanya kepada Sang Putra, Seongjo, dan memutuskan untuk melakukan pengurungan Iblis ke dalam potretnya sendiri.

Adalah Hong Eun O, pelukis yang dipercaya untuk melukis Sang Raja, dan dukun Jokyeokjeon bernama Ha Sung Jin yang bertugas melakukan ritual pengurungan Iblis. Setelah melalui ritual yang panjang, Iblis berhasil dikurung di dalam potret Raja Yeongjong. Namun, karena tidak terima, Iblis pun mengutuk negeri itu akan mengalami kekeringan panjang dan masa paceklik.

Secara kebetulan, pada saat proses ritual terjadi, istri Hong Eun O melahirkan seorang anak perempuan yang oleh Nenek Samsin diberi nama Cheon Gi. Istri dukun Ha Sung Jin pun melahirkan seorang anak lelaki, yang dinamai Ha Ram. Tapi sedih, Cheon Gi, anak pelukis itu, harus menderita kebutaan akibat kutukan Iblis.

Banyak banget hal tak terduga di episode awal ini. Dukun Ha Sung Jin yang telah berhasil mengurung Iblis malah difitnah dan mengalami percobaan pembunuhan. Apakah ia akan mati?

Sembilan tahun kemudian...

Sembilan tahun dari kejadian pengurungan Iblis itu, kutukan benar-benar terjadi. Negeri itu mengalami kekeringan, hingga rakyat pun menderita. 

Secara tidak sengaja, dukun yang dulu menfitnah Ha Sung Jin, menemukan Ha Ram (anak Ha Sung Jin) yang memiliki energi air. Intinya, Ha Ram akan ditumbalkan dalam ritual pemanggil hujan. Dan ternyata Ha Sung Jin masih hidup setelah percobaan pembunuhan sembilan tahun lalu.

Sungguh malang nasib Ha Sung Jin. Dulu difitnah dan hampir mati padahal Ia berhasil mengurung Iblis, kini Ia pun harus merelakan anaknya dalam ritual pemanggil hujan. Air susu dibalas dengan air tuba, sakit sekali pastinya. Tapi siapalah Ha Sung Jin? Ia harus tunduk dengan perintah kerajaan.

Pada saat ritual pemanggilan hujan terjadi, anak kedua Raja Seongjo yang terobsesi menjadi raja, malah membuka potret raja tempat dikurungnya Iblis. Potret raja terbakar oleh api yang dibawa anak kedua Raja Seongjo itu, hingga membuat Iblis berhasil bebas. Hujan pun turun setelah sembilan tahun. Ha Ram selamat (Belakangan diketahui bahwa ternyata Iblis bersemayam di dalam tubuh Ha Ram), tetapi ia kehilangan penglihatannya.

Di lain tempat, Cheon Gi yang tadinya buta, sekarang malah jadi bisa melihat. Rupanya, mata Ha Ram ditukar dengan mata Cheon Gi.

Lovers of the Red Sky

Sejujurnya, awalnya saya tidak paham kenapa mata mereka harus ditukar. Apalagi katanya, kelak mata mereka akan kembali pada pemiliknya. Nah, setelah episode demi episode saya tonton, kini saya paham. Cheon Gi memiliki bakat turunan dari sang ayah, yakni melukis. Ia bahkan mendapat predikat sebagai Pelukis Ilahi, karena lukisannya punya kekuatan yang tidak bisa dijelaskan. Karena kelebihannya ini, oleh Raja, ia diberi tanggung jawab yang berat, sama seperti sang ayah, yakni membuat potret Raja Yeongjong untuk mengurung Iblis.

Secara garis besar, Lovers of The Red Sky berkisah tentang pertarungan manusia melawan Iblis. Karena Iblis tidak bisa mati, maka untuk mengembalikan keseimbangan dunia, Iblis harus dilumpuhkan dengan mengurungnya di dalam lukisan. Lukisan bukan sembarang lukisan, ia harus dibuat oleh pelukis yang mempunyai energi mistis.

 

Kim Yoo-jung melukis di Lovers of the Red Sky


Kim Yoo-jung melukis di Lovers of the Red Sky

 
Tentu saja, ngga asik kalau sebuah cerita ngga dibumbui dengan kisah percintaan. Di Lovers of the Red Sky pun, diceritakan bahwa Pangeran Yangmyeong berusaha untuk merebut hati Cheon Gi, meski Ia tahu bahwa Cheon Gi dan Ha Ram sama-sama saling menyukai. 

Apakah perjalanan cinta Cheon Gi dan Ha Ram akan mulus, mengingat bahwa Pangeran Yangmyeong pun menginginkan Cheon Gi? Akankah Cheon Gi berhasil membuat lukisan yang dapat mengurung Iblis? Bagaimana perasaan Ha Ram ketika mengetahui bahwa di dalam tubuhnya terdapat Iblis yang sedang dicari-cari? Akan sesulit apa perjuangan Ha Ram untuk membalaskan dendam sang ayah? 

Penasaran banget deh... Teman-teman yang tertarik untuk menonton juga, Lovers of the Red Sky bisa ditonton lewat aplikasi Viu, yaa..

Lovers of the Red Sky diperankan oleh;

  • Kim Yoo-jung sebagai Hong Cheon-gi
  • Ahn Hyo-seop sebagai Ha Ram
  • Gong Myung sebagai Pangeran Yangmyeong
  • Kwak Si-yang sebagai Pangeran Joohyang

 


Read More

Serunya Jalan-jalan ke Grojogan Sewu, Tawangmangu

Friday, October 1, 2021


Beberapa bulan belakangan, kami melewati banyak hal. Ada yang membuat sedih, marah, kecewa, takut, panik, harap-harap cemas, pesimis, dan sederet perasaan negatif lainnya. Intinya, dalam beberapa bulan itu kami dipaksa bersabar. Alhamdulillah, di penghujung bulan, September tak lagi jadi SadTember. Seperti janji Allah, setelah kesulitan, akan datang berbagai kemudahan.

Nah, untuk melepaskan penat dan segala emosi negatif yang masih tersisa, suami mengajak saya dan anak-anak untuk melipir sejenak dari segala rutinitas. Saya maklum sih kalau suami ingin istirahat barang sehari, karena beliaulah yang paling mengalami pressure selama ini. Memang, saya juga stres, tapi ngga seberapa jika dibandingkan dengan yang dirasakannya. Maka dari itu, saya memilih untuk iya-iya aja, ngikut ke mana maunya.

Suami adalah tipikal orang yang suka jalan-jalan. Bukan jalan-jalan mewah, tapi jalan kaki menyusuri desa, mendekat dengan alam. Terakhir, lebaran kemarin saat kami pulang ke Purworejo, beliau jalan-jalan sendiri melintasi beberapa desa. Saya yang notabene adalah orang asli sana malah belum pernah melakukannya.

Jadi, ketika kemudian beliau menjatuhkan pilihan untuk pergi ke Grojogan Sewu, saya ngga kaget.

Air Terjun Grojogan Sewu, Tawangmangu

Air terjun yang terletak di Tawangmangu itu, selain tidak terlalu jauh dari tempat tinggal kami, juga menawarkan kesegaran dan pemandangan yang memanjakan mata. Bonusnya, kami ke sana sekalian berolahraga, karena dari tempat parkir, kami harus berjalan naik sekitar 700 meter mungkin, yaa. 😁

Kata suami yang terbiasa jalan kaki berkilo-kilo, "Cuma deket kok itu!" 

Oke baiklah... Tapi meskipun dekat, jalannya kan menanjak ya, Cyiiin... Lumayan berat buat saya yang jarang olahraga.

Wisata Tawangmangu


Air Terjun Grojogan Sewu, Tawangmangu

Grojogan Sewu, Tawangmangu


Kami pergi saat weekday, karena kata suami, di akhir pekan tempat ini pasti akan tambah ramai. Jadi kemarin sambil jemput Aga dari sekolah, kami langsung berangkat. Oiya, sekolah-sekolah di Solo sudah mulai PTM 50% ya, teman-teman... Belajarnya selang-seling, dan durasinya hanya 2 jam. 

Apakah di hari kerja tempat ini sepi? Ngga juga. 😂 Ada banyak orang juga kemarin, ya mungkin sekitar 30-an orang lah. Saya sampai kesulitan mengambil foto di dekat air terjun, karena kehalangan orang, huhu... Saya ngga bisa membayangkan, di akhir pekan akan seramai apa tempat ini. 

Alhamdulillah, anak-anak senang banget sih bisa jalan-jalan bebas di sini. Kalau ditanya pengen ke sini lagi apa engga, mereka jawab mau banget.

Sebenarnya saya sudah mempersiapkan baju ganti untuk anak-anak jika mereka ingin berenang, karena di sini juga ada kolam renang kecil. Namun, mungkin karena efek pandemi, kolam renangnya tidak berair. Sediiih... Semoga kapan-kapan kita bisa ke sini lagi, dan bisa berenang di kolam renangnya juga, yaa.. Aamiiin...

Jika saja diisi air, kolam renangnya akan seperti ini, gaes.. Saya pinjam foto dari pegipegi, yaa...

grojogan sewu, tawangmangu

 
Karena gagal berenang, anak-anak hanya main air di dekat air terjun saja. Tak lupa, makan Pop Mie sebagai penawar rasa kecewa.

Jajan di Grojogan Sewu, mahal ngga?

Jangan khawatir, gaes... Jajanan di sini harganya wajar. Pop Mie 1 cup hanya Rp 8.000,- saja. Selain itu ada sate juga, yang kalau tidak salah harganya Rp 15.000 per porsi, berisi lontong dan sate 10 tusuk. Murah kan? Tapi saya ngga jajan sate. Pop Mie lebih menggoda soalnya. Haha...

Jalan-jalan ke Grojogan Sewu tu cukup ekonomis, teman-teman. Dengan tiket Rp 20.000 per orang, teman-teman sudah bisa menikmati karya indah ciptaan Tuhan. Untuk kita yang sehari-hari terpapar polusi, udara di sini rasanya segar sekali. Kita juga bisa mendengar suara serangga beradu dengan suara air. Aahhh, menenangkan sekali. Alhamdulillah... Jadi, pengen ke sini juga?

Tarif Masuk Grojogan Sewu, Tawangmangu



Read More

Belajar Bahasa Inggris Bersama Novakid, Mas Amay Semakin Fasih Berbahasa Inggris

Wednesday, September 22, 2021


Anak sulung saya, Amay, punya ketertarikan dengan bahasa. Ia selalu excited tiap kali ada pelajaran Bahasa Inggris. Tak hanya itu, Ia juga dengan mudah menangkap kalimat-kalimat dalam film atau lagu yang berbahasa Inggris. Menyadari hal itu, saya dan suami pun sepakat untuk memasukkan Mas Amay ke Lembaga Kursus Bahasa Inggris di kota kami, agar kemampuan berbahasanya lebih terasah. Namun, karena pandemi yang sedang terjadi, terpaksa kami menunda keinginan ini, sampai kemudian kami menemukan Novakid.

Awalnya, kami tidak tertarik dengan kursus online. Kenapa? Karena sehari-hari saja sekolahnya sudah online, dan itu sudah cukup menguras energi saya. Memang dari sekolah disediakan materi berupa video atau power point, pun ada kelas online via zoom atau google meet. Meski begitu, setiap kali ada kelas online, saya tetap harus mendampingi mereka juga, karena kadang anaknya suka kehilangan fokus. Huhu...

Lelah? Jangan ditanya. Rasanya pengen melipir sejenak dari segala rutinitas itu, tapi mana bisa? Kita kan ngga boleh kemana-mana dulu.

Saya yakin, bukan cuma saya saja yang jenuh dengan semua ini. Mama-mama lainnya juga pasti merasakan hal yang sama. Bahkan, guyonan seperti "Anak daring, Mama darting" rasanya sangat relate dengan kami.

Lalu, Kenapa Akhirnya Tetap Mendaftarkan Mas Amay ke Novakid?

Nah, kenapa tuh, kok akhirnya mendaftarkan Mas Amay untuk kursus bahasa Inggris di Novakid? Kan online tuh...

Tentu saja ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan kami. Di antaranya:

1. Kalau kursus Bahasa Inggrisnya ditunda-tunda, nanti skill progression-nya Mas Amay jadi lambat karena selama ini Ia hanya belajar di sekolah saja. Tentu akan lebih baik jika ada guru yang bisa membimbingnya dengan lebih intensif, bukan? Maklum lah, kemampuan emak bapaknya cuma tipis-tipis soalnya.

2. Karena pandemi ini menuntut kita untuk tetap di rumah, jadi kegiatan anak-anak pun terbatas hanya di lingkungan rumah saja. Nah, daripada waktu luangnya habis untuk bermain game, bukankah akan lebih bermanfaat kalau digunakan untuk belajar sesuatu yang Ia suka?

3. Alasan ketiga adalah karena banyak orang tua yang merasa puas setelah mengkursuskan anaknya di Novakid. Ini membuat saya jadi lebih yakin.

Sekilas Tentang Novakid

Novakid adalah platform les Bahasa Inggris online untuk anak usia 4-12 tahun. Layanan Novakid sudah tersebar di lebih dari 17 negara.

Fasilitas unggulan yang ditawarkan Novakid:

1. Guru yang mengajar di Novakid adalah guru-guru profesional yang bersertifikasi, serta sudah berpengalaman dalam mengajar secara online.

2. Pengajar di Novakid menggunakan metode TPR (Total Physical Response), yaitu metode pengajaran yang menggunakan gestur gerak tubuh, sehingga dapat dikaitkan dengan aneka permainan yang menarik, kreatif dan menyenangkan sehingga anak-anak tidak cepat bosan, bahkan tidak merasa sedang belajar.

3. Di Novakid, anak-anak akan berkomunikasi dengan penutur asli / native speaker, dan bahasa yang digunakan hanya Bahasa Inggris. Tentu hal ini akan memberikan pengalaman belajar yang berbeda, karena mereka bisa mempraktikkan Bahasa Inggris secara langsung. Jadi, berbeda dengan belajar Bahasa Inggris di sekolah yang lebih fokus pada teori atau tata bahasa. Dengan begini, anak-anak pun akan lebih cepat belajarnya.

4. Dalam satu kelas hanya ada 1 siswa, jadi lebih private dan tidak terganggu yang lain.

5. Kelas berlangsung selama 25 menit. Waktu yang sangat cukup, mengingat rentang konsentrasi anak biasanya tidak terlalu lama.

6. Program belajarnya dibuat sesuai dengan standar pendidikan Eropa / Common European Framework of Reference for Languages (CEFR). Namun, metodenya disesuaikan dengan usia anak, sehingga tidak mengesampingkan karakteristik dan psikologis anak usia 4-12 tahun.

7. Penjadwalannya lebih fleksibel, jadi anak-anak bisa memilih waktu belajarnya sendiri.

8. Orang tua diberi laporan pembelajaran di setiap sesi, sehingga perkembangan anak pun terpantau.

Belajar Bahasa Inggris di Novakid


Kalau ditanya, apa yang membuat Mas Amay senang belajar Bahasa Inggris di Novakid, jawabannya adalah karena Ia ingin bisa mengobrol langsung dengan bule.

Omong-omong, anak ini pernah bertemu dengan bule dari Italia saat diajak ayahnya nyeketsa di area Pasar Triwindu, Solo. Saya ingat sekali, waktu itu Ia masih kelas TK B. Pulang dari acara sketsa, Ia langsung menghampiri saya dan bercerita,

Mas Amay: "Mama tau ngga, tadi ada bule lihatin Papa terus waktu Papa nggambar. Habis itu sketsanya Papa dibeli, lho..."

Saya: "Oya? Trus trus?

Mas Amay: "Iya, terus Papa ngobrol. Katanya, dia dari Italia. Papa hebat ya, bisa Bahasa Inggris. Mas Amay jadi pengen bisa Bahasa Inggris juga."

Hihi, ternyata momen itu selalu Ia ingat, dan menjadi salah satu motivasi untuknya bisa berbahasa Inggris.

Akhirnya, Mama Bisa Me Time Juga...

Oya, biasanya, saat sekolah daring, saya harus mendampingi anak sepanjang waktu zoom atau google meet. Namun, kali ini tidak. Saya hanya mendampingi di kelas perdana saja, karena di kelas-kelas berikutnya, Mas Amay sudah lebih mandiri. Alhamdulillah, setidaknya, saya jadi punya waktu sekitar 25 menit untuk me time, entah itu untuk menonton drakor atau mengurusi tanaman-tanaman saya. Hihi...

Berkebun di Lahan Sempit

Berkebun di Lahan Sempit

Meski hanya 25 menit, tapi lumayan juga, lho... Setelah menonton drakor atau mengurusi tanaman, saya jadi merasa lebih rileks, pikiran pun lebih fresh.

Biaya Les Bahasa Inggris di Novakid

Oya, pasti Mama-Mama penasaran dengan biayanya kan? Biaya les di Novakid sangat worth it kok jika dibandingkan dengan apa yang akan anak-anak kita dapatkan. Cek di sini untuk info biayanya, yaa...

Biaya Les Bahasa Inggris di Novakid

Kabar baiknya, di bulan ini sedang ada promo, lho!

Caranya:

  • Register di link: https://cutt.ly/KEBxNovakid
  • Pilih trial subscription (promo price Rp 327.000 get 4 classes)
  • Gunakan kode 25MENUTESSEP saat checkout dan dapatkan 1 extra class
  • Kode promo ini hanya berlaku sampai 30 September 2021

Jadi, Ma, tunggu apa lagi? Yuk, segera daftarkan anak-anak untuk belajar Bahasa Inggris di Novakid. 😊

Intip keseruan Amay saat belajar Bahasa Inggris bersama Novakid di sini:

 
 
 
 
 
Read More

Manfaat Baking Soda untuk Tanaman

Saturday, September 18, 2021


Kalau teman-teman mengikuti saya di Instagram, mungkin teman-teman akan mengetahui kalau hobi saya adalah bercocok tanam. Beberapa YouTuber yang menginspirasi saya antara lain Liziqi dari Tiongkok, juga Kimi dari Korea Selatan. Selain menampilkan proses menanam, keduanya juga membuat aneka masakan dari hasil bumi yang mereka tanam. Sungguh sangat menenangkan dan menyenangkan. Nah, baru-baru ini, saya juga menonton channel YouTube Kebun Indra Tarigan.

Baca juga: Manfaat Berkebun untuk Kesehatan Mental Menurut Ben dan Rara Sekar

Di channel YouTube Kebun Indra Tarigan, kita bisa belajar aneka tips yang berkaitan dengan berkebun atau bercocok tanam. Belum banyak yang saya tonton, tapi video-videonya berkisar tentang bagaimana agar tanaman buah yang kita tanam bisa berbuah lebat dan lezat. Menarik banget pokoknya, dan tentu saja sangat bermanfaat untuk saya yang masih newbie. Saya langsung ingin menerapkan tips-tipsnya untuk aneka tanaman yang ada di "kebun cilik menthik" depan rumah.

Manfaat Baking Soda untuk Tanaman

 

Baca juga: Tips Menanam untuk Pemula

Dari channel YouTube beliau juga saya akhirnya tau, baking soda memiliki banyak manfaat untuk tanaman. Saya tuliskan di sini, yaa... Kalau masih belum jelas, teman-teman bisa meluncur ke YouTube beliau.

Jadi, untuk teman-teman yang suka tanam-tanam, inilah manfaat baking soda yang perlu kita ketahui:

1. Sebagai pestisida organik yang kuat.

Cara membuat pestisida organik dengan baking soda: Campurkan 1 liter air + 1 sdm neem oil + 1 sdm baking soda + 1/4 sdm minyak cengkeh + 3 tetes sabun cuci piring

Saya belum pernah coba, tapi penggunaan sabun cuci piring konon memang bagus untuk mengusir hama. Resep dari bapak saya pun menggunakan sabun cuci piring + tembakau. Hanya saja untuk takarannya, saya kurang tau persis.

Dari resep dokter Indra Tarigan, kalau sekiranya teman-teman tidak memiliki minyak cengkeh, teman-teman bisa menggunakan beberapa butir biji cengkeh yang ditumbuk halus, kemudian langsung campurkan ke air 1 liter tadi.

2. Membunuh ulat yang menyerang tanaman sayur

Tentu sebel ya kalau sayuran yang kita tanam diserang ulat. Mau masak pun harus teliti banget bersihinnya supaya ulatnya ngga ikut kemakan. Nah, dokter Indra Tarigan membagi tips untuk menyingkirkan ulat pada tanaman dengan menggunakan baking soda.

Cara membuatnya: Campurkan 1 sdm baking soda + 1 sdm tepung terigu. Taburkan di sekitar tanaman yang terkena ulat. Insya Allah, ulat-ulat akan segera enyah dari tanaman kita.

3. Pembersih daun dari kotoran dan debu.

Ini cocok banget untuk tanaman hias ya, teman-teman. Tanaman bisa lebih sehat, daunnya juga lebih kinclong dan akan lebih mudah berfotosintesis.

Caranya gampang banget: Campurkan 1/2 sdm baking soda + 1 liter air. Semprotkan larutan ini ke daun-daun.

Baca juga: Dari Janda Bolong Hingga Sri Rezeki, Tanaman yang Sedang Populer Saat Ini

4. Sebagai penghilang bau pada kompos

Waaa, sayang sekali saya baru tahu tips ini. Beberapa waktu lalu saya sempat "ngambek" ngga mau ngompos lagi karena banyak yang mengeluhkan baunya. Saya memang mengompos dengan metode basah, dan air lindinya memang bau banget karena komposter baru saya ngga ada lubang udaranya, berbeda dengan komposter saya yang lama.

Menghilangkan bau pada kompos dengan baking soda


Saya tidak ngambek terlalu lama. Karena sudah terbiasa mengompos, rasanya aneh ketika saya bolos dari kegiatan ini. Ada rasa bersalah, gitu. Akhirnya, sekarang saya mengompos pakai metode kering. Cuma memang, metode ini sangat boros tempat, pun boros tanah, karena setiap 1 bakul sampah masuk, saya harus menyiapkan 2 bakul tanah / unsur coklat. 

Sebenarnya unsur coklat ini ngga harus tanah sih. Bisa diganti dengan serbuk gergaji, kardus tanpa tinta, sekam, atau daun kering. Tapi karena saya ngga punya serbuk gergaji atau sekam atau daun kering, jadi saya pakai tanah saja. Efeknya, komposter jadi cepat penuh.

Setelah tau manfaat baking soda ternyata bisa mengurangi bau pada kompos, saya mau pakai cara ini besok. Caranya gampang pun, cuma ditaburkan saja pada komposter, niscaya bau kompos pun akan berkurang.

5. Memperindah tanaman bunga

Dokter Indra Tarigan menunjukkan tanaman mawarnya yang subur dan memiliki kelopak yang besar-besar. Ternyata rahasianya adalah di pemberian garam Inggris dan baking soda. Buat teman-teman yang hobi tanam aneka bunga, tips ini bisa dicoba

Caranya juga gampang: Cukup campurkan 1/2 sdm baking soda dengan 1 liter air, lalu semprotkan pada tanaman.

Manfaatnya selain bisa menyuburkan bunga, juga bisa sebagai anti jamur.

Manfaat baking soda untuk tanaman bunga
Ini adalah tanaman anggrek peninggalan almarhumah ibu

6. Sebagai pembunuh rumput-rumput liar

Keberadaan rumput liar memang mengganggu, yaa.. Untuk menyingkirkannya, kita bisa menggunakan baking soda. Cukup taburkan baking soda ke rumput yang mengganggu, insya Allah rumput pun akan mati. Namun, teman-teman harus berhati-hati saat menaburkannya, jangan sampai langsung terkena pada tanaman kesayangan, supaya tanaman kesayangan tidak ikut mati.

7. Sebagai pembersih alat-alat kebun yang sudah berkarat

Caranya: Campurkan 2 sdm baking soda + 1 liter air + 2 sdm deterjen / sabun cuci piring

Cara ini tidak hanya untuk alat-alat kebun saja, ya, teman-teman... Untuk perkakas dapur juga bisa.

8. Merupakan zat yang tidak disukai siput atau bekicot

Baking soda juga merupakan zat yang tidak disukai siput atau bekicot. Untuk menghindarkan tanaman dari siput atau bekicot, cukup taburkan baking soda di sekitar tanaman. Niscaya siput tidak akan mendekat.

9. Sebagai penyegar bunga potong dalam vas

Nah, kalau teman-teman suka banget menggunakan bunga sebagai pewangi alami, teman-teman bisa pakai baking soda untuk menjaga kesegaran bunga di dalam vas.

Caranya: Campurkan 1/2 sdm baking soda + 1 liter air. Masukkan larutan ini ke dalam vas bunga yang akan dipakai. Teman-teman bisa langsung tambahkan bunga-bunga yang teman-teman sukai baunya. Selesai. Vas bisa langsung dipajang di meja. 😊


Nah, itu dia beberapa manfaat baking soda untuk tanaman. Yuk dicoba! 




Read More